Om I Love You

Om I Love You
Episode 42


__ADS_3

Kediaman Aghar


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Papa Aghar.


Zee sempat bingung karena tidak biasanya di depan rumah Papa ada mobil lebih dari satu.


"Apakah Papa kedatangan tamu ?" benak Zee.


Suaminya memarkirkan mobil di depan rumah, mengajak Zee untuk turun.


"Assalamualaikum ?" salam Alan dan istrinya.


"Walaikumsalam !" jawab seisi rumah serempak.


Semua mata memandang ke arah mereka, termasuk Yuda.


Yuda nampak senang juga terkejut, bagaimana bisa Zee datang bersamaan dengan Om nya.


"Zee ?" panggil Yuda .


Terkejut ???? tentu saja Zee sangat terkejut.


Semua anggota keluarga berkumpul.


Ada Papa Harun dan Mama Sarah , Kak Astrid dan suaminya, Papa Roger dan Mama Nola , Ratu dan juga Yuda.


"Ada apa ini !" tanya Zee heran bercampur terkejut bertemu Yuda kembali, namun dalam keadaan yang berbeda.


Yuda nampak kurusan dan menggunakan kursi roda.


"Zee ?" panggil Yuda kembali,Zee menoleh ke arah Yuda, pandangannya beralih ke suaminya.


"Zee duduklah terlebih dahulu !" perintah Mama Sarah, Alan menuntun istrinya duduk di sofa karena Zee masih bingung dengan keadaan ini.


"Semuanya sudah berkumpul !" ucap Papa Harun.


"Zee, kedatangan Yuda kemari ! ehm .......!" Papa Harun juga sangat sulit menyampaikan situasi seperti ini.


"Yuda akan melamar Ratu !" ucap Papa Harun penuh penekanan.


"Apa ?" lirih Zee .


"Ada apa ini ?" bingung Zee.


"Zee , Ratu hamil anak Yuda !" nampak Zee biasa saja,Zee melirik ke arah Ratu.


Ratu hanya menundukkan kepalanya.


"Aku menolak pernikahan ini !" ucap Yuda tiba-tiba, membuat semua mata memandang ke arah Yuda.


"Zee, perempuan ini menjebak ku !"


"Dia juga yang menggagalkan pernikahan kita !"


"Dia mengirimkan surat kaleng itu, agar pernikahan kita batal !"


"Karena kebenciannya sama kamu ,die rela melakukan segala cara untuk membuat mu menderita ! termasuk menggagalkan pernikahan kita!"


"Kamu harus percaya itu,Zee !" ucap Yuda panjang lebar.


"Tutup mulut kamu Yuda !" bentak Aditama.


"Kamu tidak bisa seenaknya membatalkan semua yang sudah disusun dengan baik !"


"Hari dan tanggal pernikahan mu sudah kami tetapkan !" kesal Aditama terhadap putranya.


"Gak ,Pah ! Yuda hanya mau menikah dengan Zee ! Zee kamu masih mau kan menikah dengan ku ?" tanya Yuda, membuat Papa Aghar geram.


"Apa-apaan ini?"marah Papa Aghar.


"Kau ingin membatalkan pernikahan yang sudah ditetapkan ?"kesal Papa.


"Tapi Om,Yuda gak cinta sama Ratu !"


"Lagipula perempuan itu yang menjebak ku !" matanya nyalang menatap Ratu.

__ADS_1


"Ayo katakan kepada Zee ! memang kau sengaja kan menjebak ku ?" teriak Yuda kepada Ratu, membuat Ratu menangis.


"Hiks ...hiks ....hiks !"


"Gue memang salah Zee ! memang benar semua yang di katakan Yuda ! Gue lah yang menggagalkan pernikahan lo ! itu karena gue benci sama lo ,Zee !" jujur Ratu.


"Hiks.....hiks ......hiks !"


"Ha....ha....ha !"


"Kamu dengar kan Zee ! kalau aku tidak bersalah ! perempuan ini yang jahat !"


"Hah !" Zee menghela nafas panjang,dan menatap ke arah semua orang yang duduk di sana, termasuk ke suaminya.


Zee merasa kecewa dengan keluarganya, terutama suaminya.


"Aku sudah tahu semua,Yud !" jawab Zee , membuat suaminya dan semua orang di sana terpaku mendengar jawaban Zee.


"Kamu harus menikahi Ratu !"


"Dia sedang hamil anak kamu !"


"Apakah kamu mau anak itu lahir tanpa sosok seorang ayah ?"


"Please,kamu jangan egois !"


"Pikirkan anak di dalam kandungan Ratu !"


"Anak itu butuh identitas mu sebagai ayah biologisnya !"


"Apa ? tapi Zee ,aku sangat mencintai kamu !" ucap Yuda.


"Tapi aku sudah menikah !" jawab Zee , membuat Yuda sangat terkejut.


"Apa kau bilang ,Zee ?" Yuda masih sangat terkejut.


Zee menunjukkan cincin pernikahannya di jari manisnya , lalu menunjuk ke arah Alan agar Yuda lebih memperhatikan lagi cincin yang di kenakan Om nya.


Alan memang sengaja memesan cincin pernikahan yang sama persis.


