Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Rasa yang melegakan


__ADS_3

"ayo kita berangkat.." perintah hanif kepada para Timnya. merekapun bergerak. namun siapa sangka jika Jhon diam-diam membawa buntilan udang kedalam tasnya.


bahkan Ia memasukkan udang tersebut kedalam kantong plastik yang diisi oleh air lalu dimasukkan kedalam tas ranselnya. meski berat, namun Ia tak menghiraukannya.


 


Hanif telah sampai dirumah. Ia masuk dari arah belakang. mencuci kaki dan tangannya, lalu membersihkan diri dikamar mandi belakang.


setelah Ia bergegas naik ke lantai dua. Ia pastikan Rena pasti mengomel karena sudah 3 hari tidak melakukan komunikasi. karena signal yang tidak terjangkau.


cklek...


kepala Hanif nongol dari balik pintu, langsung nyengir. "sayang Hubby.." ucapnya mulai merayu.


Rena terperanjat sembari membulatkan matanya pertanda akan mengomel.


saat ini dua orang bayinya sedang tertidur pulas.


Hanif segera masuk dan mengunci pintu kamar, sedangkan Rena sudah berdiri tegak dengan mengacak pinggang.


bukannya menghampiri Rena, Ia malah mengganti pakaiannya dengan pakaian bersih, celana boxer dan dan kaos oblong.


Rena semakin kesal melihat ulah suaminya.


setelah mampu membuat kesal Rena Ia ingin mengahampiri istrinya, namun Rena sudah mengomel duluan.


"Hubby darimana Ha..? tiga hari nomornya gak bisa dihubungi.? kerja atau apa Bby..?" ucap Rena dengan kesal.


Hanif tak menjawab pertanyaan Rena, Ia mendekati pujaan hatinya, lalu tanpa dugaan Rena sebelumnya, Hanif langsung menggendong tubuh Rena, mendekapnya dan menyambar bibir sexy yang mengomel tersebut.


setelah Rena hampir kehabisan nafas Ia baru melepaskannya. "apa..? ngomel lagi? ucap Hanif sembari berbisik ketelinga Rena.


"kalau ngomel lagi, nanti Hubby gigit bagian yang lain." ancam Hanif, membuat Rena terdiam.


melihat Rena terdiam, Hanif malah terkekeh. ternyata muda baginya membuat istrinya itu mati kutu.


Ia membawa Rena ketepian ranjang, lalu memangku Rena, memeluk pinggang Rena yang tetap ramping meski sehabis melahirkan. sepertinya Rena memiliki tubuh yang tidak mudah mengembang. setelah bersalin tubuhnya kembali seperti kala Ia masih gadis.


Hanif membenamkan wajahnya dipundak Rena, sesekali Ia nakal menjelajahi leher jenjang milik istrinya.


"Hubby capek sayang.. "ucapnya lirih, lalu menarik wajah Rena kesisi kanannya, mengecup lembut bibir halal itu, lalu mel*matnya dengan penuh gairah. tangannya mulai nakal menjelajahi area sensifif istrinya, merasakan dua buah kenyal milik Rena yang lebih besar dari saat menikah dahulu, karena benda itu sudah berisi AsI. Ia terus bermain-main disana.


Rena sejenak melupakan amarahnya. Ia menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya. sesaat benda yang menjadi tempatnya alas duduk mulai bangkit.


"bantu Hubby sayang..hilangkan lelah ini.." Hanif mulai meracau tak jelas. Hanif mulai terbakar hasrat.

__ADS_1


Ia menuntun tangan mungil Rena untuk memegang 'adik kecilnya' yang sudah bangun.


"tapi Ren masih Nifas sayang.. dua hari lagi baru selesai." ucap Rena bingung.


"dengan cara lain sayang" ucapnya sembari memutar tubuh Rena menjadi menghadapnya. lalu meminta Rena merunduk, dan menyerahkan 'adik kecil' itu padanya.


demi menjaga keharmonisan rumah tangganya, akhirnya Ia menuruti keinginan suaminya, meski hal itu tak pernah dilakukannya, namun apa jadinya jika Ia menolaknya dan suaminya mencari pelampiasan diluar sana.


maka mau tidak mau Ia memberikan kepuasan kepada Hanif, dengan cara yang dimintanya.


Rena melihat suaminya mencapai puncak surgawinya, Hanif melenguh panjang dan mengejangkan otot tubuhnya, Rena menyudahi aksinya berkaroke ria. Ia merasa lega. setidaknya Ia telah memberikan nafkah bathin bagi Hanif meskipun tidak secara langsung.


Hanif meraih tubuh Rena dalam pelukannya. "terimakasih sayang.." ucapnya lembut dan tulus, sembari mengecup pucuk kepala Rena, mendekapnya dengan erat.


seketika lelahnya selama tiga hari dalam perjalanan kini terobati.


