
Mobil melaju meninggalkan rumah menuju kediaman Xaquille.
Di sepanjang perjalanan istrinya tidak berhenti bercerita.
Itu membuat hiburan tersendiri untuk suaminya, mendengar istrinya terus membeo.
"Oya ,Mih ! Apakah Mamih sama Ratu tidak pernah akur ?" tanya Alan tiba-tiba.
Huft....
"Dulu , saat Mama Nola belum menikah dengan Papa , Mamih dan Ratu berteman akrab !"
"Kami sering bermain boneka bersama !"
"Bahkan Ratu juga sering , menginap di rumah Mamih !"
"Namun setelah Papa menikahi mama Nola ,sikap Ratu sama Mamih berubah !"
"Ratu lebih dingin, kasar dan pendendam !"
"Ratu merasa kalau kasih sayang Mama Nola sudah bukan miliknya lagi !"
"Sejak saat itulah kami tidak pernah bertegur sapa, walaupun kami satu atap !"
"Di rumah kami seperti anjing dan kucing, seperti air dan minyak tidak bisa bersatu kembali !" cerita Zee.
"Apakah jika Ratu melakukan kesalahan besar terhadap Mamih , Mamih akan memaafkannya ?"
"Tentu saja Mamih harus memaafkannya , bagaimana pun Ratu adalah saudara tiri Mamih !"
"Meskipun Ratu menjengkelkan , tapi Mamih sayang kepadanya !" jawab Zee.
Alan benar-benar puas mendengar penuturan istrinya.
Mobil sampai di depan rumah keluarga Xaquille ,Papa dan Mama menyambut kedatangan anak dan menantunya dengan kehangatan sebuah keluarga.
"Aduh,Zee menantu Mama ! kamu semakin cantik saja , Sayang !" puji mama mertua menggandeng tangan menantunya untuk mengobrol di dekat kolam renang.
Sedangkan suaminya dan Papa mertua sedang asyik menonton pertandingan sepak bola di televisi.
Mereka sangat antusias dan serius menontonnya.
"Ah ,mama bisa saja !" jawab Zee malu-malu.
"Gimana-gimana ? ramuan yang Mama berikan sama kamu sudah kamu berikan kepada suami mu ?"
"Alan sudah berhasil membobol benteng kamu belum ?" tanya Mama sangat vulgar.
"Duh ,Mama ! Zee jadi malu !" muka Zee memerah.
"Kenapa harus malu ?"
"Ayo cerita ke Mama !"
"Pertama yah ,Ma !"
"Zee belum memberikan minuman yang Mama kasih ke Zee untuk Mas Alan !"
"Kedua , benteng Zee sudah ambrol ! Mama bisa tenang sekarang !"
"Wah ,bisa cepat punya cucu aku !" batin Mama.
"Alan perkasa kan , Sayang ?" tanya Mama lagi membuat Zee benar-benar malu.
"Sangat,Ma !"
"Bahkan setiap hari,mas Alan naik gunung turun gunung !" jawab Zee asal.
__ADS_1
"Ha....ha....ha !"
"Apa yang mama bilang ? Alan itu seperti Papanya ! sangat perkasa kalau urusan ranjang !" jawab Mama tanpa malu-malu.
"Astaga ! mertuaku ini ! omongannya tanpa di filter !"
"Zee padahal belum ngasih ramuannya lho ,Ma ! Apa jadinya kalau mas Alan meminumnya ! Zee bisa-bisa gak bisa berjalan selama berhari-hari !" jawab Zee ceplas-ceplos.
"Ha....ha....ha !" Mama tertawa senang.
"Mama benar-benar senang memiliki menantu seperti kamu , Sayang !"
"Nanti kapan-kapan Mama akan ajarin kamu merawat buah pepaya kamu biar tambah montok, supaya Alan tambah betah di rumah !" ucap Mama.
"Buah pepaya ?" Zee bingung, namun mertuanya mengedipkan mata nakal ke bagian gundukan kenyal Zee.
"Ini bukan buah pepaya,Mah ! tapi gunung Mahameru ! nih lihat besar kan ,Ma ! orang setiap hari buat mainan mas Alan !" Zee meraba-raba gunung Mahameru nya , menunjukkan kalau miliknya sudah cukup besar, apalagi setiap hari selalu menjadi mainan baru suaminya.
"Ha....ha....ha !" Mama tertawa geli , menantunya sangat asyik buat mengobrol ., ternyata bukan hanya cantik dan pandai bela diri,Zee juga tipikal perempuan yang sangat jujur dan ceplas-ceplos.
"Asyik banget sih , sedang ngobrolin apa ?" suara suaminya, tiba-tiba datang menyenderkan dagunya ke bahu istrinya.
