Om I Love You

Om I Love You
Episode 62


__ADS_3

Sebelum keberangkatannya ke Bogor,Alan terlebih dahulu berdiskusi dengan Papa mertuanya mengenai Yuda yang ingin sekali bertemu dengan Ratu.


Papa setuju asalkan Alan juga ikut bersama mereka.


Mereka mulai berangkat pukul 7 pagi , agar tidak terlalu siang sampai di Bogor.


Dan Zee tentu saja akan ikut bersama suaminya , karena bukan hanya sebagai petunjuk jalan ,Zee juga memiliki keinginan sendiri kenapa Zee bersikeras ingin ikut ke Bogor.


Ada dua mobil yang akan berangkat ke Bogor, mobil yang dikendarai Alan membawa istrinya dan mobil yang dikendarai Aditama bersama istri dan putranya.


Mobil melaju meninggalkan kota Jakarta menuju Bogor .


Sepanjang perjalanan Zee nampak begitu bahagia , matanya tidak lepas melihat-lihat keluar jendela menikmati pemandangan sekelilingnya.


Zee merasakan kering tenggorokannya , hingga terpaksa mobil yang dikendarai suaminya berhenti disebuah minimarket pinggir jalan.


Mereka beristirahat sebentar disebuah kedai jus buah di sana.


Alan membelikan jus jeruk untuk istrinya dan untuk kakak serta kakak iparnya.


Sedangkan Yuda memilih air mineral saja.


Sambil meminum jus , mereka beristirahat sejenak.


Tatapan Yuda tidak berhenti menatap kemesraan mantan kekasihnya bersama Omnya sendiri , hatinya rasanya benar-benar sakit.


Apakah ini yang dirasakan Zee , saat dirinya mengkhianatinya dengan banyak perempuan.


Zee yang sekarang benar-benar sangat berubah ,ia lebih dewasa dan terlihat sangat cantik walaupun sedang berbadan dua.


"Sudah selesai ? ayo kita lanjutkan perjalanan lagi !" ajak Alan.


Aditama mendorong kursi roda putranya, sedangkan Astrid mengekor di belakangnya.


"Pih, gendong ?" manja Zee di depan kakak dan kakak iparnya ,eh ,juga ada Yuda ( lupa Author kalau ada manusia satu itu 🤣🤣).


Alan tanpa merasa canggung dan malu menggendong istrinya di depan Yuda ,kakak dan kakak iparnya.


Astrid dan Aditama hanya tersenyum melihat kemesraan adik mereka.


Mereka menuju mobil masing-masing melanjutkan perjalanan.


Mobil sampai disebuah desa yang masih sangat asri dan indah ,jauh dari tangan-tangan manusia yang nakal.


Sepanjang perjalanan mata memandang, hanya hamparan bunga Krisan warna-warni yang sangat indah.


Zee benar-benar dibuat takjub dengan keindahannya , sampai tidak terasa ia sangat tidak sabar ingin berfoto-foto ria di hamparan bunga tersebut.


"Pih , Ayo turun dulu ! kita foto-foto !"


"Nanti saja ,Mih ! kasihan Yuda , kelihatannya kelelahan pasti ingin istirahat terlebih dahulu !"


"Ehm, Baiklah !"


Tinggal satu belokan saja , sampai di Villa.


Namun Zee tidak tahan, ingin segera berfoto-foto.


Zee memohon kepada suaminya supaya turun di persimpangan , dan menyuruh suaminya melanjutkan perjalanannya sendiri ke Villa.


Karena dibelokkan terakhir , Villa sudah nampak terlihat jelas.


Dengan dalih ngidam pengen berfoto-foto ria, akhirnya Alan mengijinkan istrinya turun di persimpangan.


"Cepat kembali ke Villa ! jangan lama-lama !" pesan suaminya, dijawab anggukan kepala oleh Zee.


Alangkah senangnya hati Zee ,lama sekali ia tidak mengunjungi Bogor.


Ternyata perkebunan yang dulunya ditanami kopi dan jagung, berubah menjadi perkebunan bunga Krisan yang sangat indah.

__ADS_1


Zee berfoto-foto ria , mengabadikan momen yang paling indah di dalam hidupnya.


Hingga ada suara yang memanggil namanya dari kejauhan.


"Zee ?" Zee menengok ke sumber suara.


"Bibi Hamidah !" ucap Zee , bukan kepalang senangnya melihat Bibi Hamidah.


"Neng Zee kesini sama siapa ?" tanya Bibi Hamidah.


"Sama suami Zee ,Bi !"


"Tapi Zee turun di sini,pengen foto-foto ! Zee lagi ngidam pengen narsis kaya selebgram ,Bi !"


"Itu siapa yah namanya !"


"Selebgram yang terkenal cantiknya !"


"Dasha Taran !"


"Iya itu tuh ,Bi !" jawab Zee ngawur.


"Aduh , Neng ! ada-ada saja !"Bibi Hamidah terkekeh.


"Yuk pulang !"


