
kini Rena benar-benar sibuk dengan kedua bayinya.namun semua dilakukannya dengan ikhlas.
Rena telah jatuh hati pada kedua bayinya, dan dengan telaten merawatnya.
saat sedang menyusui, Handphonenya berdering. satu pesan masuk.
Rena bergegas membukanya, lalu membacanya. tanpa sadar Ia melemparkan handphone tersebut. Hanif yang hendak berangkat bekerja menjadi bingung.
Ia memungut handphone tersebut. lalu membaca isi pesan tersebut. namun Ia tidak faham akan arti dari pesan tersebut.
disana tertulis pesan.
"aha habar boru naburju, laon seng mardomu, naenei mu turei dassa. aha pahopu domma tubu."
Hanif mengernyitkan keningnya. "ini bahasa batak yank..? kenapa kamu pucat begitu? emang ini pesan dari siapa..?" ucap Hanif penasaran. Ia menghampiri Rena, lalu duduk disampingnya.
Hanif membelai lembut rambut Rena. "kamu bisa ceritakan ke Hubby, siapa yang mengirimi kamu pesan ini..?" ucap Hanif lembut.
Namun Rena, dadanya masih bergemuruh. "dari mana mereka mengetahui nomorku..? bukankah aku sudah menggantinya..?" Rena berguman dalam hatinya.
"haah..!! Anju..ya, apakah dia yang memberikannya..? tapi mengapa..?" Rena masih berperang dalam hatinya.
Hanif diam-diam men -send ulang pesan tersebut ke handphonenya. Ia akan mentranslatenya nanti di kantor. Ia sangat penasaran mengapa Rena begitu pucat menerima pesan itu. lalu mIa
"ya sudah.. kalau ayank belum mau cerita, nanyi kalau sudah siap bisa cerita ke Hubby." ucap Hanif lembut.
Rena masih terpaku, diam tak bergeming. " Hubby berangkat kerja dulu ya..?" ucap Hanif dengan lembut.
Rena hanya menjawab dengan anggukan. fikirannya sangat kacau. hingga akhirnya Ia mendengar suara tangisan Khanza. Ia meletakkan Adillah, lalu mengambil Khanza dalam keranjang bayi.
"sekian lama aku mencoba membuang semua hal buruk itu, namun mengapa Ia tiba-tiba datang lagi.? aku sudah bahagia dengan kehidupan yang sekarang. sebaiknya aku mengganti lagi nomorku." ucap Rena dengan lirih.
------------------
Hanif memasuki ruangan kerjanya. Ia langsung menyalakan laptop. mencari translate bahasa batak ke Indonesia. lalu tertulis disana
~apa kabar anak perempuaku, sudah lama tidak bertemu. semoga kamu baik-baik saja.? apakah cucu sudah lahir.?~
"siapa pengirim pesan ini..? mengapa Rena begitu terlihat pucat dengan isi pesan ini..? jika dilihat isinya, hanya menanyakan sebuah kabar.." Hanif berguman dalam hatinya.
__ADS_1
-----------
Munah dan Toni memasuki kamar Rena, mereka telah sampai 2 hari yang lalu. kini Munah bergantian menjaga Rena. Toni melihat gelagat yang aneh dari kakaknya.
"emmm..Ton.. nanti tolong belikan kakak kartu perdana ya..? kakak mau ganti nomor." ucap Rena dengan perasaan yang galau.
"emangnya nomor kakak kenapa diganti..?" ucap Toni.
"gak papa.. pengen ganti nomor saja.." ucap Rena singkat.
---------
Disebuah rumah kontrakan, tampak seorang pria dewasa sedang mengawasi anak lelakinya. seorang pemuda bertubuh mungil sedang bercakap-cakap sendiri. pemuda itu mengalami depresi berat. Ia selalu memakai pakaian kemeja putih panjang, dan peci hitam.
tatapan pemuda itu kosong. sesekali Ia menyebutkan nama Rena. memanggil nama seorang wanita yang pernah dekat dengannya.
Pria dewasa itu bernama Safri Saragih. Ia kini juga bingung harus berbuat apa. ingin bekerja, namun, posisi puternya sangat berbahaya jika ditinggalkan bekerja. kini hanya Ambar yang berkerja. wanita itu menjadi tulang punggung keluarga.
Bernard, yang seharusnya membantu mencari nafkah, tetapi kini menjadi beban bagi keluarganya.
Safri mendengat kabar jika Rena tinggal di Riau. Safri mendapat kabar itu dari Anju, saat mereka tak sengaja bertemu.
sebenarnya Ia sangat menyukai Rena, menginginkan Rena menjadi menantunya. namun, karena perbuatan Bernard sendiri yang membawa pada kesengsaraan.
