Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Luka Itu Pov Hanif


__ADS_3

Hanif tiba dirumah paman Rasyid. " yang ini rumah pamanmu..?" ucap Hanif sembari memandangi rumah megah berlantai 3 milik paman Rasyid.


Rena mengangguk mengiyakan.


"emmmm...kalau mau singgah siang saja ya..? begiji hati paman Rasyid dan tante Marti juga sudah tidur.." ucap Rena sedikit gelisah. Ia hanya merasa segan membawa tamu pria pukul 10 malam.


Hanif tersenyum manis..Ia mengerjapkan kedua matanya. "baiklah. aku mengerti.." ucap hanif lembut.


"makasih ya..buat segalanya.." ucap Rena memandang Hanif dengan penuh kebahagiaan.


Rena membuka pintu mobil, "aku pulang ya..? see U.." ucap Rena sembari beranjak dari jok mobil.


"see u to...Have a nice dream...Rena" ucap Hanif dengan lembutnya, membuat Rena merasa melayang jauh.Rena melemparkan senyum. lalu keluar dari mobil dan melangkah masuk kedalam rumah.


Hanif memandangi Rena yang kini sudah menghilang dari balik pintu rumah paman Rasyid. lalu menuliskan sebuah pesan kepada Rena. "I Love U...My screat Heart". lalu mengirimkannya kepada Rena. dan mobilnya bergerak meninggalkan rumah paman Rasyid.


*****


Hanif telah sampai dikamar hotel. Ia membaringkan tubuhnya diranjang king size hotel. matanya menerawang jauh, pada sebuah kenangan yang sangat menyakitkan hatinya.


setahun yang lalu..


Wina, kekasih hati Hanif, gadis berparas cantik dan tubuh aduhai. Hanif begitu mencintai Wina, hingga apa saja yang Wina minta selalu Ia turuti.


Hanif adalah type laki-laki yang sangat penyayang, penyabar dan penuh pengertian. sikapnya inilah yang menjadikan Ia hanya sebuah korban pemanfaatan oleh Wina.


ternyata selama ini cinta Wina pada Hanif tidak tulus. Wina hanya ingin memanfaatkan kekayaan Hanif dan berfoya-foya dengan pria selingkuhannya.


hingga suatu hari, Hanif tiba-tiba datang ke kosan Wina tanpa memberi tahu terlebih dahulu, niatnya ingin memberikan surprise. namun malah Ia yang mendapatkan kejutan yang merobek hatinya.


Ia memergoki Wina sedang bercinta dengan seorang pria didalam kamar kosannya. Wina yang tengah asyik dengan permainannya tak menyadari kehadiran Hanif.

__ADS_1


mendapati hal itu, Hanif tersenyum kecut. lalu memutuskan hubungannya dengan Wina. hatinya begitu sakit, sakit tak berdarah.


Hanif memblokir semua apapun yang berhubungan dengan Wina. gadis itu merasa heran, mengapa Hanif sampai memutuskan hubungan mereka secara sepihak.


hingga akhirnya. suatu hari, Wina datang mengemis cinta kepada Hanif, meminta Hanif menikahinya, karena Ia sedang mengandung anak dari pria sekingkuhannya.


Hanif tak menghiraukan tangisan Wina, Ia pergi melangkah sejauh mungkin, meninggalkan Wina dengan tangisan mengiba.


***


sebulan yang lalu....


"'sayang..kapan lagi kamu berikan mama seorang cucu..? mama sudah tua dan sangat menginginkan cucu sayang.."ucap Aisya, mama Hanif, pada suatu hari.


Aisyah yang sudah berusia 65 tahun, merasa begitu sangat menginginkan Hanif segera menikah. meskipun kakak perempuan hanif telah memberikan cucu untuk Aisyah, Ia sangat ingin melihat putera bungsunya itu menikah.


" sabar ma...nanti juga jodoh itu akan datang pada waktunya." ucap Hanif dengan tenang.