Sedangkan di Villa ,Alan dan rombongannya turun dari mobil.


Mengetuk pintu dan memberikan salam.


Namun tidak ada yang menyahut, hingga keluar seorang pria dari samping Villa.


"Assalamualaikum ?" sapa Alan.


"Walaikumsalam !" jawab pria tersebut.


"Maaf ,Om cari siapa ?" tanya Elmar.


"Apakah Ratunya ada ?"


Elmar mengamati satu persatu semua tamu yang tidak diundang ini.


"Ada keperluan apa? Om mencari Ratu !" tanya Elmar lagi membuat Alan kehilangan kesabaran.


"Saya tanya, Ratunya ada gak ?" tanya Alan lagi agak ketus.


"Emang Om siapanya Ratu ?" tanya Elmar lagi.


"Ini anak benar-benar !" jengkel Alan.


"Yang duduk di kursi roda itu, suaminya !"


"Dan mereka berdua adalah Papa dan Mama mertuanya ! puas !"


"Oh ,gitu !" ekspresi Elmar datar.


"Dan Om sendiri ?"


"Sepertinya keluarga Aghar tidak memiliki saudara laki-laki !"


"Elmar ?" panggil Zee , yang datang bersama Bibi Hamidah.


Zee mendekat ke arah mereka ,dan menatap Elmar dengan seksama.


"Apakah Lo Elmar ?" Zee memutari tubuh tegap Elmar.


"OMG , Lo benar-benar Elmar gendut ,kucel dan item itu ? yang suka kentut kan ?"


"Ish , Lo gak usah ngejek gue !" sebal Elmar menahan malu , karena Zee sahabat kecilnya benar-benar ceplas-ceplos kalau ngomong.

__ADS_1


"Ha....ha.....ha !" tawa Zee pecah.


"Gue gak nyangka Elmar sekarang kaya Brad Pitt !"


"Astaga, Apakah gue bermimpi ?" Zee mencubit-cubit tangannya.


"Gue gak mimpi !"


"Dasar aneh ! Lo sama sekali gak berubah ! masih nyebelin kaya dulu !" sebal Elmar lagi.


"Ya Ampun ! Lo juga sama seperti dulu ! meskipun wajah dan tubuh berubah , tapi masih ileran !"


"Ha.....ha.....ha !"Zee tertawa terbahak-bahak.


"Enak saja !" Elmar mengusap sedikit iler yang menempel di sudut bibirnya, kerena memang ia baru bangun tidur.


Seharian mengurus kebun membuat sangat lelah.


Hem......Hem......Hem


"Om , ini siapa sih ? om gak punya kepentingan di sini kan ? lebih baik om pulang ?"


"Apa ?"


"Kamu mengusir saya !" Alan menatap tajam ke arah Elmar lalu beralih menatap tajam ke arah istrinya.


Zee menyikut dada Elmar, membuat Elmar kesakitan.


"Sialan Lo !"


"Elmar, perkenalkan dia ini suamiku !"


"Apa ?" Elmar agak terkejut, pasalnya ternyata suami Zee pria dewasa , yang tampangnya memang sangat tampan sih.


"Oh, jadi ini tamu dari Jakarta !"


"Ayo silahkan masuk !" Bibi Hamidah mempersilahkan tamunya masuk.


"Jangan hiraukan perdebatan mereka berdua ! sejak kecil mereka sudah terbiasa berdebat kalau gak berkelahi !"


"Berkelahi ?" semua orang yang ada di sana merasa heran , bagaimana bisa Zee seorang wanita sifatnya sangat bar-bar.


Termasuk Alan juga heran , tapi bukan heran karena istrinya jago beladiri ,Alan tidak meragukan kemampuan istrinya dalam hal beladiri.


Namun Alan meragukan hubungan istrinya dengan pria aneh itu apa ?


Setiap pergerakan istrinya dan pria aneh itu terus dipantau, hingga Alan menyuruh Zee untuk duduk di dekatnya.


"Zee ?"Panggil Ratu , sangat senang dengan kedatangan Zee ke Villa.


"Ratu ?" Zee memeluk Ratu.


"Lo dari mana ?"


"Gue habis bantu ibu-ibu di sini, memanen bunga !"


"Senangnya bisa lihat Lo lagi !" ucap Ratu tanpa menyadari ada sesosok mata yang terus menatap ke arah keduanya.


"Ratu ?" panggil Astrid, hingga Ratu menoleh .


Ratu baru menyadari bahwa ternyata Zee dan Alan tidak datang sendiri,


Ternyata bersama kedua mertuanya dan Yuda.


"Yuda !" rasanya Ratu ingin berlari, namun Mama Astrid menarik tangan Ratu dengan lembut untuk duduk.


"Duduklah, Sayang !"


"Ada hal penting yang ingin disampaikan Yuda !" jelas Astrid.

__ADS_1


"Hal penting apa ?" batin Ratu , sontak Ratu sangat terkejut.


to be continued.......


__ADS_2