
Setelah mendapat penyerangan dari soaok bersorban, Bernard merasakan jika Ia harus menuntut ilmu kanuragan kepada orang yang lebih tinggi ilmunya. Ia berniat untuk membalaskan atas perbuatan sosok bersorban itu.
Bernard pulang kekampung halamannya, Ia memanfaatkan cuti panjangnya untuk menemui kelaurganya sekaligus menuntut ilmu kanuragan kepada guru yang memiliki ilmu hitam.
Setelah temu kangen dengan keluarga, Bernard menuju sebuah desa yang sangat terpencil. Ia mengendarai mobilnya dengan rasa bangga. Dihatinya merasa orang paling hebat dan berduit.
Bahkan jika dibandingkan dengan kekayaan yang dimiliki Hanif, Ia belum ada apa-apanya.
Bernard menyusuri hutan yang sangat lebat. Ia ingin berguru kepada orang tersebut.
Ia sampai disebuah rumah tua. Bernard menghentikan mobilnya. Lalu mengetuk pintu rumah yang hanya ada penerangan lampu lentera saja.
Tok..tok..tok..
Bernard mengetuk pintu berulang kali. lalu terdengar derap langkah kaki seseorang untuk membukakan pintu.
Kreeeeek..
Suara pintu dibuka. Lalu muncul seorang pria sepuh yang sudah sangat senja.
"boleh masuk ki..?" sapa Bernad yang sudah tak sabar.
" ada perlu apa mencari saya..?" tanya pria sepuh itu.
"ya karena butuh sama Aki." ucap Bernard.
Pria sepuh itu memandangi Bernard yang dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"masuk.." Pri itu mempersilahkan Bernard.
Bernard mengekori Aki tersebut.Ia memandangi isi rumah yang penuh dengan suasana magic.
Ada 2 buah tengkorak kepala manusia didekat tempat Ia melakukan ritual. Bernard merasakan bulu kuduknya meremang.
Bahkan rangka manusia juga ada. Ternyata Aki ini adalah penganut ilmu hitam yang sangat kuat.
Bernard duduk bersila dihadapan sang dukun tersebut. Ia menunggu titah dari pria sepuh tersebut.
"apakah kau memiliki fotonya?" ucap Pria sepuh itu.
Bernard mengangguk "Ada Ki, bentar saya keluarkan" jawabnya dengan penuh semangat.
Ia mengeluarkan foto yang sudah kusam, dimana tinta warnahnya sudah mulai meleleh. Secarik kertas HVS yang Ia simpan didalam dompetnya.
Bernard membentangkan kertas tersebut, foto itu sudah kusam dan tidak lagi utuh.
__ADS_1
"Ini Ki fotonya.." Ucap Bernard, sembari menyerahkan foto tersebut.
Pria sepuh itu memperhatikannya. Sembari mwmegang dagunya
"kenapa kusam foto ini? Kertasnyapun sudah lusuh. Lain x modal dikit ya.." ucap aki itu kesal yang ditujukan pada Bernard.
"gak sempat tadi Ki.. Buru-buru" ucap Bernard menggerutu.
"jadi, ini wanita mau diapakan?" tanya si Aki dengan serius.
"buat Dia melupakan suaminya, dan hanya mencintaiku" jawab Bernard dengan dengn mantab.
Aki itu melihat wajah Bernard, lalu memejamkan matanya. Ia berkonsentrasi dengan penuh. Tiba-tiba Ia tersentak dan membuka matanya. matanya menatap tajam pada Bernard.
"kamu sudah bercermin belum? tanya Aki itu kepada Bernard.
"Sudah Ki, Emang kenapa.?" tanya Bernard.
"sepertinya cerminmu kurang besar lagi. Kamu ingin memisahkan mereka dengan tujuan apa?" Ucap Aki dengan penasaran.
"Aku ingin wanita itu kembali padaku" jawab Bernard.
Aki diam sejenak. Lalu menatap pada Bernard.
"begini saja, bagaimana kalau suaminya yang kita buat 'Tumbal beli nyawa' . ucap Aki sepuh itu.
"Nanti Aki beri tahu caranya. Sediakan saja uang sekitar 5 juta rupiah, nanti terima beres saja kamu" jawab Aki itu dengan pandangan sumringah.
"baiklah Ki, apakah Uangnya sekarang langsung saya berikan kepada Aki?" tanya Bernard.
"Ya sekaranglah, masa besok.!" jawab Aki dengan kesal.
Bernard lalu mengeluarkan uang yang diminta oleh si Aki.
