Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
pertemuan Khanza dan Duma


__ADS_3

Kini Khanza dan Adillah telah hampir 3 bulan berada dikota Medan. Keduanya ditugaskan untuk membantu Hanif, papanya, untuk mengurus kantor cabang pemasaran produk mereka disana.


Khanza saat ini sedang melakukan bazar minyak goreng murah untuk menarik para konsumen, agar mengenal produk mereka.


Produk yang dikemas higeinis, murah dan terjamin.


saat ini Khanza berniat turun kelapangan, untuk mengawasi apakah acaranya berjalan dengan lancar.


terlihat banyak sekali antrian, dimanan emak-emak terlihat sangat mendominasi. Diantara ratusan orang yang mengantri, Khanza teralihkan oleh seorang gadis cantik yang ikut juga didalam antrian.


Gadis itu menyeka keringatnya yang bercucuran didahinya. Sungguh pesona yang tak dapat Ia sembunyikan.


setelah lama menunggu antrian, akhirnya Kini Ia mendapatkan gilirannya. akan kembali, tanpa sengaja mata mereka beradu pandang. Khanza melemparkan senyum termanisnya kepada gadis itu.


Dan siapa sangka, gadis itu membalas dengan sebuah kedipan mata nakal, yang membuat jantung Khanza hampir lepas dari sarangnya.


--------♡♡♡♡-----


Khanza telah selesai melakukan pekerjaannya. Kini Ia kembali kerumah tempat Ia dan Adillah tinggal.


Khanza pergi membersihkan dirinya. Lalu Ia berniat pergi membeli sesuatu untuk dimakan.


Khanza pergi ke mini market, dengan menggunakan gaya causual. Sesampainya disana, Ia memilih makanan dan minuman ringan yang akan dijadikannya untuk mengemil malam ini saat akan melanjutkan pekerjaannya. Karena bukan type perokok, maka Khanza lebih suka mengemil.


Khanza sudah selesai dengan berbelanjanya. Ia ingin kekasir. Tanpa sengaja Ia menabrak seorang gadis yang berada dibelakangnya. Gadis itu kehilangan keseimbangannya, lalu limbumg dan terjatuh.


Khanza dengan segera menangkap tubuh sang gadis. mata mereka beradu, ada debaran-debaran indah bersarang didadanya.


"emm.. Maaf.. Aku tidak sengaja.?" ucap Khanza gugup, sembari membantu si gadis berdiri tegak.


Tatapan si gadis penuh dengan sihir. Mampu menggoyahkan bagi siapapun. Si gadis hanya tersenyum dengan tatapan yang membiusnya.

__ADS_1


Khanza berdiri, lalu ingin beranjak pergi. "maaf, siapa nama kamu Kak..?" tanya si gadis dengan renyah.


Khanza menghentikan langkahnya, lalu menoleh kearah si gadis. " Khanza.." jawabnya. Lalu beranjak pergi ke kasir.


Si gadis tersenyum memyeringai, Ia seperti mendapatkan sebuah umpan yang lezat. "tunggu saja, aku akan membuatmu bertekuk lutut." guman sang gadis didalam hatinya.


Khanza pergi memasuki mobilnya. Sepasang mata terus memperhatikannya dari kejauhan. Mulutnya komat kamit membacakan sesuatu. Sesaat sampai mobil Khanza menghilang, Ia terus membacakan sesuatu.


Sebuah deairan aneh menjalar didalam darah Khanza. Pemuda tampan yang tak pernah mengenal cinta, bahkan selama ini hidupnya hanya dihabiskannya untuk belajar dan belajar. Lalu kali ini Ia dibebaskan keluar dari rumahnya, untuk menjemput masa depan yang lebih cerah dan mandiri.


Jika selama ini seluruh kebutuhannya dipenuhi oleh Mama dan Papanya, maka di kota ini, Ia harus melakukannya sendiri.


Baju laundry, memasak chatering, namun Ia juga merindukan masakan Rena Mamanya.


Khanza memasuki rumahnya, tampak Adillah sang kakak sedang bersiap didepan laptopnya. Ia menghmpirinya. "mau mie cup kak..? Kalau mau biar Khanza sekalian buatkan." ucapnya tulus.


Adillah mengangguk sembaribtersenyum, menunjukkan jika Ia juga sedang ingin makan mie cup tersebut.


Khanza bangkit, lalu menyeduh 2 cup mie tersebut dan membawanya ke meja. Menunggu mie siap disantap, Khanza menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa. Ia memejamkan matanya, lalu mendengus kasar.


