
Wina dan Bernard berada dikantor polisi. Mereka berusaha untuk meyakinkan polisi jika mereka adalah sepasang suami istri.
Namun polisi tidak mempercayai mereka karena tidak ada bukti surat pernikahan mereka yang ditulis diatas kertas.
Sebagai jaminannya, mereka diminta untuk membawa keluarga.
Karena terdesak, akhirnya Wina menghubungi papanya Ferdy. Setelah sekian lama tidak memperhatikan kondisi Wina, Ferdy merasa kaget jika Wina telah berada di Kerinci.
ferdy akhirnya menemui Wina, dimana kini anak semata wayangnya itu mengalami permasalahan dikantor polisi.
Wina Bernard akhirnya menginap dikantir polisi, sampai keluarganya ada yang memberikan jaminan kepada mereka.
Bernard akan terancam dikeluarkan dari perusahaan, karena telah masuk daftar hitam di atas tindak kejahatan. Dan tentunya akan sulit untuk memperpanjang SKCK sebagai bukti bersih dari catatan kriminal.
Bernard merasa kesal dan menyalahkan kesialannya adalah karena Wina. pemecatan dirinya dari perusahaan sudah didepan mata.
"sial.. Ini semua karena aku menikahi Wina, hidupku jadi ikut sial." Bernard menggerutu. Ia tidak ingin kesialan menghampiri hidupnya lagi.
Bernard berniat menceraikan Wina, dimana umur pernikahan mereka hanya baru berjalan 2 bulan saja.
---------♡♡♡♡♡-------
Siang ini Ferdy sudah sampai di kantor polisi. Ia sangat kaget dengan apa yang menimpa Wina. Saat Ia bertemu dengan Wina, Ia mentap tajam.
"apa yang membuatmu sampai bisa terjebak dikantor polisi.?" Ferdy mencecar Wina.
Bernard berjalan di duduk didekat Wina yang didampingi seorang penyidik.
"apakah bapak orang tua saudari Wina?" tanya penyidik kepada Ferdy.
"ya saya papanya. Memangnya puteri saya melakukan kesalahan apa pak? Sampai ditahan segala?" ucap Ferdy penasaran.
"maaf pak, apa benar pria ini menantu bapak..?" tanya penyidik, sembari memandang Bernard.
Tentu saja ketiganya saling pandang dan tak menyangka jika penyidik harus melontarkan pertanyaan itu.
Ferdy terperangah mendengar pertanyaan yang dilontarkan penyidik. "tidak pak, saya tidak mengenalnya." jawab Ferdy dengan tegas.
Wina menjadi panik dengan pernyataan Ferdy, bukannya menyelesaikan masalah, tetapi membuat semakin rumit.
"benar dugaan saya, ternyata kalian bukan suami istri. Dan bagi yang tidak memiliki keluarga sebagi jaminan tidak akan dikeluarkan sampai keluarganya datang." ucap Penyidik dengan tegas.
namun karena Ferdy memberikan jaminan dan sejumlah uang, maka Wina dibebaskan hari ini juga.
Namun sialnya, Bernard tidak dapat keluar hari ini karena orangtuanya masih dalam perjalanan.
saat Ferdy akan membawa Wina keluar dari kantor polisi, Ia masih ogah-ogahan.
Ia merasakan hatinya bimbang. Pengaruh pelet pemikat sukma dari Bernard masih melekat ditubuhnya.
Wina yang merasakan sakit hati karena perlakuan Bernard, namun tetap juga merasakan cinta yang tak terkikis.
Ketika mengetahui Bernard ternyata suka berselingkuh, namun tak juga membuatnya membenci Bernard. Pelet yang kini merasuki seluruh hati Wina, bagaikan magnet yang menarik jiwanya kedalam jurang budak cinta.
__ADS_1
Ferdy menarik dengan kasar tangan Wina agar keluar dengan segera dari kantor polisi. Namun matanya terus saja menatap Bernard.
Diluar dugaan Wina, Bernard mengucapkan kata yang sangat ditakutinya.
