
berita Rena telah melahirkan bayi yang tampan rupawan tanpa cacat sedikitpun membuat hati Wina begitu sakit.
Ia memandang sofia yang sedang tertidur pulas. "mengapa kamu terlahir dengan bibir sumbing..aku membencimu." ucap Wina dengan tatapan marah.
bayi mungil itu berusia satu tahun itu tertidur dengan pulasnya. Ia sedang bermimpi yang indah.
Wina merutuki nasibnya yang tersa sangat sial. Ia masih belum bisa menerima kenyataan jika harus kehilangan Hanif. Ia Masih sangat mencintai pria itu. Bahkan Ia tidak dapat move on.
"hoooeeeek...hoooeeeek.." bayi itu menangis karena merasa haus. Wina memandanginya dengan tatapan benci. "aku tidak menginginkanmu. bahkan aku sudah ingin membuangmu sejak dari kandungan. tetapi kau sungguh keras kepala." Wina mengomeli gadis kecil yang malang itu.
Melisa lagi santai diruangan bersantai, mendengar tangisan Sofia yang menyayat hati. Ia sudah bosan mendengar jeritan tangis Sofia. Ia merasa ketentramannya terganggu. melisa beranjak dari kursi santainya. menuju kamar Wina yang berada dilantai dua.
Melisa menggedor pintu kamar Wina.
[dor...dor..dor] pintu digedor dengan sangat kuat.
karena tak reaksi dari Wina. akhirnya Melisa membuka pintu kamar dan nyelonong masuk.
Ia melihat Wina hanya memandang Sofia dengan tatapan nanar. "Hei Win.. tu anak nangis napa gak diurus..?! mengapa tidak kamu beri susu?!..." ucap Melisa geram.
"aku tidak menyukainya Ma." jawab Wina lirih.
"kalau kamu tidak menyukainya lebih baik kamu buang saja dia atau kamu berikan saja sana kepanti asuhan." ucap Melisa yang sudah pusing dengan sikap Wina dan suara tangisan Sofia.
Wina memandang ibunya, dengan tatapan sinis.
lalu memalingkan wajahnya kepada Sofia yang masih terus menangis. Akhirnya Ia membuatkan juga susu Formula untuk Sofia, dan tangisan bayi itu reda.
-------------
"Hubby...apakah semuanya sudah siap.? kita akan pulang malam ini." ucap Rena kepada Hanif dengan lembut.
"sudah sayang.. yuuk.." ucap Hanif sembari menuntun jalan Rena.
Mama Aisya membantu membawa beberapa barang perlengakpan Rena dan baby Khanza yang dibantu oleh Kasim.
keluarga ini sedang berbahagia dan bersyukur dengan kehadiran sang baby Khanza.
baby Khanza lahir tepat pada Sabtu Pon, tepat pukul 12 siang. 1 hijriyah dibulan Sya'ban.
kelak baby ini akan memiliki jiwa yang sangat baik dan hati yang bersih. membawa keberkahan berupa rezeki yang sangat luar biasa.
keberkahan itu sudah terlihat ketika sang baby didalam kandungan. sifat yang dimiliki oleh weton Sabtu pon adalah pribadi yang sangat luar biasa. dimana watak ini memiliki pribada penyabar. suka menolong, bertanggungjawab serta disukai banyak orang.
pribadi ini pula yang kelak akan membuatnya hidup berhelimang harta dan suka berbagi terhadap sesamanya.
__ADS_1
Rena memasuki mobinya, dengan terus mendekap sang buah hati dengan penuh cinta. Aisyah dan Kasim menaiki mobil mereka sendiri. lalu mereka berjalan beriringan.
*****
Wina mencerna segala ucapan yang dilontarkan oleh Melisa sang ibu. Ia ingin hidup bebas tanpa bayang-bayang Sofia, gadis kecil berbibir sumbing.
Wina memakaikan sweter kepada Sofia. Ia sudah memutuskan untuk membuang Sofia. Ia tifak ingin, jika Bayi mungil menghambat kebebasannya.
Wina menggendong Sofia dengan tergesah-gesah. Ia celingukan kesana kemari. lalu menuju garasi. Wina mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia mencari-cari tempat yang sangat pas untuk meninggalkan Sofia seorang diri.
Ia menemukan sebuah pohon akasia yang sangat besar dipinggir jalan raya berada disebelah kiri jalan. setelah, melihat kondisi jalan yang sepi, Ia meletakkan Sofia pada dibawah pohon Akasia dengan menggunakan keranjang yang terbuat dari plastik.
setelah memastikan tidak ada yang melihatnya, Ia buru-buru pergi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
******
Hanif terlihat sangat bahagia, tak henti-hentinya Ia mengucapkan rasa syukur yang sangat dalam kepada Rabb-Nya. Ia diberikan Istri yang sangat menyejukkan hati dan pandangannya.
seorang istri yang mampu memberikan rasa nyaman padanya setiap hari. bukan karena kecantikan yang menjadi ukuran bagi Hanif untuk mencintai Rena, tetapi karena Rena yang membuatnya merasa untuk tetap mencinta.
mereka melintasi jalanan sepi. Rena melihat sesuatu yang mencurigakan didepannya. dibawa temaram lampu jalan dan sorot lampu mobil Rena melihat sebuah keranjang yang diletakkan dibawah pohon akasia. sayup-sayup Ia mendengar suara tangisan bayi. Ia melihat kearah baby Khanza, tetapi Khanza masih tertidur pulas.
saat akan melintasi pohon itu, Rena mendengar dengan jelas suara bayi menangis yang berasal dari bawah pohon. Rena meras curiga dengn keranjang itu.
