
Suasana di rumah Mama Sarah sangat ramai, apalagi dengan kedatangan keluarga baru di tengah mereka. Kedatangan baby Zidan memberikan keceriaan tersendiri di keluarga Xaquille, pasalnya keluarga kecil Zee sudah lengkap dengan adanya anak perempuan dan anak laki-laki.
Baby Zidan menangis kencang, membuat suasana rumah semakin ramai. Semua keluarga Zee berkumpul di rumah keluarga Xaquille. Termasuk Ratu, Elmar dan anak-anaknya. Sebelum Zee melahirkan, Ratu sudah melahirkan terlebih dulu, sehingga jarak usia bayi mereka tidak terlalu jauh. Bisa dibayangkan betapa ramainya kediaman keluarga Xaquille.
Ditambah dengan dua bocah yang sedari tadi berlarian di dalam rumah, mereka adalah Aisha dan Arsy. Mereka saling berkejaran, melompat-lompat seperti anak kera, dan menempel ke dinding seperti cicak. Pokoknya tidak ada habisnya dengan ide mereka membuat para orang tua pusing tujuh keliling.
Para pelayan memasak banyak makanan untuk seluruh anggota keluarga, bahkan di halaman belakang mereka juga membuat pesta barbeque, pesta ini dibuat dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara dua keluarga. Makanan sudah siap tertata rapi di meja panjang yang terletak di taman belakang rumah Mama. Semua jenis makanan seafood bakar sudah tersaji di meja makan tersebut.
Mereka berkumpul di taman belakang. Zee mencari keberadaan Aisha, karena sedari tadi dia tidak melihatnya. Zee bertanya kepada Mama, beliau juga tidak mengetahui keberadaan cucu super bandelnya. Zee pun mencari keberadaan Aisha di dalam rumah.
Dikamar Aisha sendiri tidak ada, di tempat bermain juga kosong. Tidak ada satu pun orang yang mengetahui keberadaan putri badungnya itu. Saat hendak melewati kamar pribadinya, Zee mendengar suara rintihan baby-nya. Sudah jelas baby Zidan terbangun dari tidurnya. Namun saat masuk ke dalam, betapa terkejutnya dia. Melihat Aisha duduk di bantal tepat di atas baby Zidan.
"Astaga, Apa yang kamu lakukan, Nak?" tanya Zee. Zee melihat Aisha sedang memegang kue bolu, dan sedang berusaha untuk menyuapi adiknya dengan kue bolu tersebut. Membuat baby Zidan belepotan dengan kue bolu.
"Adik Asih lapar, Mih! Jadi, Aish kasih kue ke dedek bayinya," ucapnya sangat polos.
"Astaga, kamu pinter banget, tapi, dedek bayinya masih kecil, Nak! Belum boleh makan kue, apalagi kue bolu. Kalau keselak bagaimana?" tanya Zee sambil membersihkan sisa bolu yang menempel di wajah Zidan. Zee pun membopongnya dan membawanya ke bawah. Aisha mengekor di belakangnya.
"Pih?" panggil Zee kepada suaminya.
"Ada apa, Sayang?" tanya Alan cemas.
"Nih, lihat! Apa yang sudah dilakukan Aisha kepada Zidan?" Zee mengadu perbuatan putrinya kepada suaminya. Alan memperhatikan Zidan dengan seksama, dia bingung harus melakukan apa.
"Aisha, cuma ingin menyuapi dedek bayi. Dedek bayi lapel, Pih," tuturnya. Membuat semua yang ada di sana tertawa terbahak-bahak. Zee bertambah pusing.
"Sayang, lain kali jangan seperti itu ya? Karena dedek bayi belum boleh makan!" larang Papihnya.
"Kenapa, Pih? Dedek nangis telus, Aisha kacian ama dedek, makanya Aish kasih dedek makan," ujarnya, membuat Alan tersenyum. Dia tahu maksud putrinya baik, dia pikir adiknya menangis karena lapar ingin makan.
"Belum boleh, Sayang! Dedek bayi masih minum ASI Mamih," jelasnya.
"Gitu ya, Pih," ucapnya sedih.
"Hey, cantiknya Papih, tidak boleh manyun! Ayo kita makan, tuh makanan kesukaan Aisha sudah tersaji di meja makan," ajak Papihnya kepada Aisha.
__ADS_1
"Asyik," senang Aisha. Mama Sarah menggandeng tangan Aisha untuk ikut bergabung dengan yang lainnya.
Mereka semua menikmati hidangan yang sudah tersaji di meja makan. Riang gembira yang mereka rasakan sekarang ini. Semua keluarga berkumpul bersama di meja makan. Mendengar obrolan-obrolan lucu Aisha dan Arsy membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak.
Selesai acara, Aisha merengek meminta kepada Mamihnya untuk menemaninya tidur. Karena semenjak ada baby Zidan, Mamihnya hanya sibuk mengurus baby Zidan saja. Papihnya sudah menawarkan kepada Aisha untuk menemaninya tidur, namun Aisha menolak. Malam itu juga dengan mode ngambeknya, dia ingin Mamihnya yang menemani dia tidur.
