Pemikat Sukma

Pemikat Sukma
Terkaman Harimau


__ADS_3

Hanif sudah bersiap-siap akan berangkat kekantor. Ia mengecup ujung kepala Rena, lalu beralih pada baby Khanza dan juga Adillah.


saat akan melangkah, tiba-tiba saja..


[kriiiing....] suara handphone berdering. satu panggilan masuk dari nomor papa Kasim.


"hallo pa...Assallammualaikum..?" ucapnya dengan lembut.


Rena memeperhatikan mimik wajah suaminya, Hanif seperti terlihat sangat serius. "ok pa.. Hanif tunggu dikantor." ucapnya sopan, lalu mengakhiri panggilan telefonnya.


Hanif menoleh ke arah Rena. "sayang.. Hubby berangkat kerja dulu ya.." sembari beranjak dengan terburu-buru.


"hati-hati dijalan bby.." ucap Rena sedikit berteriak.


namun tubuh Hanif telah hilang dibalik pintu.


Rena kembali memgurus kedua bayinya.


 


"jadi bagaimana pa..? apakah lahannya sudah dapat..?" ucap Hanif antusias.


"sudah..tetapi.." Kasim menggantung ucapannya.


Hanif mengernyitkan keningnya. "tetapi apa pa..?" ucapnya penasaran.


Kasim menarik nafasnya dengan berat. lalu menghelanya " lahan yang kamu inginkan sudah didapat, sesuai dengan keiinginanmu. namun itu hutan gambut. bahkan dihutan itu masih banyak terdapat hewan buas seperti 'Harimau' dan buaya."


"salah satu pembuka lahannya sudah ada yang tewas diterkam Harimau tersebut. tubuhnya ditemukan tercabik-cabik mengenaskan" ucap Kasim menjelaskan.


Hanif terdiam. "lalu bagaimana dengan nasib keluarganya pa..? kita harus memberikan santunan kepada keluarga tersebut." ucap Hanif.


"terserah kamu bagaiamana baiknya.." ucap Kasim lemah.


"sepertinya ada yang salah pa.. mungkin 'Datuk Belang' merasa terancam karena pembukaan lahan tersebut, dan kita juga tidak dapat membunuh satwa langka itu. " Hanif mencoba mencari solusinya.


Ia menatap ke arah Kasim dengan tatapan sendu.


"besok Hanif akan turun kelapangan." ucapnya dengan mantab.


"gila kamu..!! apakah kamu akan mengorbankan dirimu..? itu hutan belantara." ucap Kasim cemas, Ia tidak setuju dengan keputusan Hanif.


"lalu bagaimana dengan para pekerja yang tewas.? apakah tidak terkesan menumbalkan mereka..?" ucap Hanif datar.


Kasim sedikit tersungging " itu resiko pekerjaan mereka" jawab Kasim kesal.

__ADS_1


"tapi keputusanku sudah bulat. sore ini aku akan berangkat. jangan beritahu Rena dan mama, jika Hanif ke hutan." ucap Hanif memohon.


Kasim menatap puteranya dengan tatapan tak Rela. "bagaimana kamu akan menghadapi buasnya hewan liar..?" ucap Kasim dengan nada memohon agar Hanif menarik keputusannya.


"papa tenang saja, doakan saja yang terbaik. percayalah, jika belum ajal kita, maka Allah menyelamatkannya. namun jika sudah ajal, didalam rumah juga maut dapat menjemput." ucapnya menenangkan hati papanya.


Kasim tak mampu lagi berkata, keputusan Hanif sudah bulat. "terserah.. jaga dirimu.." ucap Kasim dengan lemah. lalu meninggalkan ruangan kerja Hanif.


 


Hanif memasuki kamar dengan tergesah-gesah. Ia menyusun beberapa helai pakaian. agar tak menimbulkan kecurigaan pada Rena, Ia akan membeli sepatu safety dan perlengkapan lainnya sembari menuju perjalanan.


Rena menatap bingung dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. "Hubby mau kemana..?" ucap Rena merasa ada hal yang ganjil.


Hanif menghentikan sejenak kegiatannya, "emmm..Hubby ada urusan pekerjaan diluar kota. mungkin beberapa hari disana." ucapnya dengan lemah. sebenarnya Ia tak tega meninggalkan Rena dengan kondisi seperti ini. namun Ia sudah meminta mamanya untuk menemani Rena. dan sisanya diurus oleh asisten rumah tangga.


"tapi mengapa mendadak sekali bby..?" ucap Rena dengan perasaan yang was-was. entah mengapa Ia begitu merasa sedih saat mengetahui Hanif akan keluar kota.


Hanif telah selesai dengan tas ranselnya. Ia mendekat Istrinya. lalu mengecup kening Rena dengan cinta kasih. "Hubby gak lama koq.." ucapnya dengan lirih. meraih dagu istrinya, lalu memberikan kecupan hangat dibibir itu.


setelahnya Ia mencium baby Khanza dan Adillah bergantian.


