
Wina sudah mencoba mencari pekerjaan, namun tak jua Ia dapatkan. Ia sudah berulang kali mencoba menghubungi Rika sahabatnya, namun belum juga ada jawaban. Wina sudah hampir kehabisan uangnya.
Saat Ia mulai berputus asa, Rika akhirnya menghubunginya. "hallo, Win.. Kamu dimana?" tanya seorang wanita dari seberang telefon.
"aku di kosan, kamu dimana?" Ucap Wina tak sabar.
"ok.. Aku kesana, Share loc ya." ucap Rika kepada Wina.
"Ok.." jawab Wina singkat, Ia lalu mengirimkan lokasi kosnya.
Wina sangat berharap jika Rika benar-benar memberikannya pekerjaan.
Pucuk dicinta, ulampun tiba. Akhirnya Rika datang dengan membawa kabar untuk Wina.
"akhirnya kamu datang juga, aku kira kamu tidak jadi datang. Bagaimana Rik, apa sudah ada pekerjaan untukku.?" cecar Wina dengan penasaran.
"ada, tetapi semua tergantung kamu, mau apa tidaknya menerima pekerjaan ini. Tinggal kamubyang fikirin sendiri. jika kamu mau, aku akan bawa kamu malam nanti. Aku tunggu disini. "ucap Rika serius.
Wina mengernyitkan keningnya. " emang pekerjaan apa yang akan kamu berikan kepadaku..?" Tanya Wina penasaran.
"pelayan Bar, kamu bertugas mengantarkan minuman kepada pelanggan. Kamu mau gak..? Gajinya lumaya lho, apalagi kalau ada pelanggan yang baik, mereka akan beri kamu uang tips." ucap Rika menjelaskan.
Wina tampak mempertimbangkannya. Namun Ia bagaikan buah simalakama. Ia juga memerlukan uang untuk kebutuhannya. "ya sudahlah Rik.. Aku terima pekerjaanmu.." jawab Wina dengan mantab.
"baiklah, nanti habis maghrib aku jemput kamu. Bersiaplah." titah Rika kepada Wina. Lalu beranjak pergi.
------------♡♡♡♡------
Tin...tin...tin...
Suara klakson mobil di luar kosan Wina. Dengan segera Ia keluar dari rumah. Lalu mengahmpiri Rika.
"ayo, naik.." ucap Rika kepada Wina.
Rina bergegas naik kedalam mobil Wina. Ia duduk di jok depan.
__ADS_1
"ternyata kamu masih cantik juga dengan dandan seperti itu. "puji Rika kepada Wina.
"ah.. Kamu bisa saja, yang pastinya disana banyak yang lebih muda, dan para pelanggan pasti lebih memilih mereka.. Jawab Wina nelangsa.
"tenang saja, meskipun usia sudah tua, kita gak kalah gaya koq sama mereka." jawab Rika membangkitkan semangat Wina.
Wina tersenyum datar menanggapi jawaban Rika.
Diperjalanan, mereka banyak melihat para remaja duduk mangkal diperempatan jalan, dibawah remang-remang lampu jalan ibu Kota. Mereka menggunakan pakaian aduhai yang memancing hasrat para lelaki hidung belang.
Sesaat terlihat mobil patroli Satpol PP sedang melakukan patroli dan Razia untuk membersihkan para pelaku penularan penyakit HIV-Aids tersebut. Mereka kocar kacir berlarian menyelamatkan diri daritangkapan para satpol PP tersebut.
Diantara para remaja yang berlarian itu, tanpak seorang remaja yang menggedor pintu mobil Rika untuk memberikannya tumpangan.
"gimana Rika, kasih tumpangan gak?" tanya Wina .
"ya Sudah, bawa masuk saja." ucap Rika, dengan senyum licik.
"Wina membantu membukakan pintu mobil. Lalu gadis itu masuk dengan nafas tersengal.
"kak.. Makasih ya dah bantuin.." ucap Sigadis si pemilik wajah cantik dan body aduhai.
"tadi. Anu kak, lagi biasa lah, nunggu pelanggan aku, tapi keburu satpol PP nongol."jawab Duma dengan senyum malu-malu.
Rika mendapatkan jawaban yang sangat diinginkannya. "gimana kalau ikut kerja barsama kami..? Kamu akan mendapatkan banyak uang, dari pada mangkal dipinggiran jalan gitu." ucap Rika menawarkan.