"jangan terlalu lama dan banyak memilih sayang..umurmu sudah tidak muda lagi.." ucap Aisyah mengingatkan.


"iya..mama cuma tidak ingin kamu terlalu memendam luka terlalu lama." ucap Aisyah dengan tatapan sedih. Ia dapat mengerti mengapa anak bungsunya ini sampai menjomblo begitu lamanya.


"jika waktunya tiba, akan datang seorang gadis yang mampu membalut luka hati Hanif, saat itu Hanif akan membawanya kerumah ini sebagai menantu." ucap Hanif meyakinkan ibunya.


lalu Hanif mengecup pipi ibunya. dan beranjak pergi bekerja.


meskipun usianya sudah memasuki hampir kepala tiga, namun pembawaan tenang serta wajah tampannnya, orang akan mengira Ia masih berusia 23 tahun. wajahnya jauh lebih muda dari usianya. itu karena Ia jarang sekali marah dan selalu tersenyum.


***


saat itu, ada acara pernikahan keluarga dekat disebuah hotel berbintang. seluruh anggota keluarga hadir. termasuk Amy dan keluarganya.

__ADS_1


disana Ia bertemu dengan Amy adik sepupunya. Amy yang bersikap sangat lincah, ikut menyumbangkan suaranya bernyanyi diacara tersebut. Hanif tertawa melihat tingkah Amy yang konyol itu.


setelah selesai bernyanyi, Amy menghampiri kakak sepupunya yang duduk hanya seorang diri. lalu menyapa Hanif. "hai kakakku yang tampan..? mengapa kakak duduk termenung sorang diri..? mana pasanganmu kak..?" ucap Amy terkekeh menggoda Hanif kakak sepupunya.


Hanif menarik nafas panjang mendengar pertanyaan Amy. sebab sudah 5 orang yang mempertanyakan hal itu kepada Hanif, sejak Ia dudik dikursi tamu undangan.


"ada temenmu yang jomblo..? kalau ada beri satu sama kakak, biar gak jadi jomblo akut.." ucap Hanif dengan nada bercanda kepada Amy.


Amy menanggapinya terlalu serius. "ada...! temen kampusku..mau..?" ucap Amy bersemangat.


Hanif yang semula hanya bercanda kepad Amy, terjebak dengan candaannya sendiri.


"emmmm..boleh.. kali saja temenmu ini jadi jodoh kakak." ucap Hanif menggoda Amy..


"aamiin..."ucap Amy spontan.


Hanif melongo mendengar kata 'Aamiin' dari Amy.


Amy sibuk memainkan handphonenya. "nah...ketemu, ini nomornya. akau kirim ya..?" ucap Amy dengan segera mengirimkan nomor handphone milik Rena.


setelah mengirimkan nomor Rena kepada Hanif, Winda, mama Amy memanggil Amy. mereka harus meninggalkan acara pesta tersebut, karena papa Amy mendapat telefon mendadak dari perusahaan, ada hal yang penting.


Hanif belum sempat menanyakan seperti apa sahabat Amy sebenarnya. bahkan Ia mengetahui nama Rena dari nomor Handphonenyang dikirim oleh Any.


membaca namar dikontak habdphonenya, membuat Hanif begitu penasaran. entah mengapa, Ia merasa nama itu begitu dekat dengan hatinya. mengusik hari-hari Hanif.


hingga akhirnya Hanif memulai perkenalannya dengan melalui Via sms.


sambutan hangat dari Rena membuatnya mencoba menghapus kenangan suram dimasa lalunya. Ia mencoba membuka hati untuk Rena.


dan untuk memastikan bahwa Rena juga menyukainya, Ia melakukan surpise dengan datang secara dadakan.

__ADS_1


meski Rena tak secantik Wina, namun Rena mampu membuat hatinya merasa nyaman, merasa begitu hidupnya kembali lagi.


Ia bertekad agar segera mempersunting gadis manis yang telah mencuri hatinya.


__ADS_2