
Wina mengantarkan pesanan di meja ditamu. Meskipun Ia sudah berusia 40 tahun, tetapi Ia masih terlihat segar dan berpenampilan menarik.
Seorang pria berbadan bongsor sedang menanti disana, Ia terlihat tampak galau.
Saat Wina mengantarkan minuman ke mejanya, Ia begitu ingin ditemani oleh seseorang untuk minum.
"kemarilah.. temani aku minum. Aku akan memberikan uang tips kepadamu." ucapnya sembari menarik tangan Wina.
Wina yang sebenarnya sedang membutuhkan uang, akhirnya tidak dapat memilah siapa tamu yang akan dijadikannya teman kencan.
"ayolah.. Tuangkan minuman untukku.." titah pria itu dengan suara parau kepada Wina. Dengan senyum yang dipaksanya sebisa mungkin, Wina mencoba menuangkan minuman itu kedalam gelas pria tambun tersebut.
"mendekatlah.." Pria itu meminta Wina mendekatinya. Setelah Wina mendekatinya, Pria itu menariknya, agar dekat dengannya.
Pria itu merangkul pundak Wina, sembari meneguk minumannya.
Setelah meneguk minumannya, Pria itu menyelipkan beberapa lembar uang kedalam belahan kedua bukit milik Wina. Audah yang ketiga kalinya Ia melakukan hal yang sama.
Wina merasa senang sekali, karena ini sangat diperlukannya untuk membayar sewa rumahnya.
Pria itu semakin terlihat sangat mabuk.
Sudah berberapa kali Wina menuangkan minuman itu kedalam gelasnya.
"Temani aku tidur.. Aku akan membayarmu lebih mahal lagi. " ucap Pria itu kepada Wina.
Wina tampak sumringah. "cuma melayani pria tambun ini saja, paling juga gak lama." gumannya dalam hati.
Pria itu kembali merengkuh Wina, mencoba ingin bangkit. "ayolah.. Bantu aku berdiri untuk bayar tagihan ini. " ucap pria itu muali meracau.
"Tuan disini saja, saya yang akan mengurusnya."ucap Wina, sembari bangkit untuk mengambil nota tagihan.
Saat akan menuju meja receptionist, Wina berpapasan pada Duma, yang baru saja keluar dari ruangan manager tersebut.
Wina menatap dingin pada gadis tersebut. Ia merasa sakit hati karena gadis yang ditolongnya itu malah menjadi batu sandungan untuknya.
Wina tidak begitu ingin perduli pada gadis yang sudah ditolongnya tadi.
"Mas.. Tolong buatkan nota untuk tamu dimeja nomor 14, karena tamu itu akan out."ucap Wina kepada petugas kasir tersebut.
__ADS_1
Pertugas itu memeriksa apa saja pesanannya, lalu memberikannnya kepada Wina.
Wjna segera meraihnya, Ia sangat senang, karena baru beberap memit saja sudah mendapatkan uang sebesar 2 juta rupiah. Pasti akan sangat banyak lagi uang yang dikeluarkannya jkka ia menemani pria tambun itu.
Namun Ia harus menelan kekecewaan, karena saat Ia sampai disana, Wina sudah terlebih dahulu berpangku pada pria itu.
Wina merasa geram, Ia merasa gadis itu sydah terlalu lancang merebut pelanggannya. Apalagi Duma sudah tampak akan pergi bersama pria yang tadi sudah berjanji kencan padanya.
"sialan ne bocah, Dia sudah mengambil pelangganku. Sungguh lancang sekali dia.." guman Wina dengan lirih.
Saat itu Rika datang menghampirinya. "ada apa cin..? Koq kusut bener tu muka." tanya Rika sembari menggoda Wina.
Wina menatap kesal pada Rika. "Lihat tu bocah ingusan.. Dia main serobot pelangganku saja. Ne tolong anterin nota bonnya ma pria itu. " ucap Wina sembari menyerahkan secarik kertas tersebut kepada Rika.
Wina yang merasa kesal, memilih untuk ke meja bar, sembari menunggu tugas berikutnya.
"sialan bener tu bocah, gak ngerti etika dalam bekerja. Pak manager sudah Ia embat, kini pelanggan pertamaku juga diembatnya. "wina menggerutu kesal dalam hatinya.
Sesaat Ia melihat Duma berjalan sembari menatih pria tambun itu keluar bar. Sepertinya mereka akan menuju hotel. Wina semakin geram dan merasa kesal.
