Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Wina Terjebak Cinta Buta


__ADS_3

Wina sepertinya sedang mabuk kasmaran. Pengaruh ilmu pelet pemikat Sukma yang dilancarkan oleh Bernard seolah membutakan matanya.


Wina belum juga pulang dari Bernard. Ia seperti orang linglung yang jika berjauhan dengan Bernard.


Sedangkan Bernard, mendapat wanita cantik nan sintal, membuatnya sangat begitu bangga.


Dihadapan rekan-rekannya, Ia terkadang melakukan panggilan vedeo call kepada Wina, dan dengan bangga berkata kepada rekannya bahwa Ia dengan mudah mendapatkan Wina.


Pengalamannya akan wanita, membuat Bernard semakin mudah menaklukkan wina.


Wina seperti orang yang sangat menggilai Bernard. Dimatanya, Bernard adalah pria paling sempurnah.


Setiap kali Bernard pulang bekerja, Ia akan bergelayutan manja, seperti orang yang sedang haus akan cinta.


Gerak gerikkedua insan yang dimabuk cinta, membuat warga sekitar merasakan kecurigaan kepada keduanya. Setau mereka jika selama ini Bernard belum menikah.


Beberapa warga melakukan pengintaian. Lalu mereka memanggil RT setempat. pada waktu yang ditentukan, mereka melakukan penggerebekan kepada keduanya.


Mereka mendapati keduanya sedang berbuat asusila. Mereka berdua tertangkap basah sedang tanpa busana.


Akhirnya mereka dipaksa menikah malam itu juga. Jika tidak, mereka akan dibawa kekantor polisi. Tak ingin dipecat dari karyawan perusahaan, maka akhirnya mereka menikah malam itu nuga dengan wali hakim.


Bernard memberikan sebuah mas kawin berupa uang tunai 1 juta rupiah.


Setelah menikah sirri, kehidupan baru dimulai.


Wina yang selama ini tak pernah merasakan bagaimana menjadi seorang istri, maka kini Ia harus tau caranya seperti memasak, mencuci, dan pekerjaan rumah lainnya.


semua masih berjalan dengan lancar. Kabar menikahnya Bermard, membuat kedua orang tua Bernard merasa senang.


Pengaruh pelet 'pemikat Sukma' yang dilancarkan oleh Bernard, membuat Wina selalu menerima apapun perlakuan yang diberikan kepada dirinya.


Kehidupan yang jauh dari kata mewah, tidak membuat Wina merasa menyesal telah menikah dan menjadi istri Bernard.


Bernard selalu membanggakan istrinya dihadapan rekan-rekannya. Hal tersebut membuat sebagian rekan kerjanya semakkn lama merasa jengah.


Sebulan setelah menikah, perubahan mulai terjadi, dimana uang belanja untuk sehari-hari mulai menipis. Bahkan uang mahar pernikahan ikut terpakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Wina merasakan jika kini Ia harus belajar hidup berhemat.


kini Wina menyadari bagaimana hidup dengan serba keterbatasan. Uang bulanan Bernard harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

__ADS_1


gaji bulanan yang hanya berkisar 10 juta tak mampu memenuhi kebutuhan wina.


Wina yang biasanya tampil glamour, skincare mahal, tak mampu menutupi semuanya. wina harus mampu mengikat ikat pinggang agar lebih dapat menekan biaya pengeluarannya.


Wina kini harus menahan keinginannya untuk melakukan creambath dan smoothing rambut.


Rambut ikalnya yang biasa lurus lembut, kini mulai muncul keritingnya dipangkal rambut.


Kulit yang biasanya glowing dan mengkilat bagaikan porselin, kini harus tampak memudar dan kusam, karena tidak adanya perawatan salon yang mahal.


Kebanggaan Bernard kian memudar. Sedangkan Wina masih menggilai Bernard.


Wina rela harus hidup tanpa kemewahan, asalkan selalu dekat dengan Bernard.


Bernard mulai jenuh menjalani cinta hanya dengan satu wanita. kebiasaannya hidup di cafe remang-remang dengan bergonta-ganti pasangan kembali lagi ke tabiatnya asalnya.


Bernard mulai pulang malam, terkadang sampai mabuk-mabukan. Namun rasa cinta yang begitu besar dari Wina membuatnya selalu memaafkannya.


Pengaruh pelet itu begitu kuat. Membuat Wina bagaikan kerbau yang dicocok hidungnya.


