Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Dress hijau silky


__ADS_3

"sudah Malam ne..? aku hatusmpulang. gak enak jika nanti ditanyain bang Nisar aku pulangnya kemalaman." ucap Rena. sebenarnya hatinya menolak. Ia ingin berlama-lama dengan Hanif, namun Ia harus mawas diri dengan tunggal dirumah orang.


Hanif melirik arlojinya. "aku anterin kamu pulang ya.. sebagai permintaan maafku kekamu.." ucap Hanif dengan lembut.


Rena melongo.."minta maaf atas apa .?" ucap Rena bingung.


"permintaan maafku, karena harus membuatmu menemuiku. bukankah sebagai lakai-laki seharusnya aku yang menemuimu, bukan kamu..?" ucap Nisar dengan senyum manisnya.


Rena tersipu Malu, Ia baru menyadari jika perbuatannya sangatlah konyol, dengan menemui Hanif di Lobi hotel. andai saja Hanif memiliki sifat bejad seperti Bernard, bukankah itu hal yang membahayakannya.


"bukan bermaksud menyinggung hatimu. aku melakukan itu hanya ingin melihat, seberapa besar rasa yang ada dihatimu padaku..?" ucap Hanif dengan senyum sarkas. matanya memandang lurus kedepan, sorot matanya menyiratkan seperti ada sesuatu yang sedang menggores hatinya.


"ayo..kita pulang..tidak baik bagi gadis semanis kamu pulang larut malam." ucap Hanif, sembari beranjak dari kursinya, diikuti oleh Rena.


Hanif mensejajarkan langkahnya kepada Rena, saat mereka melintasi meja tamu lainnya, jarak meja begitu dekat satu dengan yang lainnya. seorang pramusaji yang sedang membawa nampan memutar tubuhnya berbalik arah tanpa melihat terlebih dahulu jika ada orang dibelakangnya. tanpa sengaja menyenggol Rena..lalu.."aaawww.." rintih Rena.


nampan yang berisi minuman untuk tamu tertumpah membasahi mini dress milik Rena. Rena tercengang. masa iya sih? dia harus pulang dengan basah kuyup. kan ceritanya makan malam, bukan berenang di waterboom.


pramusaji menundukkan kepalanya. "maaf Nona, saya tidak sengaja." ucap pramusaji itu dengan ketakutan.


Rena hanya nyengir menjawab permintaan pramusaji itu.


bukannya memarahi pramusaji, Hanif memilih mengambil tissu yang ada diatas meja, Ia menyeka wajah dan rambut Rena yang basah tertumpa minuman tadi.


saat Hanif sibuk menyeka air yang mengalir dipipi Rena, wajah mereka begitu dekat. jantung Rena seakan ingin melompat keluar. debaran dijantungnya begitu menggebu.


"ya Rabb...kenapa ada makhluk ciptaan-Mu setampan dan sebaik ini, yang kau kirim untukku.


Lalu Hanif mengambil tissu yang lainnnya. "keringkanlah pakaianmu.." ucap Hanif, sembari memberikan tissu kepada Rena..

__ADS_1


Rena meraihnya, lalu mengeringkan pakaiannya. sesaat Ia teringat akan tissu pemberian Bernard. Ia bergidik mengingat peristiwa itu. Lalu, Ia membuang semua ingatannya kepada Bernard. karena kini, Ia menemukan seseorang yang memeperlakukannya dengan begitu baik.


Hanif merangkul pundak Rena, Ia memastikan calon istrinya itu tidak mengalami kejadian serupa.


****


Hanif meminta sopir untuk pulang kepenginapan. Ia memberikan ongkos kepada supir tersebut, agar mencari angkutan untuk sampai ke hotel.


Hanif membukakan pintu mobil bagian depan, mempersilahkan Rena naik kedalam mobil.


mobil bergerak meninggalkan restaurant. mata hanif memandangi setiap toko yang berada disepanjang jalan. lalu Ia menepikan mobilnya disebuah halaman butik. Rena bingung dengan tindakan Hanif.


Hanif menuruni mobil membuka pintu depan mobil, meminta Rena mengikutinya. Rena yang masih bingung menurutinya.


lalu penjaga toko menyambut mereka. para penjaga toko memandangi wajah Hanif yang penuh pesona, hingga mengabaikan keberadaan Rena.


"mau mencari pakaian untuk tunangan saya, tadi pakaiannya basah terkena minuman. ucap Hanif, lalu menoleh kearah Rena yang masih membisu.


"ooooo.." ucap penjaga toko, air mukanya berubah tak senang ketika memandang Rena.


seorang pegawai lain juga datang menghampiri mereka. "mari ikut saya bang.. disebah sini banyak pilihannya." ucap seorang pegawai lainnya, sembari mengajak keduanya.


Rena yang masih bingung hanya diam saja. lalu Hanif menggenggam jemari Rena, menuntunnya kearah dimana penjaga toko membawa mereka.


Rena melihat bandrol harga pakaian disitu sangat mahal. Ia kasihan jika Hanif harus membelikannya.


melihat Rena yang tak menemukan juga pilihannya, Hanif mendekatinya. "mengapa belum juga menjatuhkan pilihan..? bukankah ada banyak model yang bisa kamu pilih.?" ucap Hanif dengan tatapan teduhnya.


"emmmm..aku suka sih..tapi harganya terlalu mahal." ucap Rena dengan polosnya.

__ADS_1


Hanif tersenyum begitu manisnya. lalu Ia mengambil sebuah dress polos tanpa motif, mini dress bianca berwarna teh hijau menjadi pilihannya. menggunakan bahan silky import. begitu halus dan lembut dengan size M.


"cobalah yang ini..pasti akan sangat cantik jika kamu yang mengenakannya." ucap Hanif sembari menyerahkan kepada Rena untuk mencobanya.


Rena meraihnya, lalu mengintip harga bandrol yang tertera disana. "mahal sekali.." ucap Rena sembari menyerahkan kembali mini dress itu kepada Hanif.


"ambil dan pakailah, atau aku akan..." ucap Hanif menggantung kalimatnya.


"akan apa..?" ucap Rena dengan penasaran.


"atau aku akan memakainya.." ucap hanif terkekeh. menampilkan barisan giginya yang rapi.


"haaah..?!.. iiih..." ucap Rena, lalu mengambil kembali mini dress yang berada ditangan Hanif fan menuju ruang ganti. setelah selesai berganti dengan dress pilihan Hanif, Ia keluar dari ruang ganti.


setelah melihat Hanif, "gimana..? serasi gak.."ucap Rena, sembari berjalan dan memutar tubuhnya layaknya seperti penari balet.


tanpa Rena sadari Hanif memandang yakjub kearah Rena. saat Rena memutar tubuhnya, dengan rambut tergerai indah, dan rambut itu berkumpul dibahu depan sebelah kanan.


Hanif tertawa renyah melihat tingkah konyol Rena. namun karena kekonyolan Rena itulah yang membuatnya menghapus sedikit luka dihatinya.


"ayo..kita pulang.. nanti kamu kemalaman." ucap Hanif. lalu menuju kasir dan membayar midi dress yang sudah dikenakan Rena.


lalu mereka melangkah meninggalkan toko.



bantu dukungan karya author ya.. karya ini didaftarkan mengikuti lomba menulis dengan tema "Konflik Rumah Tangga"


#suamitakberguna

__ADS_1


__ADS_2