Om I Love You

Om I Love You
Episode 74


__ADS_3

Keesokan Paginya


Yuda dan kedua orang tuanya, sudah bersiap-siap pergi ke suatu tempat. Rencananya mereka akan datang ke pusat fisioterapi yang letaknya di pusat kota. Mereka menemui seorang ahli fisioterapi, bernama Dokter Lucas Abraham.


Di tempat Dokter Lucas, Yuda diberikan terapi fisik, untuk memeriksa dan mengevaluasi kecacatan seperti apa yang dialami oleh pasiennya. Setelah Dokter mengetahui, Dokter akan menjalankan langkah selanjutnya untuk pasien. Selanjutnya Dokter menggunakan fisioterapi dada kepada Yuda, yaitu dengan inhalasi. Inhalasi sendiri adalah pengobatan dengan cara memberikan obat dalam bentuk uap kepada sisakit langsung melalui alat pernafasannya, dilanjutkan dengan mengatur posisi tubuh, dan sedikit memukul atau perkusi, terakhir latihan batuk dan latihan pernafasan.


Selama 30 menit sampai 60 menit, Yuda menjalani serangkaian terapi. Awalnya memang terasa sangat sakit, namun lama-kelamaan Yuda merasakan enak ditubuhnya.


Setelah melewati beberapa rangkaian pemeriksaan dan evaluasi, Dokter menyarankan agar tubuh Yuda dipasang implan, yaitu suatu alat elektronik yang ditanamkan di tulang belakang bawahnya. Perangkat ini membantu mengeluarkan perintah dari otak untuk menjaga keseimbangan.


"Kenapa Dokter? Kenapa anak saya harus dipasang implan?" tanya Aditama kepada Dokter Lucas.


"Putra Anda mengalami kelumpuhan permanen, dimana bagian pinggang sampai kebawah tidak bisa bergerak atau tidak merasakan apapun di bagian bawahnya! Jadi, saya menyarankan, sebaiknya putra Anda memasang implan!"


"Apakah akan berhasil, Dok?" tanya Astrid.


"Saya pastikan akan berhasil 99 persen." Dokter Lucas berdiri, dan mengambil sebuah dokumen penting.


Dokter Lucas memberikan dokumen tersebut, Aditama dan Astrid kurang memahami isi dari dokumen tersebut.


Dokter Lucas pun menjelaskan, bahwa banyak orang yang kasusnya sama seperti Yuda. Mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan lalulintas. Dalam waktu 3 sampai 5 tahun, mereka hanya membiarkannya saja tanpa pengobatan. Hingga untuk menyembuhkan mereka butuh perjuangan keras. Namun kasus yang dialami Yuda, belumlah ada satu tahun. Jadi neuron yang ada dibawah tulang belakang Yuda masih bisa berfungsi baik setelah kelumpuhan.


"Lalu, bagaimana cara kerjanya, Dok?" tanya Aditama lagi.


"Dokter akan menanamkan perangkat elektronik kecil di tulang belakang pasien, implan yang dioperasikan secara nirkabel menghasilkan dorongan listrik untuk menstimulasi saraf, setelah terputus secara permanen ke otak, dari situlah pasien bisa berjalan kembali secara normal, " ucap Dokter panjang lebar.


"Bagaimana, Nak?" tanya papa.


"Apakah kamu bersedia?"


"Iya, Pah! Yuda akan melakukan apapun untuk kesembuhan Yuda!" ucapnya penuh semangat.


"Bagus, Nak! Kamu harus terus bersemangat untuk kesembuhan kamu! Setelah kamu bisa berjalan, kamu bisa mengobati sakit impoten kamu di Dokter yang profesional," ucap papa. "Papa yakin kamu akan sembuh seperti sedia kala!" kata papa.

__ADS_1


"Besok fisioterapinya dilanjutkan, sekarang ayo kita pulang," ucap Astrid. " Hari ini Mama akan memasak makanan kesukaan kamu!" katanya lagi.


"Terima kasih, Mah!" ucap Yuda.


Mereka pun pulang dengan taksi, sesampainya di rumah Astrid langsung sibuk dengan dapurnya. Hari ini dia ingin memasak untuk putranya, dia ingin putranya merasa senang dan bahagia bahwa masih ada seseorang yang menyayangi dan mencintainya. Dengan Yuda bahagia, proses penyembuhannya akan berjalan dengan cepat dan lancar.


Makanan tersaji di meja makan, Astrid menyuruh putra dan suaminya untuk makan. Mereka yang sedang menonton televisi, segera menuju ke meja makan.


Indonesia


Hari ini adalah acara pesta ulang tahun Roger Aghar, Roger mengundang keluarga dan besannya, sekaligus teman-teman bisnisnya.


Seperti tahun-tahun sebelumnya, Roger Aghar merayakan ulang tahunnya di sebuah gedung mewah dipusat kota. Selain acara makan-makan, acaranya juga dimeriahkan oleh penyanyi dengan tembang kenangan para kaum beruban. Zee yang sedari tadi duduk di samping suaminya merasa bosan dan jenuh, berkali-kali dia menguap, dan memasang wajah yang masam.


