Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Kejutan Indah


__ADS_3

seminggu pernikahan, kini Rena harus memulai hidupnya yang baru. Rena yang menjadi satu-satunya anak perempuan dikeluarganya, mau tidak mau harus patuh kepada seorang Pria yang kini telah menjadi suaminya, Hanif.


karena Hanif tinggal dan bekerja di Kota Pekanbaru, maka Rena harus mengikuti kemana suaminya pergi.


tangis Munah pecah, saat harus merelakan Rena pergi bersama sang menantunya. Jarak yang sangat jauh, membuatnya harus mampu menahan rindu, karena akan butuh waktu lama untuk bertemu.


Toni memeluk Rena, kasih sayangnya sebagai seotang adik sangatlah tulus. namun Ia senang karena tanggungjawabnya terhadap kakaknya sudah berkurang, kini tanggungjawab itu milik Hanif, sang kakak ipar.


Toni memeluk Hanif. "Aku titipkan kakak perempuanku padamu, Kak., jadilah Imam yang baik dan tuntunlah Ia pada jalan yang benar.." ucap Toni kepada kakak Hanif, dengan nada penuh harapan.


"Insya Allah, aku berjanji padamu akan menjadi yang terbaik untuk Kakak perempuanmu.." ucap Hanif, Sarkas dan penuh ketulusan.


semua melepas kepergian Rena dengan isak tangis, antara haru, sedih, dan bahagia bercampur menjadi satu.


****


Pesawat mendarat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Riau.


mereka sudah dijemput oleh sopir pribadi Hanif. dari Bandara mereka langsung menuju rumah kediaman Hanif. sebuah rumah mewah berlantai dua. rumah itu sebagai hadiah pernikahan untuk Rena, dari sang ayah mertua, Hasyim.


Rumah bergaya classic modern itu berdiri dengan kokoh diatas tanah seluas dua hektar. didaerah Pekanbaru, Riau dan sekitarnya, tanah masih mudah didapat dengan harga yang tidak terlalu mahal.


Rena memandangi rumah yang jauh lebih luas dan mewah dari rumah ibunya. Ia seolah bermimpi mendapati kenyataan yang sungguh tak pernah khayalkannya, meski hanya sebuah mimpi.


selama ini Rena tidak mengetahui jika Hanif sekaya ini. Ia hanya mengetahui jika Hanif sang suami bekerja di perusahaan pengolahan minyak kelapa sawit, bukan sebagai pemiliknya.


bahkan Rena juga tidak meminta lamaran yang biayanya besar, dan acara resepsi yang tidak terlalu mewah. namun siapa sangka, justru permintaan lamarannya yang sederhana, malah mendapatkan kado pernikahan yang luar biasa.


ternyata, selama ini Hanif diam-diam menguji Rena, seberapa matrenya Rena dalam memandang dirinya.


ketika mengetahui Rena adalah wanita yang bukan matrealistis, itu terlihat ketika Hanif membawanya ke Butik saat pakaiannya basah saat makan malam di caffe.


Hanif menceritakan kepada kedua orang tuanya, bahwa sosok Rena adalah wanita yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya. kedua orangtuanya sangat senang. karena mereka akan segera memiliki menantu perempuan.


Bahkan keluarga Hasyim begitu terkejut. saat Rena hanya meminta mahar seperangkat alat shalat dan uang lamaran yang biasa saja.

__ADS_1


dengan kesederhanaan yang dimiliki Rena. keluarga Hasyim berencana memberikan kejutan istimewah untuk Rena.


****


Rena memasuki kamarnya. kamar yang berukuran sangat luas. Ia tak menyangka akan mendapatkan kejutan yang begitu fantastis. Ia berulang kali mengucapkan syukur pada Rabbi-Nya.


Hanif memasuki kamar, Ia melihat Rena yamg masih mengagumi setiap sudut kamar. Ia memeluk Rena dari arah belakang.


setelah menikah, ternyata Hanif lebih agresif dari yang Rena kira. selama mereka berkenalan dan bertemu, Ia terlihat begitu tenang, tidak pernah macam-macam, atau sekedar berciuman saja Ia tak pernah melakukannya.


namun setelah menjadi suaminya, Ia begitu berubah, menjadi pria yang manis, selalu bergairah jika berada didekat Rena, istrinya.


"Kamu suka sayang, dengan rumah ini.." ucap Hanif, berbisik lembut ditelinga Rena.


"emmm..Apa rumah ini tidak terlalu besar kak..?" ucap Rena dengan polosnya.


"Ini rumah hadiah dari Ayah untuk kamu.." ucap Hanif berbisik.


