
sudah sangat lama Rena tak menanyakan kabar ibunya. Toni merasa mungkin kakaknya sedang sibuk dengan perkuliahannya. namun ibunya selalu terus saja gelisah.
"Ton...coba kamu pergi Medan sayang.. besok libur Mid semester, berkunjunglah kerumah Pamanmu, sekalian melihat kakakmu Rena" ucap Munah dengan nada gelisah.
"tapi apa ibu tidak takut sendirian? kalau Toni berkunjung ke Medan?" ucap Toni dengan nada khawatir, Ia ragu meninggalkannya ibunya sendirian.
"ibu berani koq, jangan khawatir. lagian disini ramai tetangga, apa yang ibu takutkan" jawab Munah meyakinkan Toni.
akhirnya Toni mengalah, Ia mempersiapkan tas ranselnya, membawa sepasang pakaian ganti untuk besok berangkat ke kota Medan.
****
pagi ini Toni sudah bersiap-siap ingin berangkat ke stasiun kereta api. Munah membawakannya beberapa toples kecil berbentuk segi empat yang berisikan beberapa jenis kue basah.
"ini bawakan sebagai oleh-oleh, satu untuk pamanmu, untuk Rena, tante Aning dan abangmu Nisar." ucap Munah, sembari menyerahkan toples-toples itu.
Roni meraih toples-toples tersebut, lalu memasukkan kedalam tas ranselnya. Ia sedang menunggu Johan, sahabat karib sekaligus tetangga dekat rumahnya. Malam tadinIansudah memberitahunya untuk minta tolong diantarkan ke stasiun.
[tiiin..tiiin..] suara klakson sepeda motor matic menepi ditepi jalan, tampak bondan sudah menunggu. Toni melambaikan tangan, lalu menyalim tangan Munah, ibunya.
Ia berpamitan, sembari berlari kecil menuju Johan yang telah menunggu. sepeda motor melaju menuju stasiun.
**
pukul 12.30 wib, Toni telah sampai distasiun Medan, Ia berjalan menuju area tempat mencari angkutan umum. karena tidak terlalu faham akan jenis angkot mana saja yang mengarah ke jalan Gatot Subroto, maka Toni memilih becak motor. setelah menawar harga ongkos, Ia menaiki Betor tersebut.
susana gemerlap malam kota Medan, merupakan pemandangan yang menarik baginya. Ia mengagumi salah satu kota Metropolitan di negeri ini. kota kebanggaan warga Sumut, karena merupakan ibukota provinsi Sumuatera Utara.
di kota ini terdapat beberapa icon yang menjadi sumber sejarah warga Melayu Deli, Sumut, yaitu Istana Maimun Medan. ada kisah sejarah yang menarik, dimana Istana Maimun Medan juga merupakan saksi peninggalan kerajaan sultan Melayu Deli yang bernama Ma'moen Al Rasyid, di masa lampau.
Toni berniat ingin mengunjungi istana tersebut, karena Ia sudah lama sekali ingin melihat Istana Maimun yang sering dibicarakan banyak orang, jika berkunjung ke kota Medan.
tanpa terasa, Toni telah memasuki gang kompleks rumah paman Rasyid. setelah sampai didepan pintu pagar, Toni menghentikan abang betor. setelah membayar ongkosnya, Toni melangkah memasuki halaman rumah paman Rasyid. rumah itu terlihat megah dan mewah.
Sesampainya didepan pintu, Ia mengetuk pintu tersebut.
[tok...tok..] lama menunggu tak ada sahutan atau langkah orang membuka pintu. lalu Toni mengambil handphonenya, mencoba menghubungi Rena kakaknya.
[kring...kring..] terdengar suara panggilan telefon tersambung.
"hallo, apakabar Dik?" ucap Rena diseberang telefon dengan lirih. ada nada seperti orang sehabis menangis.
"kak, bukain pintu, aku didepan rumah paman Rasyid." ucap Toni menjelaskan.
"apaaaa..?" ucap Rena panik, Ia tak menyangka jika adiknya tiba-tiba datang tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
__ADS_1
Toni sengaja merahasiakan kedatangannya, untuk memberikan surpise kepada kakaknya.
terdengar suara langkah kaki seseorang menedekati pintu depan. lalu..
[kreeeek..] suara handle pintu ditarik, tampak Rena berada diambang pintu, namun matanya terlihat sembab. Toni menjadi curiga, ada sesuatu yang tidak beres dengan kakaknya.
Rena mengajak Toni masuk, lalu menutup kembali pintu dan menguncinya. Rena menuju kamarnya, diikuti oleh Toni.
"kenapa sepi banget kak? kemana semua orang?" ucap Toni penasaran.
Rena memasuki kamarnya, diikuti oleh Toni. lalu Rena mengunci pintu kamar dan duduk ditepian ranjang. Toni duduk dikursi belajar yang berda dilemari kecil yang berfungsi sebagai meja belajar dan rak buku.
"paman Rasyid dan tante Marti ke luar kota, di kota Langkat, meninjau pembangunan cabang Restaurant yang baru. sedangkan bang Nisar dan kak ocha liburan ke Singapore. tante Aning menjenguk mertuanya yang sedang sakit dikampung. jawab Rena dengan panjang lebar.
"jadi kakak sendirian dirumah?" ucap toni.
"selalu.." jawab Rena.
Toni memperhatikan wajah Rena, matanya sembab seperti habis menangis. ingin bertanya namun waktunya belum tepat. Ia mengeluarkan empat boks toples yang dibawanya.
