Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Kiriman Boneka Santet


__ADS_3

Usia kandungan Rena memasuki 7 bulan. untuk mengungkapkan rasa syukur, Hanif berencana untuk membuat acara syukuran.


Hanif akan memgundang beberapa keluarga besar, rekan bisnis, anak yatim, para kaum fakir miskin dan dhuafa.


Hanif mendatangkan keluarga Rena dari kampung, dengan menjemput kekuarga inti, seperti Munah, Toni, Hanan dan keluarga kecilnya. juga Bima beserta anak dan istrinya.


semua keluarga telah berkumpul, termasuk Kasim dan Aisyah yang sudah tak sabar untuk menimang cucu mereka.


lain halnya dengan Munah, meskipun Ia sudah memiliki beberapa orang cucu dari anak laki-lakinya, namun Ia juga mengharapkan kehadiran cucu dari anak perempuan satu-satunya.


semua keluarga berkumpul dengan begitu senang. esok adalah hari H untuk menggelar hajayan syukuran atas 7 bulanan untuk kandungan Rena.


atas permintaan Rena, mereka membuat parcel mewah berupa paket sembako yang berisi 10 kg beras, 2 kg minyak goreng yang dihasilkan darinpabrik mereka, 1 kotak mi instan, dan satu kg gula pasir. paket sembako imi akan diberikan kepada para anak yatim, fakir miskin dan kaum dhuafa.


karrmena berharap keberkahan dari tujuh bulanannya. karena ketika kita hendak berbagi. maka haruslah tepat sasarannya, agar mendapat keberkahan. karena doa yang mereka lambungkan kelangit saat menerima sedekah dari kita akan membawa keberkahan pada hidup kita diwaktu yang akan datang.


para tamu undangan telah berkumpul, acara demi acara telah selesai. semua para tamu undangan telah berpulangan satu persatu meninggalkan kediaman Hanif.


dua diantara tamu undangan, yang merupakan wanita muda dan pria paruh baya, memilih untuk pulang terakhir kali. setelah semua sepi, tamu itu melemparkan sesuatu kearah pagar rumah.


****


hari semakin senja... waktu maghrib hampir tiba. Rena bersiap-siap hendak mandi. tiba-tiba Ia merasakan perutnya seperti melilit, teramat sakit.


Rena segera mempercepat mandinya. lalu bergegas keluar kamar mandi.


Hanif yang melihat Istrinya yang pucat pasi menjadi penasaran "ada apa sayang..?" ucapnya sembari mendekati Rena yang hanya mengenakan handuk sebagai pembalut tubuhnya.


tanpa menjawab pertanyaan Hanif, Rena membaringkan tubuhnya diranjang. Ia meringis menahan sakit, meremas sprei dengan sangat kuat.


saat Hanif berada disisinya, lengan.Hanif tak luput dari remasannya.


Rena mengeluhkan jika perutnya saat ini seperti merasa seperti ditusuk-tusuk..


Hanif mencoba mengelusnya, dan alangkah kagetnya Ia, karena Ia merasakan hawa panas keluar dari perut Rena. "astaghfirullah halladzim" ucapnya.


seketika Hanif terdiam, lalu Ia memejamkan matanya, membaca surah Al-fatiha, Ayat Qursi, al- ikhlas, al-falaq' dan an-nas. setelah itu, meniupkan kedua telapak tanggannya, lalu menyapukannya dari kening, ke ujung rambut, hingga ujung kaki. sembari membaca shalawat.

__ADS_1


seketika rasa sakit itu hilang, dan Rena tidak merasakan apapun.


Hanif terdiam sejenak, "sepertinya ada seseorang yang tidak senang melihat kebahagiaan kekuargaku." Ia berguman dalam hatinya.


lalu dari arah luar rumah, terdengar suara lolongan seekor anjing yang begitu menyayat hati. [aaaauuuuunnngg...]


Hanif mencoba memeriksanya dari arah balkon. "anjing siapa ini..?"


"mengapa Ia melolong didepan rumahku.. ?" hanif berguman lirih. Ia menatap anjing itu yang mana mata binatang itu terus menatap ke arah bubungan rumahnya.


terdengar dari lolongan anjing itu jika Ia sedang melihat sesuatu.


Hanif masuk kedalam kamarnya, menutup pintu balkon.


Saat Ia hendak turun keruang makan yang ada dilantai satu, Ia melihat Rena tertidur tanpa sempat menyalin pakaiannya. Ia hanya mengenakan handuk ya dipakainya saat keluar dari kamar mandi.


tentu saja hal itu membuat auratnya terekspose.


