
suasana camping dadakan ini begitu mengasyikan bagi Toni dan Amy. bermalam dialam bebas, bermadikan cahaya rembulan dengan taburan bintang yang berkelap- kelip menghiasi langit, menambah pengalaman yang tak terlupakan. namun tidak untuk Rena, Ia asyik dengan handphonenya.
Toni menyalakan api unggun, menghangatkan tubuh, dimana rasa dingin saat malam berada di Danau Toba berlipat-lipat rasanya. bagi yang tidak terbiasa akan menggigil sampai menembus tulang.
Toni dan Amy asyik bercengkrama, meski berbeda usia, namun tubuh Toni yang tinggi dan kekar, terlihat lebih dewasa, juga dengan sikap Toni yang lebih dewasa dari usianya.
namun Toni sesaat terdiam, memperhatikan gerak-gerik kakanya yang menyenderi di tepian danau. Ia asyik dengan handphonenya, tanpa menghiraukan keberadaan Amy dan Toni. Ia terlihat gelisah, entah masalah apa yang sedang dialaminya.
Amy yang menyadari tatapan Tony, beranjak mendekat duduk disamping Toni. "apa yang kamu fikirkan tentang Rena? " ucap Amy membuka pembicaraan. Toni menoleh kearah Amy.
[heeehhh]..Toni menghela nafas dengan berat. seperti Amy sepemikiran dengannya. "entahlah, ketika aku datang pertama tadi, ku lihat mata kak Rena sembab, seperti habis menangis. namun entah masalah apa yang sedang dialaminya." ucap Toni.
"sepertinya Kakakmu sedang tidak baik-baik saja." ucap Amy dengan lirih.
"maksudnya?" jawab Toni penasaran. sembari menatap Amy, meminta jawaban.
"kakakmu mengenal seorang pria melalui media sosial sejak hampir dua tahun setengah yang lalu. semenjak memgenalnya Ia berubah drastis. bahkan sanggup bolos kuliah, mentransfer uang dan mengemis cinta." ucap Amy menjelaskan.
Toni terperanjat dengan penjelasan Amy, Ia tak menyangka jika kakaknya bisa berbuat seperti itu. "darimana kamu mengetahuinya mbak?" ucap Toni penasaran.
"dari mulut Rena sendiri" ucap Amy secara gamblang. Ia berharap dengan membocorkan rahasia Rena, dapat melepaskan sahabatnya itu dari pengaruh yang tidak baik dari pria tersebut.
Toni mengepalkan tangannya, meninju telapak tangan satunya, Ia tidak rela jika kakak perempuannya diperlakukan kurang ajar oleh pria yang membuat Toni penasaran.
"bahkan Ia seperti orang yang tidak waras, jika pria tersebut tidak membalas pesan atau menelefonnya." ucap Amy lagi.
"apakah menurutmu itu cinta normal?" tanya Amy kepada Toni.
Toni terdiam, sembari memperhatikan tingkah laku kakaknya yang berulang kali menelefon, namun sepertinya tak pernah diangkat orang yang sedang dihubunginya, jarinya sibuk mengetik pesan, dan berulang kali juga mengecek pesan masuk.
__ADS_1
meski dalam kegelapan, dan mengandalkan cahaya rembulan, Toni bisa membaca gerakan tubuh kakaknya.
"aku tidur duluan ya." ucap Amy, sembari menepuk bahu Toni. dan dijawab Toni dengan anggukan, sembari tersenyum datar.
Amy beranjak masuk kedalam tenda. Ia sangat lelah dan mengantuk karena Ia menyetir mobil sendiri. Ia terlelap dalam tidurnya terbuai mimpi indah.
Toni masih duduk sendirian, memperhatikan kakaknya yang masih duduk ditepian danau. Ia ingin memastikan kakaknya tidak melakukan hal yang nekad, semisalnya bunuh diri lompat kedalam danau dan sengaja menenggelamkan dirinya.
****
pukul 22.00 wib Malam, Rena menyerah dengan kantuknya, beranjak dari tepian danau, menghampiri Toni, duduk disampingnya. Ia menyandarkan kepalanya dipundak Toni, sembari terus menatap layar handphonenya dengan gelisah.
Toni memperhatikan pergelangan tangan kakaknya, terlihat sangat kurus dan ceking. Ia begitu iba melihat kondisi kakaknya. siapa sebenarnya pria yang membuat kakaknya sampai cinta mati seperti ini. "setampan apakah atau sekaya apakah pria itu hingga membuat kakaknya tergila-gila" itulah bathin Toni yang terus berkecamuk.
