
Hari Pernikahan
Hari yang ditunggu-tunggu oleh Elmar dan Ratu akhirnya tiba juga. Hari ini adalah hari pernikahan keduanya, semuanya sudah dipersiapkan sangat matang oleh Papa dan Mama. Acaranya di gelar di sebuah gedung yang cukup mewah, dengan dekorasi yang sangat indah. Banyak bunga sebagai penghias ruangan, dan sovenir yang tertata rapi di meja besar depan gedung. Meja catering makanan berjejer rapih di dalam ruangan tersebut. Jadi, semua tamu undangan bebas menikmati hidangan dengan menu yang sudah disediakan .
Tidak terlalu banyak yang di undang, hanya teman-teman dan keluarga besar yang datang, menurut pasangan suami istri itu yang terpenting adalah kesakralan acaranya. Para tamu undangan sudah duduk manis menunggu acara ijab qobul, yang sebentar lagi akan berlangsung. Semua anggota keluarga duduk di barisan paling depan, sedangkan para tamu duduk di barisan nomor dua dan seterusnya. Elmar duduk berhadapan dengan Pak penghulu menunggu kedatangan Ratu. Baby Arsy sedang berada di gendongan Omanya.
Ratu berjalan dengan sangat anggun, di dampingi oleh bridesmaids disamping kanan kirinya. Dia memakai kebaya pengantin berwarna putih bersih, bersulam sutra dengan pernak-pernik, perpaduan yang sangat kontras dengan warnanya. Ratu duduk di sebelah Elmar, diikuti oleh Papa sebagai wali, karena Ratu memang sudah tidak memiliki keluarga lain.
Pak Penghulu menjabat tangan Elmar, tangan Elmar bergetar hebat. Karena ini adalah pertama kalinya, dia akan mengucapkan janji suci pernikahan.
"Sudah siap?" tanya Pak Penghulu kepada keduanya.
"Siap!" jawab mereka kompak.
"Wahai Saudara Elmar bin Sulaiman, saya nikahkan dan saya kawinkan kamu dengan Ratu binti Hendrawan ( Almarhum ) dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mas dibayar tunai," ucap Pak Penghulu dengan lantang.
"Saya terima nikahnya Ratu binti Hendrawan ( Almarhum ), dengan mas kawin peralatan sholat dan mas, dibayar tunai," jawab Elmar dengan sekali tarikan nafas, Elmar menjawabnya dengan sangat lancar dan menggema di seluruh ruangan.
"Sah?"
"Sah...!" di jawab oleh semua para tamu undangan dengan serempak.
__ADS_1
Semuanya bertepuk tangan riuh, ikut merasakan kegembiraan yang sedang dirasakan oleh kedua mempelai. Akhirnya Elmar dan Ratu sah menjadi pasangan suami istri.
Setelah acara ijab qobul selesai, dilanjutkan dengan acara pengajian dan tausiyah. Semuanya mendengarkan dengan seksama, tausiyah yang diberikan salah satu ustadz yang cukup terkenal. Apa yang disampaikan oleh Pak Ustadz sangat menyentuh hati keduanya, dan semua para orang yang mendengarkan. Terutama Ratu, betapa tercela sikapnya dulu kepada saudara tirinya. Tidak terasa air matanya mengalir, Elmar bisa melihat itu. Kemudian, Elmar menggenggam tangan istrinya. Ia tahu bahwa isterinya sedang bersedih mengingat kesalahannya dulu. Selesai dengan tausiyah, acara diakhiri dengan doa yang di bimbing langsung oleh Pak Ustadz.
Akhir acara, semua para tamu undangan mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin baru, dan mereka semua menikmati hidangan yang disajikan di meja prasmanan. Alan dan istrinya tidak bisa menikmati acaranya sampai selesai, karena melihat keadaan Aisha yang masih kecil, tidak boleh terlalu lama juga berada di luar rumah dengan cuaca yang lumayan dingin. Mereka berdua pun mengucapkan selamat dan sekaligus berpamitan kepada pasangan pengantin itu. Mereka juga berpamitan kepada Papa dan Mamanya.