Wina tidak lagi memandang fisik dan uang milik Bernard, yang ada dihatinya hanyalah cinta yang tulus.


Malam ini Bernard kembali pulang malam. Ia pulang dalam kondisi mabuk.


Gaji bulanan yang biasanya diberikan kepada Wina seluruhnya, kini hanya tinggal setengahnya saja. Bernard mulai menunjukkan sifat aslinya.


Wina melihat dunia hanya ada Bernard dalam hidupnya. Selama ini Ia mengejar cinta Hanif. Karena Hanif adalah pria tajir, mapan, dan juga rupawan, plus pria dengan sejuta pesona yang mampu meluluh lantakkan hatinya.


Namun, kini Ia tak mampu mengerti dengan apa yang dirasakannya.


Rasa cintanya pada Bernard begitu aneh. Ia merasakan kerinduan yang sangat dalam. Nika Bernard terlambat pulang, maka Wina akan merasakan kehampaan.


Hal itu pula yang membuat Bernard merasa besar kepala, lalu seenaknya saja berbuat semena-mena terhadap Wina. Karena Ia merasa jika Winalah yang mengemis cinta padanya.


 


Wina merasakan perutnya sangat mual. Dipagi hari Ia akan memuntahkan apa saja yang berada didalam perutnya.


Huuuek..hueeek..


Wina merasakan kepalanya sangat pusing. Rasa mual yang sangat menyiksanya.

__ADS_1


"sayang, temenin aku ke dokter ya, untuk memeriksakan kandunganku. Soalnya aku sudah terlambat bulan" ucap Wina saat menemani Bernard sarapan paginya.


"aku gak bisa cuti, kamu pergi saja sendiri." ucap Bernard dengan kesal.


Wina hanya mencoba tersenyum, meski sedikit sakit dihatinya.


 


Bernard berada disebuah cafe, Ia sedang bersenang-senang dengan para wanita malam. Seorang wanita dengan pakaian yang sangat mini sedang bergelayutan dipangkuan Bernard yang dalam kondisi mabuk. Ia terus memoroti Bernard dengan segala jurus rayuannya, Wanita itu berhasil mendapatkan banyak uang.


Wina masih tetap menunggu kepulangan Bernard, satu panggilan masuk dari Roy. Wina mencoba mengabaikannya.


Namun karena panggilan itu tak juga berhenti, Wina mengangkatnya.


"ada apa sih kamu..?" kenapa terus mengangguku.." Wina sangat kesal dengan Roy.


"tenanglah, jangan terlalu marah-marah.. Aku ada pekerjaan untuk kamu." ucap Roy dari seberang telefon.


Wina sedkit terkejut, tidak biasanya Roy menawarkan pekerkjaan untuknya.


"pekerjaan apa..?" tanya Wina penasaran.


"pekerjaan ini akan menghasilkan kamu banyak uang" ucap Roy dengan semangat.


"apa kamu sedang bercanda.?" ucap Wina tak percaya.


Roy terkekeh mendengar pertanyaan Wina. "kamu tertarik apa tidak..? Jika tertarik, besok orangku akan menjemputmu." ucap Roy dengan tak sabar. Roy telah memasang foto Wina disebuah aplikasi yang menjajakan wanita.


Disana sudah ada orang yang membookingnya.


"berapa gaji yang akan aku terima per bulannya..?" tanya Wina penasaran.


"kau akan mendapatkan uang setiap harinya, tergantung cara kerjamu.." jawab Roy.


Wina mulai goyah. Ia ingin mendapatkan uang banyak, agar dapat tampil cantik dan glowimg lagi. Ia ingin merebut kembali cinta Bernard.


"baiklah.. Aku terima tawaranmu, jemput aku di Kerinci, nanti akan aku share alamatku" ucap Wina semangat.


"ok.. Akan kupastikan orangku menemukanmu." jawab Roy dengan tawa liciknya.


Wina sudah dapat membayangkan jumlah uang yang akan Ia terima. Ia ingin tampil cantik dan menarik kembali.

__ADS_1


Saat Ia sedang berkhayal tentang pekerjaan baru yang ditawarkan oleh Roy, pintu diketuk dengan sangat keras dari luar .


Wina bergegas beranjak dari duduknya. Ia mengetahui jika Bernard telah pulang dari cafe. Meskipun begitu, Wina dengan perasaan senang menyambutnya.


__ADS_2