Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Sasaran Baru


__ADS_3

Hanif yang merasa gerah dengan tingkah Wina, segera mengambil tindakan tegas.


Hanif membatalkan semua kontrak kerja dengannya. Perusahaan itu memohon dan menghiba, agar perjanjian kontraknitu tidak dibatalkan.


Hanif memberi syarat, jika sekretaris mereka harus diganti..


Untuk memyelamatkan perusahaannya. Maka mereka akhirnya membuang Wina dari kesatuan kerja mereka.


Mendapati dirinya dicampakkan. Membuat kekesalan Wina semakin bertambah.


"kejaam kamu Hanif..!! Segitunya kau ingin mencampakkanku..?!" wina terisak dengan keperihan. Cinta tak sampai yang terus diperjuangkannya.


Wina menyeka air matanya. Ia menaruh dendam yang teramat sangat. "jika aku tak mampu mendapatkanmu dengan cara satu, maka aku masih banyak cara untuk mendapatkanmu kembali."


Wina beranjak bangkit dari tempat tidurnya. Lalu menuju garasi mobilnya.


Ia mengendarai mobilnya dengan penuh dendam. Ia hampir saja kehabisan bahan bakar. Ia mengisi bahan bakarnya. Namun naas, karena kepergiannya yang terburu-buru, Ia lupa jika dompetnya tertinggal dikamar.


Wina terlibat percekcokan dengan peyugas SPBU, sehingga menimbulkan antrian panjang.


Seorang pria bertubuh kecil datang menghampiri Wjna dan petugas SPBU yang terlibat percekcokan.


"berapa yang harus dibayar mbak..?" ucap Pria itu kepada petugas SPBU.


"200 ribu bang." jawab petugas itu dengan wajah sedikit kesal kepada Wina.


Lalu pria kecil itu memberikan 2 lembaran uang seratusan ribu kepada petugas.


Setelah itu Wina mengendarai mobilnya , menjauh dari antrian.


Bernard mengendarai mobilnya keluar dari SPBU, ia melihat sebuah mobil mengekorinya, lalu Ia menepikan mobilnya.


Ternyata itu mobil Wina yang mengekorinya.


Wina turun dari mobil, mengetuk kaca mobil Milik Bernard. "ada apa..?" ucap Bernard kepada Wina, saat menurunkan kavamca mobilnya.


"terimakasih atas kebaikanmu tadi" ucap Wina sembari mengulurkan tangannya."aku Wina" ucapnya memperkenalkan diri.


"bernard" jawabnya dengan singkat.


"gila..cantik juga dia.. " Bernard berguman lirih dalam hatinya.


seketika jiwa nakal Bernard kembali bergejolak. Ia sepertinya tertarik dengan Wina.


Entah iseng atau apa, Bernard merafalkan mantra pemikat sukmanya kepada Wina. Seketika Wina merasakan debaran-debaran aneh dalam sekejab.

__ADS_1


"emmm..sebaiknya mungkin kita bisa makan siang bersama." ucap Bernard.


Seperti kerbau yang dicocok hidungnya, Wina mengikuti saja perintah Bernard, bahkan Ia belum mengenal siapa Bernard.


Wina memasuki mobilnya, Ia mengikuti arah kemana mobil Bernard, dan melupakan tujuan awalnya.


Bernard membawa Wina kesebuah restaurant bergaaya rooftop. Mereka mengambil tempat paling sudut.


Setiap mata tamu memandang, selalu berbisik-bisik membicarakan mereka.


Wina seperti orang yang tidak sadar akan apa yang Ia lakukan. Baginya Bernard seperti malaikat yang datang kepadanya saat terjepit.


mereka duduk bersebelahan. Sesekali Bernard melirik kepad Wina. "sepertinya aku harus menghentikan pengejaranku kepada Rena. Mungkin dia sasaran yang pas." Bernard mengambil keuntungan dari pembelian bahan bakar tadi.


"kamu mau pesan apa?" tanya Bernard. Selembut mungkin.


Wina yang sudah lama tidak mendapatkan perhatian dari seorang pria merasa sangat tersanjung. Bernard begitu memperhatikannya.


"baru kali aku bertemu wanita secantik anda." ucap Bernard, memulai gombalannya.


merasa dipuji, Ia pun semakin berbunga. Hatinya penuh dengan kehangatan.


Tak lama pesanan datang. Mereka menyantap pesanannya.


Wina yang suka memakai pakaian sexy, tentu membuat Bernard berimajinasi tinggi. Apalagi sepertinya Wina menggunakan pakaian dengan leher terbuka.


tak henti-hentinya Bernard terus melafalkan mantranya. Membuat Wina bingung. Debaran-debaran dihatinya kian tak terbendung.