"kak, ini ada oleh-oleh dari ibu. sebenarnya untuk dibagi juga buat tante Aning, bang Nisar paman Rasyid. tapi karena mereka tidak dirumah, ya ambil buat kakak semua." ucap Toni sembari menyerahkan ke empat boks toples tersebut.
Rena meraihnya, meletakkannya diatas meja belajar. membuka satu tutup toples, mengambil sepotong kue lapis legit buatan ibunya. Ia teringat akan ibunya, saat mereka membuat kue bersama.
" bagaimana kabar ibu dik? " ucap Rena, suaranya masih terdengar lirih. seperti orang yang menahan kesedihan, sedikit tergugu. tanpa terasa air matanya jatuh, membasaji pipinya.
"Alhamdulillah baik kak, Ibu memintaku menjenguk kakak. sebab itu aku datang kemari." jawab Toni dengan lembut.
sedangkan dikamarnya penuh dengan berbagai makanan, minuman energi, dan sebagainya.
lalu mengapa kakaknya begitu sangat kurus. Toni mencermati setiap detail kondisi fisik Rena.
Tiba-tiba saja Rena teringat akan Amy sahabatnya. Ia menyeka air matanya. lalu beranjak mengambil handphonenya. mencoba menghubungi Amy.
sambungan telefon berdering..
"hallo, ada apa Ren?" suara Amy dari seberang telefon.
"Mi, jalan yuk.. aku pengen berlibur. kebetulan adikku juga datang." jawab Rena.
"boleh juga, mumpung liburan. sekalian bawa adik kamu liburan. tapi kemana? ucap Amy.
"ke Danau Toba yuk..?" ucap Rena.
"oke. aku segera meluncur, bersiap ya.." ucap Amy antusias.
Rena mempersiapkan sesuatunya yang akan dibawanya berlibur, terutama empat boks toples kue dari ibunya.
__ADS_1
Toni yang masih bengong dengan rencana mendadak kakaknya, tidak tau harus bagaimana.
"masa iya bertiga? trus aku cowok sendiri? ucap Toni yang masih bing. namun Ia merasa senang karena akan berlibur ke destinasi kebanggaan warga Sumut. Danau Toba.
****
[tin...tin..] suara klakson mobil Amy. Rena dan Toni bergegas keluar, membawa masing-masing tas ransel yang berisi pakaian dan berbagai makanan. sedangkan Toni membawa tas ransel yang dibawanya sejak dar kampung tadi saat berangkat ke Medan.
Rena mengunci pintu, sebelumnya memberitahu paman Rasyid bahwa Ia dan Toni akan pergi berlibur, Paman Rasyid memberikan ijin. masalah kunci rumah, mereka masing-masing memilikinya.
Rena membuka pintu depan mobil, sedangkan Toni berada di jok tengah.
mobil Amy meluncur membelah kota Medan.
"adikmu tampan juga ya Ren?" ucap Amy dengan santainya, saat melihat wajah Toni dari kaca spion dalam mobil.
Toni yang dipuji oleh gadis secantik Amy bersemu merah wajahnya.
"masih bocah ingusan Mi.." jawab Rena terkekeh. seketika Amy tergelak, apalagi melihat toni yang tingkah duduk di jok tengah.
***
tiga jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di Danau Toba, samosir. Toni begitu takjub memandangi keindahan alam ciptaan Ilahi. tak jemu ia mengucapkan kalimat kekagumannya.
Toni tersenyum melihat setiap pemandangan yang mereka lalui. Ia tak menyangka bisa sampai ketempat ini.
Amy menghidupkan musik slow rock yang menemani perjalan mereka. sesekali Amy mengikuti lirik lagu yang dihafalnya. sedangkan Rena sibuk dengan handphonenya.
beberapa tempat mereka lalui, semuanya tampak begitu menarik, Amy menepikan mobilnya, mengambil handphone blacberry miliknya, meminta Toni untuk memotretnya dengan background pemandangan Danau Toba.
Rena menghentikan bermain dengan handphonenya, ikut turun dan meminta dipotret juga, dengan berbgai fose sendiri, berdua dengan Amy. lalu Rena meminta Amy memotretnya dengan Toni, jika orang yamg tak mengenali mereka, mengira Rena dan Toni sepasang kekasih. karena tubuh Toni lebih tinggi dan kekar.
setelah puas bersuwa foto, mereka beristirahat sejenak, memakan kue yang dibawa Rena, pemberian oleh-oleh dari ibunya, serta memakan makanan ringan dan meminum air mineral.
setelah puas mengisi energi dan kondisi tubuh fit kembali. mereka melanjutkan perjalannanya mencari lokasi yang diinginkan.
mereka mencari lokasi untuk mendirikan tenda. Amy mengeluarkan peralatan camping yang berada di bagasi mobil , mengeluarkan alat memasak, galon air mineral dan keranjang berisi makanan, seperti mie cup, kopi dan susu.
Toni bertugas mendirikan tenda. Ia dengan cekatan mendirikan tenda, karena sudah terbiasa mengikuti pramuka disekolahnya. tenda sudah terpasang. Toni menikmati senja dengan keindahan sunset di Danau Toba.
sedangkan rena menghidupkan alat memasak sejenis kompor mini potable yang dibawa oleh Amy. menuangkan air mineral dan kedalam panci steinles steel, lalu menghidupkan pemantiknya.
__ADS_1
setelah air mendidih ,Rena membuat tiga gelas kopi dalam gelas plastik cup sekali pakai. lalu menyeduh tiga mie cup untuk makan mereka malam ini.
sembari menikmati mie cup dan kopinya, mereka beristirahat sejenak, memandangi keindahan sunset dari depan tenda yang menghadap langsung ke Danau Toba.