Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Hambar POV Rena


__ADS_3

pukul 8.00 wib pagi. Rena mengerjapkan matanya, Ia menggeliatkan tubuhnya dan menguap. Ia memandang kesekeliling ruangan. "emmm....aku ketiduran terlalu lama?" ucapnya sembari menguap dan merapatkan tangan kanannya untuk menutup mulutnya yang menguap.


matanya tertuju pada pakaian yang dikenakannya. "koq aku pakai baju daster? ini baju siapa?" Rena mencoba mengingat semua kejadian yang dialaminya. Ia bingung dengan apa yang dialaminya.


Rena mencium aroma tubuhnya yang harum dengan segala ramuan kembang. Ia merasa pusing mencium aroma yang begitu menyengat. Rena menuju kamar mandi, membersihkan dirinya. lalu menyalin pakaian dengan yang lebih casual.


setelah selesai, Ia teringat akan Amy, hari ini mereka akan menemui dosen pembimbing untuk mengajukan skripsi dan bimbingan. sepertinya Rena mulai melupakan Bernard dan kembali semangat dalam menggapai cita-citanya.


Rena menghubungi Amy, "Mi, kekampus yuk?! bimbingan skripsi.." ucap Rena kepada Amy


"ok say...tunggu aku ya..?" jawab Amy dari seberang telefon sembari menutup sambungan telefonnya.


Rena teringat akan sesuatu, ada beberapa Bab skripsinya yang harus direvisi ulang, Ia buru-buru membuka laptopnya, menyalakan layarnya dengan menekan tombol power. setelah layar menyala dan aktif, tampak wallpaper yang terpampang dilayar komputer dengan background wajah seseorang yang sedang tersenyum.


Rena mengamatinya, lalu mencari file galery, dan menemukan foto yang menjadi wallpaper dilayar laptopnya. entah perasaan dari mana datangnya, Ia menghapus foto tersebut, lalu mengganti wallpaper layarnya dengan foto dirinya sendiri.


hatinya kini seperti hambar dengan orang yang ada difoto tersebut. entahlah.. Ia juga tidak begitu mengerti. Ia lalu fokus mencari file penyimpanan naskah skripsinya, lalu merevisi semua yang diberi tanda oleh dosen pembimbing.


setelah selesai, Ia menutup laptonya, mengganti pakaian untuk berangkat kekampus.


[kriiiiiing..] suara handphone berdering, satu panggilan masuk dari Amy, Ia bergegas mengangkatnya. "Hallo Mi..kamu dimana?" ucap Rena sembari mengemasi perlengkapan yang akan dibawa kekampus.


"aku dihatimu say..."ucap Any terkekeh. Amy merasa bahagia, karena Ia tau bahwa sahabatnya akan kembali bersikap normal. Ia mengetahui kabar itu dari chatt nya dengan Toni dimedia sosial.


"goommbal.."jawab Rena sembari menutup telefonnya.


Rena berlari kecil menuju mobil Amy, rasanya seperti mimpi bagi Amy, melihat aura wajah sahabatnya yang kini tampak lebih berseri, tak ada lagi kesuraman dan kegelisahan yang biasa Ia lihat selama ini.


bagaimanapu, Amy berterimakasih kepada Rena, karena judul skripsi pemberian Rena untuknya yang kini diajukan itu mendapatkan ACC dari dosen. kepalanya kini tidak lagi pusing memikirkan judul skripsi. sebenarnya Rena memiliki otak yang encer, namun karena pengaruh sihir Bernard membuatnya mengalami penurunan minat belajar.


persahabatan mereka tak ubahnya seperti hubungan simbiosis mutualisme, dimana saling menguntungkan.


kini semangat yang pernah sirna dan padam kembali hidup dan bergairah.


Rena telah sampai didekat mobil Rena, lalu membuka pintu depan, dan duduk jok mobil. "Mi, aku sudah selesai revisi, mudah-mudahan dapat ACC dari dospem" ucapnya bersemangat.

__ADS_1


Amy menautkan ibu jari dan telunjuknya dengan kode 'OK', sembari tersenyum, lalu melajukan mobilnya.


****


banyaknya mahasisiwa yang mengajukan bimbingan membuat Rena menunggu giliran. Ia terus mencermati isi skripsinya, lalu berdoa agar kali ini dapat di ACC-kan dan segera mendaftar sidang skripsi.


setelah lama menunggu, akhirnya kini gilirannya, Ia memasuki ruangan dosen pembimbing. hawa sejuk dari pendingin Ruangan menerpa kulitnya. rasa dagdigdug bergemuruh didadanya. semoga saja ia dapat menjawab semua pertanyaan yang diajukan.


Amran siregar, yang menjadi dosen pembimbingnya, memiliki wajah yang teduh, penuh ketenangan dan kesabaran. banyak sekali para mahasiswa yang berharap mendapat bimbingan dari dosen favorite yang satu ini. karena sebagian dari yang lain mendapat dosen killer sebagai pembimbing skripsi. dan Rena menjadi salah satu mahasiswa yang beruntung dibimbing oleh bapak Amran siregar.


