
Kwaaak...kwaaak...kwaaak...
Pekikan burung gagak membahana melintasi rumah Ambar. Sesekali burung hitam itu bertenggek di dahan pohon jeruk kasturi milik ambar, yang tumbuh subur di perkarangan rumahnya.
Burung itu terus saja memperdengarkan suaranya yang terdengar sangat menyeramkan.
Ambar merasakan kegelisahan, melihat burung gagak yang terus tanpa henti bersuara nyaring itu.
"kabar apa yang ingin kau sampaikan? Pergilah.. Jangan disini. Aku belum sanggup mendengar kabar apapun.." Rintih Ambar sembari yerus menatap burung gagak yang masih setia bertengger di atas dahan jeruk kasturi.
Sudah seminggu ini, burung itu terus berbunyi, datang dan pergi, sesekali bertengger diatap rumahnya.
Hati Ambar kian resah, menurut kepercayaan orang terdahulu, jika burung gagak dan elang bersuara nyaring dan melintasi rumah, akan ada kerabat yang meninggal dunia. Sedangkan jika bertengger didekat rumah, maka kerabat terdekat dan paling dekat dengan darah yang akan mengalami musibah.
Sedangkan burung perendjak, jika Ia bernyanyi riang disekitar rumah, maka akan ada tamu yang datang. Begitulah kepercayaan orang-orang terdahulu, yang sering disebut dengan 'kabar burung'.
---------*******--------
Tony yang sudah mengacungkan senjata tajam berula golok dan berada disisi mobil yang ditumpangi Rena dan Bernard.
Para warga yang melihat hal itu merasa panik dan ketakutan.
Siapa sangka, ternyata Tony memanfaatkan golok itu untuk mengempiskan ban mobil Rena bagian depan.
Akibat tindakan Tony, maka mobil itu tak dapat lagi bergerak.
Tony menjebol kaca pintu mobil dan membukanya. pokonya hancur lah itu mobil dibuat Tony.
Ia memaksa Bernard keluar dari mobil itu, lalu menarik kerah bajunya dengan paksa, dan menyeretnya keluar.
__ADS_1
Warga mulai berkerumun. Tony mengacjngkan tangannya keatas. "sorry, dia ini pria yang sudah melarikan iatri orang. Wanita didalam itu adalah kakak kandungku.." ungkap Tony dengan tatapan membungkam. Ia tidak ingin warga berfikir lain padanya.
Rena yang masih dalam pengaruh pelet Berbard merasa bingung dengan apa yang terjadi. Ia keluar dari mobil, lalu menghampiri Yony. "Tony.. Kenapa kamu bisa ada disni..? Tanya Rena dengan wajah bingung.
"Ada urusan dikit kak.." ucap Tony sembari memegangi kedua tangan Bernard. "tolong buat warga yang disini agar menelefon polisi."pinta Tony.
Sesaat Bernard ingin melancarkan aksinya untuk memakai ilmu peletnya untuk memukau warga yang sedang berkerumun., agar semua orang membelanya. Denagn merafalkan mantranya, Ia mulai berkomat kamit membaca mantra pelet Pemikat Sukma, agar warga memukau padanya, lalu mengasihaninya dan meminta Tony untuk melepaskannya.
Setelah merafalkan terus menerus mantra pemikatnya, warga mulai tersihir dan merasa iba kepadanya. Mereka tidak tega melihat tubuh kecil Bernard ditarik oleh Tony. "hei.. Kamu, apakah kamu tidak malu menyeret orang yang lebih kecil darimu?" ucap seorangbwarga yang mulai terperanguh oleh ilmu pemikat Bernard.
"iya..iyaa.. Dasar tidak memiliki prikemanusiaan." bela yang lainnya. Bernard mulai terrsenyum melihat warga yang mulai terpedaya oleh ilmu pemikatnya.
Tony merasa heran, bukankah tadi Warga bersimpati padanya, tetapi mengapa mereka berbalik membela Bernard..? Dan kini warga semakin menyalahkannya.
Rena berlari menghampiri Bernard, Ia menangis memohon kepada Tony, agar adiknya itu melepaskan Bernard. Ia sudah bertekad ingin menikah dengan pria itu.
"lepaskan dia Ton.. Kakak mencintainya, biarkan kakak ikut dengannya." rengek Rena sembari menangis terisak.
Tony semakin terpojok dengan ocehan para Warga yang terus menyalahkannya. Bernard tertawa senang, karena Ia berhasil memikat para warga dan ilmu peletnya bekerja.
