Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Teror


__ADS_3

Setelah seminggu menempati rumah baru. Rena menjalankan tugasnya sebagai Istri yang baik. Hanif mulai membimbingnya untuk selalu shalat 5 waktu berjamaah dengannya.


sedari subuh, selesai shalat berjamaah bersama sang suami, Rena berkutat didapur. Ia sedang bersiap membuat sarapan untuk Hanif. kemampuannya memasak saat bersama ibunya, Ia terapkan untuk memberikan sajian yang terbaik buat Hanif, sang suami tercinta.


meskipun memeliki beberapa orang pelayan, namun untuk urusan memasak, Rena sendiri yang membuatnya.


Hanif menuruni anak tangga, Ia melihat Rena sang istri sedang menata hidangan diatas meja makan. aroma khas nasi lemak (uduk) menggugah seleranya. Ia segera menghampiri sang pujaan hatinya. "emmmm..harum banget sayang.. kamu pinter masak ternyata.." puji Hanif dengan, tatapan teduh, dan menenangkan.


Rena tersipu malu mendapat pujian dari sang suami. Ia segera meletakkan piring dan sendok kehadapan Hanif, menyodorkan wadah nasi lemak dan toppingnya, berupa sambal teri kacang, dan telur balado.


Hanif menarik kursi dan duduk untuk bersiap menyantap masakan yang sudah disiapkan sang istri. Ia begitu lahab menyantab sarapannya.


ternyata, setelah menikah Ia lebih tampak bersemangat. dimana ada sang istri yang selalu merawat dan melayaninya dengan penuh keikhlasan.


Hanif telah selesai dengan sarapannya. Ia beranjak bangkit dan ingin pergi bekerja. "Mas berangkat kerja dulu ya sayang" ucap Hanif dengan lembut, sembari mengecup kening Rena.


Rena mengangguk dengan senyum manisnya. "hati-hati dijalan ya my Hubby.." ucap Rena dengan nada cinta.


Hanif mengerjapkan kedua matanya dengan senyum mengembang.


Rena mengantar Hanif sampai kedepan rumah, setelah Mobil Hanif menghilang dibalik pagar rumah, Rena berniat masuk kedalam rumah.


dari jauh, diujung pagar, Ia melihat sesuatu yang mencurigakan. Rena mencoba mendekati nya. tercium aroma yang sangat tidak mengenakkan. seperti bau busuk bangkai binatang.


sebuah kantong kresek berwarna hitam yang diletakkan dipojok pagar, dengan lalat hijau yang berkerumun. Rena sedikit bergidik, namun rasa penasaran membuat ingin mengetahui apa isi didalam kantong kresek tersebut.


Rena tidak berani membuka dengan tangannya langsung. Ia mencari sesuatu untuk membukanya. Ia melihat sebatang besi angker sepanjang 150 cm, sisa dari pembangun pagar rumah yang tergelatak di sekitar pagar.


dengan menggunakan besi angker tersebut, Ia membuka bungkusan kresek yangbtidak tertutup rapat, sembari menutup hidungnya.


setelah berhasil membukanya, Ia terkejut dengan penampakan didalamnya. seonggok bangkai ular kobra berwarna kuning yang telah hampir membusuk dan mengeluarkan belatung. Rena yang phobia dengan ular terlonjak dan mundur tiga langkah kebelakng.


Ia mengelus dadanya, mencoba menetralkan detak jantungnya.


diantara bangkai ular itu, ada sebungkus plastik yang biasa djgunakan untuk menimbang gula pasir, berwarna bening. didalamnya terdapat secarik kertas.


Rena yang penasaran, lalu mengambil bungkusan plastik transparan itu menggunakan besi angker.


plastik itu telah terkontaminasi bau busuk dari bangkai ular itu tersebut.


dengan rasa mual, Ia mencoba membuka plastik tersebut. Ia membuka gulungan kertas itu. didalamnya terdapat sebuah kalimat yang membuat Rena terbelalak dan menjatuhkan kertas tersebut.


kertas itu bertuliskan "Dasar..ular Betina..!!"

__ADS_1


Rena gemetar ketakutan, Ia tidak mengetahui siapa yang telah mengirimkannya.


"Siapa yang telah mengirimkannya..?"


"apakah ada orang yang jahil membuang sampah sembarangan?" Rena berguman dalam hatinya.


Rena menghela nafasnya dengan berat Ia meletakkan kedua tangannya dipinggang, sembari berfikir untuk melakukan apa dengan bangkai ini.


Rena menemukan Ide, Ia pergi kedalam rumah, mencari sesuatu yang bisa dijadikan untuk alat menggali.


Ia pergi kegudang, menemukan sebuah cangkul, dan membawanya kedekat pagar. Ia ingin mengubur bangkai tersebut, agar tidak meninmbulkan aroma busuk.


sesampainya didekat pagar, Ia tak menemukan lagi kantong kresek tersebut. Rena melihat kesekelilingnya dengan bingung.


Ia memastikan jika Ia tidak sedang berhalusinasi atas penemuannya barusan.