"Wina, aku ceraikan engkau dengan habis semua talakku..!!" ucap Bernard dengan lantang. Membuat para polisi dan juga Ferdy tercengang.
Wina yang mendengarnya berteriak menangis. Ia tidak rela jika harus diceraikan oleh Bernard.
Ferdy terperanjat, Ia tidak menyangka jika Wina menikah dengan pria itu. "apa yang ada di fikiran Wina? Mengapa diam-diam Ia menikah dengan pria itu..?" ferdy menggerutu dalam hatinya.
Dengan kesal, Ferdy menghardik Bernard dengan penuh amara dan ankara murka "heeeei..kau.!! Pakai pelet apa kau sehingga anakku mau menikah denganmu?!"
Bernarda tersenyum mengejek dan membuat Ferdy merasa geram. "anakmu yang tergila-gila padaku. Sedangkan aku tidak mencintainya. Aku hanya terobsesi pada kecantikannya..!!" ucap Bernard seenaknya.
Seketika hati Ferdy menjadi panas. Bagaimana mungkin pria seperti Bernard dapat seenaknya mempermainkan puterinya.
Ferdy mengepalkan tinjunya dan berniat akan memberikan pukulah mentah kepada Bernard. Namun Ia masih berfikir jika imi masih didalam kantor polisi.
Feedy menatap Bwenard dengan penuh amarah, sembari menarik tangan Wina keluar dari ruangan polisi.
Wina mencoba memberontak. Ia masih ingin bersama Bernard. "tidak papa.. Aku tidak ingin berpisah darinya. Aku mencintainya.." ucap Wina dengan memelas.
Ferdy memandang puterynya dengan penuh kebingungan.
"wina..!! Apa kamu sudah tidak waras..? Apa yang membuatmu tiba-tiba menikah dengannya?! Dia itu hanya memanfaatkan kamu, dia tidak mencintaimu. Sadarlah Wina..!!" hardik Ferdy dengan kasar.
Ferdybterus menarik pergelangan tangan Wina, dan memaksanya masuk kedalam mobil.
Ferdy meyakini jika Wina sepertinya sedang dalam pengaruh ilmu pelet, sehingga menjerat Wina dalam ketidakberdayaan dan hamba Cinta semu.
"sepertinya aku harus mengobati Wina. Aku akan membawanya ke psikater atau paranormal." Ferdy mencoba berfikir.
Ia melajukan mobilnya dengan perasaan tak menentu.
Didalam mobil Wina terus menangis. Ia masih belum siap jika harus berpisah dengan Bernard. Ia rela jika harus melayani pria hidung belang demi mendapatkan uang. Bahkan Ia juga rela jika harus diporoti oleh Bernard. Baginya Bernard adalah pria yang sangat sempurnah.
Ferdy semakin geram dengan Bernard. Setahunya, Bernard bukanlah type pria yang menjadi incaran Wina. Wina memiliki type pria yang tampan, berbadan kekar dan juga tajir. Jika Bernard, bukan pria idamananya.maka Wina sedang tidak baik-baik saja.
Ia teringat dengan seorang dukun yang sangat terkenal dan mampu menyembuhkan Wina.
"papa..please. Aku mencintai Bernard, aku tak sanggup hidup tanpanya. Aku bisa mati jika harus bercerai dengannya papa." rengek Wina, berharap agar Ferdy membawanya kembali pada Bernard.
Hatinya kini seperti merasakan ada gumpalan yang mendekam dihatinya. Gumpalan itu terasa sesak dan hanya Bernard yang mampu melepaskannya.
------******-----
Bernard merasa puas telah membuat Wina seperti menderita dan menghamba. Namun Ia merasa jika pernikahannya tidak dapat dilanjutkan. Ia merasakan kesialan demi kesialan.
Ia berniat mengejar cinta Rena kembali. Ia merasa jika Rena sang pembawa keberuntungan.
Polisi yang mengetahui jika Bernard dan Wina ternyata menikah sirri, maka Ia dilepaskan hari itu juga.