Setelah beberapa menit drama penangkapan Bernard, Hanif sampai dilokasi. Sebelumnya Ia memejamkan matanya, sembari membaca "tabbadyadah hanillah habiwwatab..!" lalu Ia meletakkan ujung lidahnya dilangit-langit mulutnya, dan menekankan tumit kakinya dibumi dengan kuat, serta mengucapkan dalam hatinya " tundukkanlah mereka yang ada disini semuanya kepadaku ya Rabb.." lalu Ia berjalan menyibak kerumunan. Seketika semuanya tertegun.
Hanif memandang semua orang dengan tatapan mengunci. Sehingga mereka menjadi bungkam seketika.
"Wanita ini Istri saya, dan pria ini mencoba membawanya lari." ucap Hanif kepada semuanya. Mereka diam penuh keheningan.
Hanif menghampiri Rena, yang kini sedang berlutut dikaki Tony, menghiba meminta Tony melepaskan Bernard. Kehadiran Hanif hanya dianggapnya angin lalu saja. Tak sedikitpun Ia menoleh kepadanya.
Rasa sakit, tentu saja iya. Karena sang pencuri hatinya seolah tak mengenalinya, namun Hanif mencoba bersikap tenang, karena Ia menyadari Rena dalam pengaruh Ilmu pemikat Bernard.
__ADS_1
Hanif mengambil tissu yang disimpannya didalam saku bajunya. Lalu Ia menutupkan kepada hidung Rena. Seketika Rena kehilangan kesadaran, dan dengan cepat Hanif menangkapnya.
Warga terdiam dengan semua kejadian ini. sebagian yang telah sedikit sadar, merasa hal yang sangat mustahil, jika suami setampan Hanif harus ditinggalkan istrinya, demi seorang pria seperti Bernard. Mereka mulai berkasak kusuk.
Hanan baru saja tiba, dengan sangat emosi, Ia melayangkan tinjunya kepada Bernard. Ia merasa ininsudah sangat keterkaluan. Bukankah Ia sudah pernah memberi pelajaran kepada pria brengsek ini? Namun ternyata umurnya masih panjang.
Bernard meringis menahan sakit, darah keluar dari sudut bibirnya. Hanan menatap dengan pandangan menghujam jantung dan penuh dendam.
"mungkin sebaiknya kau ini mati saja, manusia tidak berguna.!" Hanan merutuki Bernard penuh kebencian.
Jkka bukan karena masih berfikir panjang, mungkin Hanan sudah merampas golok yang dipegang Tony, lalu mencincang tubuh Bernard, dan memberikannya kepada buaya.
Namun Hanan masih sedikit mengontrol emosinya. Tony mengendurkan pegangannya, lalu melepaskannya. "pergilah yang jauh.. Jangan pernah kau membuat kesalahan yang sama, kali ini aku mengampuni mu, namun jika lain kali kau mengulanginya, maka kupastikan, nyawamu tak lagi bersama ragamu!!" Ucap Hanif yang mencoba tenang, namun kalimatnya penuh ancaman.
Hanan dan Tony merasa kesal, mengapa Hanif melepaskan Bernard begitu saja, bukankah lebih baik dibawa kekantor polisi, dan dibiarkan mendekam disana.
Hanif hanya diam saja, entah apa yang sedang difikirkannya.
Warga yang berkerumun mulai membubarkan diri. Ada banyak peryanyaan yang hadir di kepala merwka, dengan semua adegan tersebut.
----☆☆☆♡♡♡☆☆☆-----
Hanif memapah tubuh Rena yang tak sadarkan diri. Ia membawanya kedalam mobil. Karena ini sudah memasuki kawasan kampung Rena, maka Ia lebih memilih membawa kerumah Munah, ibu mertuanya.
Hanan menelfon mobil derek, untuk membawa mobil Rena ke bengkel. Setelah mobil itu datang mereka menuju rumah Munah, ibunya, untuk melihat kondisi Rena.
Tony dan Hanif merasa sangat kesal dengan keputusan Hanif yang melepaskan Bernard begitu saja. Padahal mereka berharap agar Bernard diberi hukuman yang setimpal. Pria itu sudah sangat keterlaluan. Membuat kesalahan yang berulang untuk kedua kalinya.
Bukankah akan ada niat dihatinya untuk mengulanginya lagi.? Jika saja sampai itu dilakukannya. Maka Hanan akan bersiap untuk melakukan apapun agar membuat Bernard jera.
__ADS_1
Pukulanya di wajah Bernard belum cukup untuk membuatnya merasa puas. Jika saja tadi akalnya sedikit melenceng, maka Bernard dipastikan sudah berpindah kealam lain.