Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Mimpi itu


__ADS_3

Setelah mendapatkan telefhone dari Rena, Ibunya. Khanza mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Ia masih begitu ngeri dengan mimpi yang seperti tampak nyata itu. Ia mengingat jelas siapa wajah gadis yang memiminta tolong dari jurang api tersebut.


Khanza menyandarkan kepalanya disandaran ranjang.


Ia memejamkan kedua matanya. Mencoba meresapi dari arti mimpinya tersebut. pemuda itu dapat merasakan bagaiamana rasanya jatuh kedalam jurang yang dipenuh api berkobar, serta ujung runcing tombak yang siap menyambut apa saja, lalu menjadikannya sate bakar.


"Dosa apa yang membuat gadis itu harus berada didalam kesesatan..? Sudah berapa banyak pria yang merasakan tubuhnya..? Semoga suatu saat Ia bertaubat. Menyadari segala kekhilafannya.." Khanza berguman dalam hatinya. Lalu Ia melanjutkan tidurnya.



Visual Khanza..ngehalu berjamaah ya..


Sementara itu, Duma melenguh panjang. Saat ini Ia sedang berada dibawah tubuh seorang Pria yang sedang begitu sangat gencar menggempurnya. Hentakan demi hentakan yang Ia ciptakan, membuat gadis itu tak mampu menggambarkan perasaannya.


Pria itu adalah Joe, mantan guru nya ketuka masih SMK dulu. Saat Duma baru saja sampai didepan pintu rumah Kosnya. Ia dikejutkan oleh pria itu yang sudah berada didalam rumahnya, Ia masuk kerumah kos Duma dengan menggunakan kunci ganda.


Duma terperangah dengan keberadaan Joe yang tiba-tiba saja sudah berada didalam rumahnya.


Niatnya pulang cepat karena ingin menenangkan diri, kini justru harus berbalik. Tampaknya Pria itu begitu sangat lapar.


"Hai, pak Joe.. Apa kabar..?" tanya Duma dengan keramahan yang dibuatnya sedemikian rupa.


"Kamu tanya apa kabarku .? Jika kamu tau betapa aku merindukanmu, maka kau tidak akan bertanya seperti itu. Aku seperti orang tidak waras. Tiap saat merindukanmu, menginginkanmu, aku haus sentuhanmu.." jawab Joe, sembari beranjak dari duduknya, lalu menggendong Duma dan membawanya ke Sofa.


Sebenarnya Duma sangat tidak ingin bercinta malam ini. Apalagi Ia baru saja selesai melayani William sang bos, Ia ingin beristirahat sejenak.


Namun Joe sepertinya sudah sangat begitu lapar, sehingga, tidak dapat dikontrolnya.


Ia membiarkan saja Joe menyusuri setiap lekik tubuhnya, mencoba membangkitkan hasratnya. Tentu saja hal ini membuat Duma kembali mendengus bahagia.

__ADS_1


Sentuhan demi sentuhan itu telah membakarnya, sehingga Joe dapat merasakan apa yang kini sedang dirasakannya.


Saat Joe melakukan penyatuan, Ia dapat merasakan jika gadisnya baru saja melakukan pelayanan terhadap lelaki lain. Namun hasratnya yang membara, menepis semua itu. Ia butuh pelampiasan hasratnya yang sedang menggebu.


Setelah memcapai puncak surgawinya. Joe melepaskan tubuh gadis itu begitu saja, lalu menyandar di sofa mini milik Duma.


"Dari mana saja kau..?" tanya Joe, semabri memungut pakiannya, mengenakan celana boxer, dan kembali duduk disofa tersebut. Lalu tangannya menyulut sebatang rokok, menyesap bahan nikotin itu dengan begitu dalam, lalu menghembuskan asapnya yang mengandung racun itu ke udara.


Duma membenahi posisnya, memungut pakaiannya, dan mengenakan underware saja. Ia ikut mengambil sebatang rokok itu milik Joe, lalu ikut menyesapnya.


"Kau belum menjawab pertanyaanku.. Dari mana saja kau..?!" tanya Joe sedikit kesal. Sebagai seorang pria, Ia tentu tau jika gadisnya baru saja bercinta dengn orang lainnya. Dan hal itu membuatnya sangat cemburu.


"Aku pulang bekerja.." jawab Duma, sembari menghembuskan asap rokok itu kewajah Joe.


tanpa sengaja Joe menyesap asap rokok hadiah dari Duma. Seketika perasaan marah Noe kepadanya berubah menjadi perasaan cinta dan rindu yang mendalam.


