Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Penyakit Aneh Yang Diderita Jhoni


__ADS_3

[kriiing..] suara handphone berdering..


satu panggilan masuk dari salah satu Tim yang ikut perjalanan ke hutan beberapa hari yang lalu.


"hallo, asslammualaikum pak Jaka..?".sapa Hanif dengan sopan.


"Hallo Bos.. sudah dapat kabar belum bos..? kalau si Jhoni masuk rumah sakit..?" ucap pak Jaka dari seberang telefon.


"belum pak...memang sakit apa ya pak..?" tanya Hanif penasaran.


"entahlah Bos.. dokter saja tidak dapat mendeteksinya." jawab pak Jaka dengan lirih.


"kalau begitu sebaiknya bapak kirimkan saja alamat rumah sakitnya, nanti saya coba menjenguknya." ucap Hanif dengan tegas.


"baik Bos.. akan saya share loc.." jawabnya singkat.


 


Hanif dijemput oleh stafnya yang sudah menunggu dikoridor rumah sakit. mwskipun Ia seorang Bos besar perusahaan, namun Ia tidak memberi kasta pada urusan sosial.


Hanif memasuki ruangan tempat Jhoni dirawat. Ia sangat kaget melihat luka yang dialami oleh Jhoni.


"Astaghfirullah halladzim.." ucap Hanif seketika melihat luka dibagian kaki kiri milik Jhon.


dari pergelangan kaki hingga batas lutut, kulitnya berwarnah merah lebam. seperti daging terkena sengatan api, tampak seperti membara.


Jhon meringis menahan sakit yang teramat luar biasa. dokter sudah memberikan pengobatan semaksimal mungkin, namun, tak menemui hasil. awalnya luka itu sebesar uang logam, lambat laun semakin membesar dan menjalar.


Hanif melihat, jika luka itu adalah ulah makhluk tak kasat mata. Hanif mendekati Jhon yang sedang berbring lemah. luka itu bukan hanya lebam, dan memerah, tetapi seperti begelembung-gelembung. tampak kaki Jhon mirip dengan buah anggur yang sedang menempel.


"aaaaaakkkkh.." Jhon mengerang menahan sakitnya.


"Jhon..apakah sewaktu dihutan kamu ada melakukan sesuatu hal yang kami tidak ketahui..?" ucap Hanif dengan nada lirih, namun penuh penekanan.


Jhon melirik Hanif dengan tatapan sendu. matanya begitu sayu. seperti lelah menahan sakit.


Ia mengangguk. membenarkan ucapan Hanif.

__ADS_1


"apa itu..?" ucap Hanif lembut, namun penuh selidik.


"aku menemukan pusaran air yang berisi banyak sekali dengan udang, meskipun aku sudah mengambilnya dengan sangat banyak, namun udang itu seperti tak pernah ada habisny." Jhon menggantung ucapannya. Ia meringis menahan sakit yang amat sangat.


"lalu aku mengulanginya kembali, pada pukul 2 subuh. aku ingin membawanya pulang sebagai oleh-oleh." ucap Jhon sembari meringis.


"ini ada yang salah. lukamu harus segera kita obati, tapi harus keluar dari rumah sakit ini sekarang juga."


"orang saya akan mengurusnya. kita harus kembali ke hutan dimana tempat kamu mengambil udang tersebut." Ucap Hanif sembari beranjak dari tempat duduknya.


"jangan lupa, bawa baju kamu yang paling kamu sukai dan paling kamu sayangi saat perjalanan kehutan nanti." Hanif mengingatkan dengan nada tegas.


Hanif mengingatkan, agar Jhon dan pak Jaka segera bersiap. mereka akan pergi kehutan itu lagi, dengan menyewa sebuah helikopter. meteka juga akan membawa serta seorang kiayai yang mampu mengatasi masalah ini.


 


Helikopter mendarat diatas permukaan tanah. mereka segera turun. lalu heli kembali terbang, dan akan kembali jika mereka telah selesai.


Jhon dibawa dengan ditandu oleh 4 orang. karena kakinya tak dapat digerakkan. setelah rombongan itu sampai ditempat, dimana Jhon menemukan udang yang banyak tersebut, mereka lalu berhenti disana.


Jhon menunjukkan pusaran air tersebut kepada para rekannya. semua terperangah melihat udang yang begitu banyak. jangankan Jhon, mereka saja sampai tergiur.


namun, siapa sangka, jika dibalik itu semua ada bahaya uang sedang mengancam.


"Sane.." ucap Hanif dengan lirih.


"haah..Sane..?" jawab mereka hampir bersamaan.


