Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Mereka yang Terluka


__ADS_3

" tidak...tidak Rena..." Bernard menangis sesenggukan, hatinya patah, tak adalagi kesempatan untuk memiliki Rena seutuhnya. sukma Bernard hadir dipesta pernikahan itu. Ia melihat wajah Rena yang penuh kebahagiaan.


"Rena...aku mencintaimu.."Bernard meratapi nasibnya yang malang. Tak sanggup melihat tawa bahagia Rena, Sukma Bernard kembali ke tubuhnya.


Ia meraba bekas luka cakaran di wajahnya, yang disebabkan oleh Begu ganjang yang datang menyerangnya waktu itu.


bekas cakaran itu masih belum hilang, bahkan tidak dapat dihilangkan.


Bernard termenung dengan mata menatap nanar.. ada rasa penyesalan yang tak dapat Ia perbaiki, dan semuanya akan sia-sia saja.


Ia tidak sanggup membayangkan Rena yang akan menikmati malam pertamanya, Ia tak rela, sungguh tak rela.


fikirannya yang kacau membuat Bernard tak mampu lagi menanggung beban hidupnya. Ia seperti orang bingung dan linglung. bayangan Rena membuatnya semakin frustasi.


Bernard mengambil sebuah kopiah (penutup kepala bagi pria/peci). lalu mengambil kemeja putih dan mengenakannya. Bernard duduk diatas lantai. mengambil guling dan duduk berhadapan dengannya. "Aku terima nikahnya Rena..'Sah'." Ucap Bernard menirukan gaya bicara wali hakim.


Ia beranjak bangkit, lalu menggendong guling yang tadinya disandarkan kedinding seperti acara akad nikah atau ijab qabul.


Bernard membaringkan guling yang digendongnya diatas kasur lusuh miliknya.


Ia menciumi guling tersebut, mengajaknya berbicara seperti orang yang sedang mengobrol dengan seseorang. sesekali Ia tertawa, dan sesekali menangis.


Bernard berhalusinasi jika guling itu adalah Rena. Ia membawa guling itu keluar kamar. menggendongnya kesana kemari.


Ambar yang menyaksikannya terperangah. Ia tak pernah membayangkan jika anaknya akan mengalami hal yang aneh.


Ia mencari Safri, Suaminya dilokasi kerja proyek bangunan. Ia menceritakan kondisi anak mereka yang tiba-tiba saja berbicara sendiri pada sebuah guling.


Safri yang sedang bekerja akhirnya permisi untuk pulang. sesampainya dirumah, Safri melihat anak laki-lakinya yang mengalami halusinasi. Ia sangat syok..


"Ya Tuhan..dosa apa yang telah diperbuat anakku..?" ucap Safri sembari memegang dadanya. sebagai seorang ayah, tentu hal ini akan membuatnya rapuh. siapapun orangnya, pasti akan bersedih jika mengalami hal yang seperti ini.


Safri menghubungi Ary anaknya. Ia ingin meminta bantuan dana untuk mengobati Bernard yang sedang berhalusinasi.


****


diseprtiga malam, Ridwan menggelar sajadahnya.. Ia sedang mengadukan hatinya yang sedang luka. seorang pria yang sedang patah hati.

__ADS_1


Ia mencari keteduhan dan ketenangan lewat dzikirnya. Ia berusaha untuk ikhlas menerima segala takdir untuk dirinya.


rasa cinta yang terlalu dalam hanya membuat kekecewaan. Ia sadar, jika dalam hidup haruslah sewajarnya. tidak perlu berlebihan. begitu juga dengan cinta terhadap makhluk.


karena cinta yang berlebihan terhadap Makhluk ciptaan Allah, hanya akan membawa luka jika tidak kesampaian.


maka cintailah Allah dan Rasulmu lebih dari apapun. karena kamu tidak akan menemukan kekecewaan.


Ridwan mencoba berlapang dada..lalu bermunujad dalam doanya..


"Ya Rabb... Jika Ia bukan jodohku.. hapuskan rasa cinta ini untuknya.."


"Ya Rabb.. jika Ia bukan jodohku.. maka hilangkan bayangan wajahnya dari anganku"


"Ya Rabb.. jika Ia bukan jodohku.. carikan aku gantinya, yang sama sepertinya, yang mampu memberi rasa nyaman saat aku bersamanya" Ridwan mengakhiri doanya.


Ia bersiap-siap untuk menata hatinya, agar esok dapat menghadiri pernikahan Rena dengan hati yang tegar.


Ia menunggu waktu subuh, untuk sekaligus menunaikan shalat subuh..


