Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Draft


__ADS_3

Khanza berjalan menuju Lift Mall dan menuju lantai dasar.


Duma berjalan dan berhenti dipagar lantai 6 Mall. Lalu I melihat Khanza sudah berada dilantai dasar.


Tatapannya sangat tajam, ingin menembus dinding hati seseorang.


Khanza menghilang dari pandangannya. Duma menggeram sembari menggeretakkan giginya..Ia begitu amat penasaran dengan sosok Khanza. Ia tidak suka jika diabaikan.


Duma masih terpaku memandangi jejak menghilangnya Khanza.


"Hai sayang.. Kita bertemu lagi disini.. Jika tidak sibuk, ikutlah denganku, kita akan bersenang-senang.." bisik suara seorang pria dewasa tepat ditelinganya. Suara itu sepertinIa kenal.


Duma menoleh kearah pemilik suara. Matanya membulat saat melihat siapa yang telah berada disisi kanannya.


Duma seketika tersenyum. Semburat cahaya bahagia terpancar diwajahnya.


"eh.. Ada om.. Sejak kapan disini..?" tanya Duma kepada seorang pria dewasa dengan tubuh tambun dan berperut buncit.


Wajah pria itu terlihat sangat nakal, tatapannya penuh dengan hasrat.


"Baru saja sayang.. Melihatmu disini membuat Om tidak dapat berfikir untuk melupakan malam itu. Apakah kau bersedia melayaniku, aku akan memberikan bayaran yang sangat tinggi." ucap Pria itu dengan wajah nakalnya.


Duma menatap pria didepannya. Tatapannya tajam menembus jiwa pria itu. "Baiklah Om.. Tapi temani Duma berbelanja terlebih dahulu." ucap Duma mencoba memanfaatkan situasinya.


Seketika pria itu seperti merasa tersihir. Ia menuruti segala apa yang diucapkan oleh Duma.


"Baiklah sayang, apa sih tidak buat kamu.." Ucap pria itu sembari menarik genit dagu Duma.


Duma yang sudah melihat Pria itu sudah terpancing dan masuk perangkapnya, lalu segera menggandeng mesra si Om.


Di Mall tersebut, Duma sengaja memilih semua barang yang diinginkannya. Pria itu bagaikan kerbau yang dicocok hidungnya, mengikuti segala permintaannya, hingga merogoh kocek yang sangat fantastis.


Kekesalan Duma terhadap Khanza sedikit mereda dengan hadirnya pria yang Ia sebut Om tersebut.


Setelah puas berbelanja, Duma meminta diantar ke rumah kontrakannya terlebih dahulu.

__ADS_1


Setelah pria itu mengantarnya ke kontrakan, Duma menurunkan semua barang belanjaannya, lalu menurunkan semuanya dan membawanya masuk kedalam kontrakan.


Duma merasa sangat bahagia, hidup menjadi liar membuatnya banyak menghasilkan uang. prinsip hedonisme begitu sangat melekat didirinya.


Duma kembali mengunci pintu kontrakan, lalu memasuki mobil dan pergi bersama si Om genit tersebut.


Mobil meluncur mencari sebuah hotel mewah untuk melakukan chek in. Duma dan pria itu sudah memesan kamar hotel untuk tempat mereka bersenang-senang.


mereka memasuki Lift dan saat yang bersamaan, dua orang pria juga memasuki lift yang sama dengan Duma.


Setelah pintu lift tertutup, Duma baru menyadari, jika dua orang pria yang kini berada satu lift dengannya adalah pemuda yang sudah membuatnya gila. Seketika mata Duma terbeliak menatap wajah tampan pemuda itu. "Haaah..!! Dia disini..?" Duma membekap mulutnya serasa tak percaya.


Sesaat mata mereka beradu, Khanza memandangnya sekilas dengan tatapan dingin, lalu memperhatikan pakaian yang dikenakan oleh Duma. seketika Khanza membuang pandangannya kearah pintu lift.


Duma yang merasa diacuhkan semakin kesal. Rasa penasarannya semakin kuat tentang pemuda tampan itu.


Pintu lift terbuka, si Om menarik pergelangan tangan Duma untuk keluar dan menuju kamar mereka.


Saat Duma sudah berada diluar lift, Ia melihat Khanza menekan tombol lift dan naik ke lantai berikutnya.


