Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Gelap Mata


__ADS_3

mengetahui kakaknya akan dinikahi oleh pria baik hati, Toni merasa sangat senang. Ia berharap jika kakak perempuannya dapat menjemput kebahagiaannya setelah sekian lama mendapatkan kesengsaraan dari pria brengsek yang memikatnya dengan jalan ghaib.


melihat isi pesan masuk dari pria brengsek yang pernah membuat hidup kakaknya kelam, Toni tidak dapat tinggal diam saja. Ia harus melakukan sesuatu untik membuat pria itu jera, agar tak mengusik kembali hidup Rena, kakaknya.


pesan itu berupa ancaman, jika sampai Rena menikah dengan pria lain, maka Ia akan membunuh Rena.


Tonni menghubungi Hanan, kakak lelakinya..Ia mengatakan semuanya. mulai dari pria yang akan melamar Rena, hingga pesan ancaman untuk Rena.


setelah mengatakan semuanya, Toni pergi keluar rumah. Ia mengendarai motornya, untuk membeli sesuatu.


setelah beberap menit, Ia kembali kerumah, membawa simcard baru, lalu memyerahkannya pada Rena.


"ganti simcard kakak, agar pria sialan itu tak meneror kakak lagi."ucap Toni sembari memberikan simcard yang baru kepada Rena.


Rena mematuhi adiknya, meskipun Toni adimnya, namun. pemikiran jauh lebih dewasa Toni.


Rena mengganti simcard itu, lalu mematahkan jadi dua simcard yang lama. simcard yang akan menjadi bencana jika terus dipertahankan.


*****


Hanan yang mendengar Rena akan dilamar seorang pria, merasakan ikut bahagia. mungkin itu ada pria yang dimaksud oleh pak ucok.


namun seketika senyumnya menghilang saat mendengar informasi dari Toni, jika pria sialan itu kembali mengusiknya.


rasa yang terlalu untuk melindungi sang adik membuat Hanan gelap mata. Ia melupakan semua pesan pak Ucok agar tidak melakukan balaas dendam..


namun rasa kesal dan tak rela jika adik perempuan satu-satunya harus mendapatkan ancaman yang membuatnya naik darah.


Hanan memacu sepeda motorny, membelah perkebunan karet yang membentang ratusan heaktar. ditengah malam yang sunyi, Ia terus saja nekad tanpa rasa takut untuk menuju rumah seseorang.


****


Ia sampai disebuah rumah dengan dinding anyaman pelepah pohon sagu. rumah yang hanya menggunakan penerangan pelita, dengan menggunakan minyak tanah.


[tok..tok..tok..]..Hanan mengetuk pintunya.

__ADS_1


"mbah...mbah...Joyo.." ucap Hanan memanggil seseorang..


terdengar langkah kaki lemah dari sesorang menuju pintu. lalu membukanya.


terlihat seorang pria tua bertubuh ceking, dengan pakaian serba hitam berdiri diambang pintu.


"masukla..." ucapnya, sembari berjalan masuk kedalam rumah.


Hanan mengikutinya. lalu duduk dilantai rumah yang masih berlantai tanah, dan beralaskan tikar pandan.


"apa hajadmu hingga kemari hai anak muda..?" ucap Mbah Joyo dengan suara berat.


Hanan yan gelap mata, mangeluarkan selembar foto.. foto seorang pria yang sangat ia benci. " buat Ia jera mbah, jera sampai tidak mengganggu adik hidup adik perempuan saya.." ucap Hanan dengan emosi, sembari menyodorkan kertas tersebut.


mbah Joyo meraih kertas itu, lalu memandangi foto Bernard didalamnya. setelah itu Ia memjamkan matanya.


setelah beberapa detik, mengerjapkan matanya, Ia memandang lurus kedepan. "baiklah.. akan saya lakukan.." ucap mbah joyo.


pria tua berbadab ceking, dengan kulit yang sudah keriput itu adalah seorang dukun aliran hitam. Ia mau melakukan apa saja yang diminta oleh orang yang datang kepdanya. bahkan Ia memiliki kemampuan 'membunuh tanpa menyentuh'.


Mbah Joyo membakar kemenyan, asap keluar dari pembakaran tersebut. aroma khas yang dihasilkannya sangat menusuk hidung.


