
pukul 20.00 wib, Amy telah berada disebuah cafe yang bergaya modren clasic. lampu-lampu pijar yang menghiasi setiap sudut dan ruangan cafe, menambah suasana malam semakin menarik.
Amy duduk dikursi yang berada diruangan terbuka, sembari menikmati langit malam yang berbintang dengan rembulan yang bersinar terang malam ini. Ia menggunakan gaun bewarna Nude, ditambah riasan wajah yang terkesan natural, menambah keanggunannya.
"hai, sayang.." sapa seorang pria tampan, dengan setelan casualnya, sembari menarik kursi kosong disebelah Amy.
"hai.." sapa Amy sembari tersenyum manis.
"sudah pesan makanan, sayang?" ucap Arman dengan nada yang lembut penuh cinta kasih.
"belum. "jawab Amy, datar. sebenarnya Ia bertemu dengan Arman, ingin meminta solusi atas permasalahan yang dihadapi sahabatnya, Rena. Ia berharap pada Arman, dapat memberikannya pencerahan malam ini.
karena Amy menganggap orang bersikap dewasa dalam segala hal, tentulah Ia juga memiliki saran yang terbaik nantinya.
Arman memanggil pramusaji, lalu memesan makanan berupa dessert dan minuman ringan saja. karena pertemuan mereka bukan untuk dinner, tetapi karena Amy yang memintanya untuk sesuatu hal.
setelah pramusaji berlalu, Arman menatap Amy, ada kegelisahan terpancar di sorot matanya. namun Arman belum mengetahui itu apa.
"ada apa sayang? sepertinya kamu terlihat gelisah" ucap Arman mencairkan suasana. Amy menatap Arman dengan keraguan.
"emmmm...sebenarnya aku ingin meminta solusi atas permasalahan temanku." ucap Amy lirih.
__ADS_1
"permasalahan apa yang menimpa temanmu? sehingga membuat kekasihku begitu terlihat peduli." ucap Arman menyelidiki.
Amy menceritakan semua kejanggalan yang dialami sahabat karibnya. bahkan sahabatnya itu beberapa kali menolak pemuda tampan yang menyukainya.
Arman mendengarkan semua kisah yang diceritakan oleh kekasihnya. sebagai pria modern yang tinggal dikota metropolitan, tentulah hal sepertis mistis sangat sulit untuk dipercayainya.
namun melihat kekasihnya yang seperti memohon, membuatnya merasa iba.
"mungkin kita harus membawa temanmu ke pada seorang kiayi, Ia harus diruqiyah." jawab Arman yang juga bingung.
" ya ampun, mas.. Rena bukan kerasukan jin, masa iya harus diruqiyah?" ucap Amy mengernyitkan keningnya.
Arman tertawa mendengar ucapan Amy. Ia juga tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk memberi solusi atas permasalahan teman karib kekasihnya. pertemuan mereka tak menemukan jalan keluarnya.
Setelah bersenang-senang dengan wanita cafe remang-remang, Bernard kini tak lagi memiliki uang sepeserpun. sudah seminggu ini Ia uringan-uringan, karena tidak dapat berkencan dengan wanita cafe. apalagi jatah rokok dari kakak lelakinya sudah di stop.
Ary, kakak laki-laki Bernard merasa kelakuan adiknya itu sudah melampaui batas. Ia berharap adiknya itu menjadi orang yang bertanggung jawab. merubah segala kebiasaan buruk yang dilakukannya. setiap meminta uang, Ia selalu menghabiskan untuk meminum minuman keras dan pelacuran.
Bahkan kedua orang tuanya sudah kehabisan kesabaran menghadapi prilaku Bernard. kata nasehat tak lagi berpengaruh dalam menghadapi Bernard. jalan satu-satunya, memutus pemberian uang. apalagi Bernard seperti terbiasa dengan sikap malasnya. kesehariannya hanya makan dan tidur seharian.
Ia mencoba menghubungi Rena, sudah seminggu lamanya Ia menon-aktifkan telefonnya. saat handphonenya aktif, ada ratusan pesan masuk yang terus menghujaninya. Bernard tersenyum.
__ADS_1
"ternyata dia kelimpungan, dasar gadis malang" ucap Bernard tersenyum licik.
"siapa suruh kamu terlalu jaim. pacaran taunya cuma ciuman doank. aku bosan." ucap Bernard sembari membaca pesan Rena.
"tapi gadis ini membawa keberuntungan, Ia bisa aku poroti setiap saat. aku ingin meminta uang padanya."
Bernard mengabaikan membaca pesan masuk itu, yang isinya ucapan rindu dan cinta yang bertubi-tubi dari Rena. Bernard membalas pesan dengan melancarkan rayuan dan tipu dayanya.
Bernard meminta maaf, lalu meminta sejumlah uang kepada Rena, dengan alasan Ia sedang sakit. Rena yang sedang kasmaran, mendapat balasan Bernard saja sudah merupakan kebahagiaan yang begitu dalam. seolah mendapat uang milyaran rupiah.
tanpa berfikir panjang Rena langsung mentransfer sejumlah uang yang diminta Bernard. apalagi Ia merasa khawatir akan kondisi Bernard yang mengaku sedang sakit. Ia berharap dengan uang yang dikirimnya, Bernard segera sembuh. karena baginya, kesehatan Bernard adalah yang utama.
dengan tipuannya, ia berhasil mengelabui Rena. Ia mengucapkan kata-kata cinta yang membuat Rena terpedaya, meskipun itu semua hanya palsu belaka.
setelah mendapat transferan dari Rena, Ia begegas ke ATM terdekat, menarik sejumlah uang yang ditransfer Rena. dengan mengendarai sepeda motor bututnya, Ia menemui Lisa, wanita penghibur yang baru saja dikenalnya.
setelah melakukan perjanjian, Lisa menunggunya dipinggiran jalan tempat mereka berjanji bertemu. setelah itu mereka mencari losmen atau penginapan dengan harga terjangkau dan murah meriah.
Bernard membawa Lisa untuk check in kedalam sebuah kamar losmen yang mirip dengan kamar kos-kosan..
seminggu tanpa wanita penghibur, membuatnya sangat tersiksa. Ia biasa berganti dari satu wanita ke wanita lain. jika merasa bosan Ia akan segera menggantinya.
__ADS_1
namun dengan Rena, karena terus menerus ditolak saat akan bercinta, membuatnya merasa lebih bosan. setiap kali Ia ingin berbuat lebih kepada Rena, seperti ada sesuatu yang menahannya. Namun, Rena hanya menjadi mesin ATM berjalan baginya.
bersama Lisa, Ia akan menyalurkan hasrat terpendamnya. Ia berfoya-foya menggunakan uang pemberian Rena. mungkin saja tanpa Ia sadari, penyakit mematikan mengintai dirinya. Virus bagi orang yang tidak setia dan bercinta bukan hubungan halal.