
"ma.. Khanza akan berangkat besok bersama kak Adilla. Kami akan menangani kantor pemasaran yang dibuka papa disana." ucap Khanza dengan berat hati untuk menggalkan Rena sang Mama.
Pemuda berusia 24 tahun itu kini tumbuh menjadi seorang penuda yang tampan dan kalem. SedangkanAdilla tumbuh menjadi gadis cantik nan sholeha. Berkat didikan Hanif dan Rena, keduanya kini menjadi orang yang sukses.
Meskipun Rena merasa berat untuk melepaskan kedua buah hatinya, namun semua sudah menjadi keputusan bersama.
"baiklah sayang. Jika semua demi karir dan impianmu, mama tidak bisa menghalangimu. Jaga diri kalian baik- baik disana. Dan jagain ka Adilla, karena kamu itu anak laki-laki makanya harus siap jagain kakak perempuan kamu." nasehat Rena kemana kedua buah hatinya.
"baik ma, Khanza akan mendengarkan segala apapun yang mama katakan." ucap Khanza dengan santun.
Rena memeluk Khanza, rasanya baru saja Ia mengantarkan mereka masuk sekolah dasar, namun sekarang waktu berlalu begitu cepat. Kedua buah hatinya sudah tumbuh menjadi pribadi yang akan menuju kedewasaan.
-------♡♡♡♡-----
__ADS_1
"Hubby.. Ren akan merasa kangen nantinya kepada mereka berdua, dan rumah ini akan terasa sepi nantinya." ucap Rena saat mereka telah berada diranjang peraduannya.
Hanif mengecup lembut ujung kepala Istrinya. "mereka milik kita saat dari kandungan hingga masa belajar saja sayang. Setelah mereka mulai dewasa dan menemukan jodohnya, maka mereka milik orang lain. Namun kita tetap orang tua yang harus terus memberikan nasehat." ucap Hanif menenangkan hati Rena.
"tapi Ren akan sangat kesepian saat berjauhan dari mereka." ucap Rena manja dan bergelayutan didada Hanif.
Hanif membelai lembut rambut istinya. Sudah 21 tahun masa pernikahan mereka, namun cinta diantara keduanya semakin tumbuh dan berkembang.
-------♡♡♡♡------
Khanza dan Adillah menginjakkan kakinya dibandara kualanamu, Medan. Hanif dan Rena ikut serta mengantarkan mereka.
Untuk memberikan kenyamanan kepada keduanya, Hanif membelikan sebuah rumah untuk temoat tinggal mereka yang tidak begitu jauh dari perusahaan yang baru saja dibangun oeh Hanif.
__ADS_1
Keduanya kini harus mampu menerapkan dan menggunakan aoa yang sudah dipelajari mereka selama ini semasa perkuliahan dalam bidang management dan bisnis, serta bimbingan langsung dari sang papa.
"papa dan mama akan kembali esok. Maka mulailah kehidupan kalian yang baru, dan jangan kecewakan kepercayaan papa dan mama yang sudah kami berikan kepada kalian." hanif memberikan kata-kata nasehat kepada kedua buah hati mereka.
"iya pa." jawab keduanya serempak.
"baiklah.. Kalau begitu beristirahatlah.. Karena esok kalian akan memulai semuanya. Papa dan mama akan menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan dan mengunjungi saudara yang ada disini." ucap Hanif. Lalu meraih Rena untuk ikut pergi bersamanya.
"mari sayangku.. Kita akan pergi menikmati keindahan kota Medan, sekaligus bernostalgia mengenang kisah kita saat bertemu dahulu." ucap Hanif nakal, yang membuat Rena bersemu merah.
Khanza yang melihat sikap sang papa yang terlalu bucin dan kepada mamanya terkadang menggelengkan kepalanya. Namun Ia merasa bahagia, karena kehidupan rumah tangga mereka terlihat adem ayem dan tentram. Tidak pernah ada sekalipun percekcokan yang berarti. Dimana Hanif memberikan contoh kepada sang anak, jika kelak menjadi seorang suami, agar memberikan cinta yang utuh dan ketulusan.
Bersambung ya😴😴
__ADS_1