Bernard bahkan mulai berani menggenggam tangan Wina, dan wanita itu hanya diam saja tak bergeming.


seperti sebuah hipnotis yang tak mampu Ia tolak. Wina merasa jika Bernard sangatlah tampan dihadapannya.


Sesaat Bernard memerima panggilan telefon. Masa bercutinya telah habis. Ia harus kembali bekerja.


Bernard membayar tagihan makan mereka. Lalu meminta Nomor WA milik Wina. Tanpa berfikir panjang, Wina langsung memberikannya.


Bernard beranjak pergi dari restaurant. Sedangkan Wina masih duduk terdiam dikursinya.


Saat Bernard sudah tidak berada disisinya, Ia tersadar jika Ia berada di sebuah restaurant. Wina segera beranjak pergi.


Saat mengendarai mobilnya, Wina masih terus terbayang wajah Bernard. Baginya Pria itu begitu memikat hatinya.


-------


Wina kembali kerumahnya, Ia langsung menuju kamarnya. Ia terus saja membayangkan wajah Bernard. Seketika Ia menjadi halusinasi tentang bernard. Bahkan jika mereka berdiri tentu sangat jauh berbeda.

__ADS_1


Wina membayangkan wajah pria mungil itu sembari tersenyum sumringah.


Lamunan Wina terhenti saat Sebuah panggilan masuk ke handphonenya. Satu nama Roy.


Wina menatap layar handphonenya. "apa lagi sih ne orang..?!" gerutu Wina dengan kesal. Ia membiarkan saja panggilan itu hingga berkali-kali.


karena merasa kesal, akhirnya Wina mengangkatnya juga. " hallo..apa sih kamu..?" ucap Wina dengan jutek.


"kemana anakku?" jawab Roy penuh penekanan.


"anak apa..? Jangan ngaco kamu..?" ucap Wina kesal.


"kamu jangan bermain-main denganku Win..!! Jika sampai kamu mempermainkanku, maka aku akan membuat perhitungan denganmu.!" Roy mencoba mengancam.


Wina terdiam. "aku harus jawab apa..? Emmm..anak kamu sudah mati...!!" jawab Wina seenaknya.


"hahahaha.. Apa kamu fikir aku percaya sama kamu ha..?! Katakan dimana anakku?!" desak Roy kepada Wina.


Wina semakin pusing harus menjawab apa. Ingin rasanya Ia menonaktifkan handphonenya. Namun sepertinya Ia berharap dapat menerima telefon dari Bernard.


Roy yang terus mengancam membuat Wina semakin tertekan. "aku sudah membuang anakmu.!!." jawab Wina dengan keras.


"apa kaku bilang..? Gila kamu Win..?! Apa kamu sudah tidak waras..?" ucap Roy dengan geram.


Setiap saat Roy selalu menerornya dengan menayakan keberadaan Sofia. Semakin lama pertanyaan itu membuat Wina semakin frustasi. Karena Ia sendiri juga tidak mengetahui dimana Sofia kini.


--------


setelah melakukan perjalanan panjang, akhirnya Bernard sampai juga di sebuah perumahan bersubsidi. Ia telah membeli rumah itu untuk dirinya.


Dirumah itu Ia tinggal seorang diri. Bernard segera beristirahat.


Ketika malam harinya, Ia mulai melakukan kembali ilmu 'Ngrogo Sukmonya'.


Bernard kembali berkonsentrasi tinggi, menembus pandangan bathinnya, mencari keberadaan Wina.


Sukma Bernard berada pada sebuah rumah mewah. Disebuah kamar nan luas, Ia menemukan Wina yang sedang berbaring uring-uringan.


"aku tau kamu sekarang lagi merindukanku" Sukma Bernard tertawa senang.


Wina tampak gelisah. Ia seperti tidak nyaman. Menunggu seseorang menelefonnya.


"Dimana sih kamu Bernard.? Mengapa tidak juga menelefonku.?" Wina seperti orang yang bingung.


Hatinya begitu mendamba kehadiran Bernard. Bahangan wajah Bernard tampak menari-menari dipelupuk matanya.

__ADS_1


Bernard tersenyum licik. "aku akan menjadikanmu sebagai sebuah pelampiasan. Kecantikanmu telah menyihirku. Kupastikan kamu tidak akan lepas dariku. Hanya aku pria tertampan dimatamu." Bernard semakin berambisi melancarkan segala rafal mantra 'Pemikat Sukmanya'.


Setelah puas melihat calon korbannya, Sukma Bernard kembali menuju tubuhnya.Ia akan memastikan jika Wina akan tidak waras jika saat ini Ia tidak menelefonnya.


__ADS_2