
"sayang..besok kita akan pergi untuk Honey moon, kamu bersiap-siap ya..?"
"kan sudah honey moon dirumah" ucap Rena dengan polosnya.
Hanif tersenyum sangat manis mendengar ucapan Rena. Ia baru ingat, sejak sebulan menikah, Rena tak pernah memintanya untuk honey moon ketempat yang indah. Ia sepertinya begitu polos dengan semuanya.
Hanif memeluknya. " kita harus honey moon ketempat yang indah dan romantis.." ucap Hanif sembari memeluk sang belahan jiwanya dari belakang.
Rena selalu membuat hari-harinya merasa nyaman. bahkan Ia selalu merasa kangen saat bekerja, tak sabar untuk segera pulang kerumah.
"emang mau kemana honey moonnya..?" ucap Rena penasaran.
"kamu maunya didalam negeri atau yang diluar negeri..?" ucap Hanif dengan lembut, sembari membenamkan wajahnya dileher Rena.
Rena terdiam sejenak. "emmm..sebenarnya pengen sih ke luar negeri, tapi yang dekat-dekat saja, dan gak ngabisin duit" ucap Rena lirih.
Hanif terkekeh. "katakan saja, Hubby akan turuti semua keinganan permaisuriku.." Ucap Hanif, yang mulai nakal, menjelajahi leher jenjang milik Rena.
Rena merasa tersanjung. bahkan seakan terbang ke awan. "kalau ke Singapore..? gimana..?" ucap Rena lirih.
"emmm..sepertinya ide bagus, selain dekat dari sini, disana jug ada tempat romantis.." ucap Hanif, yang sepertinya mulai terbakar gairahnya.
Rena merasa sepertinya suaminya sedang sangat berhasrat. "dimana tempatnya by..? ucap Rena, yang suaranya juga mulai bergetar karena, serangan dari Hanif.
"ada..Island Sentosa.." kalau gitu berangkat sekarang." ucap Hanif yang menyudahi aksinya.
"haaaah..? sekarang..?" emang bisa..?"
"apa yang tidak bisa untuk permaisuriku.." ucap Hanif sembari menyambar pipi Rena dengan ciumannya.
"yuuuuk..kemasi barang-barang yang diperkukan saja, jangan terlalu bawa banyak pakaian, nanti kita beli disana saja". ucap Hanif, sembari beranjak dari tempatnya.
Ia menelefon seseorang, sepertinya ada yang sangat penting untuk dibicarakannya.
****
Dua hari menempuh perjalanan darat-air.Hanif dan Rena telah sampai di Island Sentosa singapore.
mereka menggunakan penyeberangan kapal fery dari Batam-singapore.
Rena yang merasa lelah, seketika menjadi bersemangat. Rena begitu terpana dengan keindahan panoramanya. air sebening kristal yang menghampar luas, membuat mata tak jemu memandang.
namun semua tak kalah indah dengan Lake Toba, Samosir Sumut.
karena Rena berasal dari kampung, ya pasti juga memiliki keinginan untuk traveling ke luar negeri. bener gak pemirsa..?
ini visual Island Sentosa Singapore. Author mencoba berkhayal dulu, mana tau kesampaian..ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
mereka memasuki sebuah hotel yang telah dipesan secara online. mereka mendapat kamar yang terletak di lantai lima. mereka menuju kamar dengan menaiki lift.
Hotel yang memiliki fasilitas mewah. dengan mengambil pemandangan laut yang mengagumkan.
Tak henti-hentinya Rena tersenyum memandang keindahan alam ciptaan sang Khalik.
Rena memandang panorama itu melalui kaca jendela. Hanif datang memeluknya dari arah belakang. sepertinya, Ia sudah tak sabar untuk melakukan bulan madunya.
Rena yang mendapatkan serangan dari Hanif mulai terpancing hasratnya. aroma maskulin dari tubuh Hanif membuat gairahnya terbakar.
Visual Hanif, kira-kira cocok gak ya? dengan karakter tampan, kalem dan juga tenang, tatapan teduh dan menyenangkan. kalau ada saran juga boleh😴😴.
Hanif mulai menjelajahi tiap lekuk tubuh Istrinya. Ia seolah tak ingin jauh sedikitpun dari sang belahan jiwanya.
"kamu suka dengan pemandangannya sayang.." ucap Hanif dengan suara parau bercampur hasrat yang menggebu.
Rena hanya menjawab dengan anggukan, karena Ia juga mulai terbakar gairah.
"berikan hubby anak yang cantik dan tampan, untuk mengisi hari-hari indah kita." ucap Hanif dengan penuh gairah cinta. didalam hatinya sembari membaca doa untuk bersenggama. agar kelak anak cucu keturunannya, menjadi anak sholeh dan memiliki aura yang sangat positif.
Ia mebawa tubuh Rena dalam pelukannya, dan membaringkan tubuh itu diranjang hotel yang mewah. mereka memadu kasih dengan gairah yang membara.
siapa sangka, dibalik wajah dan sikap kalemnya, ternyata Hanif seorang yang memiliki gairah menggebu.
****
sepanjang berjalan menyusuri pantai, semua mata memandang mereka dimana Hanif selalu menggenggam jemari Rena, seolah tak ingin jauh dari Istrinya.
setelah menemukan tempat yang cocok untuk bersantai, mereka duduk dipasir putih beralaskan sebuah tikar yang disediakan oleg pihak pengelola pantai, dibawah pohon kelapa.
"kamu mau air kelapa muda sayang..?" ucap Hanif lembut, berbisik ditelinga Rena.