Perasaan yang berbeda mengalir didadanya. Bukankah selama ini Ia yang menaklukkan banyak pria? Namun mengapa kini Ia yang merasa gelisah..? Ia tidak tahu dengan perasaannya.


Si om genit telah membawanya kedalam kamar hotel. Ia tidak menyadari jika Ia sudah berada diatas ranjang dosa.


Si om genit yang sudah tak sabar akan hasratnya, tanpa menunggu persetujuan dari Duma, Ia sudah melucuti semua pakaian yang melekat ditubuh gadis yang fikirannya saat ini sedang kacau.


Si om genit melancarkan aksinya, melakuan penyatuan tanpa perlawanan apapun. Ia menuntaskan hasratnya pada tubuh gadis yang sedang dalam lamunan.


Setelah si Om genit terkapar tak berdaya, Duma tersadar jika kini Ia dalam kondisi tanpa sehelai benangpun.


Ia tersentak saat melihat si Om yang tampak kelelahan setelah mencapai puncak surgawinya terbaring disisi kirinya.


Duma beranjak dari ranjang suite tersebut. Ia berjalan tertatih menuju kamar mandi. Disana membersihkan dirinya. Dalam guyuran air shower, bayangan wajah tampan Khanza tak dapat hilang dari pandangannya.


Duma menyelesaikan mandinya, lalu berjalan keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang dililitkannya dari atas dada hingga pangkal paha saja.

__ADS_1


Duma menyalin pakaiannya. Ia melihat Si om tersebut sudah bangkit dari rebahannya. Lalu pergi kekamar mandi.


Setelah keluar dari kamar mandi, tampak Ia sedang bersiap-siap hendak chek out..


Setelah selesai berpakaian, Ia mengambil dompetnya, lalu melemparkan uang tiga lembar ratusan ribu kehadapan Duma.


"Hari ini kamu mengecewakanku.!! pelayananmu sangat buruk sekali..!!" ucap Si Om dengan kesal.


Prilaku si Om itu membuat hati Duma sangat sakit. Ia menatap tajam pada si Om, lalu tersenyum menyeringai. Duma berjalan mendekatinya, lalu memegang kerah kemeja mikik si Om dengan lembut.


"Mengapa begitu sangat marah Om, aku hanya ingin seluruh isi dompetmu, apakah kau begitu keberatan.?" bisik Duma tepat ditelinga Si Om dengan nada nakal.


Seketika si Om meleleh hatinya, lalu mengeluarkan dompet dari saku celananya. Uang tunai 2 juta rupiah rela Ia keluarkan untuk Duma.


"Aku mau Om transfer ke rekeningku.. 10 juta rupiah, sekarang.." ucap Duma dengan nada rayuan yang menggelitik dihati si Om.


Seketika si Om mengambil phonselnya, lalu membuka aplikasi perbankan online. Ia menyodorkan kepada Duma untuk mengisi sejumlah uang yang diinginkannya yang akan ditransfer ke rekening sesuai keinginannya.


Duma mengambil phonsel tersebut, lalu mentransfer sejumlah uang dalam jumlah fantastis, dan mengirimkan kerekeningnya.


Setelah notifikasi menyatakan berhasil, Duma segera menghapus riwayatnya.


Duma tersenyum licik kepada Si Om.


"Dasar tua bangka..! Rasakan apa yang sudah kuperbuat padamu.! Jangan sesekali mencoba menghinaku, karena kau akan tau akibatnya..!" ucapnya dengan kesal dan geram didalam hati.


Duma mengambil tas sandangnya, memastikan semua barang-barang miliknya tidak ada yang tertinggal satupun.


Duma melangkah dengan santai, lalu keluat dari kamar hotel dengan senyum kemenangan, meninggalkan si Om yang kini dalam pengaruh peletnya.


Ia memasuki Lift, lalu turun kelantai dasar.


Saat dilantai dasar, Ia melihat Khanza sedang berjalan menuju lobi hotel, dengan langkah penuh hati-hati, Ia mengikuti Khanza ke lobi hotel.


Sesampai disana, tampak sepertinya Khanza sedang melakukan sebuah pertemuan penting dengan seseorang.

__ADS_1


Penampilan Khanza yang kalem dan tenang, membuatnya sangat begitu terpukau.


__ADS_2