Akhirnya Zee pun mengalah, dia menemani Aisha tertidur terlebih dahulu. Dengan membacakan dongeng untuk putri kecilnya, barulah Aisha terlelap di alam mimpi. Aisha mendekap Mamihnya dengan erat seolah-olah Aisha takut kalau Mamihnya akan pergi meninggalkannya.
"Sayang?" panggil suaminya.
"Hem," jawab Zee.
"Aisha sudah tidur?" tanya Alan.
"Sudah, Pih!" " jawab Zee.
"Sepertinya Aisha merindukan kamu, Sayang!" ujar suaminya sambil terkekeh.
"Iya, sepertinya begitu. Tidak biasanya dia merengek meminta ditemani tidur. Biasanya juga Papih yang menemani tidur, dia langsung mau," ujar Zee.
"Ish, Papih! Nggak mau kalah dengan Aisha?" manyun Zee.
"Iya, jelas dong!" kekeh keduanya.
"Oya, Pih, Minggu depan Aish sudah mulai sekolah," kata Zee.
"Oya, tidak terasa yang, Mih. Aisha sudah mau sekolah, padahal baru kemarin dia masih sangat kecil," ujar Alan.
"Iya, kan sudah ada adiknya juga, Pih." jawab Zee. "Nggak kerasa juga kita sudah memiliki dua anak, padahal sepertinya baru kemarin kita nikah," tambah Zee. "Terima kasih banyak ya, Pih! Papih sudah memberikan kebahagiaan buat Mamih." ucap Zee kepada suaminya.
"Justru Papih yang harus mengucapkan kata-kata itu. Terima kasih, Sayang! Sudah menjadi istri yang baik dan ibu yang baik juga untuk anak-anak, Papih." ucap suaminya.
"Sama-sama, Om." goda Zee, membuat Alan membelalakkan matanya. Dia pun menggelitik tubuh sang istri sebagai hukuman.
"Geli, Pih." tawa Zee.
__ADS_1
"Tadi kamu bilang apa?" tanya Alan, bersiap-siap menggelitik tubuh istrinya.
"Kan bener, saat pertama kita belum saling mengenal, Mamih selalu memanggil Papih dengan Om," kekeh Zee.
"Ish, nggak lucu!" manyun Alan.
"Tapi, Om ku yang ganteng," ujar Zee. "Om, I Love You?" ujar Zee.
"I Love You too," jawab suaminya sambil mencium puncak kepala istrinya.
Sedangkan Yuda sekarang menjadi seorang Pengusaha terkenal, menggantikan Papahnya. Dia menolak untuk menikah, karena wanita yang ingin menikah dengannya, hanya mau uang dan hartanya saja. Dan menurut Yuda, tidak ada wanita yang tulus dan ikhlas menerima keadaannya saat ini.
Untuk melupakan semua kesedihannya, Dia sengaja mencari kesibukan dengan teman-teman sukarelawan untuk melakukan bakti sosial dari Panti yayasan satu ke Panti Yayasan lainnya. Sekarang Yuda juga mendirikan Panti Yayasan sendiri untuk kaum disabilitas dan orang-orang cacat seperti dirinya. Disanalah hari-harinya dia habiskan untuk memberikan motivasi bagi orang yang putus asa karena kekurangan fisik atau dengan kata lain cacat.
to be continued....
*****************************************
Terima kasih atas dukungannya, masih setia membaca sampai akhir cerita ini. Dan juga sudah memberikan like dan Favoritnya. Semoga kebaikan para Readers di gantikan oleh Allah, Amin.
Note. Usia tidak akan berpengaruh apabila dua insan manusia sudah saling mencintai dan sudah ditetapkan jodohnya oleh Sang Illahi.
Baca juga cerita Author yang nggak kalah serunya dengan cerita Om I Love You, ceritanya menguras air mata banget dan tidak kalah menariknya.
Blurb:
Amelia adalah gadis cantik dan mandiri. Dia sudah memiliki seorang tunangan bernama Arga Mahendra, dan Mereke berencana untuk menikah. Namun sebelum pernikahan terjadi dia telah mengalami insiden memilukan didalam kehidupannya, dia telah direnggut kesuciannya oleh seorang laki-laki.
Amelia ingin membatalkan pernikahannya, namun orangtuanya melarang Amelia untuk membatalkan pernikahan tersebut. Akhirnya pernikahan tersebut pun terlaksana dengan lancar. Di malam pertamanya, suaminya sangat kecewa setelah mengetahui istri yang dinikahinya sudah tidak tersegel lagi.
Bagaimana sikap suaminya setelah tahu Amelia tidak perawan lagi? Lalu bagaimana jika Amelia dipertemukan oleh seseorang yang telah memperkosanya?
Silahkan cek Aplikasinya dengan judul "AMELIA"
__ADS_1
Bye .... Bye ..... Sampai jumpa lagi 🤚🤚