Safri memandang nanar pada anak lelakinya. sudah berbagai cara dilakukannya untuk menyembuhkan Bernard, namun tak ada satupun yang berhasil.
"harus dengan cara apalagi aku menyembuhkannya..? jika ini terus berlanjut, semua aktifitasku akan terganggu."Safri berguman lirih.
"apa sebaiknya aku serahkan saja kerumah sakit jiwa..? mungkin disana akan dapat sembuh.."Safri berguman lirih.
-----------
Munah merasa ada sesuatu yang lain dari sikap anak perempuannya. rasa gelisah yang terlalu berlebihan. Munah meraih baby Khanza, meletakkan dalam dekapannya.
"kamu ada masalah apa sahang..? ceritakanlah, jangan dipendam sendiri. biar hatimu lapang.." ucap Munah, sembari menimang cucunya.
selama ini mereka merahsiakan tentang kejadian Rena yang terkena pelet "pemikat sukma" . mereka merahasiakannya dari Munah.
lalu kali ini Rena jujur dan menceritakan semuanya kepada Munah, ibunya.
__ADS_1
Munah mendengarkan dengan seksama, Ia terdiam sejenak. fikirannya melayang jauh pada kisah puluhan tahun yang lalu.
Munah menarik nafasnya dalam. laku menghelanya dengan kasar.
"Apakah ini karma dari perbuatan kakekmu terdahulu..?" ucap Munah dengan tatapan nanar.
"haaah..!!" ucap Rena dan Toni bersamaan. maksud ibu apa..?" ucap Rena tak sabar. begitu juga Toni, wajahnya terlihat sangat penasaran.
Munah duduk ditepian ranjang, lalu melanjutkan ucapannya. " ya.. dulu kakek dan nenek buyutmu berasal dari kalimantan Selatan, merantau ke Sumatera.."
"mereka adalah orang-orang yang memiliki ilmu kesaktian tinggi. bahkan kakekmu, memiliki ilmu kebal, yang tidak mempan senjata tajam." ucap Munah dengan lirih.
"nenekmu alias ibuku, dulunya adalah seorang janda beranak tiga. tubuhnya sangat mungil, dan berparas cantik. tanpa sengaja, kakekmu yang masih berusia remaja. begitu tergila-gila dengan nenekmu."
Rena dan Toni terlihat antusias mendengar ucapan Munah, ibunya.
"saat itu, usia nenekmu terpaut antara 14 tahun. namun katena nenekmu memiliki tubuh yang mungil, membuatnya terlihat awet muda."
"kakekmu yang sudah jatuh hati, berusaha mendekati nenekmu dengan berbagai cara."
Munah menghela nafasnya. " namun, nenekmu yang merasa kakekmu adalah seorang bocah ingusan merasa benci pada kakekmu."
"hingga pada akhirnya, kejadian tak terduga terjadi. saat itu kakekmu datang ingin melamar nenekmu. namun nenekmu meludahi kakekmu. sembari berkata."ciiih.. bocah ingusan berani-beraninya melamar saya.!! lalu nenekmu menutup pintu dengan keras."
"rasa sakit hati yang begitu dalam, membuat kakemu mengambil air liur yang mengenai wajah kakekmu."
"air liur itu dibawa oleh kakekmu kepada ayahnya atau kakek buyutmu yang terkenal memiliki ilmu kanuragan tingkat tinggi."
"dengan sekejab, nenekmu yang membenci kakekmu, tergila-gila dan berbalik mengejar kakekmu."
Munah menarik nafasnya dengan berat. "dan tanpa syarat apapun, nenekmu akhirnya menerima lamaran dati kakekmu." ucap Munah dengan lirih.
Toni manggut-manggut. "lalu mengapa ibu katakan kejadian kak Rena karena karma dari kakek..?" ucap Toni penasaran.
Munah menatap Toni dengan sendu. "apa yang kita perbuat akan berbalik pada kita juga, mungkin bukan kita, tetapi anak cucu kita yang menerima akibatnya."
"dan untuk kamu Rena, meskipun begitu, Allah masih menyayangimu, karena kamu tidak sampai menikah dengan orang seperti itu." Munah menjeda ucapannya.
"sekuat apapun usaha orang untuk mencelakai kita, jika Allah mengatakan tidak, maka tidak akan terjadi. dan kejadian kakekmu itu, semua karena ijin Allah. hingga akhirnya nenekmu menikah dengan kakekmu.
__ADS_1
Rena dan Toni saling pandang, dan tentunya Rena bersyukur masih dihindarkan dari perbuatan jahat Bernard.apa jadinya jika Ia sampai menukah dengan Bernard. yang ada hanya diporoti dan tidak mau bekerja.