"kakak lagi nungguin telefon dari siapa? kelihatannya gelisah banget" ucap Toni lembut. mencoba membujuk Rena untuk terbuka akan masalah yang sedang dialaminya.
namun Rena diam membisu, tak memberikan jawaban apapun. lalu beranjak dari duduknya, masuk kedalam tenda untuk tidur.
Toni tak ingin memaksanya, namun Ia akan mencari solusi untuk menyelamatkan kakaknya dari pria yang tidak pantas mendapatkan cinta dari kakaknya.
Toni pun merasa lelah, masuk kedalam tenda, ikut menyelip diantara mereka. lalu terlelap tidur.
****
pagi ini mereka terbangun, udara dingin yang menusuk hingga ketulang membuat mereka meringkuk seperti udang. Rena bangkit, ingin memasak air dan menghidupkan kompor portablenya.
Ia memandangi keindahan Danau toba, namun entah mengapa, keindahan alam ciptaan Ilahi tak mampu mengusir bayangan Bernard dari hatinya.
__ADS_1
air berwarna biru, membentang sepanjang mata memandang. bukit-bukit menjulang tinggi menambah keindahan alam Danau Toba.
Toni menyusul keluar tenda.. Ia meregangkan tubuhnya, menarik lengan kekarnya keatas. Ia memandang takjub suasana pagi di danau Toba. Toni membangunkan Amy, meminta Amy mengabadikan pengalaman campingnya di Danau Toba. Amy yang masih mengantuk dengan malas keluar dari tenda, saat matanya memandang keindahan itu, Ia langsung segar. dengan semangat Ia meminta Toni memotretnya, meski belum mandi, Ia tetap cantik.
Toni mengalah memotretnya, lalu mereka bergantian saling meminta di potret. Rena menggelengkan kepalanya melihat ulah kedua orang tersebut, yang lebih mirip dengan tingkah anak kecil.
Rena selesai memasak air ,ia menyeduh tiga gelas kopi, tiga mie cup untuk sarapan. mereka menikmati sarapannya meski belum sikat gigi, sembari memandang kearah danau.
ketika matahari mulai naik ,mereka menceburkan diri ke danau. berenang sepuasnya, merasakan kesegaran air danau yang menenangkan.
****
mereka bersiap-bersiap ingin menjelajahi samosir, mereka akan menyebang menggunakan kapal penyeberangan ke pulau Tomok kabupaten Samosir ,yang terletak di tengah danau vulkanik, mereka ingin melihat patung Sigale-gale yang menjadi wisata budaya yang masih lestari hingga saat ini.
mereka terpesona dengan kultur budaya batak, yang begitu unik dari segi bahasa, pakaian, adat dan tradisi. patung si gale-gale konon bisa bergerak dan menari jika ada pertunjukkan adat, dimana patung ini menjadi kebanggaan bagi waga samosir, dan banyak dikunjungi wisatawan.
setelah puas berjalan-jalan, mereka memutuskan kembali pulang, dengan membawa pengalaman yang begitu mengesankan dihati.. terkecuali Rena, tubuhnya sedang liburan, namun hatinya berada jauh di bawah bayang-bayang Bernard.
****
mereka telah sampai dirumah masing-masing, perjalanan yang melelahkan, namun mengesankan. Rena membaringkan tubuhnya diranjang, sedangkan Toni berbaring dilantai kamar.
mata Rena menerawang, Ia terus memikirkan Bernard. ternyata liburan barusan yang mereka lakukan tak membuatnya lepas dari pengaruh bayang-bayang Bernard. hatinya kosong, penuh kehampaan. Ia mengkhayalkan andai saja liburan itu bersama bernard, pasti akan membuatnya bahagia.
dengan mengirimi pesan, Toni menghubungi seseorang. Ia bertekad ingin menyelamatkan kakaknya. Ia akan melakukan apapun agar Rena terbebas dari pengaruh buruk pria itu.
__ADS_1
diam-diam Toni memperhatikan kakanya yang terus gelisah dan uring-uringan. Ia menggeram karena tidak tega melihat kondisi kakanya.
"aku tidak mungkin mengabarkan berita ini pada ibu tentang kondisi kak Rena saat ini, aku harus merahasiakannya, aku tidak ingin ibu kefikiran dan menganggagu kesehatannya." ucap Toni dalam hatinya.