
Wina gelisah tak menentu. Wajah Bernard selalu terbayang dimatanya. namun pria mungil itu belum juga menghubunginya.
Wina mencoba untuk keluar berjalan-jalan sebentar menikmati suasana kota, menghilangkan bayangan Bernard
Wina berhenti disebuah taman. Ia mengamati setiap orang yang berlalu lalang dengan tatapan nanar.
Sesaat Ia merasakan tangannya dicekal oleh seseorang. Ia mencoba menoleh melihat siapa yang sedang mencekalnya.
Tampak sesosok tangan kekar demagn wajah sangar menatapnya.
"Roy..?!" Wina mengernyitkan keningnya.
Wajah pria itu tampak kesal. "dimana anakku..?!" tanya Roy dengan tatapan marah.
"lepasin..!" pintah Wina, sembari berusaha melepaskan cengkraman tangan Roy terhadapnya.
"katakan dimana..?!!" Roy mulai menekan Wina dengan tatapan penuh ancaman.
"sudah kukatakan.. Aku membuanganya 6 tahun yang lalu..!! Apakah kau tuli.?!!" balas Wina dengan sengit.
Roy menguatkan cengkramannya dilengan Wina. "dasar, wanita brengsek..!!" maki Roy dengan sangat geram.
Wina membulatkan matanya, Ia tidak terima jika dimaki oleh Roy.
"ayo ikut..!!" ucap Roy, sembari menarik lengan Wina masuk kedalam mobilnya.
Roy mendorong Wina dengan kasar masuk kedalam mobil. Lalu Ia duduk disisi kiri Wina.
"jalan..!!" perintah Roy kepada sopirnya. Mobil melaju membelah kota.
"dimana kamu membuangnya?!" Roy mulai mengancam Wina dengan sebuah senjata api.
Wina merasa ketakutan. Ia tak berkutik. Bagaimanapun Ia masih ingin tetap Hidup.
"katakan, atau ku ledakkan kepalamu..?" ucap Roy sembari menarik pelatuknya.
Wina yang ketakutan akhirnya buka suara."iya..iya..aku akan mengatakannya..!" jawab Wina dengan raut wajah memucat.
Wina akhirnya membuka mulut dimana Ia pernah membuang Sofia.
Sesampainya dilokasi tersebut. Roy mengamati suasana tersebut. Ia melihat sebuah tiang listrik dan penerangan jalan tak jauh dari tempat ada sebuah persimpangan. Dipersimpanga yang berjarak 100 meter terdapat lampu merah.
__ADS_1
Roy meminta sopirnya untuk turun, mengecek apakah ada CCTV jalan tersebut.
Setelah memeriksanya, sopir itu mengaku jika ada CCTV yang masih aktif. Tetapi tidak tahubsejak kapan. Lalu Roy mengamati lagi. Ia menemukan sebuah ruko tusuk sate yang berjarak 150 meter dari lokasi tempat Wina membuang Sofia, yang berdiri sudah sejak lama.
Roy meminta Sopir menghampiri ruko itu. Ia memasukinya dengan tanpa permisi. Meminta pemilik toko untuk membuka rekaman CCTV 6 tahun silam. Setelah memakan waktu cukup lama, akhirnya Ia menemukan nomor plat mobil yang memungut Sofia.
Roy merahasiakan penemuannya dari Wina. Ia memiliki sebuah rencana. Ia akan menyelidiki siapa pemilik mobil tersebut.
Roy memasuki mobil. Lalu membawa Wina ke basecampnya.
Di basecamp itu, Roy memaksa Wina melayani hasratnya. Meski menolak, Wina melakaukannya dengan terpaksa dibawa ancaman Roy.
Setelah mendapatkan yang diinginkannya. Roy meminta sopir untuk memgantarkan Wina sampai ditengah jalan, dan menurunkannya dengan paksa.
Roy memiliki rencana besar tentang Sofia.
Bernard mencoba menghubungi Wina. Hati Wina yang sedang kalut karena perlakuan Roy terhadapnya, mencoba menjerat Bernard agar masuk dalam lingkaran perangkapnya. Ia tidak ingin hamil lagi tanpa seseorang yang bertanggung jawab.
Panggilan masuk daru Bernard, dimanfaatkan oleh Wina untuk menjebak Pria mungil itu.
Bernard yang selama ini sudah lihai didunia wanita malam, seolah mendapatkan mangsa baru. Apalagi seorang wanita cantik dan sexy seperti Win, tentu dianggap sebagai rezeki nomplok yang tidak bisa ditolak.