****


Ia mengalihkan luka hatinya dengan bekerja dan beraktifitas. meskipun sulit, Ia berusaha mengalihkan luka hatinya dengan bekerja.


Rehan sedang melakukan mediasi dengan rekan bisnisnya. mereka melakukannya di sebuah caffe. saat sedang makan, Rehan yang sedang patah hati menghabiskan banyak makanan dan minuman. semakin hatinya galau, semakin banyak Ia makan.


Rehan melampiaskan kegalauan hatinya dengan makan. sehingga rekan bisnisnya merasa heran dan bingung dengan tingkah aneh pemuda tampan itu.


karena selama menjadi rekan bisnisnya, tidak pernah Ia melihat rehan makan dengan begitu banyaknya. sehingga seperti orang yang tak pernah kenyang.


"Anda baik-baik saja Pak..?" ucap Windy yang saat itu sedang melakukan mediasi proyek yang akan ditangani oleh bosnya. mereka akan mengambil proyek pembangunan yayasan yang akan diserahkan oleh perusahaan ditempat Windy bekerja.


Rehan tidak menggubris ucapan Windy, bahkan Ia tidak memperdulikan pandangan aneh Windy terhadapnya. Windy merasa geli melihat pemuda tampan dihadapannya. "Ne orang emang lagi laper atau kesambet sih..?" Windy berguman dalam hatinya.


setelah cukup kenyang, Ia menghentikan kunyahannya, sehingga Ia tersadar jika telah mengabaikan gadis cantik dihadapannya.


setelah sadar dari aksi konyolnya, Ia terkekeh sendiri. wajahnya menatap nanar lurus kedepan.

__ADS_1


Diam-diam Windy memperhatikan tingkah Rehan. Ia yang pernah mengenyam pendidikan psykologi, menyimpulkan, jika pemuda dihadapannya adalah orang yang sedang patah hati.


Tatapan mata pemuda itu seperti menyiratkan sebuah perasaan yang begitu dalam terhadap seseorang.."Siapa kiranya gadis yang membuat pemuda tampan ini patah hati..? sebenarnya Ia adalah pemuda yang baik, meski sedikit konyol." Windy berguman dalam hatinya.


****


Rehan dan Ridwan memutuskan untuk hadir dipesta pernikahan Rena. mereka sudah mempersiapkan mental untuk melihat orang yang dicintai bersanding dipelaminan dengan pria lain, bahkan bukan dari salah seorang mereka.


namun itu cukup adil bagi Rehan dan Ridwan, karena setidaknya mereka sama-sama merasakan patah hati, tanpa harus ada yang merasa menang dalam persaingan merebut hati Rena.


Hanif adalah pemenang sesungguhnya, dimana tanpa harus bersaing, datang dengan tenang dan diakhir, namun dengan mudah menggoyahkan hati Rena dan kini menjadi pendamping hidup dari wanita yang mereka cintai.


saat mereka melihat Rena dengan Hanif bersanding, meteka berdua kompak untuk naik kepelaminan, meminta berfoto bersama, lalu menyerahkan kado untuk Rena.


sakit, tentu sakit.. namun sikap dewasa dan mencoba berlapang dada adalah hal yang paling mujarab untuk menghilangkan rasa sakit itu.


mereka yakin, dengan seiring waktu berjalan, luka itu akan sembuh dengan sendirinya.


****


ditempat lain, ada satu insan yang meratapi pernikahan itu. Ia tidak terima akan semua ini. Ia belum sanggup menerima kenyataan jika Orang yang dicintainya meninggalkannya.


Ia masih menyimpan cinta untuk orang yang pernah Ia khianati. Ia berambisi untuk merebut kembali cintanya yang pernah hilang. Ia tidak perduli dengan status orang yang dicintainya kini telah menikah.


Ia berjanji akan merusak hubungan itu, sampai orang tersebut kembali berlutut meminta cintanya.


Insan yang sedang patah hati itu, kini mengalami nasib sial, karena Ia telah ditinggalkan pasangan selingkuhanny yang tak ingin bertanggungjawab atas perbuatan perselingkuhannya.


kini insan yang sedang mengalami nasib sial, mencari cara untuk mencari tempat pelampiasan dan mencari tempat untuk melindungi dirinya dari rasa malu dan aib keluarga.


Wina...ya Ia gadis yang pernah mengkhianati Hanif, kini sedang mengalami nasib sial.


Ia berniat merebut Hanif kembali kedalam pelukannya.



mampir dikarya author yang lainnya ya..

__ADS_1


__ADS_2