Om I Love You

Om I Love You
Episode 48


__ADS_3

Pukul 08.00


Sekarang suaminya sedang bertemu partner bisnisnya , yang kebetulan pertemuannya tidak jauh dari hotel tempat Zee dan suaminya tinggal.


Zee menunggu saja di hotel sampai Alan kembali dari meeting.


Rasa jenuh juga menyelimuti dirinya , ia pun memilih untuk berjalan ke kolam renang dekat hotel.


Sebelum ia berjalan-jalan,ia berkirim pesan kepada suaminya bahwa dirinya ingin berjalan-jalan sebentar.


Sambil melihat-lihat ia pun berfoto selfie di sana , dengan berpose bak model terkenal.


Tidak terasa ternyata adzan dhuhur berkumandang ,ia pun bergegas kembali ke hotel.


Zee melaksanakan kewajibannya sebagai umat Islam, yaitu sholat dhuhur.


Selesai sholat,Zee masih menunggu suaminya pulang namun tidak kunjung pulang juga.


Perutnya terasa lapar ,ia ingin sekali makan ketoprak.


Entah dorongan dari mana, saat ini dia ingin sekali menikmati ketoprak dengan bumbu kacang yang banyak.


Zee berusaha menghubungi suaminya, namun operator telepon yang menjawab.


"HP Papih kok gak aktif sih ?"


Keinginannya untuk makan ketoprak tidak bisa di bendung lagi, akhirnya ia memutuskan pergi sendiri untuk mencari warung yang menjual ketoprak dengan bumbu kacang.


Dari Restoran satu ke Restoran yang lainnya ,Zee tidak menemukan makanan yang diharapkan akhirnya ia pergi dari sana dengan hati yang kecewa.


Restoran-restoran tersebut kebanyakan menyajikan makanan-makanan luar negeri , sedikit Restaurant yang menyajikan makanan khas Indonesia.


Adapun Restoran Indonesia, namun makanan yang dicari Zee tidak ada.


Saat Zee keluar dari kawasan hotel ,di perempatan jalan raya ada pedagang kaki lima yang menjual ketoprak dengan gerobak dorong.


Zee menghampiri penjual itu,dan benar saja si abang menjual ketoprak.


Zee memesan satu porsi ketoprak untuk dirinya, dengan sambal kacang yang banyak.


"Pak ,saya pesan satu porsi ketoprak pedas,manis,pake telor ceplok dan di banyakin sambel kacangnya yah ,Pak ?" pesan Zee.


"Iya ,Neng ! Siap !"


"Di makan disini yah,Neng !" ucap penjual ketoprak.


"Iya dong,Pak !"


"Di sini saja !"


"Baik,Neng !" dengan cekatan dan cepat sang Abang penjual ketoprak meracik makanannya, dalam waktu sekejap pesanan yang dipesan Zee tersaji di meja .


"Silahkan,Neng ! Semoga Nengnya suka !"

__ADS_1


"Terima kasih,Pak !" jawab Zee.


Zee mengambil air minum gelas dulu, meminumnya guna membasahi tenggorokan yang kering akibat banyak menelan ludah.


Setelah cukup basah,Zee menikmati setiap sendok demi sendok ketoprak didepannya.


"Hem, enaknya !" Zee memasukkan satu sendok lagi ke mulutnya, dengan kerupuk yang rasanya enak banget , menurutnya.


"Biasanya kalau gue makan ketoprak rasanya biasa saja ! kenapa sekarang jadi enak begini yah?" batin Zee.


Sembari sedang menikmati makanannya, seorang rentenir datang dengan dua bodyguardnya membuat kekacauan .


"Ampun Bang ! saya baru berjualan, belum ada uang ! tolong beri saya waktu !"


"Saya tidak mau tahu ! bapak harus membayar hutang sekarang ! jika tidak saya hancurkan gerobak bapak ! beserta isi-isinya !" ancam penagih hutang itu.


"Jangan Bang ! kalau gerobak ini hancur,anak dan istri saya makan apa ?"


"Tolong jangan !" penjual memohon kepada rentenir itu.


Zee yang mendengar dan merasa tidak tahan dengan ulah orang-orang itu , ikut angkat bicara.


"Bang , kalian ko gak punya hati banget sih ?"


"Apa kalian gak denger ucapan si Bapak ? si Bapak baru berjualan , jadi belum dapet uang hari ini !"


"Di mana sih hati nurani kalian ?" teriak Zee.


"Saya pembeli di sini ! Tapi saya paling tidak suka ada kelaliman di depan mata saya !" ucap Zee.


"Sudah hancurkan saja ,Bos !" ucap anak buahnya.


