
hari yang dinantikan telah tiba. rasa bahagia tak terkira dihati Rena, namun juga sedih karena akan berpisah dari Ibu dan adiknya. serta pamannya Rasyid.
Meski kondisi paman Rasyid masih lemah, Ia memaksa untuk hadir dipesta pernikahan Rena. Ia ingin menjadi salah satu Saksi dari pernikahan keponakannya itu.
Rena sudah mengatur jauh-jauh hari tanggal pernikahannya yang tepat, agar tidak berbentur dengan jadwal cuci darah paman Rasyid.
setelah Rena akan menikah, Paman Rasyid kembali memanggil tante Aning untuk bekerja dirumahnya. Ia menghadiahkan sebuah rumah minimalis untuk adik bungsunya itu, agar mau kembali bekerja dirumahnya.
karena untuk memasak menu dietnya dibutuhkan orang terdekat. jika bagian laundry dan membersihkan rumah, mereka sudah memiliki pembantu lain.
****
suasana dikediaman rumah Munah sangat ramai oleh sanak keluarga dan para tetangga yang datang memenuhi undangan. bagi warga desa, ketika seseorang menggelar hajatan, maka para keluarga dan tetangga terdekat, akan beramai-ramai bergotong royong membantu prosesi acara pernikahan, tanpa ada chatering.
sejak kemarin mereka sudah saling mengerti akan tugasnya masing-masing, karena ada panitia yang mengaturnya.
teratak dan pelaminan yang bernuansa putih peach menghiasi pernak pernik pernikahan mereka. semua bergembira hari ini.
hari ini Rena telah bersiap dengan baju pengantinnya. Ia menggunakan kebaya putih, berpadu dengan kain tenunan melayu Batu Bara. Seorang perias pengantin sedang memoles Make Up ke wajah Rena yang terus saja tersenyum.
Ia tak sabar menanti kehadiran Hanif, yang sebentar lagi akan menjadi pasangan hidupnya.
Hanif sudah datang sejak kemarin, Ia tinggal disebuah Hotel terdekat. semua itu agar prosesi akad pernikahan tidak tertunda.
semua sudah berkumpul, wali nikah diserahkan kepada Hanan kakak tertua, Paman Rasyid meminta menjadi saksi, lalu wali hakim akan memimpin pernikahan ini.
Hani duduk menghadap Wali Nikah Rena. ada sedikit rasa gugup untuk menghadapi akad ini. selama ini Ia selalu tenang jika berhadapan dengan lawan bisnisnya, tetapi hanya menghadapi Hanan dan Wali Hakim saja Ia sedikit gemetar.
Hanif menjawab lafaz akad yang diucapkan oleh Hanan sebagai wali nikah Rena, sang calon istrinya dengan sangat lancar. sehingga wali hakim mengucapkan satu kata yang sangat dinantikan, yaitu kata 'sah'.
"Apakah 'Sah' para saksi...!" ucap Wali hakim yang memimpin Akad Nikah kepada para saksi.
"Sah.." ucap semua saksi yang hadir.
"Alhamdulillah.."ucap Semua yang hadir.
wajah Hanif bersemu Merah. entah apa yang sedang difikirkannya saat ini. sesudah akad nikah selesai, Rena keluar dari kamarnya, duduk bersanding disisi Hanif. Hanif menyerahkan mahar berupa seperangkat alat shalat kepada Rena.
****
semuanya tengah berbahagia. Hanif dan Rena kini telah sah menjadi suami istri. mereka duduk bersanding dipelaminan. Hanif selalu melirik kearah Rena.
"kamu cantik banget sayang.." goda Hanif kepada Rena, dengan lirik dan setengah berbibisik
"iiihhh..kak Hanif jago gombal.." jawab Rena setengah berbisik. .
__ADS_1
diatas pelaminan mereka bercanda dan saling goda satu sama lainnya.
maklum, cinta LDR-an, bertemu hanya lima kali lalu menjadi suami istri. namun, cinta singkat mereka menjadikan sesuatu yang manis.
menghilangkan rasa bosan duduk dipelaminan, sesekali Hanif jahil mencubit gemas paha Rena, wanita yang baru saja dinikahinya. Rena yang dijahili membalas cubitan Hanif, hingga akhirnya mereka tersenyum manja.
Amy datang bersama Amran."selamat ya, Rena dan kak Hanif. bulan depan aku menyusul kakian untuk menikah" ucap Amy menggoda Amran.
"Siap dengan segera" jawab Amran bersemangat. laku mereka tertawa renyah.
"makasih Ya Mi..karena kamu aku bertemu pria berhati malaikat.." ucap Rena tulus. lalu keduanya berpelukan dan menangis haru.
Hanif yang disebut pria berhati malaikat oleh Rena, wajahnya bersemu merah dan bahagia. siapa sangka Rena begitu menyukainya.
lalu tampak hadir Rehan dan Ridwan. keduanya dengan besar hati menerima takdir cinta mereka. Rehan dan Ridwan datang membawa bingkisan kadi. lalu mereka meminta untuk berfoto, sebagai kenangan.
sahabat mereka yang meruoakan satu angkatan dikampus juga banyak yang hadir. mereka berfoto bersama.
lalu berpamitan pulang.
