
Rena memasuki kamarnya. lalu menghempaskan tubuhnya ranjang. perjalanannya hari ini membuat tubuhnya lelah.
"mengapa aku merinduimu?" bukannya kita baru bertemu?" ucap Rena berguman sendiri.
Ia meraih guling disampinnya, memeluknya erat, merasakan seolah-olah itu adalah Bernard.
"aku sangat mencintaimu. Bernard. hanya kamu dihatiku." ucap Rena lirih.
"mengapa bayangmu tak mampu hilang dari pandangan mataku." ucapnya lagi.
"ingin rasanya kau hadir disini. temani jiwaku yang kesepian. hadirlah..ku mohon kepadamu." ucapannya kian pilu menahan rindu yang kian menyesakkan dadanya.
Rena seperti orang yang kehilangan semangat dalam hidupnya. baginya, hanya Bernard satu-satunya orang yang mampu membuatnya menemukan semangat hidup.
toook..tokk..tokk..
terdengar suara ketukan dari luar pintu kamarnya.
"iya, sebentar. ucap Rena. kepada orang yang ada dibalik pintu.
kreeeeek... suara pintu dibuka.
"eeh.. bang Nisar. ada yang bisa Rena bantu bang?" ucap Rena kepada bang Nisar.
"ini, ada oleh dari kak ocha." ucap bang Nisa. lalu menyerahkan paper bag berwarna coklat muda.
"waah.. makasih ya bang." ucap Rena dengan hati yang gembira.
"bilang terima kasih sama kak ocha. karena dia yang beli, bukan abg" ucap bang Nisar menjelaskan.
"iya bang, nanti Rena ucapin." jawab Rena sopan.
"Ren, abang dengan kak ocha ada undangan makan malam. bisa nitip Ariel gak? mbak Sri belum balik dari kampung. katanya besok baru sampai." ucap bang Nisar dengan nada memohon.
"bisa bang, ntar kabari Rena saja kalau abang hendak berangkat." ucap Rena tulus.
"terimakasih ya Ren." ucap bang Nisar seraya tersenyum.
"Rena seharusnya yang berterima kasih bang, bukan abg. keluarga abang sudah banyak membantu Rena." ucap Rena dengan kata yang tulus.
"itu sudah kewajiban kami juga. karena papa saudara laki-laki ibumu." ucap bang Nisar.
__ADS_1
Rena diam termangu. mencermati kata-kata bang Nisar.
"kuliah yang bener, jangan kecewakan kami." ucap bang Nisar menegaskan.
"iya bang." ucap Rena. ada nada penyesalan disana. namun rasa cintanya terhadap Bernard tak mampu Ia pungkiri.
"ya sudah, abang mau bersiap-siap dulu. ucap bang Nisar. seraya berlalu.meninggalkan Rena.
Rena mengunci pintunya. Ia sangat penasaran dengan isi paper bag pemberian kak ocha. mereka baru pulang berlibur dari Penang. Malaysia.
"kira-kira, apa ya isinya?" ucap Rena dalam hatinya.
dengan rasa tak sabar Rena mengeluarkan isi dari paper bag.
"waaw.. coklat. merk Cadb*rry kesukaanku. ada tiga varian rasa lagi. biskuit ball, jam ball bluberry, chocholate ball " ucap Rena setengah berteriak.
masing-setiap Varian rasa ada dua batang dan memiliki berat dua ratus gram. maka totalnya menjadi enam batang.
Ia tak sabar membuka bungkus satu batang coklat varian jam ball bluberry, coklat berbentuk persegi panjang itu lalu dikunyahnya. perpaduan rasa manis dan asam-asam segar.
"ada apa lagi ya?" Rena berguman, lalu tangan kirinya merogoh kedalm paper bag.
"heeemm.. minuman energi coklat bubuk." ucap Rena kembali, lalu mengeluarkan empat bungkus minuman energi berwarna hijau. berat masing-masing satu kilogram.
"yang ini apa ya?" ucap Rena, Ia merasakan sebuah kotak kotak berukuran kecil. Rena mengambilnya lalu membukanya.
"waaw.. Arloji? bagus banget Arloji ini. pasti mahal". ucap Rena girang.
arloji itu memiliki bentuk yang bisa dipakai oleh pria dan wanita.
"Rena merohoh kembali, isi paper bag terakhir, ada kotak yang lenih besar dari kotak arloji. berada dipaling bawah.
Rena mengeluarkan kotak tersebut.
"VINCI? inikan merk brand terkenal? dari kotanya seperti highless. Rena berguman.
Rena membukanya, dengan hati penasaran. lalu terperangah dengah apa yang dilihatnya.
"beneran. VINCI. ya ampuuun. aku sudah lama menginginkannya." ucap Rena dengan mata berkaca-kaca.
Ia mengeluarkan highless itu dari kotaknya. lalu mencobanya, dan ukurannya sangat pas.
__ADS_1
highless berwarna merah tua. kini ada dihadapannya. Ia mencoba melihat harga yang tertera dengan mata uang RM milik negara itu.
"ya amppun. satu juta Rupiah jika dirupiahkan? itu nilai yang sangat banyak buatku. aku mana sanggup membelinya." ucap Rena lirih.
ada rasa penyesalan dihatinya. saat Ia bolos kuliah tadi.
"bagaimana jika aku sampai mengecewakan keluarga ini? mereka sudah terlalu baik padaku". ucap Rena lirih. air matanya tak dapat Ia bendung lagi. lalu terisak dalam penyesalannya.
namun, rasa penyesalan itu hanya beberap menit saja. kini yang Ia rasakan hanyalah cinta untuk Bernard.
"oh ya, bahaimana jika aku membagi dua oleh-oleh dari kak ocha untik Bernard? aku yakin Bernard pasti sangat suka." ucapnya menemukan ide gila.
Rena meraih handphonenya, mengirimkan pesan kepada Bernard.
"yang, besok aku ada kirimin kamu paket, aku kirim jasa abang sopir bus. ambil diloket busnya?". isi pesan Rena kepada Bernard.
tiiiiing...masuk pesan balasan.
"apa isi paketnya?" balasan dari Bernard
"ada tiga bungkus coklat, dua bungkus minuman coklat energi, dan satu lagi arloji." Rena mengimkan balasan.
"arloji? mahal ya?" balas Bernard.
"iya, karena arloji itu oleh-oleh dati kakak sepupu, baeu pulang berlibur Luar Negeri." balas Rena.
"emmmmm... ok lah, aku tunggu. dindaku.. sayang.." balas Bernard yang membuat Rena kian melambung.
"kamu suka dengan isi paketnya 'sayang?' " balas Rena yang mulai berani mebgatakan sayang kepada Bernard.
"suka dong, apalagi jika kamu menyelipkan sedikit lembaran uang." balas Bernard.
"ok sayang, bssok sekalian aku selipkan diantara coklat itu." balasan Rena, yang tanpa sadar masuk kedalam perangkap Bernard.
hatinya kian berbunga, apalagi Bernard menyukai isi paketnya.
"besok aku kirimkan ya sayangku. tunggu saja diloket, jadwal bus berangkat pagi." balas Rena.
"ok. sayangku. makin cinta deh sama kamu. emmmmmmmuuuach." balas pesan Bernard dengan rayuannya.
"aku juga cinta kamu, sayang. sudah dulu ya" balas Rena.
__ADS_1
"ok sayang.." tutup pesan Bernard.
lalu mereka mengakhiri pesannya.