
setelah melakukan semua peninjauan lokasi. Hanif kini ikut mengawasi pembongkaran hutan dengan menggunakan alat berat.
Ia terus memperhatikan dan mengingatkan kepada para pekerja, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan.
dimana kondisi tanah gambut dan musim kemarau panjang, membuat lahan itu mudah terbakar. dan ini dapat mengakibatkan kebakaran hutan.
jika hutan terbakar, maka akan mengakibatkan polusi udara dan hewan-hewan langka juga ikut terbakar.
bahkan Hanif mengancam dengan denda jika ada pekerja yang ketahuan membuang puntung rokok sembarangan.
mereka semua mematuhi perintah Hanif. apalagi peristiwa kemarin, saat Harimau yang hendak menerkamnya tiba-tiba saja menjadi lemah, membuat mereka semakin mengagumi sosok Hanif.
alat berat terus bekerja. mencabut akar pohon satu persatu. sesaat Ia merasakan ada sesuatu yang salah.
"sepertinya ada sesuatu yang kurang..tapi apa..?" Hamif mencoba mengingatnya.
tiba-tiba saja Ia melihat sosok-sosok astral uang berwira-wiri kesana kemari, dan...
"aaaaaaaaa...." seorang pekerja kerasukan. berteriak dan berguling-guling diatas tanah gambut.
sebelum pekerja itu kerasukan, Hanif sempat melihat satu sosok astral yang berwira-wiri kesana kemari, dan akhirnya memasuki salah seorang pekerja yang sedang melamun.
seketika suasana menjadi heboh. mereka menghentikan pekerjaan mereka sejenak. mereka ingin menolong rekan kerja mereka uang kerasukan.
sang pawang tak sanggup mengatasinya. pekerja yang kerasukan itu membesarkan matanya dengan tatapan tajam. menggeram seperti seakan ingin menyerang. suasan berubah kacau.
ditempat lain, alat berat berupa belco tiba-tiba seperti tertarik masuk kedalam rawa gambut.
para pekerja semakin panik. mereka tidak mempercayai tentang besarnya kekuatan magic.
Hanif melangkah dengan tenang, mengambil air wudhu dari sumber air gambut yang berwarna merah.
Ia melakukan shalat sunah hajad dua rakaat. setelah itu Ia bermunajad kepada Allah.
"Ya Rabb.. aku hadiakan suratul fatiha kepada para ruh nenek moyang yang berasal dari arah timur dan barat. dan kalian para ruh nenek moyang uang berada disini, terimalah hadiah suratul fatiha dariku. jangan mengganggu kami, karena kami juga tidak mengganggu kalian. pergilah dari tempat ini, karena kami akan berniat membuka hutan ini, dan carilah rumah yang baru untuk kalian.. Alfatiha.." lalu Hanif membacanya hingga selesai.
setelah Itu Ia mendekati pekerja yang kerasukan tadi. memercikan air kepadanya. dan atas ijin Allah, pekerja itu sadarkan diri. dan alat berat yang hampir tertarik kedalam tanah perlahan diam tak bergeming.
__ADS_1
lagi-lagi para pekerja terpana dibuatnya. mereka merasa takjub pada Hanif. entah mengapa, mereka menjadi bersemangat untuk bekerja. sehingga tidak ada lagi rasa was-was..
setelah semuanya kembali normal, mereka kembali lagi bekerja. karena pekerjaan ini membutuhkan waktu berbulan-bulan.
Hanif tidak bisa berlama-lama lagi dihutan. karena ada hal lain yang akan dikerjakannya. dan tentunya Ia juga merasakan jika Rena akan cemas terhadapnya.
Esok Ia sudah harus kembali ke Ke Pekanbaru. untuk menghaniskan waktunya yang tinggal beberapa jam lagi. Ia dan rekannya berniat untuk memancing di air gambut tersebut. dimana air gambut itu terkenal tempat bersemayamnya gabus toman.
namun ikan ini sangat berbahaya jika mencapai ukuran yang sangat besar. karena Ia yermasuk jenis ikan predator yang mampu memangsa anak balita.
setelah mempersiapkan segalanya, mereka menuju lokasi yang menjadi spot memancing paling seru.
setelah mereka sampai ditempat yang dituju, mereka menggunakan sampan motor untuk menyusuri sungai gambut tersebut.
setelah menebarkan mata pancing. mereka mendapatkan satu ekor gabus toman berukuran sangat besar.