Bernard merasa lega. Ia menuju pulang kerumahnya. Namun sial, Ia kini telah mendapatkan surat layangan pemutusan hubungan kerja terhadap perusahaan tersebut.
__ADS_1
Bernard merasa geram. Lalu Ia memutuskan untuk menjual rumahnya. Ia akan membuka usaha dikampung halamannya.
Namun Ia juga masih memiliki misi untuk mendapatkan Rena kembali.
------*****------
sepanjang perjalanan, Wina terus merengek untuk diantarkan kembali kepada Bernard.
Rasa cinta yang tak biasa membuatnya semakin menggila. Tatapannya nanar dan menerawang jauh. Bayangan wajah Bernard membuatnya tak mampu berpaling sedtikpun.
Perjalanan yang melelahkan membuat Ferdy semakin kesal. Dimana Ia juga harus dibuat pusing oleh ulah Wina yangbtak henti-hentinya merengek meminta kembali pada Bernard.
Ditengah perjalanan, Ferdy memutar arah mobilnya kesebuah persimpangan. Ia yeringat akan dukun sakti yang pernah menjadi langganannya untuk menaikkan popularitas bisnisnya.
Wina merasa bingung, ini bukan arah pulang kerumah, namun berbeda arah. "kita mau kemana Pa..?" ucap Wina parau, sembari menyeka air matanya.
Ferdy diam tak bergeming, Ia tidak ingin berdebat dengan Wina. Sesampainya disebuah rumah mewah. Tampak banyak sekali antrian mobil terparkir disana. Ternyata dukun itu memiliki banyak pasien.
Ferdy turun dari mobilnya, lalu mencengkram pergelangan tangan Wina, dan memaksanya ikut masuk kerumah dukun tersebut.
Sesampainya didalam rumah, tampak banyak orang yang duduk dilantai beralaskan karpet mewah, mereka terlihat sedang mengantri.
Pandangan mata mereka tertuju pada Wina dan Ferdy, mereka mengira mereka adalah om-om dan simpanan yang sedang berkelahi. Karena penampilan Wina yang terlihat aduhai.
Setelah menunghu giliran yang cukup lama. Akhirnya kini mendapatkan gilirannya juga.
Wina yang sedari tadi terus menangis masyk falam penerawangan dukun wanita, yang diperkirakan masih berusia 40 tahunan.
Ia menggelengkan kepalanya, melihat pengaruh pelet yang bersarang ditubuh Wina.
Dengan memejamkan mata, Dukun itu mencapai jiwa Bernard. Saat itu ternyata Bernarf sedang melakukan ngrogo sukmo untuk mengintai Rena. Namun naas , perjalanan Sukmanya dihadang dukun wanita itu ditengah perjalanan.
Terjadi sebuah pertikaian. Dukun itu memaksa sukma Bernard untuk berhenti berbuat kejahatan dengan mempermainkan hati wanita.
Namun Sukma itu merasa kesal, karena ada orang yang terlalu mencampuri urusannya.
Jiwa Sang Dukun merasa tertantang. Ia membuat perhitungan kepada Bernard, dengan mencekal dan melemparkan Sukma itu kembali ke raganya.
Setelah melakukan perhitungan kepada sukma Bernard, maka sang dukun memberikan sebuah ramuan untuk menghilangkan pengaruh pelet terhadap Wina.
Wina meminum aumir pemberian sang dukun, Ia meneguknya hingga habis, karena merasa haus.
Setelah meminum ramuan tersebut. Tiba-tiba Wina tersadar.
Ia bingung mengapa berada ditempat yang asing. Ia juga menatap Ferdy sang papa yang juga berada disisinya.
"kita dimana pa..? Tanya Wina bingung." tanyanya dengan bingung.
Ferdy mengelus dadanya, Ia bersyukur jika Wina telah sembuh.
"mengapa kita berada disini pa..?" tanya Wina lagi.
"kita sedang berkunjung kerumah teman papa.." jawab Ferdy singkat. Lalu memberikan sejumlah mahar kepada dukun tersebut.
__ADS_1