Karena pekerjaannya, Bernard tidak bisa menemui Wina, maka Bernard mengirimkan alamat rumah bersubsidi yang telah Ia beli secara cash. Meskipun kecil setidaknya Ia sudah lebih baik dari sebelumnya.
Wina menyetujui pertemuan itu. Ia harus segera menemukan orang yang dapat menjadi calon ayah dari benih yang telah ditanam oleh Roy.
------
Wina menempuh perjalanan ke Kerinci. Ia mencari alamat perumahan yang Disebutkan oleh Bernard. Ia memasuki lokasi perumahan saat malam hari.
Setelah semua tetangga hampir menutup pintu rumahnya, Wina memasuki lokasi perumahan. Ia menghubungi Bernard agar menemuinya.
Bernard yang merasa tersanjung ditemui oleh Wina merasa sangat bahagia. Baginya, setelah lama tidak mengenal wanita, kini Ia kembali mendapatkan semangat dalam hidupnya.
Bernard bergegas menghampiri Wina. Mendapat tamu cantik dimalam hari, tentulah membuatnya bersemangat. Wina yang sudah kesemsem dengan Bernard, tidak lagi perduli seperti apa Bernard. Bahkan kecilnya perumahan subsidi tidak menghalangi rasa cintanya yang datang dengan tiba-tiba saja.
Bernard mempersilahkan Wina masuk kedalam rumahnya. Bahkan ruangan kamar Wina lebih besar dari rumah milik Bernard. Namun Ia sudah kepalang tanggung.
""ini rumah milik kamu.?" ucap Wina sembari memperhatikan seisi ruangan itu. "ya.. Hanya ini yang mampu aku beli." jawab Bernard.
__ADS_1
"oo.. " hanya itu yang keluar dari mulut Wina. saat ini, dimatanya Bernard adalah pria yang sangat menarik hatinya. Baginya kekayaan yang sangat minim dari Bernard, tidak mengurangi rasa cintanya pada pria mungil ini.
"kamu mau minum apa..? Beenard menawarkan.
"apa saja.." jawab Wina dengan sedikit genit.
Mungkin Wina salah mengira. Ia mengira Bernard adalah pria lugu, namun Ia tidak mengetahui siapa Bernard sebenarnya.
Pria mungil ini sudah terbiasa saat berurusan dengan wanita. Maka kali ini Wina salah memilih target. Ia telah masuk kedalam sarang buaya.
Wina mulai menggoda Bernrad yang sedang duduk dihadapannya.
Mendapati wanita didepannya dengan sengaja menggodanya. Maka Bernard tidak lagi pusing-pusing untuk memberikan rayuan.
Tanpa ada penolakan sedikitpun, Bernard berhasil bercinta dengan Wina.
Setelah puas melampiaskan hasratnya, Bernard segera memberithukan kepada Wina, jika sebelum subuh harus sudah meninggalĺkan lokasi perumahan. Karena Ia takut ada tetangga yang meliahatnya.
Meski merasa sangat kesal, akhirnya Wina mengikuti juga apa yang dikatakan oleh Bernard.
Baginya, Bernard tak bisa dibantah. Ia mencoba menuruti segala apapun itu.
Bernard yang merasakan jika Wina telah meresapi ilmu peletnya. Ia tampak sangat senang. Namun mantra yang ia rafalkan harus benar-benar ampuh.
Bernard memberikan permen kepada Wina. "untuk apa ini..? Tanya Wina dengan penasaran.
Makan sajalah, dan jangan lupa, aroma harum ditissu itu kamu hirup.
Lagi-lagi Wina tak dapat menolaknya. Ia harus patuh dan menuruti setiap ucapan Bernard.
Setelah memakan permen pemberian Bernard, Wina merasakan dirinya sangat menginginkan diri Bernard. Rasa cintanya kian meningkat untuk terus mencintai Bernard,
"apa yang kamu rasakan..?" ucap Bernard kepada Wina.
"aku tidak tau, namun saat ini aku begitu sangat mencintaimu." ucap Wina dengan polosnya.
seorang wanita yang tinggal dikota dan hidupndalam kemewahan, tidak akan mengenal apa itu hal mistis.
Namun keduanya adalah orang-orang yang memiliki sifat saling memnafaatkan. Sehingga mereka dipertemukan dalam sebuah ikatan yang saling melengkapi.
Bernard berencana akan menikahi Wina, agar Ia bangga didepan teman-teman dan keluarganya jika Ia mampu membawa wanita cantik untuk menjadi pendamping hidupnya.
__ADS_1