
"Mama juga membelikan oleh-oleh istimewa khusus buat kamu dari Amerika," ucap Mama sambil menyerahkan paper bag besar.
"Oleh-oleh apa, Ma?" tanya Zee penasaran.
"Buka saja, Sayang!" perintah Mama, Zee pun membuka oleh-oleh yang dibawa Mama mertuanya.
"Apa ya isinya?" batin Zee.
"Apa ini?" Zee menutup mulutnya, dia membelalakkan matanya seketika. Ternyata isinya berbagai model lingerie seksi, bahkan terbilang sangat seksi. Zee menoleh ke kanan dan ke kiri, untung suami dan papa mertuanya sedang asyik mengobrol di ruang tengah.
"Mama? Kenapa isinya ini semua?" bisik Zee manyun.
"He ... He .... He." tawa Mama.
"Itu lingerie seksi yang harganya sangat mahal dan sangat fantastis! Mama sengaja membelikannya untuk kamu, menantu kesayangan Mama! Pencetak anak keluarga Xaquille! Kamu tahu, lingerie ini dipakai sama artis-artis Amerika sana!" ujar Mama penuh penekanan.
"Astaga, Ma! Untuk apa Mama membeli semua ini?" tanya Zee sangat malu. Pasalnya lingerie ini benar-benar sangat seksi, dan sangat kekurangan bahan. Dan menurut Zee, memakai lingerie ini sama saja tidak memakai busana.
"Iya untuk kamulah! Supaya Alan betah di rumah, dan setiap hari Alan meminta jatah sama kamu! Mama juga membelikan obat kuat dan tahan lama untuk suami kamu! Supaya setiap setahun sekali, kamu bisa mencetak anak buat Mama! Kan seru tuh, Kalau Mama punya banyak cucu, nanti Mama mau pamer sama teman-teman arisan mama!" jelasnya panjang lebar.
"Ish, Mama! Masa setiap tahun Zee harus mencetak anak? Memangnya Zee kucing?" manyun Zee. Alan yang melihat istrinya manyun, dia mendekat ke arah mereka berdua.
"Ada apa sih, Sayang?" tanya Alan. Zee langsung memasukkan baju-baju tersebut di paper bag.
"Tidak ada apa-apa," jawab Zee tersenyum dan melirik ke arah Mama mertuanya, Mama hanya tersenyum santai, seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
"Itu apa?" tanya Alan, tunjuk Alan ke paper bag yang dipegang Zee.
"Oh, ini, oleh-oleh dari Mama! Perlengkapan lulur dan lainnya," jawab Zee. Memang selain lingerie, di dalam paper bag ada lulur kecantikan, parfum dari Amerika yang sangat
terkenal dan obat-obatan ( obat kuat maksudnya).
__ADS_1
"Coba aku lihat!" pinta Alan.
"Tidak usah, Pih! Isinya cuma lulur saja," jawab Zee, sambil berdiri hendak ke kamar. "Aisha sepertinya menangis, Mamih ke kamar dulu," elaknya, Zee berjalan meninggalkan suami dan mama mertuanya yang masih duduk di sofa. Mama Sarah tertawa geli, dia tahu apa yang dipikirkan oleh menantunya. Zee sengaja menyimpan lingerie itu, supaya suaminya tidak tahu.
"Ah, cucuku sudah bangun! Mama mau melihat Aisha dulu," ujarnya. Mama beranjak dari duduknya menuju ke kamar putranya.
"Ada apa sih, Lan?" tanya Papa yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Nggak ada apa-apa, Pah! Mereka sepertinya sedang merahasiakan sesuatu dari Alan," gumamnya.
"Bagaimana kabar Aisha? Papa dengar, kalau Aisha sempat di rawat di Rumah Sakit?" tanya Papa.
"Iya, Pah! Cuma infeksi pernafasan saja kok, Pah! Alhamdulillah sudah sehat," ujarnya.
"Syukurlah kalau begitu, Papa senang mendengarnya!" jawab Papa.
"Oya, Pah! Bagaimana kabarnya Yuda dan Kak Astrid?" tanya Alan tiba-tiba teringat dengan Yuda.
"Wah, ternyata dia benar-benar sudah berubah!" sahut Alan. "Alan benar-benar bahagia mendengarnya, Pah!" ucapnya.
"Iya, Lan! Papah juga sangat bahagia melihat perubahan besar di diri Yuda! Semoga dia akan terus seperti itu," ucap Papa.
"Lalu, Apakah kak Astrid tidak akan pulang ke Indonesia?" tanya Alan lagi.