Mata Zee menatap tajam saat salah satu anak buah orang tersebut hendak menghancurkan gerobak , Zee menghampiri ke arah mereka dan menghajarnya satu persatu.


BUGH....BUGH .....BUGH


Zee berhasil mengalahkan salah satu anak buah rentenir itu , namun karena lengah pipi mulus Zee kena baku hantam sang pengawal satunya , nampak mengalir darah segar disudut bibir Zee.


Zee masih bisa bangkit ,dan melayangkan bogemnya tepat diperut dan muka pengawal.


Mereka babak belur jatuh tersungkur tidak berdaya.


Sang rentenir merasa takut dan berjalan mundur.


"Saya hanya ingin meminta uang saya kepada Bapak ini ! Apakah saya salah ?" ucapnya ketakutan melihat tatapan tajam Zee.


"Tapi bukan seperti ini caranya ! Anda menggunakan kekerasan kepada seseorang , dengan menghancurkan mata pencahariannya ! itu yang salah !"


"Saya bisa perkarakan kasus ini lewat jalur hukum ! dan saya pastikan Anda bisa langsung mendekam di penjara !" ucap Zee penuh penekanan membuat sang rentenir ketakutan.


"Berapa hutang Bapak ini ?" tanya Zee.


"Ee.....eeee itu , 3 juta beserta bunganya !" rentenir tergagap.

__ADS_1


"Cuma 3 juta , Anda sampai tega menghancurkan gerobaknya !"


"Anda benar-benar tidak punya hati !" Zee mengeluarkan sejumlah uang di tas selempangnya.


"Saya hanya pegang dua juta Lima Ratus ! tunggu sini saya akan ambil uang di ATM !" Zee mengambil uang secukupnya , tidak menunggu lama Zee kembali dan memberikan uang tersebut kepada rentenir.


"Berikan bukti pelunasannya ! karena orang seperti kalian sangat pandai mengelabui orang miskin !"


"Ba.....ba....baik ,Nona !" rentenir memberikan bukti pelunasannya serta tanda tangan diatas materai.


"Jangan nampak kan wajah kalian semua disini !"


"Karena jika kalian berani , kalian akan berurusan dengan polisi !" bentak Zee.


Mereka semua lari terbirit-birit merasa ketakutan dengan gertakan Zee , yang membawa nama-nama polisi.


"Mereka benar-benar tidak punya hati ! Apakah negara ini sudah kekurangan orang baik ? melihat orang lain menderita kalian hanya menonton dan diam saja !" ujar Zee kepada orang disekitarnya yang hanya menonton saja, tidak bisa berbuat apa-apa.


Salah satu orang di sana bertepuk tangan untuk Zee dan disusul oleh tepukan tangan yang lain , membuat Zee hanya melongo tidak percaya .


"Aku sedang marah ! kenapa kalian bertepuk tangan ?" tanya Zee.


"Nona benar-benar hebat !" puji salah satu pengunjung yang sedari tadi menyaksikan perkelahian Zee dengan para bodyguard rentenir itu.


"Iya , benar ! Nona sangat hebat !" puji yang lainnya ,pipi Zee jadi memerah karena mendapat banyak pujian.


"Terima kasih,Nona ! tapi bagaimana Bapak bisa membayar hutang kepada Nona ?"


"Anggap saja saya bersedekah kepada Bapak ! jadi jangan Bapak pikirkan !" jawab Zee.


"Hah , terima kasih banyak Nona atas kebaikan Nona !"


"Hiks....hiks.....hiks !" penjual ketoprak merasa terharu.


"Sudah-sudah,Pak ! Semoga kedepannya Bapak bisa berjualan dengan tenang ! mungkin ini rejeki Bapak !" ucap Zee bijaksana.


"Dan karena sudah siang ,Zee pamit yah Pak ! dan ini uang untuk ketoprak yang saya makan !" Zee menyerahkan seratus ribuan untuk Bapak penjual ketoprak.


"Ga usah Neng ! Neng sudah membantu Bapak !"


"Bapak sangat berterima kasih sekali !" ucap Bapak penjual ketoprak.


"Jangan gitu dong,Pak !"


"Tadi untuk membayar hutang Bapak , sekarang ini untuk ketoprak yang saya makan ! jadi Bapak harus menerimanya !"


"Anggap saja ini penglaris buat dagangan bapak !" Zee menyelipkan beberapa lembar uang ratusan ribu ke saku baju Bapak penjual ketoprak.


"Assalamualaikum !" Zee buru-buru pergi dari tempat itu.


"Sekali lagi terima kasih,Neng !" ucap Bapak penjual ketoprak sambil mendo'akan Zee.


to be continued.......

__ADS_1


__ADS_2