Dengan gaya lebainya, Joe mendekap tubuh sintal milik Duma. Ia tidak mengerti mengapa Ia bagaikan kerbau yang dicocok hidungnya.


Ia tidak sanggup untuk marah, bahkan Joe terus merasakan rindu yang mendalam pada gadis itu.


"Mengapa aku tidak bisa membencinya, meskipun aku tau jika Ia telah banyak tidur dengan pria lain..? Sepertinya rasa cintaku padanya telah membutakan mata hatiku." Joe berguman dalam hatinya.


Ia tidak dapat memungkiri, jika saat ini Ia begitu sangat mendambakan gadis cantik ini.


Ia membawa Duma dalam dekapannya, tak ingin lepas dari gadis itu. Ia seperti terbius oleh cinta sang gadis.


Sementara itu, Duma terus saja merafalkan mantranya. Membuat pria itu bertekuk lutut dihadapannya.


"Sayang.. Aku butuh Uang..? Bukankah ASN sepertimu sudah mendapatkan gaji jika tanggal seperti ini..?" ujar Duma sembari bergelayut manja didada kekar milik Joe.


"Kamu mau Uang berapa sayang..? Semalam bonusku baru saja keluar, nanti aku transfer ya..?"

__ADS_1


ucap Joe dengan sangat manis.


"Aku butuh tambahan untuk membeli mobil, agar pulang kerja tidak naik Betor lagi." ucap Duma merengek manja.


"Aku hanya ada 5 juta sayang.. Apakah itu cukup untuk menambahi kekuarangannya..?" tanya Joe dengan tatapan sendu.


Duma memandang pria dihadapannya. "Tidak apa sayang, segitu juga boleh.." ucap Duma dengan senyum kemenangan.


Ia merasakan hari ini, penghasilannya.sungguh luar biasa, dan Ia merasa jika hanya dalam sekejap saja Ia dapat mengumpulkan uang dengan jumlah yang sangat banyak, tanpa harus menunggu lama dan bekerja keras.


Joe mengambil phonselnya, lalu meminta Duma menyebutkan nomoe rekeningnya. Gadis itu dengam cepat menyebutkan nomor rekeningnya. Rasa bahagia yang tak dapat dilukiskannya begitu sangat kentara.


Setelah pesan masuk, sebuat notifikasi memberitahukan, jika uang masuk kedalam rekeningnya sebesar 5 juta rupiah. Ia begitu sangat kegirangan.


"Sayang.. Aku pamit pulang dulu ya.. esok aku ada kelas. Demi kamu aku rela pindah tugas kemari, asalkan bisa terus berdekatan denganmu." ungkap Joe dengan serius.


Ia sudah mengenakan pakaian lengkapnya lalu mengecup kening Duma, dan bersiap akan melangkah pergi, namun Ia terhenti, ada sesuatu yang ingin Ia sampaikan.


"Minggu depan aku akan menikah, dijodohkan oleh sesama rekan kerja. Namun percayalah, cintaku padamu tetap sama, dan tentunya.kau adalah yang pertama dihatiku." Ucap Joe, lalu pergi meninggalkan rumah Kos Duma.


Lalu.. Apakah Duma bersedih..? No.. Dia bahkan tidak menyesali jkka Joe akan menikah atau menghilang seklipun. Baginya, semua itu hanyalah uang semata. Ia hanya menginginkan uang mereka, dan menikmati kesenangan duniawinya.


Esok Ia akan merasa bahagia, dapat membeli mobil baru impiannya. Dan itu sesuai rencananya. Ia merasakan jika hidupnya sangatlah beruntung.Ia hidup bergelimang uang, juga bergelimang dosa.


Lalu kata 'Cinta' yang diutarakan oleh Joe..?


Ah.. Iya anggap semua itu hanyalah bualan semata. Dimana kata ajimat tersebut hanyalah sebuah dongeng belaka.


Sesaat Ia akan kemar mandi. Ia ingin membersihkan tubuhnya yang tersa pekat oleh cairan madu milik 2 orang pria yang menggagahinya sejak sore tadi.


Namun, Saat Ia mencoba membersihkannya, Wajah Khanza membayang di pelupuk matanya. Pemuda itu.. Ya.. Pemuda itu.hampir membuatnya gila.

__ADS_1


Jika selama ini Ia yang membuat para pria bertekuk lutut dan menggilainya, kali ini justru pemuda itu yang sudah membuat hari-harinya begitu amat yersuksa.


Sikap acuh tak acuh pemuda itu, membuatnya semakin penasaran.


__ADS_2