"Mungkin, dia akan pulang! Tapi, menunggu kondisinya memungkinkan! Dia tidak bisa begitu saja meninggalkan Yuda di negara orang," jelas Papanya.
"Papa benar," ujar Alan.
Di lain sisi, sedari semalam Elmar hanya manyun saja. Dia memperlihatkan wajah masamnya di depan Ratu. Karena semaleman Arsy tidak mau diletakkan di box bayi. Membuat rencananya kembali gagal untuk menyentuh istrinya. Ratu yang sedari tadi melihat wajah masam suaminya, jadi merasa tidak tega, dia pun memiliki rencana sendiri untuk suaminya. Saat Elmar sedang keluar rumah, Ratu menyuruh Ibu Hamidah, pelayan dan baby sister membawa Arsy ke rumah Mama siang itu juga. Sebelumnya, Ratu sudah memberitahukan perihal kedatangan Arsy dan Ibu Hamidah, Mamah pun setuju dan sangat senang menyambut kedatangan cucunya. Bahkan menyarankan agar Arsy menginap satu malam di rumah Mama. Ratu juga sudah menyiapkan ASI di dalam botol untuk putranya.
Sopir dari rumah mama yang menjemput sudah datang, mereka semua menaiki mobil itu menuju rumah mama. Sekarang tinggal dirinya memulai aksinya bersama sang suami. Ratu mengirimkan pesan singkat ke suami supaya Elmar cepat-cepat pulang. Elmar sedang berada di cafe menemui pelanggan baru, pembeli bunga Crisan dengan partai besar. Dia membuka pesan dari istrinya agar secepatnya pulang. Setelah pertemuan itu pun dia memutuskan untuk pulang ke rumah.
__ADS_1
Elmar memarkiran mobilnya di halaman rumah. Dia masuk ke dalam rumah, ternyata rumah sepi.
"Sayang?" panggilnya.
"Sayang?" panggilnya lagi mencari keberadaan istrinya.
"Tumben rumah sepi! Kemana semua orang?" gumamnya.
Elmar mencari istrinya di kamar, kamarnya gelap, karena Ratu sengaja menutup semua korden dan mematikan lampu sebagai penerangan.
"Sayang?" panggilnya lagi, Elmar merasa cemas yang luar biasa. Dia mencari istrinya di kamar mandi, ternyata kosong. Ia pun bertambah panik. Dari arah belakang Ratu mengangetkan suaminya dengan menutup kedua mata Elmar dengan tangannya. Secara refleks karena terkejut, Elmar menarik tangan istrinya hingga terguling di tempat tidur.
"Auw," pekiknya. Elmar pun buru-buru menyalakan lampu kamar. Ternyata yang berteriak kesakitan adalah istrinya.
"Sayang, Maaf aku tidak sengaja," ujarnya.
"Kamu jahat sekali, Mas! Kamu pikir aku ini karung beras? Sehingga kau membanting ku dengan sangat kasar!" ucapnya sambil terisak.
"Maafkan, Mas, Sayang! Mas pikir tadi pencuri!" ucap Elmar. "Mas benar-benar minta maaf! Habisnya kenapa lampunya kamu matikan? Dan kenapa kordennya di tutup semua? Hampir saja Mas memukuli mu!" ujarnya.
"Ish, Mas tidak peka sekali," cebiknya. Elmar baru menyadari bahwa sekarang istrinya sedang memakai gaun tidur yang sangat seksi. Dia pun sampai di buat melongo, dan menelan salivanya sendiri.
"Kau cantik sekali, Sayang! Apakah karena ini, kamu menutup korden dan mematikan lampu?" tanya Elmar, dijawab anggukkan kepala oleh istrinya. "Lalu, kemana semua orang?" tanya Elmar lagi, karena rumah terlihat sepi.
"Aku sengaja menyuruh mereka menginap di rumah Mama! Agar seharian ini kita bisa bersama," lirihnya dengan malu-malu.
"Benarkah? Kau merencanakan ini semua untukku?" tanyanya lagi.
"Tentu saja," jawabnya. Pipi Ratu memerah seketika, dia merasa sangat malu menjawab pertanyaan dari suaminya. Dimalam itulah, mereka merengkuh kebahagiaan suami istri yang sudah halal. Meskipun Ratu sudah memiliki anak, namun dia sangat menjaga daerah sensitifnya. Membuat Elmar berkali-kali merengkuh kepuasan lahir dan batin.
to be continued....
__ADS_1