"awas saja kau..!! Akan ku balas perbuatanmu.!!" guman Wina dengan nada geram .
Saat Wjna tengah merasa jengah, seorang seorang pria tampan menghampirinya.
Wina menatapnya dengan penuh seksama. "ya ampun.. Cakep banget ne orang." gumannya dalam hati.
Kehilangan pria tambun itu akhirnya tidak lagi dirasakannya.
"Iya.. Emang kenapa?" tanya Wina menanggapinya.
"boleh ku temani?" ucap pria itu, membuat Wina semakin berdebar.
Wina merasa terbang melayang saat pria itu menatapnya dengan penuh makna.
Ia menawarkan minuman yang dipegangnya sedari tadi. Wina langsung menyambutnya. Lalu Ia meneguknya tanpa curiga sedikitpun.
Setelah meneguk minumannya, Wina merasakan hal yang aneh. Tubuhnya serasa panas. Ia seperti terbakar. Hasratnya bergejolak tinggi. Entah apa yang dimasukkan pria itu kedalam minumannya.
Sesaat wina juga merasa seperti mabuk.
__ADS_1
Pria itu tersenyum licik. Ia merasa ingin bercinta saat ini juga. Pria itu menuntunnya keluar bar, lalu membawanya menaiki sebuah mobil, menuju suatu tempat.
Disebuah gedung kosong, Pria itu membawa Wina. pria itu mencekoki Wina dengan minuman berakohol. Setelah Wina tak sadarkan diri, Ia senggamahi dengan brutal. Setelah melampiaskan hasratnya, Pria itu mengambil seluruh uang milik Wina yang mana hasil dari melayani tamunya tadi.
pria itu meninggalkan Wina begitu saja, seorang diri didalam gedung kosong tersebut.
🐛🐛🐛🐛🐛🐛🐛
Mentari bersinar diufuk timur. Wina mengerjapkan matanya, karena pendaran cahaya itu menyilaukan matanya. Ia tersentak kaget, melihat apa yang sedang dialaminya. Ia melihat kesekelilingnya dengan seksama. "haah.. Sialan..!! Aku telah ditipu oleh pria itu." ucap Wina dengan sangat kesal.
Ia merasakan sesuatu yang sangat perih pada organ tubuhnya yang paling sensitif.
Ia menyadari jika pria itu telah melakukan persenggamaan dengan memanfaatkannya saat Ia tak sadarkan diri.
Wina berjalan terhuyung-huyung sembari memegangi kepalanya yang sakit.
Ia keluar dari dalam gedung kosong itu dengan sangat perasaan yang bercampur aduk.
Wina menuju jalanan utama dengan tertatih.
Sesampainya dipinggiran jalan, Ia merasakan sangat pusing. Ia memegangi kepalanya yang semakin berat. Lalu Ia limbung dan tak sadarkan diri diatas trotoar jalan.
Bersamaan dengan itu, sebuah mobil melintas, dan berhenti disisinya. Seorang gadis berhijab turun dari mobil, lalu meminta bantuan kepada para pelintas jalan untuk membawakannya masuk kedalam mobilnya.
Gadis itu membawa Wina kerumah sakit.
🐛🐛🐛🐛🐛
Wina mengerjapkan matanya, Ia melihat ruangan yang semuanya berwarna putih. Seirang gadis cantik berhijab sedang berada disisinya.
"ibu sudah sadar..? Syukurlah.. Perkenalkan, saya Adillah, saya menemukan ibu tergeletak ditrotoar jalan. Jadi saya bawa keruamh sakit." ucap gadis itu ramah.
"emmm.. Terimakasih.. Nama saya.. " Wina menggantung ucapannya.
"nama saya Yani.." jawab Wina berbohong.
"oo.. Salam kenal bu Yani. Karena ibu sudah sadar, saya harus berangkat kekampus, karena ini jam kelas saya. Seluruh perobatan sudah saya lunasi. Dan ini ada sedikit uang untuk kngkos ibu." ucap gadis itu sopan.
Wina tersenyum sumringah, Ia merasakan sangat bahagia, karena akhirnya ada oramg peduli terhadapnya.
__ADS_1
"terima kasih, semoga kamu murah rezeki."ucap Wina dengan perasaan haru.
Gadia itu mengangguk. "menolong sesama itu suatu kewajiban." ucap Sang gadis, yang membuat Wina semakin berbunga.