Rena mengangguk. karena Ia sedang merasa haus.
"kamu tunggu disini, jangan kemana-mana. Hubby pergi sebentar memesan air kelapanya." ucap Hanif sembari beranjak dari tempat duduknya.
Hanif melangkah meninggalkan Rena seorang diri. Ia menuju outlet-outlet penyedia makanan dan minuman untuk pengunjung pantai.
setelah kepergian Hanif. sekelompok para gadis cantik yang menggunakan pakain pantai nan sexy, menampilkan setiap lekuk tubuh mereka, mengambil tempat duduk disebelah sisi Rena.
mereka bercanda dan saling tertawa satu sama lain. Rena melirik kearah mereka. diam-diam Ia mengagumi kecantikan para gadis yang berjumlah lima orang.
body aduhai dengan buah melon yang berukuran sangat besar terlihat menonjol dan menyembul keluar dari tempat penampungnya. Rena membandingkan miliknya yang hanya terlihat biasa saja.
"Sendiri saja mbak..?" sapa seorang dari mereka yang terlihat ramah. sepertinya Ia turis dari Indonesia karena bahasa yang digunakannya sama sepertinya.
Rena tersenyum menanggapi jawaban gadis cantik itu.
__ADS_1
"dari Indonesai juga ya..?" sapa Rena ramah.
"Iya mbak.. mbak nya dari mana..?" ucap Gadis cantik itu.
"Asli dari Sumut..kamu..?" Rena balik bertanya.
"Waah..sama donk mbak.." jawab gadis sumringah.. lalu mereka terlibat obrolan yang saling bertukar cerita.
Vina, salah satu dari mereka berhenti tertawa, matanya tertuju pada seseorang yang sedang berjalan kearah mereka. Ia begitu terpana dengan apa yang dipandangnya.
"weeeei..liat tu...ada cowok ganteng. sepertinya tajir tu.." ucap Vina dengan senyum mengembang.
keempat temannya, termasuk yang sedang mengobrol dengan Rena juga mengikuti arah pandangan yang disebutkan oleh Vina.
"Wiiiih..gila, ganteng banget.. mau dong. bungkus cepat" ucap Desy dengan nada manja.
"Iya..ganteng banget..gak kebayang kalau bisa bobok manis sama si Doi.." ucap Nila menimpali.
Rena melihat siapa yang sedang dibicarakan oleh para gadis itu. Ia melihat Hanif yang berjalan kearah mereka dengan membawa satu buah kelapa muda didalam sebuah nampan kecil.
"siapa yang dimaksud oleh para gadis ini..? atau jangan-jangan..?" ucap Rena menggantung gumanan dalam hatinya.
"Wiiiih..dia kearah kita weii.." ucap Nila dengan mengubah posisi duduknya menjadi menggoda, Ia membusungkan dadanya, sehingga membuat dua buah melonnya semakin menonjol.
[deeeeegh ] "Astaghfirullah halladzhim.." Rena berguman dalam hatinya. jantungnya memburu dengan cepat. siapa sangka jika ketampanan suaminya membuat para gadis berimajinasi yang kotor.
Rena mencoba menahan dirinya. Ia berpura-pura tidak tahu siapa yang mereka bicarakan.
setelah Hanif semakin mendekat, Vina menyapa Hanif dengan genit. "hai..abang ganteng..bolehlah gabung dengan kita." ucapnya dengan mengedipkan matanya dengan lidah yang dijulurkan seperti seekor biawak.
Hati Rena seketika panas terbakar api cemburu, namun, namun Ia berpura-pura diam.
Namun para gadis itu harus menelan kekecewaan, karena Hanif menghampiri Rena yang berada tepat disebelah mereka tanpa menjawab atau melirik sedikitpun.
"lama nunggunya ya sayang, maaf ya, tadi sedikit ramai." ucap Hanif dengan lembut, lalu mendekatkan pipa sedotan kebibir Rena. dan Rena menerimanya dengan senang.
Ia sengaja memanasi para gadis cantik disebelahnya yang kini terdiam dan terperangah memandangi pria tampan itu, yang ternyata suami dari wanita yang terlihat sangat biasa-biasa saja.
Hanif menyadari, jika Rena mulai tak nyaman. "Kita balik kehotel yuuk.." ucapnya sembari beranjak dari duduknya, meraih jemari Rena agar bangkit dari duduknya. mereka berjalan meninggalkan para gadis, dan Hanif memberikan rasa nyaman pada Rena, dengan berjalan sembari memeluk pinggang sang belahan jiwanya.
"Gila...cowoknya sekeren dan seganteng itu.. eh...istrinya? malah cantikan gue dimana-mana..buah melon gua juga besar dan menonjol, nah, milik istrinya cuma sebesar bola kasti doank" ucap Vina sembari menunjuk dirinya sendiri.
"Istrinya kalah dirupa, tapi menang di nasib.." ucap Tari yang tadi sempat menjadi teman mengobrol Rena.
"dia wanita yang beruntung.. mendapatkan semuanya dari pria itu. tampan, baik, tajir, dan setia, semua harapan bagi wanita yang telah menikah." Nila ikut menimpali.
"carikan satuk untukku Tuhan..yang seperti itu..: ucap Tari tulus.
"Weeei..kalau berdoa yang begitu jangan minta satu, mintain juga buat kita berlima" sergah Desy.
__ADS_1
"iya..gak setia kawan banget.." ucap Vina..
lalu mereka tertawa bersamaan.