Om I Love You

Om I Love You
Episode 127


__ADS_3

Amerika


Empat tahun berlalu, akhirnya Yuda lulus dengan predikat baik dari salah satu Universitas di Amerika. Yuda memutuskan melanjutkan kuliahnya di Amerika, karena dia tidak mau tertinggal begitu jauh dari teman-temannya yang lain. Meskipun tinggal di Amerika, dia masih selalu berkomunikasi dengan putranya Arsy di Indonesia. Sekali-kali mereka menggunakan panggilan video, agar Arsy lebih mengenal dengan ayah kandungnya. Yuda juga merasa bahagia, melihat mantan istrinya sudah berumah tangga kembali.


Hari ini Yuda ada kegiatan bakti sosial di sebuah panti disabilitas. Setiap bulan sekali selalu rutin dia lakukan, karena hanya inilah hiburannya selama ini dikala hatinya bersedih.


Kala itu, hatinya sudah mantap untuk berumah tangga kembali, dan kebetulan dia menyukai sosok seorang wanita yang selalu memotivasi dirinya. Dan itu membuat perasaannya cenderung ingin memiliki dirinya. Dia adalah dokter Catherine, seorang wanita berparas cantik dengan rambut pirang orang asli Amerika. Yuda hendak mengungkapkan perasaannya kepada Catherine, saat berdiri di depan rumah Catherine, dia dikejutkan dengan sebuah acara pertunangan. Ternyata Catherine sedang melangsungkan acara pertunangannya dengan seorang laki-laki yang sama-sama seorang dokter. Hatinya kembali hancur, dia patah semangat. Itulah yang membuat Astrid harus tinggal lebih lama lagi di Amerika.


Yuda hanya bisa meratapi nasibnya, dia hanya bisa mengurung diri di kamarnya saja. Dia kembali ditolak oleh wanita, padahal dia merasa dirinya sudah sehat. Akan tetapi, tidak sesempurna dulu. Astrid yang melihat putra semata wayangnya terpuruk, dia pun juga memikirkan nasib putranya, hingga dia jatuh sakit dan terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit. Yuda yang melihat Mamanya harus menderita karena dirinya, dia pun mulai bangkit dan bersemangat kembali.


Yuda memutuskan untuk melanjutkan dan fokus kuliah di Amerika. Hingga empat tahun lamanya dia lulus dengan predikat memuaskan. Dia pun mulai membantu papahnya membuka cabang Perusahaan di Amerika, dan dia yang mengelolanya. Dan Perusahaan yang di kelolanya sudah mulai berkembang.


Di Amerika dia tinggal dengan para bodyguard dan dua asisten pribadi, untuk membantunya berjalan dan beraktivitas. Sekali-kali untuk menghibur dirinya yang kesepian, dia sengaja datang ke Panti disabilitas di Amerika. Dimana disana dia bisa bermain dengan anak-anak yang memiliki keterbatasan seperti dirinya namun masih memiliki semangat yang luar biasa untuk menjalani hidup. Dari anak-anak itulah yang memotivasi dirinya, untuk selalu bersemangat dan bersyukur.


Sekarang dia menjadi seorang donatur tetap di panti tersebut. Sebulan sekali dia mengadakan acara bakti sosial, bukan hanya panti disabilitas saja melainkan panti jompo dan panti asuhan anak-anak terlantar. Kedua orang tuanya tidak melarang Yuda melakukan hal bermanfaat seperti itu. Justru mereka sangat senang dan bahagia, putranya melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.


Dilain sisi, seorang wanita dengan perut besarnya sedang menunggu sahabatnya di sebuah cafe mall. Dia adalah Echa, sahabat dari Zee. Sekarang Echa sedang hamil, seperti halnya dengan Zee, namun yang berbeda adalah usia kandungan mereka. Echa baru memasuki usia kandungan lima bulan, sedangkan Zee sudah memasuki usia kandungan delapan bulan.


Setelah lulus kuliah, Echa memang langsung dipersunting oleh dosennya sendiri. Namun mereka belum menginginkan seorang anak, Echa sengaja menunda kehamilannya karena dia ingin fokus mencari pekerjaan. Beberapa tahun menikah, Ridwan suaminya menginginkan kehadiran seorang bayi. Mereka pun mengikuti program hamil di tahun ini agar istrinya bisa mengandung, dan syukur Alhamdulillah keinginan mereka terwujud. Echa positif hamil, disaat suaminya sangat menginginkan adanya anak. Kehidupan mereka bertambah harmonis, dengan kehadiran jabang bayi diperut Echa. Kehamilan Echa yang semakin membesar membuat suaminya tidak mengizinkan dia untuk bekerja, dan sekarang Echa hanyalah seorang ibu rumah tangga seperti Zee, sahabatnya.


