
Hotel
Di sebuah kamar hotel, seorang laki-laki dan seorang wanita sedang tertidur di bawah selimut yang tebal dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun. Yuda mengerjapkan matanya, merasakan silau karena sinar matahari yang masuk melalui celah-celah korden. Kepalanya terasa pusing dan berat, dengan setengah kesadaran yang di milikinya ia berusaha untuk bangun.
Yuda membenarkan posisi duduknya dan menoleh ke arah samping mendapati seorang wanita tanpa busana. Betapa terkejutnya dia, Yuda membalikkan wajah wanita tersebut ternyata ia adalah Ratu.
Syok???
Tentu syok yang sekarang ia rasakan, hatinya bertanya-tanya, bagaimana bisa dia bersama dengan saudari tiri Zee.
"Zee?" dia teringat dengan sesuatu, hari pernikahannya. Dengan gerakan cepat ia ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya.
Selesai mandi dan berganti pakaian, dia menyambar kunci mobil dan meninggalkan Ratu begitu saja tanpa berkata sepatah katapun.
Mobil Yuda melaju meninggalkan hotel dengan kecepatan tinlggi. Sambil menyetir, dia berusaha menghubungi nomor kontak Zee, namun tidak ada respon.
Sampai tiga kali dia menghubungi nomor kekasihnya, tanpa disengaja HP nya terjatuh.
Yuda berusaha merogoh bagian bawah jok mobil, tanpa melihat bagian depan dan........
"Aaaaaaaaaaaaaaa!"
JEDER...
BRUAK...
BRUKK......
Mobil yang Yuda kendarai menabrak truk di depannya, kecelakaan beruntun tidak bisa terelakkan. Sedangkan Ratu baru terbangun dari tidurnya, dia meraba-raba bagian samping tempat tidurnya. Ratu tidak menemukan apa yang dia cari.
Dengan melilitkan seprei di tubuhnya, Ratu mencari keberadaan Yuda di kamar mandi, namun Ratu masih tidak menemukannya.
Sekarang Ratu bingung harus berbuat apa, dia berusaha menelpon bagian resepsionis, ternyata Yuda sudah pergi meninggalkannya begitu saja.
Dalam kesendirian Ratu menangis, menyesali perbuatannya. Menyesali karena sudah memberikan mahkotanya kepada laki-laki yang sama sekali tidak mencintainya, bahkan sekarang ia tega meninggalkannya begitu saja.
Kediaman Xaquille
"Pah, Mah! Kami pamit!" pamit Alan dan Zee.
"Sayang, sering-seringlah main ke sini! Mama akan sangat senang sekali!" ucap mama.
"Baiklah, Ma! Zee janji akan sering main ke sini!" ucap mama memeluk menantunya dengan sayang.
"Iya, Nak! Kalian berdua harus sering-sering kemari!" ucap papa.
"Tentu, Pa!" jawab Alan.
"Maafkan Astrid, Sayang!"
"Dia belum bisa bertemu kalian! Karena Astrid sedang menemani suaminya ke Bali!"
"Gak apa-apa kok, Ma! Mama jaga kesehatan ya! Zee janji akan sering main ke sini!" ucap Zee memeluk mama mertuanya.
__ADS_1
Alan dan Zee menaiki mobilnya, mobil melaju meninggalkan kediaman Xaquille. Sekitar 35 menit perjalanan untuk sampai ke rumah pengantin baru itu.
Alan memarkirkan mobilnya di garasi, Zee mengamati rumah baru yang sekarang akan menjadi tempat tinggalnya bersama sang suami.
"Ini rumah, Om?" tanya Zee.
"Ruma kita! Walaupun tidak sebesar rumah papa! Tapi Om beli dengan hasil keringat sendiri! Kau suka?"
"Suka, Om! Kelihatannya nyaman!" jawab Zee.
"Akses jalan ke kampus kamu lebih dekat! Ayo turun, akan ku perlihatkan isi rumah ini!"
Zee sangat bersemangat, untuk melihat-lihat rumah ini. Alan membuka pintu dengan mengucapkan salam, kemudian mempersilahkan istrinya untuk masuk terlebih dahulu.
"Ladies duluan!" Alan sedikit membungkukkan badannya, tanda dia sangat menghormati wanita, Zee merasa tersanjung dengan cara yang di lakukan suaminya.
"Apa? Kenapa aku jadi memujinya?" batin Zee.
"Jika ingin memuji tidak usah malu-malu! Aku tahu isi hatimu!" ucap suaminya.
"Ish, Om ini seperti cenayang saja!" Zee mengerucutkan bibirnya, melihat istrinya seperti itu membuat Alan benar-benar sangat gemas. Alan membawa semua koper masuk ke dalam rumah, termasuk koper istrinya.