begitula kira-kira penampakan gabus toman. kira-kira kalau dapat segede itu bisa buat makan liwetan.
setelah mendapatkan hasil buruannya. mereka berniat hendak pulang. namun salah seorang dari mereka merasa sesak pengen buang air besar.
yang lainnya menunggu ditempat lain. Jhon yang merasakan perutnya memulas, langsung ngacir ke parit bekas galian belko. setelah menuntaskan hajatnya, Ia berjalan hendak menyusul rombongan yang lain. setelah berjalan 30 meter dari lokasi Ia membuang air, Ia melihat sesuatu diatas air seperti ada pusaran air.
matanya terbelalak melihat segerombalan udang gantung yang sangat banyak. saking banyaknya membuatnya sampai Ia lupa Ia sedang berada dimana.
Jhon masuk kedalam parit tersebut, Ia membhka bajunya, lalu menyimpulkan baju bian bawahnya, hingga membentuk wadah. yang membuat aneh, udang itu tak bergeming. sehingga menambah rasa penasaran pada diri Jhon.
Ia menjaring udang tersebut dengan memggunakan bajunya. dalam sekejab, Ia mengumpulkan banyak udang. hatinya sangat senang.
tetapi udang tersebut tidak berkurang, meskipun Jhon telah mengambilnya.
"apa besok aku kemari lagi ya..? aku bawakan oleh-oleh buat keluarga dipekanbaru." Jhon berguman dalam hatinya.
lalu Ia berjalan melenggang menemui rekan-rekannya.
daribkejauhan, para rekannya melihat dengan heran, mereka heran dengan apa yang dibawa oleh Jhon. "lama banget buang airnya" ucap Roby mengomel.
__ADS_1
"apa yang kamu bawa..?" ucap Efan penasaran.
Jhoni menyodorkan apa yang dibawahnya. Efan merasa terlonjak. "haah.. koq bisa sebanyak ini..?" ucap Efan penasaran.
rasa kaget Efan mengundang perhatian yang lainnya. lalu mereka juga penasaran dengan apa yang dilihat oleh rekannya. mereka merasa takjub dengan buruan Jhoni.
"malam ini makan camilan udang kita." ucap Roby sumringah.
"iyalah.. ntar pulang tinggal nyosor bini karena hormon sudah terkumpul dari asupan udang" jawab Efan terkekeh.
Hanif yang sudah berada disampan, tidak mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan.
ketika Hanif memberikan kode agar segera berangkat kembali ke pondok, semuanya bergerak.
------------
hampir menjelang senja, Hanif naik keatas pondok, lalu berniat mandi dan akan melaksanakan shalat maghrib.
setelah selesai shalat maghrib, Ia memakan beberapa potong ikan bakar hasil tangkapan mereka. lalu Ia pun tetidur.
para rekannya yang lain, sedang menikmati udang hasil buruan Jhon.
dalam hati Jhon, sebelum berangkat pulang, Ia akan menyempatkan diri mengambil udang tersebut untuk dibawa pulang.
--------
saat yang lain masih Jhon mendorong mesin sampan sedikit menjauh dari pondok. setelah cukup jauh, Ia menghidupkannya mesinnya, lalau memacu kerah dia menemukan sumber udang itu, dengan sendirian dikegelapan malam.
setelah menemukan lokasinya, dengan menggunakan penerangan senter yang diikatnya dikepala, Ia akhirnya menemukan sumber udang tersebut. dengan sumringah Ia menjaringnya kembali. sebanyak mungkin.
tanpa Ia sadari, sepasang mata menyeramkan sedang memperhatikannya dari dalam balik air. dan itu adalah awal bencana bagi Jhon.
Ia kembali dengan tergesah-gesah. lalu menaiki sampannya, dan kembali menuju pondok dimanna tempat Timnya menunggu.
Hanif terbangun karena mendengar suara mesin motor sampan melaju. "siapa yang membawa motor tersebut..?. Ia melihat lampu senter mengarah ke pondok. "oh si Jhon. apa kerjanya malam-malam begini..?" lalu Hanif tertidur lagi, karena waktu subuh masih ada 3 jam lagi.
~jika kngin memgusir makhluk halus yang menempati suatu ruangan atau tempat. jangan sesekali memberikannya sesaji, atau memberikannya sesuatu yang dapat membuat kita syirik. cukup hadiahkan saja padanya suratul fatiha, maka Ia akan pergi~
__ADS_1