Dan Zee melepaskan cincin milik Mama Sarah , yang dulu di jadikan mas kawin Alan saat pernikahan.


"Lihatlah cincin yang Om kamu kenakan ! sama persis bukan ?"


"Ini adalah cincin kawin kami !" jelas Zee sambil menelan ludahnya.


"Dan kami sudah sah menjadi suami istri !"


"Tidak ! Aku tidak percaya ! kamu bohong kan ,Zee ?" tanya Yuda tidak percaya.


"Hiks.....hiks......hiks !" Yuda menangis , karena baru kali ini Yuda merasakan sakit di hatinya.


Zee menatap suaminya kecewa , Zee juga menatap semua orang dengan kecewa.


Tidak ada satu pun keluarganya jujur , mereka semua menunduk merasa bersalah.


Zee pun izin untuk meninggalkan rumah Papa Aghar , suasana di rumah itu semakin tidak mengenakan.


"Zee , pulang dulu Pa ,ma ?" Zee pun keluar meninggalkan rumah.


"Yuda ,kamu harus mengikhlaskan Zee untuk Om Alan !" ucap Astrid, mamanya.


"Yuda ,Om minta maaf ! tapi semua sudah takdir !" ucap Alan.


"Sekarang Zee sudah menjadi istri,Om !" lirih Alan.


"Maaf ,Om tidak bisa lama-lama ! Om harus menyusul Zee !" Alan memohon izin kepada semua yang duduk di sana untuk menyusul Zee, mereka menganggukkan kepala mempersilahkan.


"Kalian semua pasti sedang bersandiwara ! kalian sedang membohongiku kan ?" Yuda masih tidak percaya.


"Nak ?" Astrid memeluk putra semata wayangnya.


"Ikhlaskan Zee dengan Om kamu !"


"Semuanya sudah menjadi suratan takdir !"

__ADS_1


"Sekarang yang harus kamu pikirkan adalah anak yang ada di dalam kandungan Ratu !"


"Jika kamu memang mencintai Zee , biarkan Zee meraih kebahagiaannya sendiri !" nasehat Astrid.


"Gak ,aku gak akan biarin Om merebut kekasih Yuda !" tatap Yuda tajam ke semuanya.


"Sadarlah,Nak !"


"Zee sudah menjadi istri,Om kamu !"


"Meskipun Zee berpisah dengan Om kamu , tetap saja kamu tidak bisa bersama lagi dengan Zee !" nasehat Opa Harun kepada Yuda.


"Kasihan bayi yang ada di dalam kandungan Ratu !"


"Baiklah,Yuda akan bertanggung jawab !" ucap Yuda pada akhirnya.


"Tentukan hari dan tanggal pernikahannya ! Yuda bersedia menikahi Ratu !" akhirnya ucapan Yuda membuat semua orang di sana bahagia.


"Aku akan membuat neraka untuk mu ,Ratu !" batin Yuda , tersenyum menyeringai.


Zee keluar dari situasi yang sulit itu,Zee melangkahkan kakinya menuju jalan raya mencari taksi.


Ia ingin segera sampai ke rumah ,dan merebahkan tubuhnya di bathtub dengan aroma terapi yang wangi.


Saat akan memberhentikan taksi, tiba-tiba suara klakson dari mobil suaminya.


"Mih ?" panggil suaminya turun dari mobil,Zee pura-pura tidak dengar.


"Mih, maafin Papih !" sesal Alan,Zee masih diam.


"Mih ,Ayo naik ! kita pulang !" Alan menggandeng tangan istrinya masuk ke mobil.


Zee masuk ke mobil, namun masih tetap diam.


Alan melajukan mobilnya, menuju rumah.


Zee masih diam , pandangannya menerawang ke arah luar jendela mobil.


"Mih ?" panggil Alan masih mengendarai mobilnya.


"Papih tahu kalau dari awal Papih tidak jujur ! Papih minta maaf, Mih !"


"Papih melakukan itu semua ada alasan nya !"


"Papih gak mau hubungan Mamih sama keluarga jadi renggang gara-gara masalah Ratu !"


"Dan yang paling penting Papih takut kehilangan Mamih !" ucapnya lirih namun masih bisa didengar Zee.


"Huft !" Zee menghela nafasnya panjang.


"Jika memang itu yang terjadi antara Yuda dan Ratu , mungkin Mamih bisa mengikhlaskan semuanya !"


"Tapi yang membuat Mamih kecewa adalah sikap Papih !"


"Kenapa Papih tidak jujur ?"


"Apakah Papih tidak percaya dengan cinta Mamih ?"


"Meskipun Yuda sudah kembali tidak mungkin Mamih balikan sama dia !"


"Mamih sudah menjadi istri,Papih !"


"Dan Mamih juga sangat mencintai Papih !"


"Yuda adalah masa lalu bagi Mamih !"


"Jadi tidak ada alasan lagi Papih takut kehilangan Mamih !" Alan benar-benar senang mendengar jawaban istrinya.


"Benarkah,Mih ?"


"Jadi Mamih gak marah ?" Zee menggelengkan kepalanya.


Duh , senangnya ternyata Zee gak marah sama suaminya.......😘😘😘😘


to be continued.....

__ADS_1


__ADS_2