"Hubby berangkat dulu ya.. doakan yang terbaik.." ucapnya sembari melambaikan tangan.


 


Hanif telah dijemput timnya. mereka telah menunggu ditempat yang dijanjikan. mereka mengendarai mobil offroad untuk menempuh perjalanan. karena medan yang dilalui akan sangat sulit.


dua buah offroad jenis Jeep wrangler dan chevrolet colorado ZRZ telah menunggunya.


mereka melanjutkan perjalanan, dari pekanbaru menuju kota Dumai.


menempuh 7 jam perjalanan, mereka tiba disebuah lokasi yang sesuai dengan alamat yang diberikan. mereka tiba ketika hari sudah malam.


sebuah hutan dengan pohon akasia, pohon gelam dan sebagainya, menyambut mereka dengan kesan angker. air berwarna hitam yang menambah kesan tak bersahabat.



Hanif dan timnya disambut oleh para pekerja disebuah rumah pondok tungkat kayu setinggi 3 meter.


rumah itu dibuat sangat tinggi untuk menghindarkan dari serangan hewan buas.


para pekerja nuga sudah membawa pawang harimau dan lembaga konservasi bintang langka, untuk ikut serta menemaninya dalam perjalanan nantinya.


mereka baru saja menyantap mie instan yang dimasak alakadarnya. saat mereka beristirahat, pondok mereka seperti bergetar. seperti ada sesuatu yang mengguncangnya.

__ADS_1


salah seorang dari mereka mengintip dari celah dinding. Ia langsung terduduk dan terdiam. "ada apa..?" ucap salah seorang dari mereka dengan berbisik.


boby yang tadi mengintip masih terdiam dengan wajah pucat. lalu Ia menjawab dengan lirih "Tuk Belang sedang mengelilingi tongkat pondok kita.." ucapnya dengan nada bergetar.


semua yang ada didalam pondok diam tak bersuara. mereka semua merasakan hawa yang begitu sangat menakutkan. sudah satu jam lamanya si harimau Sumatera itu berkeliling dan terdengar suara cicitan babi hutan. Ia mendapat buruannya lalu pergi.


 


pagi ini mereka telah bersiap-siap untuk menyiapkan segalanya. jalur yang mereka lalui tidak dapat ditempuh dengan mobil, tetapi melalui jalur parit air hitam menggunakan sampan motor.


semua rombongan memasuki lahan yang akan ditinjau. saat para Tim sedang menjelaskan kepada Hanif tentang batas wilayah yang akan dijadikan perkebunan dan hutan lindung, tiba-tiba saja, sepasang mata yang sangat tajam mengintai mereka.


dari balik semak Ia berjalan mengendap-endap. tanpa disadari oleh satupun dari mereka.


namun berbeda dengan Hanif, Ia merasakan ada sesuatu sedang mengincarnya. Ia memejamkan matanya. "maaf..andai kami lancang telah mengganggu ketenanganmu." Ia berucap lirih.


entah mengapa Ia sampai mengucapkan kalimat itu, seperti ada suatu dorongan yang memaksanya untuk mengucapkannya.


dan benar saja..



seekor Harimau tengah bersiap dari arah belakang. harimau itu melompat dan hendak menerkam. ketika anggota Tim sedang tidak waspada. Hanif memutar tubuhnya dan...


Hanif menatap tajam pada mata harimau tersebut. lalu membaca doa Nabi Sulaiman. "Bismillahirrahmani rahim. laa ta 'luu alayya wa'tuunii muslimin."


~Bahwa janganlah kamu berlaku sombong kepadaku dan datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri.~


seketika Harimau yang sudah melompat dan ingin menerkam itu mendaratkan tubuhnya tepat dihadapan Hanif, dengan hanya menggeram.


mendengar suara geraman, para Tim memutar tubuhnya, mereka terlonjak ketakutan. jantung mereka seakan hendak lepas dari tempatnya. wajah mereka pucat pasi karena ketakutan.


bayangan maut begitu menghantui mereka.


Tim konservasi Alam juga merasa ciut melihat harimau tersebut berada tepat di hadapan Hanif.


dengan tenang Hanif mendekati sang Harimau. Ia membelai kepala hewan itu dengan terus membacakan doa nabi Sulaiman.


para Tim tampak heran dengan bos mereka. mengapa dengan mudahnya menundukkan hewan buas tersebut. mereka saling pandang satu sama lainnya.


"jangan mengganggu kami.. karena kami juga tidak menggagumu dan keluargamu. aku datang kemari tidak berniat untuk serakah, aku akan memberikan tempat yang layak untukmu nantinya. pergilah.. tanpa dendam apapun" ucap Hanif dengan tenang.


Harimau itu menggeram, lalu berbalik arah dan menghilang disemak belukar.


para Tim merasa minder. dimana seharusnya mereka bertugas menjaga Hanif, ini malah sebaliknya. namun mereka masih penasaran apa yang telah diperbuat Hanif, sehingga Harimau itu mematuhinya.

__ADS_1


__ADS_2