
Wina pagi ini telah bersiap-siap untuk bekerja sesuai yang dijanjikan oleh Roy
Bernard telah pergi bekerja sangat pagi sekali. Hal ini membuat Wina dapat leluasa bertemu dengan orang yang akan menjemputnya.
Wina melakukan semua hanya untuk menarik perhatian Bernard. Karena selama ini Bernard sepertinya sedikit menjauhinya hanya karena penampilannya yang sedikit berubah.
orang suruhan Roy telah sampai. Mereka bertemu janji disebuah persimpangan. Pesuruh itu membawa Wina kedalam mobil. Lalu mobil meluncur kesebuah salon.
Wina dibawa kesalon untuk perawatan, agar nilai tarifnya juga tinggi.
Namun Wina tidak menyadari jika Ia terjebak dalam sebuah kubangan lumpur hisap.
Setelah semuanya selesai, kini Wina tampil kembali dengan penampilan awalnya yang mampu memikat pria hidung belang.
"apa pekerjaan saya..? Mengapa harus melalui salon..?" Wina yang hati dan fikirannya telah terjebak cinta buta oleh Bernard tidak lagi dapat melihat dan menilai apa pekerjaannya.
Jika Roy yang menawarkan pekerjaan padanya, tentu bukan pekerjaan kantoran, pastinya pekerjaan kotor. Namun kini Wina tak mampu menggunakan akal sehatnya untuk berfikir jernih.
pesuruh itu memberikan wina sebotol minuman yang sudah bercampur dengan obat penambah gairah.
Pesuruh itu membawa wina kesebuah hotel. Disana sudah ada orang yang memesan akan jasanya.
Saat sesampainya dihotel, Wina yang sudah terbakar hasrat oleh pengaruh obat tersebut, mengikuti saja apa yang telah diperbuat oleh pesuruh itu.
Wina kini memasuki kamar yang sesuai dengan nomor pemesan jasanya.
Sebagian uang sudah ditransfer kepada Roy, sedangkan sisanya akan diberikan kepada Wina.
Seorang pria berusia 56 tahun telah menunggunya. Pria itu seorang pebisnis sukses.
Ketika melihat Wina yang cantik dan aduhai, membuatnya tampak sumringah. Jiwa mudanya kembali bergejolak. Diusianya yang sudah lebih setengah abad, Ia masih memiliki gairah yang menggebu.
Wina yang sudah dalam pengaruh obat, merasa ingin mendapatkan pelampiasan secepatnya.
Saat pria setengah abad itu menggagahinya, Ia menyambutnya dengan suka rela.
Setelah menuntaskan hasratnya, Wina terkapar tak sadarkan diri. Saat Ia terbangun, Ia tersentak dengan melihat pria setengah abad sedang berada disisinya dengan tertidur pulas.
Wina merasa frustasi, Ia tidak menyangka jika mantan kekasihnya itu telah menjualnya.
Pria itu terbangun, lalu menarik Wina kedalam pelukannya. "aku sudah membayarmu mahal, maka kau harus melayaniku.
__ADS_1
Wina mencoba memberontak, namun naasnya Ia telah terjebak dalam permainan Roy. Mantan selingkuhannya itu telah merekam adegannya bersama pria tersebut. Sehingga untuk menjadi senjata menekan Wina.
"sialan kamu Roy.. Bagaimana jika Bernard mengetahui ini..?" Wina terlihat panik. Ia tidak ingin Bernard mengetahui pekerjaannya Ia sangat takut jika harus diceraikan oleh pria itu.
Setelah merasa puas dengan pelayanan Wina, pria itu memberikan sisa pembayaran kepada Wina. Bahkan Ia memberikan jumlah uang tips diluar perjanjian dengan Roy.
Melihat mendapatkan uang dalam jumlah banyak dengan sekejab, Wina menjadi dilema. Disatu sisi Ia ingin akan uang yang banyak, disatu sisi Ia tidak ingin Bernard mengetahuinya.
"mungkin aku harus pintar-pintar saja mengatur waktu, agar aku dapat uang banyak, dan juga tetap mendapatkan cinta Bernard.
---------***--------
pria itu mengantarkan Wina sampai didepan simpang, mendapatkan uang dalam sekejap membuat Wina menjadi bersemangat.
Wina membeli beberapa bahan masakan untuk menu malam ini. Hasil dari bekerjanya selama beberapa jam sudah membuatnya banyak membeli kebutuhan.
Ia memasak cumi rica-rica sebagai teman makan malamnya. Ia tahu jika Bernard akan pulang malam lagi. Maka jika Ia bekerja dan pulang sebelum Bernard, maka Ia menganggap akan baik-baik saja.