"Echa?" panggil Zee.


"Zee!" Echa melambaikan tangannya kepada Zee. Mereka berpelukan, ternyata lama juga mereka tidak saling bertemu.


"Wah, ternyata sudah besar perut kamu, Zee!" ucap Echa.


"Iya, dong Ca! Kan dikasih makan sama suami gue," ujarnya. Echa melirik ke arah anak yang digandeng oleh sahabatnya.

__ADS_1


"Apakah ini anak kamu, Zee?" tanya Echa.


"Yups, ini hasil tanam ubi dimalam hari, hasilnya seperti ini," jawabnya ngasal.


"Astaga, tanam ubi? Kalau kamu tanam ubi, aku tanam singkong dong, Zee," kekeh Echa.


"Ish, jangan bahas tanam ubi disiang hari! Ada anak kecil tahu?" ujar Zee.


"Oh, iya," jawab Echa sambil tersenyum.


"Hey, cantik, siapa nama kamu?" tanya Echa kepada Aisha, namun Aisha hanya diam.


"Aish, itu ditanya sama Tante Echa, jawab dong, Sayang!" perintah Mamihnya.


"Aisha," jawabnya.


"Apakah Tante amil uga?" tanya Aisha tidak jelas. Echa yang tidak mengerti maksud Aisha menoleh ke arah sahabatnya.


"Wah, kamu pintar sekali, Sayang," puji Echa kepada Aisha. "Iya, nih, Sayang, Tante juga hamil! Diperut Tante ada dedek bayinya," jawab Echa.


"Oya, nanti keburu sore," ujarnya. "Ayo kita cari baju-baju buat baby," ucap Echa.


"Ayo, baby," jawab Zee. Mereka bertiga pun menuju toko baju bayi yang berada dilantai atas. Echa memilih banyak baju yang sangat lucu, dan juga perlengkapan bayi lainnya. Zee juga membeli baju lagi untuk baby-nya. Apa yang dilihatnya sangat lucu dan bagus, dia langsung memborongnya. Mereka berdua memborong banyak baju, membuat Zee lupa dengan Aisha. Aisha yang bosan hanya duduk dan menunggu, akhirnya dia keluar dari toko tersebut hendak melihat-lihat sekitarnya.


Seorang wanita dengan menggunakan jaket hitam menghampiri Aisha.


"Hei, adik mau kemana?" tanyanya.

__ADS_1


"Mau cali mainan," ucapnya sangat polos.


"Oh, disana ada mainan bagus banget, adik mau lihat!" tunjuk Wanita itu.


"Gak mau, Aish, mau ke Mama," ujar Aisha.


"Mama juga ada disana," jawabnya, sambil menunjuk ke arah tempat lain. Aisha nampak berfikir.


"Ayo, ikut Tante! Mama kamua ada di sana," ujarnya lagi.


"Baiklah," jawab Aisha, Wanita itu menggandeng tangan Aisha turun ke lantai dua dan dilanjutkan ke lantai satu.


Zee yang menyadari bahwa putrinya sudah tidak ada ditempatnya berdiri, dia mencari dan memanggil putrinya.


"Aish?" panggilnya.


"Echa, Aish nggak ada," ujarnya, " kemana Aisha, Ca?" tanya Zee kepada Echa.


"Lho, tadi dia berdiri disini," ucap Echa, dia juga mencari keberadaan Aisha.


"Aduh, bagaimana ini? Sepertinya Aisha bosan menunggu dan akhirnya dia pergi keluar," tutur Zee sangat panik.


"Ayo, kita bertanya kepada orang-orang," saran Echa. Mereka pun bertanya kepada setiap orang pengunjung mall tersebut, barangkali mereka bertemu dengan ciri-ciri anak yang mereka sebutkan. Namun dua jam mencari hasilnya nihil. Bahkan, Zee juga meminta bagian informasi berita kehilangan anak, tidak ada seorangpun yang melaporkan menemukan seorang balita. Kaki Zee terasa lemas, dia menangis sejadi-jadinya, karena gara-gara kelalaiannya menjaga buah hatinya, dia harus kehilangan putrinya.


"Hiks ... hiks .... hiks."


"Echa, bagaimana ini? Pasti suamiku sangat marah sekali," ucap Zee terus-menerus terisak karena kehilangan Aisha.

__ADS_1


"Tenang, Zee! Tapi, sebaiknya kamu memang harus jujur," ujar Echa. "Bagaimanapun juga dia adalah suami kamu," jawabnya.


to be continued.....


__ADS_2