****
acara yang berlangsung penuh suka cita, tiba-tiba dikejutkan dengan suara teriakan "aaaagghhh..." suara itu dari arah belakang.
suara gaduh itu dari arah belakang. dimana para ibu-ibu yang sedang memasak menu hidangan dengan menggunakan belanga besi yang super jumbo, mendadak tertumpah.
tak sampai disitu, sebuah aksesoris untuk decorasi pelaminan terpental dengan sendirinya. semua yang hadir terkejut, begitu juga dengan Rena dan Hanif.
"apa yang tengah terjadi kak..?" ucap Rena setengah berbisik kepada Hanif, mereka yang sedari tadi bercanda dikursi pelaminan, mendadak terdiam.
"tidak ada yang perlu dkhawatirkan." ucap Hanif lembut, menenangkan hati Rena.
tamu undangan saling berkasak-kusuk. karena kejadian itu terjadi tanpa aba-aba terlebih dahulu.
Hanif melihat sesosok makhluk berbulu hitam dan bermata merah, sedang menatap marah kearahnya. Ia adalah makhluk uang menumpahkan belanga kuah soto Medan di belakang tadi.
serta melemparkan aksesoris decor pelaminan.
"siapa yang mengirimkan genderuwo ini ke acara pernikahan ku..?" Hanif berguman lirih.
Hanif adalah orang yang memiliki kemampuan melihat makhluk astral. atau disebut anak Indigo. kemampuannya itu dibawanya sejak lahir.
sebenarnya Ia sendiri tidak mengetahui mengapa Ia dapat melihat hal-hal ghaib.
sesaat makhluk berjubah putih muncul, lalu menghalau makhluk berjenis genderuwo itu. dan acara kembali berjalan normal.
__ADS_1
*****
acara telah selesai, meski ada kendala sedikit, namun dapat diatasi.
setelah suasana sunyi, kini tinggal Rena da Hanif yang berada dalam satu kamar.
Rena sedang sibuk membersihkan sisa make up nya. tebalnya foundition dan make up membuatnya begitu sanagt lama membersihkannya.
Hanif yang duduk ditepi ranjang, menatapnya sejak tadi. Ia tak pernah menyangka dapat menikah hari ini. perlahan statusnya yang lajang kini berubah menjadi pria beristri, setelah wali hakim mengucapkan kata 'sah'.
setelah sekian lama menutup hatinya, kini Ia berlabauh pada hati seorang gadis manis yang telah mencuri hatinya.
Setelah selesai membersihkan wajahnya, kini Rena yang bingung hendak menyalin pakaiannya.
malam ini malam pertama untuk pasangan ini berada dalam satu kamar yang sama. selama mereka menjalin cinta yang sangat singkat. belum pernah mereka melakukan hal-hal yang tabu. hingga keduanya merasa kikuk satu sama lain.
"kak..bisa gak kakak tutup mata kaka bentar..?" ucap Rena kepada Hanif.
"emmm..kenapa..?" ucap Hanif bingung.
"Rena mau ganti pakaian dulu, kakak tutup mata ya.." ucap Rena manja dari sisi ranjang.
Hanif yang mendengar ucapan Rena tertawa geli dalam hatinya. akankah Rena masih malu dengannya, sedangkai Ia telah menjadi suaminya.
Hanif memakluminya, mungkin hal ini belum terbiasa baginya. "Ia, kakak tutup matanya.." ucap Hanif menggoda Rena, dengan menutup matanya menggunakan jemarinya yang direnggangkan.
"tuuuu..kan..kakak ngintip.." ucap Rena manja.
Hanif terkekeh melihat bibir manyun Rena. entah apa yang membuat Ia begitu nyaman berada disisi Rena.
lalu Ia merapatkan kembali jemarinya.
Rena menyalin pakaiannya dengan hadiah pemberian Amy. karena Amy memaksa untuk Rena mengenakannya malam ini.
sebuah baju tidur transparan dan sexy berwarna hijau mint, mereka menyebutnya G-string.
Rena ragu memakainya, tetapi Ia juga penasaran. akhirnya Ia mengenakannya. setelah memakainya, Ia malah bingung harus apa, karena merasa sangat malu-malu mau untuk menghadap kepada Hanif.
Hanif yang sedari tadi berpura-pura menutup wajahnya, kini tak sabar melihat Rena yang mematung membelakanginya.
dengan sigap, Ia bangkit dari tepian ranjang, meraih tubuh Rena dan membopongnya keatas ranjang pengantin. lalu membaringkannya dengan lembut.
Rena yang terkejut atas tindakan Hanif yang tiba-tiba saja, membuatnya terperangah mendapat perlakuan tak terduga dari Hanif yang kini menjadi suaminya.
keduanya saling tatap satu sama lain, saling malu-malu namun mau. lalu Hanif menarik selimut tebal, lalu menutupkan ketubuh mereka. dan mereka menghabiskan malam yang indah, Malam pertama yang banyak dinantikan oleh pasangan yang baru menikah.
__ADS_1
Hanif mengucap doa untuk melakukan jima' kepada istrinya, agar syetan tidak ikut dalam pembuahan cinta yang halal dan suci.