Ia membuka matanya, lalu menyesap kuah mie cupnya, lalu mengunyah mienya.


Seketika perasaannya berdebar, tangannya bergetar seperti orang yang terkena tremor. Ia segera meletakkan mie cupnya diatas meja dengan cepat.


"kak.. Aku kekamar duluan.." ucapnya dengan gugup.


"heem.." jawab Adillah yang tidak begitu memperhatikan, karena Ia sibuk dengan laptopnya.


--------♡♡♡♡------


Khanza membanting tubuhnya diranjang. Tubuhnya terasa panas dengan tiba-tiba. Ia merasakan hasratnya datang tanpa diundang. Bayangan wajah gadis itu muncul begitu saja.

__ADS_1


"Mengapa aku mengingatnya..? Mengapa ia muncul dengan tiba- tiba..?" siapa dia..?" Khanza merasakan hal yang aneh dalam dirinya.


Paksaan hasrat ingin bercumbu rayu dengan bayangan gadis itu begitu kuat.


Hingga akhirnya Khanza beranjak dari ranjangnya, menuju kamar mandi. Ia bersuci dan mengambil wudhu. Lalu melaksanakan shalat taubah 2 rakaat. Ia meminta perlindungan kepada Rabb-Nya dari segala tipu daya syetan.


Setelah melakukan shalat itu, Ia merasakan hasratnya memudar secara perlahan. Lalu Ia pergi keranjangnya, membacakan doa yang diajarkan oleh Rasulullah ketika sebelum tidur, seperti al-fatiha, ayat qursi, al-ikhlas, al-falaq, dan an nas. setelah membacanya, meniupkannya pada kedua telapak tangang, lalu menyapukannya dari ujung rambut kepala, hingga ujung kaki, untuk menghindarkan dari segala ilmu santet dan sebagainya.


--------♡♡♡♡-------


Seorang gadis terlempar dari duduknya. Ia merasakan sesak yang luar biasa. Ia tidak menyangka, jika targetnya kali orang yang sangat sulit ditaklukkannya.


Selama ini Ia dengan mudah mendapatkan korban pria hanya dengan mantra nya. Bahkan Ia telah menggunakan 'Ngrogo Sukmo' untuk mengintai keseharian Khanza yang kini menjadi targetnya.


"sepertinya korbanku kali ini sungguh sulit ditaklukkan. Aku semakin tertantang untuk mendapatkannya." gadis itu menggeram kesal.


"dari penampilannya Ia sepertinya sangat tajir, aku harus dapat memikatnya, untuk dapat memenuhi kebutuhanku. opung boru sekarang sudah tidak mau lagi memberiku uang lebih. Aku harus memutar otak untuk mencarinya dari luar." gadis itu semakin berambisi.


seketika Ia teringat akan seseorang. "hallo pak Joe, bisa kita ketemu malam ini?". Ucapnya dari dalam telefon.


"Ok.. Saya kesana segera." lalu menutup telefonnya.


Duma, sang gadis misterius yang mampu menggoda dan menundukkan setiap pria dengan sihir peletnya, kini harus melampiaskan hasratnya yang menggebu kepada gurunya sendiri.


Pria yang Ia tuju kini sudah siap menyambutnya dengan semua inginnya.


Duma berjalan menjinjit, Ia tidak ingin sang opung tau jika Ia keluar malam ini. Setelah memastikan opungnya telah tidur, Ia kemudian mengeluarkan motor maticnya dengan sangat hati-hati. Setelah berhasil keluar, Ia mengunci pintu dari luar. Lalu mendorongnya dengan perlahan. Setelah menjauh dari rumah, ia menghidupkan mesin motornya, melaju membelah kesunyian malam. Tepat pada pukul 2 malam, Ia, sang gadis binal, mengetuk pintu rumah seorang duda.


-------♡♡♡----


Tok..tok..tok..

__ADS_1


Seseorang mengetuk pintu rumah Joe dipertiga malam. Ia bergegas membukanya. Tampak berdiri seorang gadis yang bersiap akan menyerahkan dirinya pada seorang duda. dengan sigap Joe menarik gadis itu kedalam rumahnya.


Ketika kucing merasa lapar, maka Ia akan dengan cepat melahab tanpa ampun. Pria yang sedang kelaparan itu, tidak memberikan jedah pada Duma, gadis yang mengaggap dirinya paling sempurnah karena diperebutkan banyak pria. Ia bangga jika para pria berlomba-lomba menginginkan tubuhnya. Sebab Ia tidak mengerti apa itu namanya dihargai.


__ADS_2