"Ya..ternyata 'Sane', atau sering disebut hantu air atau hantu gulung tikar. Ia sengaja memancing korbanya dengan membuat ikan ataubydang terlihat sangat banyak ditempat Ia berada. itu semua untuk menipu korbannya" Hanif berujar, sembari terus memandangi pusaran air yang banyak dipenuhi udang.


"silahkan pak ustadaz, dimulai saja ritualnya,bagar lebih cepat lebih baik." ucap Hanif dengan sopan.


lalu pak ustadz tersebut merafalkan doa dan melakukan tawar menawar kepada hantu 'Sane' tersebut. hantu yang terkenal dengan hantu gulung tikar itu awalnya menolak tawaran yang akan dilakukan. Ia membuat pusaran air dengan sangat kencang, sehingga membuat hampir seluruh Tim basah kuyup.



kira-kira seperti ini awal mulanya kemunculan hantu 'Sane'. membuat pusaran air, mengumpulkan ikan atau udang dalam jumlah yang banyak, untuk menarik perhatian korbannya.

__ADS_1


bersamaan dengan itu, muncul satu sosok makhluk berambut sangat panjang hingga membentang sampai sepanjang 2 meter. lalu tubuh makhluk itu penuh dengan lendir.



makhluk itu menatap marah, karena Hanif dan yang lainnya telah membuat kekacauan. Ia menginginkan Jhon, dan ingin membawa Jhon bersamanya. kaki Jhon kian membengkak dengan gelembung yang kian banyak tumbuh dikakinya.


semua yang ada disitu sangat ketakutan dan pucat pasi, kecuali Hanif yang mencoba untuk tenang. meskipun hatinya sedikit gentar, namun Ia tau, jika manusia derajatnya lebih mulia dari jin dan sejenisnya.


pak Ustadz tersebut memejamkan matanya, kembali melakukan tawaran agar hantu air tersebut melepaskan Jhon.


Jhon kembali meringis menahan sakit dikakinya yang kian semakin parah. Hantu itu tidak ingin melepaskan targetnya. gelembung-gelembung itu pecah dan mengeluarkan nanah dan darah.


"aaaaaakkkh.." teriak Jhon dengan kaki yang semakin membengkak. daging berwarnah merah lebam dan luka darah dan nanah yang terus mengalir dari kaki itu mengeluarkan aroma anyir yang sangat memualkan perut dan indra penciuaman.


pak Jaka bergidik merinding Ia memegang lengan Hanif dengan tubuh yang gemetaran. Ia seperti ingin berlindung dibalik tubuh hanif. karena ini adalah pengalaman yang sangat menakutkan baginya.


namun dengan sedikit keahlian pak Ustadz, Hantu 'Sane' yang awalnya menolak dengan tawaran tersebut, akhirnya menyetujuinya. lalu pak ustadz memerintahkan kepada pak Jaka agar mengambil kesayangan milik Jhon.


"bawakan baju itu kepada saya.." ucap Pak ustadz dengan nada perintah. pak Jaka mengulurkannya kepada pak ustadz. lalu pak ustadz membacakan doa dan meniupkannya pada baju tersebut.


"ini adalah pengganti tubuh Jhon, ambillah, dan jangan pernah mengganggunya lagi, karena Jhon juga tidak pernah berniat mengganggu hantu itu" ucap Pak ustadz kepada hantu 'Sane' itu.


pak ustadz memerintahkan kepada seluruh tim agar membaca suratul Fatiha secara bersamaan, agar hantu air itu masuk kembali kedalam air.


setelah mereka selesai membaca suratul fatiha, Pak ustadz bangkit dan melemparkan pakaian kesayangan milik Jhon kedalam pusaran air. lalu pakaian itu hilang terhisap bersama pusaran air.


Rasa perih dan nyeri tersebut berangsur menghilang, namun luka itu masih ada. dan perobatannya tinggal menggunakan obat medis.


lalu pak ustadz memercikkan air yang telah dibacakan doa, dan meminta Jhon juga meminumnya sembari membaca shalawat Nabi sebanyak 3 kali.


setelah selesai, Hanif menghubungi helikopter, agar menjemput mereka kembali.


~jika sedang bermain air disungai, lalu menemukan pusaran air, jangan mencoba mendekatinya, karena, bisa jadi itu 'Sane'.


~jika menemukan ikan atau sejenisnya bergerombol dalam satu tempat saja, maka jangan coba2 tergiur, karena bisa jadi itu jebakan dari hantu 'Sane'


terlepas percaya atau tidaknya, itu tergantung para pembaca.

__ADS_1


__ADS_2