Aki tersebut memulai ritualnya. Ia meletakkan tengkorak manusia didepannya. Lalu membaca mantra untuk melakukan guna-guna kepada Hanif.
Setelah selesai, Aki itu memberikan 4 juta rupiah kepada Bernarda. "uang ini nanti kamu letakkan dimana tempat yang biasa dilalui oleh sasaranmu. Jika Ia sampai mengambil Uang ini dan membelikannya, maka Ia akan mati secara misterius." Aki menjelaskan kepada Bernard.
Bernard manggut-manggut tanda mengerti.
"tapi Ki, saya mohon diberi ilmu pemanis Ki, biar wanita yang saya tuju itu langsung terpikat saat melihat saya." ucap Bernard tak sabar.
Aki itu memandang Bernard. "mau pakai ilmu pemanis sekalipun, kalau pada dasarnya sudah jelek ya tetap jelek saja." Ucap Aki, mencibir Bernard.
Bernard yang mendengarnya menjadi kesal. "belagu bener ini Aki, Dia juga jelek gak nyadar." Bernard menggerutu dalam hatinya.
__ADS_1
Pagi itu suasana sangat tenang. Hanif berpamitan pergi untuk bekerja. "Hubby berangkat kerja dulu ya sayang." ucap Hanif dengan lembut, sembari mengecup ujung kepala Rena.
Rena tersenyum "hati-hati dijalan yang sayang." ucap Rena dengan tulus.
Hanif menganggukkan kepalanya. "Hubby sudah siapakan bodyguard untuk kamu, mereka akan selalu siaga menjaga kamu" ucap Hanif, sembari berlalu.
masih segar diingatan Rena, bagaimana Bernard yang memaksanya untuk keluar dari mobil. Ia tidak ingin lagi bertemu dengan pria itu. "darimana Ia mengetahui aku berada disini?" Ucap Rena bingung.
Hanif tidak mengetahui, jika yang mengganggu Rena adalah orang masa lalunya,Yang Hanif tau itu adalah orang yang berniat merampok Rena.
Sebelum Hanif keluar dari garasi, Bernard menyelinap kedalam pagar, Ia melemparkan kantong kresek tepat ditengah jalan keluar mobil Hanif, setelah itu Ia buru-buru pergi.
Hanif melintasi jalan tersebut, sesaat ban mobilnya melanggar sebuah benda, terasa sangat janggal.
Hanif keluar dari mobilnya, lalu memeriksa ban mobilnya. Ia menemukan kantong kresek yang terlihat tebal, saat membukanya, Ia heran dengan isinya yang terdapat sejumlah uang.
"milik siapa ini?" ucap Hanif bingung.
Sebuah bisikan mengatakan."jangan sentuh!" bisikan ghaib itu terdengar jelas ditelinganya.
Lalu Ia mengambilnya dan mengikat kembali kantong kresek tersebut.
-------------
Hanif berhenti disebuah kantor polisi. Ia berjalan sembari menenteng kantong kresek tersebut.
"ada yang bisa kami bantu pak? "sapa seorang petugas kepolisian. Suasa masih pagi, dan belum terlalu banyak yang bertugas.
"ini pak, saya menemukan kantong kresek ini didepan rumah saya, saya tidak mengetahui siapa pemiliknya. Mungkin milik seseorang yang tercecer." ucap Hanif dengan sopan, sembari menyodorkan kantong kresek tersebut.
Anggota Polisi tersebut memeriksanya, matanya berbinar melihat jumlah uang tersebut. "baiklah pak.. Laporan bapak akan kami tindak lanjuti" ucap Anggota polisi tersebut.
Setelah mencatat laporan dan menerima surat bukti pengaduan, Hanif segera meninggalkan kantor polisi tersebut.
Anggota polisi itu kebegulan sedang membutuhkan uang untuk menutupi hutang-hutangnya. Ketika menyadari tidak ada orang lain yang bersamanya, maka Ia menghapus bukti laporannya.
Ia terlihat sangat bahagia sekali. Ia yang belum sarapan, lalu pergi kedepan untuk membeli sarapan. Ia makan dengan lahabnya.
Setelah itu Ia membayar sarapannya dengan menggunakan uang tersebut.
Setelah itu, Ia hendak menyeberangi jalan, dan..
Braaaaaaaak....Buuuuum..
__ADS_1
Tanpa sadar, sebuah mobil melintas dengan kecepatan tinggi, menabrak tubuh polisi tersebut, hingga terpental jauh. Polisi itu terkapar dengan luka parah. Dan akhirnya nyawanya tak tertolong.