~jangan pernah menyepelekan hal urusan ranjang dalam pernikahan, karena jika lelaki merasa tercukupi dalam hal tersebut, Ia akan betah terhadap pasangannya.~


~ jangan pernah menolak suami, jika Ia menginginkanmu dalam bercinta, karena penolakanmu akan membuat Malaikat melaknatmu hingga suamimu Ridha atasmu..~


Hanif masih memejamkan matanya, sebulan lebih tanpa pelelapasan itu sangat menyiksa tentunya.


dan hari ini Ia melepaskan semuanya. tubuhnya seketika segar kembali.


Rena memang bukan wanita yang cantik layaknya artis. namun Rena selalu memberikan pelayanan yang memuaskan untuk Hanif, sehingga hal itu membuatnya yang tak mampu berpaling darinya, meskipun hanya sekejap.Hanif akan selalu merindukan kehangatan yang diberikan oleh Rena.


"memangnya Hubby pergi kemana selama tiga hari ini..?" ucap Rena lirih, yang masih dalam dekapan Hanif.


dan untungnya, kedua bayinya masih tertidur pulas.


"ke hutan..dan hampir diterkam Harimau" jawab Hanif seenaknya, sembari tersenyum, matanya masih juga terpejam


"haaah..?" teriak Rena, Ia ingin melepaskan pelukan tangan Hanif, namun tenaganya kalah kuat. Hanif semakin memperkuat pelukannya.


"Hubby jahat tau..!! kalau sampai Hubby dimakan Hariamau? bagaimana dengan nasib Ren..?" Rena mulai mengomel dengan kesal dan memasang wajah sewot.


"maafin Hubby..tapi akhirnya Hubby dimakan enak ma ayank.." ucap Hanif dengan menyindir. membuat wajah Rena bersemu merah.


"Hubby.." ucap Rena tertahan, sembari mendaratkan cubitannya dipinggang Hanif.


"aww..sakit yank.." ucap Hanif meringis.


"emang Hubby ngapain sampai kehutan segala sih..?" tanya Rena dengan penasaran.


"karena Hubby akan membuka lahan perkebunan kelapa sawit disana, serta membangun pabrik baru." ucap Hanif dengan nada yang mulai serius.

__ADS_1


Rena membelalakkan matanya.."benarkah..?" ucapnya dengan rasa kaget yang luar bisa.


selama tiga hari ini Ia sudah sempat su'udzon terhadap suaminya. Ia mengira suaminya telah bersenang-senang dengan wanita lain dipenginapan.


"Lokasinya dekat laut, Hubby juga akan membangun wahana wisata ditepi pantainya, yang mana akan berjarak sekitar 30 km dari lokasi pabrik." ucap Hanif menjelaskan.


emang berapa heaktar yang Hubby ambil lahan..?" ucap Rena penasaran.


"sekitar 10.000-20.000 heaktar.." ucapnya santai.


"haah..? luas banget bby" ucap Rena terperangah.


Hanif melepaskan pelukannya ditubuh Rena, lalu beranjak bangkit menuju tas ranselnya. memgambil Handphonenya.


Ia kembali lagi ketepian ranjang. lalu membuka galeri foto dan vedeo, tempat Ia menyimpan semua kenangan perjalanannya selama 3 hari tersebut.


"besar bangetkan harimaunya..?" ucap sembari memeperlihatkan foto Hariamu yang dibidik oleh Teamnya. Hanif terlihat tenang. tanpa ada rasa bergidik sedikitpun.


Rena yang tidak berada dilokasi kejadian saja merasakan bergidik dan seram, namun Hanif terlihat tenang.


saat melihat foto ikan gabus sebesar itu, Rena membelalakkan matanya."itu ikan gede banget bby..?" ucap Rena dengan heran.


"iya.. namanya Ikan gabus toman, ikan ini termasuk predator, bisa memakan anak kecil." ucap Hanif menjelaskan.


"masa sih.. serem banget..?" ucap Rena dengan nada ngerinya.


"masih kalah serem sama kamu yank.., buktinya kamu bisa nelan 'adik kecil' Hubby barusan." ucap Hanif seenaknya, sembari senyum-senyum menggoda Rena.


Rena yang merasa tersipu malu, langsung memerah wajahnya. Ia menyikut tubuh Hanif. membuat Hanif meringis dan terkekeh.


"ne..handphonenya, kalau mau lihat foto dan vedeo. Hubby mau mandi dulu.." ucap Hanif sembari menyerahkan Handphone miliknya.


Rena meraihnya dan terus melihat semua file perjalanan suaminua.


Hanif beranjak dari tempat tidur dan melenggang mengambil handuk. sebelum memasuki kamar mandi, Ia kembali menggoda Rena yang masih asyik melihat-lihat momen perjalanannya. "yank.. mau ikutan mandi bareng gak..?" ucapnya sembari berdiri diambang pintu kamar mandi.


Rena melongok sebentar, lalu menggelengkan1 kepalanya.


"mana tau mau karokean lagi..?" ucap Hanif, sembari menaik turunkan alisnya.


"huuubby...!" teriak Rena, sembari melemparkan bantal ke arah Hanif dengan kesal.


lalu dengan sigap, Hanif masuk kekamar mandi dan menutupnya. Ia mandi sembari bersiul.


ternyata selain suka menggoda Rena, Hanif juga punya Hobby menjahili istrinya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2