Om I Love You

Om I Love You
Episode 57


__ADS_3

Mobil sudah akan berangkat ,Ratu sudah siap dengan barang bawaannya.


Satu koper besar,ia letakkan di bagasi mobil Papa.


Mobil melaju meninggalkan kediaman keluarga Aghar , dengan kecepatan sedang.


Papa harus lebih berhati-hati , karena membawa dua wanita yang sangat disayangi.


Mama dan Ratu yang sedang mengandung calon cucunya.


Sebelum mereka berangkat ke Bogor,Mama terlebih dahulu sudah mengajak Zee.


Namun karena kesibukan kuliah dan mengurus suami ,Zee memilih tidak ikut.


Sekitar dua jam perjalanan mereka sampai di Bogor , mobil berjalan menyusuri jalan yang berkelok-kelok sampai disebuah persimpangan maju sedikit sudah memasuki alam pedesaan yang indah.


Yang di setiap jalan kanan dan kirinya terdapat bunga-bunga indah.


"Wah , indah banget bunganya,Ma !" ucap Ratu , tidak hentinya mengagumi keindahan bunga di setiap ruas jalan.


"Iya , Sayang !"


"Itu bunga sedap malam !" tunjuk Mama.


"Dan yang itu bunga Krisan !"


"Cantik-cantik yah warnanya !"


"Iya ,Mah !"


"Eh, bukankah dulu disini perkebunan jagung dan kopi ,Pah ?" tanya Ratu.


"Iya , memang dulu disini perkebunan jagung dan kopi !"


"Mungkin harganya merosot jauh dipasaran !"


"Makanya mereka menggantinya dengan perkebunan bunga !"jawab Papa.


"Apakah nilai jualnya lebih tinggi ,Pa ?"tanya Ratu lagi.


"Mungkin ! buktinya mereka membuka lahan perkebunan bunga !" jawab Papa.


Tidak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di halaman Villa.



Villa yang lumayan besar dengan pemandangan alam yang sangat indah, udaranya juga masih sejuk.


"Assalamualaikum ?"


"Walaikumsalam !" jawab seorang wanita paruh baya.


"Bibi ?"


"Tuan , Nyonya ! Apa kabar ?" Bibi Hamidah menyalami kedua majikannya.


"Alhamdulillah kami baik ,Bi !"


"Gimana perjalanannya ?"


"Lancar !" jawab Papa.


Bibi Hamidah adalah perempuan paruh baya , yang ditugaskan Roger untuk mengurus dan merawat Villa ini.


Bibi Hamidah sudah seperti keluarga sendiri bagi Papa dan Mama.


Wanita yang berstatus janda anak satu ini , di tugaskan Papa untuk mengurusi Villa.


"Eh, siapa ini ?" Bibi Hamidah menoleh ke arah Ratu.


"Bukannya ini Neng Ratu !" ucap Bibi Hamidah.


"Iya ,Bi ! saya Ratu !" jawab Ratu.


"Ya Allah , cantik banget sekarang !"


"Senang bisa bertemu kembali dengan Neng Ratu !"


"Iya ,Bi !"


"Ratu juga senang bertemu kembali dengan Bibi !"


"Ayo , silahkan masuk !"


"Bibi sudah masak banyak !"


"Tahu Neng dan keluarga mau datang , Bibi masak makanan kesukaan Neng !"

__ADS_1


"Eh,Neng Zee ko gak ikut ?"


"Zee sedang sibuk kuliah ,Bi !" jawab Mama.


"Oh , begitu !"


Cukup lama mereka ngobrol dengan Bibi Hamidah, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan seorang laki-laki muda, seumuran dengan Zee dan Ratu , cukup tampan berperawakan tinggi dan tegap.


"Ibu ?" panggilnya.


"Nih lele yang ibu minta !" ucapnya.


"Eh,nak ! Ayo beri salam kepada Tuan dan Nyonya !" Elmar menyalami keluarga Eghar.


"Bukannya kamu ,Elmar !" ucap Papa.


"Iya ,Tuan ! saya Elmar !" jawabnya.


"Wah , kamu sudah menjadi pemuda yang tampan dan gagah ! seperti Almarhum Ayah kamu !"


"Ha.....ha.....ha !"


"Tuan bisa saja !"sejurus ia melirik ke arah Ratu.


"Elmar,Antar Neng Ratu ke kamarnya !"


"Si Neng pasti capek !"


"Mari !" Elmar pun membantu Ratu membawakan kopernya ke kamar.


Sebuah kamar yang tidak terlalu besar , namun cukup rapi dan bersih.


Tidak ada AC seperti di kamar Ratu , akan tetapi ada kipas angin diatas tempat tidur.


"Bagaimana? kamu suka ?" tanya Elmar.


"Suka !"


"Terima kasih,El ! sudah membawakan koperku !" ucap Ratu.


"Sama-sama !"


"Oya , kenapa Zee tidak ikut ?"


"Zee sibuk,El !"


"Wah, hebat sekali !" puji Elmar.


"Sekarang ceritakan bagaimana kamu bisa berubah seperti ini ?"


"Dulu waktu SMA , kau ini begitu kucel ,gemuk dan gak enaklah dipandang !"ejek Ratu.


"Sekarang lihatlah,kau menjadi pemuda tampan yang sangat mempesona !"


