
kita spill wajah pemerannya dulu ya.. para pembaca..
Rena
Rena si gadis manis yang terkena ilmu pelet Bernard.
Bernard, si pemilik ilmu pelet..
****
setelah Amy mendengarkan semua curhatan Rena, Ia mengajak Rena untuk pulang. Amy merasa, nasehat apapun tidak akan membuat Rena bisa menerimanya. sepertinya Ia cinta mati oleh Bernard.
saat berada diparkiran, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Rehan. pemuda yang juga satu fakultas dengan mereka, namun berbeda kelas.
Rehan menatap ramah kearah mereka, entah angin apa yang membuatnya memberanikan diri mendekati Rena. pemuda yang selalu bergaya macho itu sudah berada didepan kedua gadis yang akan berangkat pulang.
ternyata selama ini, secara diam-diam, Rehan selalu memperhatikan apa saja tentang Rena. namun hanya sebatas memperhatikan, tanpa berani mengutarakan isi hatinya.
"balik denganku ya, Ren." ucap Rehan menawarkan tumpangan. kedua gadis itu saling bertatapan.
"boleh ya mi?" ucap Rehan, seolah meminta restu kepada Amy.
"ya tanya sama orangnyalah.. masa iya tanya sama aku?" ucap Amy sembari melirik Rena yang masih diam membisu. Amy berharap Rena dapat melupakan si Bernard sialan itu.
"mau ya Ren.." ucap pemuda tampan tersebut.
"emmmm..gimana ya.." ucap Rena bingung.
__ADS_1
sesaat, sepasang mata memperhatikan dari arah parkiran, matanya berkernyit mekihat ilah Rehan, yang seakan-akan sedang merayu Rena. saati itu Rehan mengenggam pergelangan tangan Rena, membujuknya untuk ikut pulang dengannya menggunakan motor sport miliknya.
sepasang mata itu ternyata Ridwan. Ia tidak Rela jika harus melihat Rena pulang bersama Rehan, apalagi menggunakan sepeda motor sport. "oh.. no...ini tidak bisa dibiarkan" ucap Rehan.
saat Rehan sibum membujuk Rena, tiba-tiba saja Ridwan hadir disisi mereka, lalu melepas paksa genggaman tangan Rrhan dipergelangan tangan Rena. Amy, Rehan dan Rena sama terkejutnya, karena Rudwan tiba-tiba saja nyelonong ketempat mereka.
"lepasin tangan Rena, jangan pakai sentuh-sentuh dia." ucap Ridwan ketus.
"apaan sih loe?" ganggu aja."ucap Rehan yang merasa kesal, karena tiba-tiba saja Ridwan ikut campur urusannya.
"Rena balik sama aku saja ya" bujuk Ridwan kepada Rena. dengan nada memohon.
Rehan yang melihat ini, tidak terima. Ia menyela ucapan Ridwan. " tidak..tidak..enaknsaja loe, datang-datang langsung main tikung" ucap Rehan tak mau kalah. dengan sigap Ia menggenggam pergelangan tangan kanan Rena.
Ridwanntak mau kalah, Ia menggapai pergelangan tangan kiri Rena, lalu menggegamnya dan berharap Rena mau pulang bareng dengannya. Amy yang melihat semua itu merasa pusing.
mereka saking menarik tangan Rena, seolah sedang memperebutkan sesuatu miliknya. dan akhirnya "aaww.." Rena meringis menahan sakit, ternyata mereka tidak menyadari, bahwa genggaman mereka yang terlalu kuat, membuat rasa sakit pada Rena.
Amy menggandeng tangan Rena, sembari membuka pintu deoan mobil, memerintahkan Rena segera masuk. lalu menutupnya. Amy mengacungkan tinjunya tanpa mengenai kedua pemuda itu, pertanda Ia kesal dengan sikap kekanakan keduanya. Ridwan dan Rehan, masih terpaku bengong atas tindakan Amy.
Amy melajukan mobilnya dengan perlahan, keluar dari area parkir. lalu berlalu meninggalkan kedua pemuda yang masih terdiam ditempat.
saat menyadari mobil Amy telah menghilang dari pandangan, mereka saling menatap, dengan wajah kesal.