"Ih, apa nggak ada lagu yang lain? Kenapa nyanyiannya lagu-lagunya Koes plus semua? Bikin ngantuk saja!" celotehnya, membuat Alan menahan senyum.


Dari kejauhan terlihat Marsha datang menghampiri papa Zee, mengucapkan selamat ulang tahun. Zee yang melihat kedatangan tantenya, melambaikan tangan agar duduk satu meja bersamanya. Marsha langsung menghampiri meja Zee dan Alan.


"Zee pikir Tante sudah kembali ke Jerman?" tanya Zee.


"Belum, Sayang! Bolehkah Tante duduk di sini?" tanyanya.


"Boleh, Silahkan, Tan! Bolehkan, Pih?" tanya Zee.


"Iya," dijawab singkat oleh suaminya, Marsha pun duduk disamping Zee, sambil sekali-kali matanya melirik ke arah Alan. Mereka nampak senang sekali, mengobrol sampai Zee lupa kalau suaminya dari tadi dicuekin.


"Mih, Papih mau ke toilet dulu!" ucap Alan.


"Iya, Pih!" jawab istrinya. Alan pergi ke toilet untuk membuang hajat kecilnya, selesai dari toilet Alan duduk di kursi taman, samping gedung. Sebenarnya dia juga merasa bosan dengan acara ulang tahun papa mertuanya, cuma karena untuk menghormati papa mertuanya Alan masih setia menunggu sampai acara berakhir. Sambil memainkan ponselnya, Alan duduk di bangku taman, tiba-tiba dari arah belakang, ada tangan yang menutupi matanya, dia pikir itu adalah istrinya, sontak Alan menarik tangan tersebut hingga tanpa sadar posisi wanita memeluk prianya dari belakang.


"Kok kamu keluar?" tanya Alan.


"Kamu pasti bosan! Aku juga bosan banget!"

__ADS_1


"Jadi, kamu sengaja datang ke taman untuk menungguku?" tanya wanita itu, tentu saja Alan terkejut, karena bukan suara Zee, melainkan suara Marsha.


"Marsha? Sedang apa kau disini?" tanya Alan, berusaha melepaskan pelukan tangan Marsha, namun tidak berhasil, memang karena Marsha sangat erat memeluk dirinya.


"Bukankah, kau sedang menungguku?" canda Marsha.


"Aku pikir tadi Zee," ucap Alan. " Lepaskan aku Marsha!" geram Alan.


"Papih?" teriak Zee tiba-tiba, melihat suaminya dan tantenya sedang dalam posisi yang tidak menguntungkan bagi mereka.


"Zee." Marsha kaget dan langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Alan. Zee menangis dan menghentakkan kakinya di tanah, seperti anak kecil yang sedang marah, dan memilih untuk lari dan pergi dari pesta.


"Mamih." Alan berlari mengejar istrinya, dia mencari keberadaan istrinya namun tidak ketemu, kemudian dia keluar dari gedung tersebut, Alan melihat Zee sedang memberhentikan taksi, Alan mengejarnya, namun Zee dengan cepat masuk ke taksi tersebut, dan Alan gagal untuk mengejarnya.


"Ahhh." Alan benar-benar jengkel dengan Marsha, dia frustasi dan mengacak rambutnya sendiri. Alan kembali masuk ke pesta dan berpamitan kepada papa dan mama.


Mama Sarah yang melihat kelakuan aneh putranya, merasa curiga dan banyak pertanyaan dibenaknya. Marsha mengikuti langkah Alan, hendak menjelaskan kepada keponakannya. Namun Alan menolaknya dengan tegas, karena dengan kehadirannya akan membuat Zee bertambah salah paham.


Alan langsung mengendarai mobilnya, melaju dengan kencang. Dia langsung pulang ke rumah, siapa tahu Zee marah dan langsung pulang ke rumah. Alan memarkirkan kendaraan roda empatnya begitu saja, dia berlari masuk ke rumah, namun rumah masih dalam keadaan terkunci. Jelas istrinya belum sampai di rumah.


Alan sangat cemas dan gelisah, dia mencoba untuk menelfon istrinya, ponselnya aktif namun sengaja tidak diangkat.


Alan pun mengirim pesan untuk Zee, tetap Zee tidak membalasnya, membacanya saja tidak.


Berkali-kali Alan mengirimkan pesan, tetap Zee tidak membacanya. Hatinya diselimuti rasa bersalah dan kecemasan yang tinggi.


Dia mencoba mengelilingi kota Jakarta untuk mencari istrinya, namun tidak nampak batang hidungnya. Lalu dia mencoba untuk menelfon Echa sahabatnya, justru Echa malah tidak tahu kalau Zee sedang ada masalah, jelas Echa tidak tahu, dia pun mengurungkan niatnya untuk mendatangi Echa dikontrakkannya.


Alan kembali cemas dan gelisah, dia merutuki kebodohannya, harusnya dia lebih tegas dengan Marsha, pikirannya sangatlah kacau.


Hingga pagi menjelang, waktunya dia gunakan untuk mencari Zee, namun tidak ada kabarnya.


to be continued.....

__ADS_1


__ADS_2