Hanif hendak membangunkannya, agar menyalin pakaiannya. namun Ia tak tega. perut Rena yang membuncit tampak menyembul dari balik handuknya.


Hanif mengambil selimut, lalu menutupkan keaurat Rena yang terlihat.


disudut yang lain beberapa anggota keluaga yang lain juga sedang terlihat mengobrol.


Hanif pergi kedapur, mengambil sendiri makan malamnya, setelah selesai makan malam. Ia beranjak keruang kelurga, lalu terlibat obrolan dengan anggota keluarga yang lain.


sesekali terdengar mereka tertawa, jika obrolan mereka terdengar lucu.


****


Rena tertidur pulas dikamarnya. seekor binatang kalajengking masuk melalui pentilasi udara. kalajengking itu merambat menuruni dinding. lalu berjalan dengan merayap ke atas ranjang Rena.


setelah sampai diatas ranjang, Kalajengking itu mengubah wujudnya menjadi makhluk menyeramkan. Ia menarik selimut yang dikenakan Rena hingga melorot kebawah.


terlihat sangat jelas bagaimana aurat Rena yang menggiurkannya. makhluk itu mulai membelai lembut perut Rena yang membuncit.


Ia mulai tertarik untuk bergerilya diaurat yang lainnya. matanya tampak membulat. Ia bersiap untuk menyenggamahi Rena yang sedang tertidur.

__ADS_1


saat Ia sedang bersiap untuk senggamanya, terdengar pintu kamar dibuka. dengan cepat Ia merubah wujud menjadi seekor kalajengking lalu merayap turun dari ranjang, dan secepat kilat keluar dari pentilasi udara.


[kreeeeeekkk] suara pintu kamar terbuka. Hanif masuk kekamar, Ia melihat kain selimut telah melorot, bahkan handuk yang dikenakan Rena juga sudah tersingkap.


"astaghfirullah.." ucapn Hanif, lalu dengan terburu-buru menutupkan kembali.


Hanif merasakan sesuatu, sebuah energi negatif sedang berada dirumahnya.


matanya melirik kearah jendela, tampak olehnyan sesoj mahluk yang mengerikan dari luar jendela. suara lolongan anjing masih terus terdengar.


Hanif menatap makhluk itu dengan marah. lalu Hanif mencoba mendekati makhluk yang masih juga menatapnya. ketika Hanif hendak mencapai makhkuk berjenis genderuwo, dengan secepat kilat makhluk itu menghilang.


"sialan..sepertinya Ia mengincar istriku." Hanif menggerutu dengan geram.


ketika makhluk itu menghilang, Hanif berbalik kembali keranjang. Ia menutup tubuh Rena yang terpampang auratnya. lalu perge kelemari pakaian, mengambil sebuah piyama, dan dengan sabar mengenakannya kepada Rena.


***


Rena terbangun saat adzan subuh berkumandang. Ia membangunkan Hanif dengan lembut.


setelah Hanif tersadar, Ia bergegas bangkit dari tidurnya. ingin membersihkan diri dan bersuci. Ia baru sadar, jika Ia sudah bersalin pakaian.


"apa Hubby yang menyalin pakaianku..?" Rena berguman lirih. Ia tersenyum simpul, lalu mempercepat bersucinya.


Hanif masuk kemar mandi, berniat untuk bersuci. saat melihat Rena dikamar mandi, Ia menggoda Rena dengan mencubit pipinnya.


"yaaa.. hubby..batal lagi deh wudhunya.." Rena memasang wajah manyun. membuat Hanif semakin gemas ingin mengulangi perbuatannya.


namun Rena berhasil menghindarinya. " Hubby, dah adzan tu..nanti telat shalat subuhnya." Rena mencoba mengingatkan.


Hanif membalas dengan menyengirkan wajahnya.


Rena buru- buru keluar kamar mandi seyelah bersuci sebelum digoda kembali oleh suaminya.


saat Hanif telah selesai berwudhu, Ia keluar dari kamar mandi, melihat Rena telah duduk diatas sajadah yang siap menunggunya untuk menjadi imam dan shalat berjamaah.


setelah selesai shalat, Rena menyalim suaminya. Hanif memberikan sebuah nasehat " sayang..jika tidur gunakanlah pakaianmu yang sopan, jika kamu tidak ingin dijamah oleh jin laknat. apalagi kondisi kamu dalam mengandung, jin ifrit sangat menyukainya." hanif menyampaikannya dengan lembut.

__ADS_1


"Iya bby..." jawab Rena dengan sopan


__ADS_2