"Enak saja !" cibir Elmar.


"Kapan-kapan akan aku ceritakan !"


"Sekarang beristirahatlah !"


"Aku akan membantu ibu memasak lele !"


"Jika lelenya sudah matang, nanti kau akan aku panggil !"


"Okey ?"


"Oke ."


"Terima kasih sekali lagi,Elmar !" Elmar pun bergegas menyusul ibunya ke dapur untuk memasak lele.


Tubuh Ratu merasa gerah dan lengket,ia pun memutuskan untuk mandi dan bersih-bersih.


Dulu saat keluarga Aghar sering berlibur ke Villa , Ibu Hamidah dan suaminya sering menyiapkan lele bakar dan lele goreng kesukaan kedua putri keluarga Aghar.


Ratu sangat suka dengan lele bakar , sedangkan Zee sangat suka dengan lele goreng.


Maka mereka membuat dua menu dengan bahan yang sama, untuk membuat masakan.


Sekarang suami Ibu Hamidah sudah meninggal , jadi hari ini Elmar lah yang membantu ibunya menggantikan ayahnya.


Elmar membersihkan semua lele yang didapatnya, membuang semua isi perutnya.


Kemudian Elmar berikan sedikit goresan-goresan ke tubuh ikan , itu berguna supaya bumbu meresap dengan sempurna.


Selama 15 menit ikan direndam dengan bumbu khusus,hanya Ibu Hamidah yang tahu resep turun temurun membuat lele bakar yang sangat enak.


Setelah 15 menit ,Elmar membakar lelenya di bara api.

__ADS_1


Bolak-balik sampai matang , kemudian bubuhkan kecap agar ada rasa manis di dalam daging ikannya.


Elmar mengulangi membakar ikannya sampai habis tidak tersisa , kemudian menyajikan ikan di piring besar dengan hiasan sayur-sayuran yang ia petik sendiri dikebun.


Sedangkan Ibu Hamidah membuat sambel khas ikan bakar , satu cobek besar dengan lalapannya.


Ibu Hamidah juga sudah memasak gulai kepala ikan lele , yang sudah ia hidangkan diatas meja makan.


Setelah semuanya sudah siap tersaji di meja makan , Ibu Hamidah mempersilahkan Tuan dan Nyonya nya untuk menikmati makan siangnya.


Sedangkan Elmar memanggil Ratu di kamarnya.


Tok.....tok......tok


"Elmar !"


"Makanan sudah siap !" ucap Elmar.


"Terima kasih,El !" setelah mandi dan bersih-bersih Ratu keluar dari kamarnya menuju meja makan.


Disana sudah ada Papa dan Mama sedang menikmati makan siangnya.


"Ratu ? sini Nak ?"


"Lele bakar ini sangat enak ! kamu pasti sangat menyukainya !" ucap Mama.


"Iya ,Ma !" Ratu menyendokkan nasi ke piringnya, lalu mengambil lele bakar yang paling besar.


Memasukkan satu suap nasi dan lele bakar ke mulutnya , rasanya sangat enak.


Masakan yang selalu dirindukan kalau sudah berada di sini.


"Gimana Sayang ? enak gak ?" tanya Papa.


"Enak ,Ma !"


"Lezat sekali rasanya !"


"Sayang yah Mah ,Zee tidak ikut !"


"Coba kalau ikut ! pasti dia tidak akan mau pulang !" ucap Ratu.


"Gak lah ,Nak !"


"Zee sekarang kan sudah ada Alan !"


"Jadi dia tidak sebebas dulu ! sekarang ia sibuk mengurus suami dan dirinya sendiri !"


"Apalagi sekarang dia sedang mengandung !"


"Nak , Apakah kamu yakin ingin tinggal di sini ?" tanya Papa.


"Iya ,Pah !"


"Dengan begitu,Ratu bisa sedikit melupakan masalah Ratu !"


"Tekad Ratu sudah bulat ingin bercerai !"


"Percuma saja kalau Ratu harus tetap bertahan !"


"Iya ,Nak ! Papa dan Mama mendukung keputusan kamu !"


"Setelah kamu menceritakan semuanya ! Papa semakin yakin ! andai saja kamu meneruskan pernikahan itu ,kau tidak akan bisa bahagia,Nak !"


"Secara Yuda tidak bisa memenuhi nafkah batin mu !"


"Sedangkan sebuah pernikahan akan langgeng jika keduanya saling melengkapi !"


"Tidak cukup hanya memberikan nafkah lahir saja , keduanya harus seimbang ! nafkah batin dan nafkah lahir !" nasehat Papa panjang lebar.


"Masa depan mu masih panjang !"


"Jika kamu sudah melahirkan ,kamu bisa melanjutkan kuliah lagi !"


"Itu jika kamu mau ?"


"Terima kasih banyak atas dukungannya ya ,Pa,Ma ?"


"Tanpa kalian ,Ratu tidak tahu nasib Ratu seperti apa ?"


"Ratu juga harus banyak berterima kasih kepada Zee !"


"Karena Zee lah ,Ratu memiliki kekuatan untuk menceritakan semuanya ! membongkar kebusukan Yuda !" ucap Ratu.


Mama memeluk putrinya dengan sayang.


to be continued......

__ADS_1


__ADS_2