
Pov Rena
"aku kangen banget sama ibu. gimana ya kabar ibu? sudah lama aku tak pernah menanyakan kabarnya "ucap Rena dalam hatinya.
Rena meraih phonselnya, lalu membuka phonebook, mencari nama 'Toni'.
"nah, ketemu." ucap Rena saat menemukan contact name Toni.
"kriiiiing...krinng..
"syukurlah, nomor Toni aktif." ucap Rena saat mengetahui panggilannya masuk ke nomor tujuan.
"hallo, kak Rena?" terdengar suara Toni di seberang telefon.
tak lama setelah berbincang dengan Toni, terdengar suara ibunya, yang sedang berbicara padanya. kata nasehat dari ibunya, begitu membuatnya merasa bersalah.
saat panggilan telefon berakhir. Rena merenung seorang diri.
__ADS_1
lalu iya teringat akan masa-masa saat dikampung. biasanya, saat seperti ini Ia akan membantu ibunya. menyiapkan semua keperluan untuk membuat adonan kue. dari membeli bahannya, membuat adonannya, dan ketika sebelum subuh, mereka harus bangun untuk mempersiapkan segalanya. memasaknya.
ketika adzan subuh berkumandang, Ia dan ibunya akan menghentikan sejenak pekerjaannya. lalu shalat subuh berjamaah. setelah itu, melanjutkan menata kue-kue itu disetiap boks toples. mencatat isi jumlah setiap boks yang akan diantar kesetiap warung.
karena setiap warung, memiliki tingkat kelarisan yang berbeda. agar ketika pengutipan dapat mengetahui rugi dan labanya.
meskipun hanya berbisnis kue rumahan, namun, mereka merincikan semuanya dengan sangat detail. menghitung semua pengeluaran dari setiap bahan, dan tenaga, agar mengetahui berapa harga jual yang pantas dipasaran. tidak merugikan mereka, dan juga ramah dikantong pembeli.
ketika mentari menampakkan dirinya, Rena akan bersiap-siap mengantarkan kue satu persatu ke setiap warung.
sistem 'Konsinyasi' atau istilahnya jual titip dalam bisnis dagang sangat menguntungkan kedua belah pihak. pihak penjual tidak repot harus menjajakan dagangannya, sedangkan pihak penitipan barang mendapatkan keuntungan sesuai kesepakatan.
begitu juga dengan Rena dan ibunya, semenjak ayahnya meninggal dunia diperantauan, maka mereka harus berjuang bertahan hidup.
keahlian Munah dalam membuat kue, menjadikannya ladang usaha, untuk menghidupi anak-anaknya.
"ibuuu..Rena kangen pelukan ibu." ucapnya lirih.
__ADS_1
"Rena kangen saat ibu menyuapi Rena makan, saat kita membuat kue. saat tangan Rena penuh dengan adonan tepung" ucapnya semakin sendu.
hiks..hiks..hiks.. Rena terisak dalam kesepiannya.
dirumah Paman Rasyid, Rena mendapatkan segalanya, namun karena Pamannya sangat-sangat sibuk dalam mengurusi bisnisnya, membuat Rena merasa kesepian.
yang Ia jumpai Ialah tante Aning yang selalu jutek kepadanya. namun Rena tak ingin ambil pusing, karena bagaimanapun, tante Aning adalah adik ibunya, yang harus ia hormati.
Rena juga terbayang wajah Toni, wajah adik bungsunya yang begitu tampan. yang selalu ada untuknya. membantunya dalam setiap hal.
Toni selalu melindunginya, sebagai anak laki-laki bungsu dikeluarga itu, Toni mengambil peran, untuk melindungi kedua wanita yang kini menjadi tanggung jawabnya.
kedua kakak laki-laki Rena sudah menikah, sudah memiliki keluarga kecilnya masing-masing.
mereka datang berkunjung ketika hanya saat lebaran atau keperluan lain saja. karena kakak laki-lakinya, tinggal di kabupaten yang berbeda.
sesekali mereka mengirimi ibu uang, karena kondisi ekonomi yang juga belum stabil. tetapi tidak melepasi tanggung jawab.
__ADS_1
Toni yang masih remaja, harus rela, melepaskan masa-masa bermain dengan teman-temannya. karena Ia kini juga harus menggantikan peran Rena.
""Toni.. semoga suatu saat nanti, kamu menemukan kebahagiaan hidup. atas kebaikan yang sudah kamu perbuat kepada ibu dan kakak." ucap Rena dalam doanya.