Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Kekasih Amy POV Rena


__ADS_3

Rena menuju kantin, Ia memesan makanan dan minuman yang biasa Ia pesan bersama Amy. Ia memesan 3 porsi sekaligus.


saat menunggu pesanan datang, Ia duduk di kursi pelanggan. Ia menatap nanar lurus kedepan. Ia bingung dengan cara apa harus melunasi biaya administrasi untuk persiapan wisuda nanti.


Rena menghela nafasnya dengan berat. saat fikirannya sedang kalut, Rehan datang dengan tiba-tiba saja telah berada didepannya.


"hai maaanis...kamu lagi mikirin aku ya..?" ucap Rehan. membuat Rena kaget dan menghentikan lamunannya. Ia mengalihkan pandangannya kewajah Rehan yang kini tepat didepannya. "ya ammpuun Rehan..bisa gak sih kamu itu gak buat aku kaget..?" ucap Rena sembari mendengus kesal.


Rehan tersenyum konyol. "maafin aku sayang..jika ketampananku telah membuatmu terkaget-kaget.." ucap Rehan menggoda Rena.


Ridwan yang sedari tadi berdiri dibelakang Rehan memanyunkan bibirnya. "tampan dari hongkong..?" ucap Ridwan menyela ucapan Rehan.


Rehan dan Rena menatap Ridwan bersamaan. "ya ammpun..lu ngapain di sini sih..? ganggu aja.." ucap Rehan kesal.


"ya suka-suka akulah..emang ne kantin punya nenek moyang lu..?! sampai melarang aku kemari" jawab Ridwan ketus.


"bukan cuma punya nenek moyangku, tapi punya mama bapakku" jawab Rehan kesal.


Rena pusing melihat perdebatan keduanya. rasanya Ia pengen menghilang dari keduanya.

__ADS_1


pesanan Rena selesai. Rena bangkit dan membayarnya dikasir. lalu ingin beranjak pergi meninggalkan kantin


"Ren...itu kenapa porsinya ada tiga..? emang punya siapa yang satu porsi lagi..?" ucap Ridwan kepo.


"ada deh.."ucap Rena menggoda Ridwan.


Rehan juga merasa kepo. Ia penasaran siapa pemilik satu porsi makanan itu.


Rena berjalan meninggalkan keduanya. namun keduanya membuntuti Rena dari belakang.


Rena melihat dari kejauhan, Amy dan Hanif sedang membicarakan sesuatu yang amat serius, Ia berhenti sejenak. "apa yang dibicarakan mereka..kelihatannya serius banget."Rena berguman dalam hatinya, Ia melihat Amy begitu sangat dekat dengan tubuh Hanif, seperti sedang berbisik. seolah-olah membicarakan hal penting yang tak ingin orang lain ketahui.


kedua pemuda itu ikut menatap kearah mata Rena memandang. "waah...itu kekasihnya Amy ya..? cakep juga ya..? pasti tajir tu..?" ucap Ridwan.


"iya... cakep banget ya..? tapi sebelas dua belas sama akulah cakepnya.." ucap Rehan dengan bangganya.


"iih..ngaca loe..jelas-jelas cakepan cowok Amy daripada loe.." ucap Ridwan mencibir.


"berisik..." ucap Rehan kesal.

__ADS_1


Rena menggelengkan kepalanya melihat kedua pemuda yang jika bertemu seperti tomy anda jerry.


Rena mematung, Ia memberi kesempatan kedua orang yang sedang berbicara serius ditaman itu untuk menyelesaikan pembicaraannya.


"Ren..jalan sama aku yuuk.. ? masa iya kamu harus jadi obat nyamuk menunggui Amy berpacaran." ucap Ridwan.


"jangan mau sama Ridwan Ren.." sama aku aja yuk..naik motor lebih romantis.." ucap Rehan sembari menaikkan sebelah alisnya dan menekuk bibirnya keatas.


Rena mendengus.. "sebaiknya aku hampiri saja Amy dan Hanif, sebelum dua pemuda konyol ini semakin membuatku pusing." ucap Rena dalam hati.


Ia melangkah meninggalkan Rehan dan Ridwan yang sedang berdebat. Ridwan ingin melangkah mengejar Rena. namun Rehan mencekal lengannya.


"heeii... lu mau jadi obat nyamuk juga...?" ucap Rehan kepada Ridwan. lalu keduanya saling pandang.. dan akhirnya memutuskan berjalan masing-masing.


Rena melihat Amy fan Hanif menghentikan pembicaraannya saat melihatnya datang. lalu Rena menyerahkan makanan dan minuman yang Ia bawa dari kantin. meletakkannya diatas meja taman. Amy membagi satu porsi perorang.


Ia melihat Amy begitu lahabnya memakan makanannya. gadis cantik itu emang doyan makan.


namun, Rena sedang tak berselera untuk makan. Ia pusing memikirkan biaya untuk wisuda yang sudah didepan mata. meminta bantuan bang Hanan kakak tertuanya juga tidak mungkin. karena kakaknya hanyalah karyawan biasa sebagai penyadap getah diperkebunan karet.

__ADS_1


Ia pasrah, menyerahkan semuanya kepada Allah. Ia berharap jika Sang Khalik mendengarkan Doa yang dimunjadkannya. "ya Rabb...sebagaimana engkau memudahkan Nabi Yunus keluar dari perut ikan Nun, maka mudahkanlah urusanku..Laa Ilaaha Ilaa anta subhanaka inni kuntu minadzhalimin.." ucapnya dalam hati penuh pengharapan.


__ADS_2