"Itu ,Pih ! kata Mama ,Papih harus minum jamu ramuan yang Mama buat ,biar Papih tambah perkasa!" jawab Zee asal nyeplos, membuat Alan membulatkan matanya sempurna ke arah Mama.
Mama yang merasa ada aura kekesalan pada raut muka putranya langsung memilih pergi dari sana.
Mama membantu pekerjaan pelayan untuk menyiapkan hidangan makan malam.
Sedangkan Alan dan istrinya , memilih ke kamar untuk istirahat sejenak.
"Mih , setelah kita menikah, kita kan belum pernah sekalipun honeymoon ! bagaimana kalau kita pergi honey moon ?" tanya suaminya tiba-tiba.
"Honey moon ?"
"Ish ,Papih ! sudah hampir sebulan usia pernikahan kita ! masa honey moon !"
"Yah , Anggap saja honeymoon kedua sekaligus liburan,Mih !" ujar Alan .
"Lalu kuliah Mamih gimana,Pih ?"
"Nanti Mamih ketinggalan banyak dong ,Pih !"
"Nanti Papih yang urus semuanya , bila perlu Mamih tidak usah kuliah juga tidak apa-apa !"
"Ish ,Papih ini !"
"Mamih juga ingin mengejar impian Mamih !"
"Iya , Sayang ! Papih akan mendukung setiap keputusan Mamih kok !"
"Apakah Mamih setuju dengan rencana Papih ?"
"Honey moon !" Zee nampak berfikir.
"He'em !"
"Baiklah, tapi enaknya kemana,Pih ?"tanya Zee.
"Ehm, kemana yah ?" Alan nampak berfikir.
"Bagaimana kalau ke Paris ?" usul Alan.
"Ah, kejauhan Pih !" tolak Zee.
"Belanda ?" Zee menggelengkan kepalanya.
"Lalu kemana dong ?"
__ADS_1
"Zee pengennya sekitar Indonesia saja ,Pih !" lirih Zee., namun masih bisa di dengar suaminya.
"Oh ,di Indonesia !"
"Bagaimana kalau Bali ?" tanya suaminya, Zee melirik ke arah suaminya,Zee pun mengangguk tanda setuju.
Begitu girangnya hati Alan , serasa ingin meloncat-loncat seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainannya.
"Baiklah , nanti akan Papih urus semuanya !"
"Oh ya , nanti di sana Papih ingin mencoba ramuan Mama !"ucap suaminya tanpa malu , tentu saja membuat Zee membelalakkan matanya.
"Ish , dasar mesum !" Zee mengerucutkan bibirnya.
"He....He....He...!" tawa Alan melihat istrinya kesal juga malu-malu.
Setelah mandi dan bersih-bersih , pasangan suami istri itu turun ke lantai satu untuk makan malam.
Hidangan sudah tersaji di meja makan .
Papa dan Mama juga sudah menunggu putra dan menantunya untuk makan malam.
"Nak , cepatlah kemari !"
"Nanti hidangannya keburu dingin !" ujar Papa.
"Iya ,Pah !" Alan menarik kursi untuk istrinya duduk,baru dirinya duduk di sebelah Zee.
Zee menyendokkan nasi untuk suaminya , mengambil lauk pauk untuk suaminya.
Mereka menikmati makan malam dengan lahap.
"Oya ,Pah ,Mah ! Alan dan Zee berencana akan liburan ke Bali !" ucap Alan di meja makan.
"Benarkah ? Mama seneng dengernya !"
"Apakah kalian akan honey moon ?" tanya Mama.
"Bukan ,Ma ! ini liburan biasa saja !" jawab Alan.
"Alah ,gak usah berbohong deh sama Mama ! bilang saja honeymoon !"
"Mama kan tahu ! Mama juga pernah muda ,Lan !" jawaban Mama membuat Alan mati kutu.
"Terserah Mama deh !" jawab Alan menahan malu.
"Kata mas Alan ,mas Alan akan mencoba ramuan ........ !" Alan membulatkan matanya dengan sempurna,dan membekap mulut istrinya yang terlalu ceplas-ceplos.
"Oh......!"
"Ha....ha...ha !"
"Tidak usah pakai membungkam mulut istri !"
"Istri mu itu sangat jujur dan polos ! dan itu keunikan istri mu ! Lemited edition ! Gak ada duanya !" ucap Mama penuh penekanan.
"Ha....ha....ha !" Papa sudah tidak bisa menahan tawanya.
"Benar kata Mama kamu ,Lan !" ucap Papa.
Alan dan Zee sama-sama saling pandang , tidak tahu harus menjawab apa.
Setelah selesai makan malam,Zee membantu Mama membereskan meja makan, tentu dengan di bantu ART Mama.
Zee lihat suaminya sedang ngobrol serius dengan Papa, entah apa yang di obrolkan keduanya.
to be continued.....
__ADS_1