Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Bernard Berniat Mencari Rena


__ADS_3

Setelah sembuh dari sakitnya. Bernard mencari keberadaan Rena. Setelah mendapatkan informasi dari profil dan unggahan kegiatan Rena, Bernard melacak lokasi yang ditampilkan dalam setiap unggahan Rena.


Bernard mulai menata dirinya. Ia mulai mencari pekerjaan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang agar dapat menemui Rena.


Salah satu temannya menawarkan sebuah pekerjaan di pabrik kertas Kerinci. Ia menyambutnya dengan antusias. Ia mengirimkan semua berkas lamaran pekerjaan. Karena ada orang terdekat, akhirnya Ia diterima bekerja disana dan memulai hidupnya yang baru.


Setiap saat Ia terus membayangkan bagaimana Ia dapat menemui Rena. Ia akan berusaha keras untuk menemui Rena dalam keadaan berduit.


 


8 tahun kemudian...


Adillah kini sudah duduk dikelas 2 Sekolah Dasar, sedangkan Khanza sudah duduk di kelas 1 Sekolah Dasar. semua orang menganggap mereka adalah adik kakak yang kembar. Karena pertumbuhan mereka yang dapat diimbangi.


mereka tumbuh dengan sikap saling menyayangi dan mengasihi. Sikap Adillah yang selalu menjadi kakak yang baik untuk Khanza. Ia selalu melindungi Khanza dari siapapun yang bersikap ingin membully adik sesusuannya itu.


Tin..tin..Rena menjemput kedua buah hatinya. Ia sengaja menjemput Khanza agak terlambat, agar dapat pulang bersamaan dengan Adillah. Khanza terpaksa menunggu satu jam disekolah untuk menanti kepulangan Adillah sang kakak. Ia tidak mau pulang sebelum Adillah pulang sekolah. Karena Ia akan kesepian dirumah tanpa ada Adillah yang selalu menjadi temannya.


 


Bernad kini telah memiliki sebuah mobil dari hasil Ia bekerja selama 7 tahun belakangan ini. Akhirnya Ia mengambil cuti dari pekerjaannya. Ia ingin pergi ke pekanbaru mencari keberadaan Rena. Setelah Ia mendapatkan informasi yang akurat, Ia melalukan penyelidikan, dan mengetahui kegiatan Rena setiap harinya. Dan Ia mengetahui jika saat ini Rena jadwal menjemput anak-anaknya.


Rena mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia melihat buah hatinya tampak begitu senang saat bermain bersama.


Namun keceriaan itu tiba-tiba terhenti, saat berada disebuah jalanan sunyi, sebuah mobil menghalangi mobil Rena dan menghentikannya. Rena kaget, sehingga melakukan pengereman mendadak.


Ia bersyukur kedua buah jatinya tidak sampai terluka.


Dari dalam mobil yang menghalangi Rena, tampak sesesorang bertubuh kecil turun dari mobil itu. Ia menghampiri mobil Rena.


Rena merasakan jantungnya hendak lepas, saat melihat siapa yang menghampirinya. Ia gemetaran saat memegang stir mobil.


Ia tidak ingin melihat pria itu dalam hidupnya. Ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.

__ADS_1


Ia juga bingung, bagaimana caranya Bernard dapat menemukannya. Rena tidak menyadari jika unggahan yang dibuatnya di akun aplikasi biru dengan mencantumkan lokasi keberadaannya telah membuat boomerang bagi dirinya.


Bernard mengetuk pintu mobil berulang kali. Namun Rena tak mengindahkannya. Diam-diam Ia menghubungi Hanif untuk meminta bantuan dengan alasan ada orang yang sedang berniat jahat padanya. Lalu Ia mengirimkan lokasinya.


Bernard terus mengetuk pintu mobil dengan keras. Membuat dua bocah itu ketakutan.


Bernard menjadi kesal. Ia ingin membuka paksa pintu mobil dengan berniat memecahkan kaca mobil Rena dengan batu yang berada disekitarnya. Namun aksinya terhenti saat mendengar suara sirene mobil polisi yang mengarah kelokasinya.


Ia mengurungkan niatnya. Lalu segera memasuki mobilnya, dan tancap gas. Mobil polisi mencoba mengejarnya, namun tertinggal jauh, dan Bernard berhasil kabur.