Hanif yang mendengar teriakan Rena melalukan pengereman mendadak dan menepikan mobilnya.
"ada apa sayang..?" ucap Hanif bingung.
tanpa menjawab pertanyaan Hanif Rena turun dari mobil sembari menggendong baby Khanza. Ia menghampiri pohon akasia tersebut.
Hanif yang curiga ikut turun mengikuti langkah Istri tercintanya.
Rena melihat isi dari keranjang tersebut. "astaghfirullah.." ucap Rena tersentak kaget dengan melihat isi keranjang tersebut.
bayi mungil itu kedinginan dan menangis pilu. Hanif juga merasa kaget dengan penemuan Rena.
Rena menatap Hanif. memohon sesuatu. Hanif merasa bingung. "tetapi kita tidak tahu ini bayi siapa yang.." ucap Hanif memberi pengertian.
"tetapi dia membutuhkan pertolongan. jika esok ada yang mencarinya kita kembalikan. ucap Rena.
Hanif tak dapat menolak keinginan Rena. Ia akhirnya menuruti keinginan isttinya.
mobil Kasim dan Aisyah yang mengekori mereka dari belakang juga ikut berhenti. mereka penasaran mengapa anak dan menantunya berhenti ditengah jalan.
"ada apa..?" ucap Aisya yang turun dari mobil untuk melihat anak fan menantunya yang diikuti oleh Kasim.
__ADS_1
"ini mah, Rena nemu bayi disini. Ia meminta untuk dibawa pulang." ucap Hanif dengan datar.
Aisya melongok bayi didalam keranjang tersebut. jiwa keibuannya tumbuh. "apakah kamu tidak merasa repot untuk mengurus dua bayi sekaligus..?" ucap Aisyah kepada Rena.
"jika Hubby menyetujuinya, Ren gak akan kerepotan koq Ma." ucap Rena memohon.
akhirnya mereka mengabulkan permintaan Rena, membawa bayi perempuan malang itu kerumah.
******
mereka telah sampai dirumah. Rena menggendong baby Khanza dalam dekapannya. sedangkan Hanif membawa bayi perempuan malang itu yang berada didalam keranjang plastik.
bayi itu masih menangis, membuat Hanif bingung.
sesampainya dikamar, Rena meletakkan baby Khanza dalam keranjang tidur bayi disebelah sisi ranjang mereka. baby Khanza hang kenyang dengan ASI Rena masih terlelap tidur.
Rena memiliki ASI yang sangat banyak dari itu Ia lebih memilih untuk memberjkan ASI eksklusif kepada baby Khanza.
Rena yang melihat bayi perempuan itu merasa iba. Ia meraihnya dari Hanif. lalu memandang Hanif. "Hubby.. ijin ya buat beri ASI pada bayi ini..?" ucap Rena.
Hanif terperangah. "Ia akan menjadi anak susumu sayang.. kita tidak tahu siapa keluarganya." ucap Hanif bingung dengan tingkah Rena.
"jika Ia meminum ASI dari Ren, maka Ia akan menjadi mahram dari keluarga ini. kita tidak tahu apakah Ia terginggal atau sengaja ditinggalkan."
"Ia bayi perempuan, Khaza laki-laki. jika Ia meminum ASI dari Ren, maka mereka akan menjadi mahram sesusuan begitu juga dengan Hubby. sehingga tidak batal wudhu ketika bersentuhan." ucap Rena.
Hanif bengong dengan ucapan Rena. dimana bayi itu masih terus menangis. "jika orangtuanya tiba-tiba mencari..?" ucap Hanif.
"kita akan jelaskan kepada orantuanya yang sebenarnya." jawab Rena dengan menghiba.
"ya ..terserah kamu gimanya." ucap Hanif menyerah.
"Hubby ikhlas.?" ucap Rena dengan tatapan sendu.
"Iya.. hubby ikhlas." jawab Hanif.
mendapat persetujuan dari Hanif Rena langsung menyusui bayi perempuan malang itu.
bayi itu menyusu dengan sangat lahabnya. Ia yang kehausan begitu sangat antusias. Ia meeasakan sebuah kehangatan dari air susu yang diminumnya. Ia tak pernah merasakan rasa nyaman saat meminumnya. setelah puas menysu, bayi itu tertidur pulas.
Ia tertidur dengan membawa senyum termanisnya.
~untuk para muslim, jika ingin berjima' dengan pasangannya, maka jangan lupa membaca doa sebelum berjima'. karena nantinya akan mempengaruhi anak yang dilahirkan. dimana anak yang lahir saat orang tuanya membaca doa sebelum jima', anak itu lahir dengan aura positif. dan cahaya wajahnya terlihat cerah.~
~jadilah seorang istri yang mampu menyejukkan hati pasanganmu, karena bentuk kenyamanan yang kau ciptakan, akan membuat pasanganmu merasa betah berada disisimu. cantik tidak menjadi sebuah ukuran untuk pasanganmu tidak berselingkuh, tetapi keberuntungan dan kenyamanan yang Ia dapatkan membuatnya untuk terus mencintaimu tanpa sebab. sekian dan terima kasih~
__ADS_1