"siapa yang mengambilnya..?"


"apakah ada seseorang yang sedang mengintaiku..?"


Rena berguman lirih, sembari mengedarkan pandangannya. matanya tajam memperhatkkan kesekelilingnya.


setelah tak menemukan apapun disana, Ia memutuskan untuk masuk kedalam rumah.


Rena memutarkan tubuhnya, melihat ke sekeliling halamn rumahnya yang sangat luas.


hatinya tertuju pada sebuah pohon matoa yang tumbuh dengan suburdan berbatang besar. pohon itu sedang berbuah lebat.


pohon unik yang berasal dari tanah Papua dengan rasa unik dan khas. saat ini, Rena seperti melihat sesuatu yang mencurigakan disana, Ia mendekatinya dengan perlahan.


setelah mendekati pohon tersebut, Ia mencoba berciluk ba, seolah ingin menangkap siapa dibalik pohon itu. ternyat disana Ia menemukan seekor ular kobra kuning yang masih hidup dan mendesis.


dengang spontan Rena lari dengan langkah seribu memasuki rumahnya.


Rena adalah orang dengan phobia terhadap hewan melata seperti ular dan sebagainya.


setelah memasuki rumahnya, Ia tersengal. Bik Inah yang sedang mengepel lantai merasa bingung melihat nyonya mudanya seperti orang yang ketakutan.


"ada apa nyonya..? koq seperti orang yang ketakutan" ucap bik Inah penasaran.


Rena mengatur nafasnya. "itu bik..a..ada ular kobra warna kuning dibawah pohon Matoa" ucap Rena tersengal.


"ooo..itu ular kobra kuning itu memang banyak diwilayah Riau nyonya.. yang penting jangan diganggu" ucap bik Inah menjelaskan.

__ADS_1



ini penampakan ularnya ya pemirsa, ular di banyak dijumpai diwilyah sumatera dan kalimantan. namun spesiesnya sudah terancam punah.


"Bik..nanti pak mamang suruh bersihkan area halamana bik, biar jangan semak. soalnya ular suka dengan semak-semak dan lembab" titah Rena dengan sopan.


"iya nyonya.." jawab Bik Inah dengan patuh.


"jangan panggil Nyonyalah bik.. panggil Rena saja." ucap Rena yang merasa risih dengan sebutan Nyonya.


Ia beranjak kekamarnya. Ia ingin membersihkan dirinya. Ia masuk kekamar mandi, saat akan melepas pakaiannya, Ia mencium aroma busuk dari pakaiannya. Ia mengendusnya.


"tu..kan benar.. berarti tadi memang ada bangkai ular."


"Nih..baunya melekat di pakainku." ucap Rena bermonolog sendiri.


Ia membersihkan dirinya, meskipun memiliki segala kemewahan, tak menjadikan Rena orang yang lupa diri. Ia masih tetap sama seperti Rena yang dulu.


Rena membalurkan lulur ketubuhnya, setelah itu merendamkan tubuhnya kedalam bathub yang berisi air hangat dan telah dicampurnya dengan garam dan susu kambing khusus untuk perwatan kulit.


Ia mencoba mereleksasikan tubuhnya. saat sedang asyik berendam, Ia melihat seekor kalajengking merayap ditepian bathub. seekor, dua ekor dan tiga ekor merayap mendekatinya.


Rena yang melihatnya lansung terperanjat, Ia gemetaran, mengambil botol sabun cair, lalu memukulkan kearah kalejengking yang mengarah padanya. Ia mengucapka kalimat 'Ta'awudz' "A'udzubillahhiminassyaithan nirajim.." capnya.


seketika kalajengking itu menghilang dari pandangannya. Rena yang ketakutan, segera menyudahi ritual mandinya.


Ia bergegas keluar dari kamar mandi dan menyalin pakaiannya.


entah mengapa, perasan Rena tidak nyaman saat ini.


Rena mencoba menenangkan dirinya, Ia duduk santai diatas balkon rumahnya. Ia menikmati pemandangan dari atas. terlihat lalu lalang orang yang melintas dijalanan. Rumah baru ini terletak didaerah yang tidak terlalu ramai, namun terletak didepan jalan utama. disekitar rumah Rena, banyak tumbuh pohon rindang, terutama akasia.


didepan rumah ini, terdapat sebuah warung sembako, bengkel motor. dan ruko-ruko lainnya. jika didepan rumah Rena, sangat ramai, berbeda dengan sisi kanan dan sisi kiri yang membentang halaman dan taman yang luas. sehingga membuat jarak dari rumah tetangga.


saat ini matanya tertuju pada sebuah sepeda motor matic, yang sedari tadi tidak beranjak dari tempatnya. motor di berhenti didepan sebuah warung bakso yang masih tutup, namun Rena tak melihat siapa pengendaranya.


Rena mencoba mengabaikannya. lalu masuk kedalam kamarnya.


mobe



Novel baru author..

__ADS_1


kisah pernikahan ghaib antara anak manusia dengan bangsa siliman buaya putih.


__ADS_2