Hanan seperti orang yang sudah khilaf, tak mengingat lagi pesan pak Ucok. rasa sayangnya terhadap adik perempuannya, membawanya ikut terjerumus dalam lembah kesesatan. ketika seseorang gelap mata, maka Ia akan melakukan tindakan yang sangat merugikan dirinya bahkan orang lain.


orang yang gelap mata, tidak akan memggunakan akalnya dengan optimal saat melakukan sebuah tindakan, semua demi menuruti hawa nafsunya.


mbah Joyo sudah selesai dengan ritualnya. Ia menghadap kepada Hanan. "tenanglah...aku sudah memgirimkannya. setelah ini Ia tidak akan mengganggu hidup adikmu lagi." ucap mbah Joyo dengan suara parau.


Hanan menganggukkan kepalanya. "terimakasih mbah." ucap Hanan, sembari memyerahkan sejumlah uang sebagai maharnya.


Hanan permisi untuk pulang. lalu Ia melanjutkan perjalanannya pulang kerumah.


****


pagi ini, Hanan berencana untuk menjenguk ibunya, sekaligus menemui Rena yang baru saja datang. Ia ingin mengucapkan selamat kepada adiknya, karena telah menyelesaikan wisudanya.

__ADS_1


Hanan bersama istrinya, Tina. membawa ketiga anaknya yang masih usia antara 7 tahun, 4 tahun dan 2 tahun. anak sulungnya yang berusia 18 tahun, memilih tinggal dirumah.


Hanan pergi dengan mengendarai sepeda motor.


rumah Hanan dan Munah Ibunya berbeda beberapa kecamatan. memiliki jarak 50 km dr rumahnya.


setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam lamanya, akhirnya Ia sampai juga dirumah Munah.


kedatangan mereka disambut dengan begitu suka cita. mereka berkumpul dan bercanda.


sesaat mereka juga kedatangan kakak kedua Rena, yaitu Bima, rumah Bima hanya memakan waktu perjalanan 1 jam.


Bima, kakak kedua Rena tergolong orang yang sedikit mampu dalam kehidupannya. namun karena Ia memiliki sifat yang acuh tak acuh, sehingga Toni dan Rena lebih dekat kepada Hanan.


Bima dikaruniai sepasang anak dari pernikahannya dengan perempuan bernama Eni.


meskipun dalam hal ekonomi Hanan biasa-biasa saja, namun Hanan sebagai kakak tertua mereka, memiliki jiwa melindungi, mengasihi dan menyayangi adik-adiknya.


bahkan, dari saat Rena masih SD hingga SMK, Ia yang memberikan biaya pendidikan untuk adiknya. hanya ketika saat Rena akan masuk kuliah Ia menyerah, karena berbentur dengan anaknya yang akan masuk SMA.


kedua kakaknya memberikan ucapan selamat kepada Rena . lalu mereka berkumpul membahas tentang rencana kedatangan hanif. mereka begitu sangat penasaran dengan soso Hanif, yang mampu meluluhkan hati Rena dan juga ibunya.


Hanan berharap, Hanif orang yang mampu menjadi pendamping hidup adiknya dengan penuh tanggung jawab. Hanan akan merasa tenang, jika adiknya kelak mendapat seseorang yang benar-benar mencintai adiknya.


Hanan adalah sosok seorang kakak laki-laki sekaligus ayah dari adik-adiknya. semenjak ayah mereka meminggal diperantauan, Hanif yang saat itu masih duduk dikelas 6 SD, harus rela hanya mampu menempuh pendidikannya sampai dijenjang SD saja. Ia menjadi tulang punggung untuk Ibu dan adiknya.


Hanan yang lahir pada tahun 1978, memiliki satu kelebihan, yaitu wajahnya lebih terlihat muda dari Bima yang terpaut usia tiga tahun dengannya.


jika ada orang yang tak mengenal mereka, akan mengira jika Bima adalah anak tertua. ditambah lagi Bima memiliki postur tubuh yang sedikit lebih tinggi dari Hanan.


(Hayooooo..siapa disini yang sedang membaca bab ini, memiliki wajah lebih muda dari sang adik..atau sebaliknya...)


"kapan rencana Hanif akan datang dik..?" ucap Hanan dengan lembut kepada Rena.


"katanya sebulan lagi bang..soalnya masih ada pekerjaan yang harus diselesaikannya.." jawab Rena dengan sopan.

__ADS_1


"jika Ia berencana datang...kabari abang ya.. abang ingin berkenalan dengan calon adik ipar laki-laki satu-satunya.." ucap Hanan sembari berbinar.


"jangan lupa kabari abang juga ya.." uvap Bima tak ingin ketinggalan. kini meteka tengah berbahagia untjk menyambut satu-satunya menantu laki-laki Munah.


__ADS_2