Gadis itu tampak sumringah. "kakak beneran bisa membawa aku tempat yang lebih wow..?" tanya Si gadis sumringah.
Rika mengangguk. "kalau kamu mau akan kakak kenalin ma om tajir nanti, tetapi kamu harus pinter kasih service, biar dia royal ma kamu." Rika kembali memberikan iming-iming.
Gadis itu semakin semangat, wajahnya penuh berbinar. Ia sepertinya menemukan kebebasan.
Wina tampak sedikit nelangsa, karena sepertinya Rika lebih tertarik mempromosikan si gadis yang masih muda dan tentunya dengan body yang aduhai.
Tak lama kemudian mereka tiba disebuah Bar yang cukup mewah. Rika membawa kedua wanita itu bersamanya. "iya, nama kamu siapa.? Tanya Rkka kepada sibgadis.
__ADS_1
"Duma kak.." jawab si gadis dengan sumringah. Ia tampak tak sabar untuk memulai pekerjaannya.
Rika membawa keduanya kepada manager Bar yang sudah sangat dikenalnya.
"ayo. kita kenalan dulu ma manager Bar nya dulu sebelum mulai kerja." ucap Rika kepada keduanya.
Sesampainya mereka disebuah koridor, tampak bertuliskan diatas pintu masuk, 'ruangan manager' . Rika menelefon seseorang. Lalu tak berapa lama terdengar seseorang membuka pintu. "Masuk.." Ucapnya, lalu melirik ketiga wanita itu.
Rika memberi isyarat agar Wina dan Duma mengikutinya. "kalian berdua harus memberi service dahulu kepada si bos, baru mulai kerja. " bisik Rika kepada keduanya.
Kedua wanita itu menganggukkan kepalanya.
Sembari berjalan masuk, Sang gadis.. Pewaris pemikat Sukma, menatap tajam pada sang Manager. Mulut gadis itu merafalkan mantra yang membuat si manager merasa terpana.
Sesaat mereka dekat dengan meja sang manager, pria itu tak lengah dalam menatap Duma. Ia memberikan sejumlah uang kepada Rika. "kalian keluarlah.. tinggalkan aku bersama gadis ini. Aku melihat seberapa menariknya Ia bagiku." ucap Sang manager, menatap rakus pada sang gadis.
Wina dan Rika tercengang. Mereka tidak mengira jika Gadis itu dengan mudah dapat memikat sang manager, lalu mengabaikan Wina begitu saja.
"Baik bos.. Kami keluar.." jawab Rika kepada si nos. Lalu menarik tangan Wina agar keluar dari ruangan itu.
Gila bener tu cewek, dalam sekejap bisa menggaet si Bos. Kamu yang sabar ya Win.. Nanti akan ada tamu koq yang beri kamu tips. Sekarang ayo mulai kita bekerja. Nanti akan aku beri tau kamu antar minuman ke meja yang mana." ucap Rika memberi semangat kepada Wina.
Wina mengangguk mengerti. Meskipun sebenarnya Ia merasa kesal dengan si gadis. Ia menyesal telah menolongnya tadi.
------♡♡♡----
"Oh.. Gadis.. Kemarilah.. Mengapa aku begitu menginginkanmu.." ucap Sang manager dengan tatatapn liar.
Duma mendekati sang manger dengan lenggokan yang menggoda.
Pria berusia 40 tahun itu serasa bagaikan mendapat mainan baru. Seorang yang masih segar dan membuatnya candu.
"mengapa kau begitu sangat menggoda baby.. Berikan aku apa yang kau punya, dan aku akan memberikan apapun yang kau mau.." ucap manager itu dengan hasrat menggebu. Ia tidak mengetahui dengan tiba-tiba saja Ia begitu menggilai gadis didepannya.
Duma menghampiri manager itu, lalu duduk dipangkuannya, menyodorkan dua bukit kembarnya yang membusung, untuk memberikan service kepada pria yang sudah tampak tak sabar melahabnya.
__ADS_1
Pria itu seperti menggila. Ia sangat menyukai mainan barunya.
Duma tersenyum licik "sepertinya aku dapat menghasilkan uang banyak dari pria ini, tanpa harus mangkal dipinggir jalan lagi." Duma berguman dalam hatinya. Ia merasa jika kini Ia telah mendapatkan tambang emasnya.