"Haaah.. Masa sih Kak..? bukannya ini rumah kakak..?" ucap Rena dengan mata membulat.


Hanif membalikkan tubuh Rena menghadap padanya. "Kamu wanita yang terpilih, yang dikirim Allah melalui Amy, untuk menjadi pendamping hidupku."


"Dan aku merasa jatuh cinta padamu, saat pertama mendengar suaramu.." ucap Hanif dengan penuh kejujuran.


Rena mendengarkan semua ucapan Hanif dengan mulut menganga, membuat Hanif gemas dan menciumnya.


Rena tergagap melihat sikap konyol Hanif.


"kakak ternyata genit juga ya setelah menikah" ucap Rena sekenanya.


"jangan panggil lagi kakak..!!" ucap Hanif dengan wajah manyun, meski terlihat tetap tampan.


"trus panggilnya apa..?" ucap Rena bingung.


"panggil Kanda.." Ucap Hanif dengan manja.

__ADS_1


Rena tertawa hingga terpingkal mendengar kata 'Kanda' untuk sebutan suaminya.


"mengapa kamu tertawa..?" ucap Hanif penasaran.


Rena mencoba mengatur nafasnya, karena tawanya tadi membuat nafasnya tersengal. "Kan..kanda..? dah mirip Kanda Prabu saja.." ucap Rena sembari tertawa geli.


"Trus..kamu mau panggil apa..?"


"My Hubby.." ucap Rena mantab.


Hanif terperangah mendengarnya.."so sweet.." ucapnya, lalu menghujani Rena dengan ciuman bertubi-tubi, hingga membuat Rena kewalahan.


Dengan nakal, Hanif membopong tubuh Rena ke ranjang, Ia menginginkan haknya, dengan penuh gairah, Ia menggauli Rena, Istri terpilihnya.


Siapa sangka, jika Hanif juga merupakan pria terpilih yang dikirim Allah untuk menjadi pendamping hidup Rena. pria yang akan menjaga, mendampingi, membimbing dan pastinya suami idaman para wanita.


Hidup Rena kini telah berubah 360 derajat. dulu Ia begitu menderita dengan pria bernama Bernard. Pria yang telah memeletnya dengan 'Pemikat Sukma' yang hampir saja membuatnya gila.


~namun satu hal yang kita ingat, sekuat apapun manusia berbuat jahat kepada kita, ketika Allah mengatakan 'Tidak', maka tidak akan terjadi. Namun, selemah apapun manusia ingin berbuat jahat kepada kita, jika Allah mengatakan 'Jadi' maka terjadilah. maka, selalulah mendekatkan diri kepada Rabb-Mu, agar Ia menjagamu dari hal buruk apapun. baik itu perbuatan, manusia, syetan dan sebagainya.


****


awalnya dulu keluarga Hanif adalah keluarga yang biasa-biasa saja, namun berkah hadir pada keluarga itu.


saat Aisyah, ibunya Hanif sedang mengandung Hanif si anak Bungsu, tanah yang ditempati mereka mengandung minyak bumi, lalu pihak Pertamina memberikan ganti rugi dengan harga milyaran rupiah.


Dari hasil ganti rugi, Hasyim sang Ayah, lalu membeli tanah kosong hingga ratusan hektar dengan harga yang sangat murah per hektarnya. lalu tanah itu ditanami kelapa sawit. dan menjadi perkebunan kelapa sawit yang terus berkembang.


lalu mampu memperkejakan ratusan pekerja. para pekerja diberi rumah selama masa kontrak kerja.


setelah Hanif berusia 6 tahun, keberkahan terus datang, Hasyim mampu mendirikan sebuah perusahaan minyak kelapa sawit, meski dalam skala kecil, dan mengolah untuk hasil perkebunan mereka sendiri. dan terus berkembang hingga saat sekarang.


saat dewasa, Hanif dipercaya untuk mengelola perusahaan milik ayahnya. hingga sekarang.


meski dikenal sebagai orang penting dalam perusahaan ayahnya, namun Hanif adalah pribadi yang baik terhadap pekerjanya.

__ADS_1


bersikap ramah, dan selalu memberikan bonus bagi karyawan yang berdedikasi tinggi.


bagi para pekerja perkebunan diikutsertakan dalam program BPJS ketenagakerjaan, dimana perusahaan membayar iuran itu seluruhnya, tanpa potongan gaji sedikitpun. bahkan perusahaan akan memberikan pesangon bagi karyawan yang telah habis kontrak karena usia dan sebagainya. dimana pesangon itu mampu digunakan untuk modal usaha dan jaminan hari tua saat karyawan pensiun.


__ADS_2