"duduk.."ucapnya dengan tenang, membuat rasa nyaman dihati Rena. Ia pun menarik kursi didepan meja pak Amran Siregar, lalu duduk, sembari menyerahkan skripsinya.


tangannya gemetar, dan sedikit gugup. "bab yang kemarin saya coret apakah sudah kamu revisi ulang?" ucap pak Amran Siregar dengan lembut. menurunkan ritme degup dijantungnya.


"sudah, pak." ucap Rena lirih sembari menundukkan pandangannya.


"sepertinya kamu terlihat sangat gugup? bersikap santai sajalah" ucap pak Imran dengan tersenyum sarkas. membuat Rena tersipu malu.


lalu mereka memulai bimbingannya. setelah semua yang direvisi diperiksa ulang oleh pak Imran, Rena dinyatakan dapat mengajukan daftar sidang skripsi. seketika hatinya berlonjak senang. Ia begitu bahagia hari ini. keluar dari ruangan dosen dengan wajah yang sumringah.


Rena berjalan menuju taman, disana terlihat Amy sedang duduk dibangku taman yang terbuat dari batu bata yang disemen. Ia duduk seorang diri dengan kondisi wajah cemberut.


"ada apa Mi? wajahmu itu lho? gak banget deh" ucap Rena terkekeh.


Amy memanyunkan bibirnya mengacak rambutnya pertanda lagi frustasi. "bantuin aku dong Ren.." Rengek Amy manja, layaknya anak kecil yang minta dibuatin PR.


"bantuin apaan Mi?" ucap Rena heran. Amy yang cemberut menyerahkan skripsinya kepada Rena.


Rena lalu meraihnya, memeriksa setiap bab. ada banyak coretan disana sini. "waduuuh.. gini amat Mi?" nasibmu Mi dapat dospem Killer." ucap Rena terkekeh.


Amy mencubit pinggang Rena. "aww..sakit Mi" ucap Rena meringis karena terkena cubitan Amy.


"rasain.." jawab Amy dengan memanyunkan bibirnya. "jelek tau..!" ucap Rena sembari mengambil laptopnya dari tas ransel yang ada dipunggungnya. Ia lalu menekan tombol power untuk menyalakan laptopnya.


"kamu kemaren cari referensinya dari mana Mi?" ucap Rena kepada Amy yang sudah tidak cemberut lagi, karena sahabatnya pasti akan membantu kesulitan yang dihadapinya.

__ADS_1


"mbah google..?" ucap Amy santai seraya menyebut nama salah satu aplikasi yang dapat memberikan jawaban apapun.


"cari yang pakai pdf ya Mi, karena disitu lengkap dengan notebooknya. sini aku beri tahu." ucap Rena dengan lembut.


Amy menuruti ucapan Rena, lalu mereka mengamati semua pdf yang judulnya berkaitan dengan judul skripsi Amy. setelah selesai merevisi ulang, mereka mencari foto copy terdekat, untuk memprint bab yang direvisi.


setelah selesai, mereka mengisi energi diwarung masi yang ada dipinggir jalan. setelah selesai, mereka menuju kampus.


"Ren, tunggu aku bentar ya? aku ngajuin skripsi ku dulu. kamu jangan daftarin sidang sebelum aku dapat ACC. doain aku ya?. " ucap Amy dengan sorot mata pengharapan.


"iya..aku tunggu kamu.. semangat ya?" ucap Rena tulus. Amy berlari kecil, menuju ruangan dospem killernya. Rena berdoa agar sahabatnya mendapat ACC dari Dospemnya yang killer.


Rena iseng membuka handphonenya, melihat kontak nama yang ada di phonebook. satu nama terletak dibagian paling atas '. My Honey'.


Ia terkenang wajah pria dalam kontak nama tersebut. menghela nafasnya dengan berat, lalu memasukkan daftar blakclist. setelah itu Ia menghapus nomor tersebut, mengjapus semua pesan masuk dan semua pesan keluar. Ia tak ingin mengingat lagi tentang orang yang sudah membuatnya hampir gila.


"cinta itu tanpa air mata, karena dalam cinta hanya ada kebahagiaan, bukan tangis kesedihan." ucap Rena dalam hati.


tanpa sadar hari mulai senja. tampak Amy berlari tergopoh-gopoh. nafasnya tersengal, Ia mengatur nafasnya dengan perlahan "coba tebak..aku bawa berita apa?" ucap Amy dengan nada manja.


"gak tau..ah.."jawab Rena sok tak acuh.. mencoba menggoda Amy.


"emmmm...ayolaah..." ucap Amy lagi dengan nada merengek..


"iya...iya..skripsi kamu ACC-kan..?" tebak Rena..


Amy menghambur kepelukan Rena, layaknya kartun teletubies anatara lala dan Po.."kamu memang sahabatku yang paling bisa kuandalkan" ucap Amy sembari menangis haru.


"semboyan kita? sidang bareng dan wisuda bareng"ucap mereka bersamaan...


******


jangan lupa, baca juga karya novel author yang satunyaa


__ADS_1


__ADS_2