Saat Bernard pulangb kerumah dengan kondisi mabuk, Wina masih mampu melayaninya. Menyiapakan makan malamnya, mengganti pakaiannya dan lainnya.
Wina benar-benar telah jatuh cinta pada Bernard. meskipun kini Bernard mulai mengabaikannya.
Bernard melihat perubahan Wina pagi ini secara signifikan. Wina terlihat kembali cantik dan glowing. "banyak duit dia..? Bisa perawatan mahal.." Bernard kembali tersenyum.
"sayang.. Minta uangnya, ada keperluan mendesak ini. " ucap Bernard dengan wajah memelas.
Tanpa fikir panjang, Wina memberikan sejumlah uang yang diminta bernard. Uang hasilnya bekerja semalaman itu Ia berikan kepada Bernard dengan suka rela.
Bernard merasakan seperti diatas angin. Bagaimana gidak, tiba-tiba saja Wina memiliki banyak uang, dan Ia tidak perduli Wina mendapatkannya dari mana.
-------******-----
Wina mendapatkan pesan masuk dari Roy, jika Ia mendapat jasa melayani seseorang. meski awalnya Wina menolak pekerjaan tersebut. Namun kini Ia menyanggupinya. Maka Ia segera menuju tempat lokasi yang di janjikan.
Khayalannya mendapat uang banyak dalam sekejap telah di depan mata. Meskipun uang dari hasil melayani pria setengah abad itu habis di minta Bernard, namun Ia memberikannya dengan suka rela.
Setelah sampai di sebuah hotel yang terbilang sangat sederhana itu, Ia bergegas menuju kamar tersebut.
System kerja sama dengan Roy adalah 70%:30%
Bagian untuk Wina 70%, dan bagian untuk Roy 30%. kesepakatan itu mereka lakukan tanpa adanya pemaksaan.
__ADS_1
Wina mengetuk pintu hotel tersebut berulang kali. Namun tak ada jawaban dari pemilik kamar tersebut.
Wina merasa penasaran. Lalu Ia membuka pintu kamar tersebut. Tampak lengang, yak ada sesiapapun.
Sesaat Ia mendengar suara gemericik dibalik pintu kamar mandi.
"mungkin Ia sedang buang air.." Wina berguman dalam hatinya.
Wjna menunggu ditepian ranjang. Setelah beberapa saat ia mendengar pintu kamar mandi dibuka.
reeeeeeeekkkkkhk...
seseorang muncul dari balik pintu kamar mandi.
Sesaat mata mereka beradu, lalu masing-masing dari mereka membelalakkan matanya.
"kaaaauuuu..?!"
Bagaimana tidak Wina tak terkejut, seorang pria yang memesannya adalah suaminya sendiri. Yaitu Bernard.
Seketika mereka terdiam. Bernard merasa kebingungan. Semalam Ia meminta uang kepada Wina dan berangkat sangat pagi dengan alasan bekerja,
Bernard telah mendaftar ke aplikasi yang menyediakan jasa-jasa penyedia wanita yang menjajakan dirinya untuk memuaskan hasrat pria.
Seketika Wina merasa jika langit terasa runtuh. "apa yang kamu lakukan disini..?!" tanya Wina
"kamu sendiri ngapain disini..?!" Bernard balik bertanya.
"kamu beralasan akan pergi bekerja? Tetapi ternyata kamu ingin ngamar dengan wanita lain? Bahkan kamu meminta uangku untuk bercinta dengan wanita lain.!" Wina terisak dan merasakan sakit hatinya.
"lalu? Apa yang kamu lakukan ditempat ini..?" Bernard menyelidik?
"aku sengaja membuntutimu. Aku mencurigaimu karena sering pulang malam.!" Wina berbohong. Padahal Ia sendiri juga lagi menunggu lelaki hidung belang. Dan sialnya lelaki itu adalah suami sirrinya sendiri.
Mereka terjebak dalam situasi yang rumit.
Tanpa mereka sadari, satpol PP sedang mengadakan razia tempat-tempat mesum. Saat menggrebek hotel-hotel melati, mereka menemukan pasangan yang berbuat kotor.
Lalu wina dan Bernard juga terciduk dalam operasi pembersihan tersebut.
Mereka di bawa kekantor polisi, mereka memberontak untuk dibawa. Mereka mengaku jika sudah menikah. Namun sayangnya tidak mampu memperlihatkan surat-surat sebagai bukti pernikahan mereka.
__ADS_1