Alan letakkan di kamar utama, kamar mereka.
Rumah ini terdiri dari empat kamar tidur, yang dilengkapi dengan masing-masing kamar mandi dalam. Dan dua kamar mandi luar.
Dapur yang berbatasan dengan ruang makan, ruang keluarga dan ruang tamu. Di belakang rumah ada kolam renang, tidak terlalu besar namun sangat nyaman dan indah.
Dan....
BRAKK..
Tidak sengaja Alan menyenggol meja di depannya, membuat koper jatuh dan mengenai kakinya.
"Aduh! Auw! sakit! Aduh!" pekiknya.
"Ada apa, Om?" Zee yang mendengar suara gaduh, langsung mendekat ke arah suara.
"Astaga! Om kenapa?" tanya Zee yang melihat Alan duduk dan mengaduh kesakitan.
"Aku terpeleset! Dan kopernya jatuh pas mengenai jari kaki ku!" ucap Alan membuat Zee terperangah heran.
"Kok bisa?"
"Bantu aku duduk!"
"Duh Om baju Zee basah! Ya sudah, Zee ganti baju dulu!" Zee masuk ke kamar mandi dan menggantinya dengan tank top dan celana pendek ketat, Zee pikir pakaian itu cara cepat agar bisa secepatnya memberikan pertolongan pertama untuk suaminya.
"Sini Om Zee bantu !" Zee menawarkan diri membantu Alan berdiri, namun melihat Zee dengan memakai baju seperti itu membuat Alan menelan ludahnya sendiri.
__ADS_1
Zee memapah tubuh Alan agar duduk di kursi.
Zee berjongkok di depan Alan dan membantu mengompres jari Alan yang bengkak.
Alan yang sedari tadi melihat kemolekan tubuh istri kecilnya membuat tubuhnya panas dingin.
Di tambah belahan benda kenyal itu menyembul, di balik tank topnya. Membuat adik kecil Alan meronta-ronta dari balik celana.
"Apakah kau memang sengaja menggoda ku?" tanya suaminya.
"Apa?" Alan tidak berhenti menatap istri kecilnya.
Alan mendekat membuat Zee mundur dan jatuh terduduk di sofa. Dengan pelan Alan mencium bibir gadis itu, Zee yang mendapatkan perlakuan lembut suaminya hanya diam saja. Alan semakin dalam mencium bibir istrinya, membuat Zee berhenti bernafas sejenak.
"Uhuk...uhuk... Uhuk!"
"Ih, apa yang Om lakukan?" Zee memukul pelan dada suaminya.
"Ha....ha...ha!" tawa Alan terbahak-bahak.
"Apakah kau gugup?" tanya suaminya.
"Tidak! Siapa bilang?"
"Om jangan mesum! Jangan mesum sama anak di bawah umur!" ucap Zee membuat Alan semakin ingin menerkam.
"Kau ini istriku! Jadi sudah menjadi hak ku untuk memilikimu seutuhnya!" jawabnya.
"Tapi.......?"sebelum Zee menyelesaikan kalimatnya, Alan me******mat bibir Zee dengan rakus, tangan nakalnya meremas buah kenyal itu.
Membuat Zee merasakan sensasi yang berbeda, mendesah dan membeo tidak jelas.
Tubuh Zee di bopong dan diletakkan di tempat tidur. Alan kembali menciumi istri kecilnya dan meminta haknya kepada Zee sebagai suami.
"Tapi Om, Zee takut! kata teman-teman Zee rasanya sakit!" ucap Zee polos.
"Aku akan pelan-pelan! Rasanya cuma seperti di gigit semut kok, Sayang!"
"Benarkah?" Zee kurang percaya.
"Bukankah kau pernah melakukannya dengan Yuda?" Alan mengetes Zee.
"Apa?" mata Zee membulat sempurna.
"Siapa bilang? Zee bersumpah ya, Om, untuk yang satu itu Zee gak pernah kasih! memang sih Yuda sering cium Zee dan meremas gunung Mahamerunya Zee, sampai-sampai memberi tato di gunung Mahamerunya Zee! Zee gak sampai melewati batas sampai melakukan hubungan itu!" jujur Zee, membuat mood suaminya berantakan.
Tiba-tiba sang suami menghentikan aksi nakalnya, dia memilih pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih dengan muka yang masam.
"Kenapa dia?"
"Ups! Apakah dia marah saat aku menceritakan semuanya?"
"Aduh Zee kau ini bodoh sekali!"
__ADS_1
"Masa kamu menceritakan aib sendiri, di depan suami!" Zee merutuki kebodohannya sendiri.
to be continued.......