Rena merasakan ketakutan yang luar biasa. Ia tidak pernah bermimpi untuk bertemu dengan pria brengsek itu lagi.


"Ya Rabb..jauhkanlah aku dari Pria jahat itu. Aku tidak ingin bertemu dengannya lagi." Rena mencoba berdoa dengan penuh harap.


Akhirnya Rena pulang kerumah dengan dikawal oleh mobil polisi.


---------


Bernard kembali ke hotel. Ia merasa kesal dengan polisi tersebut. Ia berfikir mencari cara lain bagaimana caranya agar dapat bertemu dengan Rena. Jujur Ia akui, Ia sangat merindukan Rena. Ia belum dapat move on dari Rena. Ia tidak pernah menyangka jika kini Ia berbalik mengejar wanita itu.


Ia melakukan ajian 'Ngrogo Sukmo untuk melakukan pengintaian terhadap Rena.


Saat ini telah berada pada tengah malam. Ia melakukan ritual untuk melakukan 'pelepasan raga menuju kerumah Rena.


Sukma Bernard mengitari rumah Rena. Ia ingin masuk menembus kedalamnya. Namun Ia fikejutkan dengan kemunculan sesosok pria bersorban yang menghampirinya.


Sosok itu mensedekapkan kedua tangannya didada. Memandang sukma Bernard dengan tajam.


"mengapa kau mengusik seseorang yang tak pernah mengusikmu?" ucap pria bersorban itu kepada Sukma Bernard.


Sukma Bernard menatap penuh kesal. Ia mengingat jika pernah bertemu dengan sukma pria bersorban itu.


"mengapa kau selalu ikut campur dengan urusanku?" tanya Bernard dengan nada kesal.

__ADS_1


"karena kau terlalu lancang mengusik tuanku" jawab sukma pria bersorban itu.


Sukma Bernard menghampiri sukma pria bersorban. Lalu Ia menantang dengan merasa paling hebat.


Sukma pria bersorban memandang dengan tenang. saat Sukma Bernard ingin melakukan penyerangan, dengan cepat Sukma pria bersorban melakukan tepisan serangan.


Dan Ia dengan cepat memberikan serangan balasan yang tak pernah diduga oleh Bernard sebelumnya.


Sukma bersorban itu mengunci pergerakan sukma Bernard dan memberikan serangan yang menyakitkan bagi Sukma Bernard.


Sukma Bernard terpental hingga sampai mendekati raganya. lalu Sukma itu kembali pada Raga Bernard.


Bernard tersentak. Ia meringis kesakitan karena sukma sosok bersorban melakun serangan yang menyakitkan kepadanya.


Ia menaruh dendam kepada sosok bersorban itu. Bernard berniat kembali menuntut ilmu kanuragan yang lebih tinggi untuk dapat melumpuhkan sosok bersorban.


-----------


Rena masih belum dapat memejamkan matanya. Ia gelisah dan merasa takut dengan kemunculan Bernard yang dengan tiba-tiba.


Hanif yang melihat kecemasan dalam diri Rena, lalu menghanpirinya. Ia mendekap tubuh Rena dengan hangat. "siapa yang mencoba menyakiti kamu sayang? Apakah kamu mengenal orang itu?" tanya hanif dengan lembut.


Rena menggelengkan kepalanya. "Ren tidak mengenalnya bby." jawab Rena lirih dengan berbohong.


"kalau begitu, Hubby akan memberikan boddyguard yang akan mengawasi kamu sayang. Agar kamu tidak ketakutan lagi jika keluar kemana-mana." ucap Hanif dengan tegas.


Rena hanya termangu. Mengkin Ia menyetujui saja saran dari Hanif. Ia ingin hidup dengan merasa nyaman.


"apakah ayank setuju dengan ide Hubby?" tanya Hanif kepada Rena.


Rena akhirnya mengangguk setuju.."Iya, Ren setuju dengan ide hubby. " jawab Rena dengan tegas. Ia ingin Bernard merasa jengah karena bodyguard yang terus mengawasi Rena kemanapun.


Kini Rena merasa lega dengan usulan dari Hanif suaminya, Ia menganggap Hanif dapat memyelesaikan semua masalah yang dihadapinya dengan sangat mudah.

__ADS_1


Akhirnya Rena dapat tidur dengan nyenyak dalam buaian mimpi yang yang indah bersama sang pujaan hatinya.


__ADS_2