Acara ijab diteruskan dengan acara resepsi, sambil menikmati hidangan mereka juga menikmati acaranya dengan mendengarkan lagu-lagu pop yang di nyanyikan oleh seorang penyanyi. semuanya memberikan selamat kepada pasangan pengantin baru itu. Elmar dan Ratu sangat bahagia, akhirnya mereka menjadi pasangan suami-istri yang halal.
Semua para tamu undangan sudah pulang, tinggal pengantin dan keluarga yang masih di gedung pernikahan itu. Sebenarnya Papa dan Mama sudah menyiapkan kado istimewa berupa liburan bulan madu, namun Ratu menolak karena melihat baby Arsy yang masih sangat kecil, dia tidak tega untuk meninggalkan baby Arsy sendiri, meskipun bersama Omanya. Akan tetapi baby Arsy membutuhkan ASI Ratu sebagai sumber kehidupan baginya. Elmar pun tidak mempermasalahkan itu semua, karena dia bisa memakluminya.
Mobil pengantin meninggalkan gedung menuju rumah mereka sendiri, rumah yang diberikan oleh Om Alan sebagai bentuk hadiah. Mobil Papa dan Mama mengekor di belakangnya. Sesampainya di rumah itu, Papah sangat takjub dan kagum, karena Elmar bisa membelikan rumah yang menurutnya sangat dan sangat layak untuk putrinya. Papa belum mengetahui, karena memang Elmar dilarang oleh Om Alan untuk bercerita.
Untuk sementara Papa, Mama dan Ibu Hamidah ikut menginap di rumah barunya, sebelum nantinya Mama mengirimkan baby sister dan pelayan untuk membantu pekerjaan Ratu supaya lebih ringan.
Ratu langsung mandi dan bersih-bersih, badannya sangat lengket dan gerah. Berendam di bathtub adalah cara yang sangat efektif untuk merilekskan tubuh dan otot. Satu jam lamanya, Ratu berendam di bathtub. Selesai berendam, tiba-tiba hatinya terasa deg-degan.
"Perasaan apa ini?" batinnya, sambil memegang dadanya yang berdesir hebat. Ratu menggunakan jubah mandi yang sudah tersedia di kamar mandi tersebut, sepertinya memang sudah disiapkan oleh suaminya. Ratu keluar dari kamar mandi, dia menoleh ke arah kamar mencari keberadaan suaminya. Dia tidak menemukannya.
"Kemana suamiku?" tanyanya dalam hati.
Ratu pun mencari baju ganti di lemari, dari arah belakang ada tangan kekar yang memeluknya.
__ADS_1
"Apakah kamu mencariku?" bisiknya, membuat bulu kuduknya berdiri.
"Ish, kamu dari mana?" tanyanya.
"Aku merokok sebentar," jawabnya. "Kok masih bilang kamu! Seharusnya kamu memanggil sayang atau sweetie," pintanya.
"Ish, memalukan! Kita sedang tidak berpacaran," ucapnya. "Bagaimana aku panggil kamu, Mas?" tawar Ratu. Elmar nampak berfikir.
"Baiklah, sepertinya tidak buruk!" jawabnya.
"Kamu sudah wangi sekali, Sayang!" ucap Elmar sambil menyandarkan dagunya di bahu Ratu.
"Tentu saja! Aku kan habis mandi," jawabnya.
"Cepatlah mandi! Aku tunggu kamu," ucap Ratu malu-malu.
"Baiklah, Tunggu aku!" ucap Elmar langsung bergegas ke kamar mandi.
Selama dua jam Elmar berendam di bathtub, dia baru pertama kali berendam di kolam sebesar ini. Tidak terasa matanya tertutup karena kelelahan, dia pun sudah berada di alam mimpi. Beberapa jam kemudian, Elmar terbangun. Ternyata diirinya masih berada di kamar mandi.
"Berapa jam aku tertidur?" tanyanya pada diri sendiri. Dia menoleh ke arah jam dinding yang terpasang di atasnya, ternyata sudah jam dua belas malam. Dia langsung mengambil handuk dan keluar dari kamar mandi. Ternyata istrinya sudah tertidur nyenyak di kasur big size-nya
__ADS_1
"Alamak! Gagal deh rencana bulan madu!" sesalnya.
to be continued.....