"resek loe" ucap Rehan kesal kepada Ridwan, lalu mengacungkan tinjunya kehadapan Ridwan, lalu beranjak dari tempatnya berdiri, mengambil sepeda motor sportnya, dan meninggalkan parkiran.
Ridwan yang juga tak kalah kesal, beranjak meninggalkan parkiran dengan hati galau. "kalau tidak cepat, bisa kena tikung si Rehan ne." ucap Ridwan sembari menyetir mobilnya.
Ia merasa kini memiliki saingan dalam memperebutkan hati Rena.
***
__ADS_1
"apaan sih, tu si Rehan dengan Ridwan. dah kek, anak-anak saja tingkahnya." ucap Amy ngedumel. Rena yang masih bingung dengan kejadian barusan hanya menghela nafasnya. dia juga tidak tau, mengapa Ia menjadi rebutan kedua pemuda itu.
"makanya, jadi orang tu jangan terlalu manis, jadi banyak semut yang datang" ucap Amy kepada Rena. yang disindir cuma bengong tak mengerti, karena sahabatnya itu sedari tadi terus saja mengomel.
melihat wajah Rena yang sedang bengong, membuat Amy terkekeh sendiri. Ia juga bingung kenapa ngomel sendiri. namun hatinya bertamya-tanya, mengapa Rena tidak memiliki rasa kepada pemuda yang mendekatinya. secara fisik dan materi, pemuda yang mendekatinya lebih keren dari Bernard. sepertinya Rena memang terkena sihir pelet.
"aku harus menyelamatkan sahabatku, apapun resikonya." janji Amy dalam hatinya. Ia tak rela, jika sahabatnya harus terpuruk dalam cinta yang sebenarnya Ia tak mengerti.
"kamu harus lepas, Ren. dari jerat cinta pria brengsek itu." ucap Amy dalam hatinya. lalu melajukan mobilnya membelah kota Medan yang hiruk pikuk dengan kemegahannya.
***
Amy membuka aplikasi google. Ia mencari informasi tentang ciri-ciri orang yang terkena sihir ilmu pelet. ada beberapa laman artikel yang menjabarkannya. semuanya sepertinya sangat benar dengan kondisi Rena saat ini.
bahkan beberapa laman artikel menyebutkan, jika korban yang terkena ilmu sihir pelet, bisa gila jika terlalu lama dalam pengaruhnya.
"kasihan sekali kamu Ren, bagaimana jika keluargamu mengetahui hal ini" ucap Amy lirih.
"apakah aku harus.memberitahu keluarganya? agar Rena segera diatasi." ucap Amy dengan pertimbangan yang masih ragu.
"tapi bahaimana jika keluarganya tidak mempercayaiku?" ucap Amy ragu.
Amy menghela nafasnya. Ia melihat ada beberapa ahli supernatural, yang mempromosikan kemampuannya, bisa mengobati penyakit mistis yang dialami sahabatanya Rena. Amy, menyimpan benerapa nomor dalam phonebook ponselnya. manatau suatu saat akan berguna.
Amy menyudahi aktifitasnya, yang berselancar didunia Maya. menutup laptopnya. lalu membaringkan tubuhnya diranjang. Ia mencoba menelfon kekasihnya. Arman. yang selama ininselalu mengisi hari-harinya.
Arman menjadi tempat berteduh dikala kesepiannya. karena orangtuanya yang sibuk bekerja, tak memiliki waktu untuk bercengkrama dengannya. sedanhkan Rena akhir-akhir ini lebih banyak diam. mungkin karena pengaruh sihir pelet si Bernard sialan.
Amy menghabiskan waktunya bertelefon ria, lalu mereka berjanji untuk bertemu malam ini. menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan dan dinner yang romantis. selain tampan, Arman adalah pria dewasa yang royal terhadap yang. selalu memanjakan Amy.
pertemuannya dengan Arman saat dinner nanti, sekaligus ingin meminta bantuan untuk memberikan solusi kepada masalah yang sedang dihadapi sahabatnya, Rena.
__ADS_1
Amy berharap Arman, memiliki kenalan orang yang mempunuai ilmu supernatural, sehingga mampu melepaskan Rena dari jeratan cinta Bernard sialan itu. pemuda yang cuma memanfaatkan sahabatnya. jelas, menurut Amy, bahwa Bernard tidak tulus mencintai Rena.