
setelah hari yang dijanjikan tiba.. Hanif datang memenuhi janjinya. semua begitu tampak bahagia. semua keluarga berkumpul menyambut kedatangannya dan keluarganya.
"waaah...yang mau dilamar. sepertinya sedang berbunga-bunga.?" goda Toni..
Rena yang digoda wajahnya bersemu merah. Ia tak mampu melukiskan kebahagiaannya.
keluarga Hanif beserta iringan rombongan yang membawa hantaran sudah tiba.
semua disambut dengan suka cita. siapa sangka, begitu bertemu, kedua keluarga langsung melakukan seserahan dan lamaran, selama ini semua perencanaan diwakilkan melalui keluarga Amy sebagai penyambung lidah, tentang rencana lamaran keluarga Hanif.
"wah...tampan ya jodoh kakak.." ucap Toni menggoda Rena.
Rena menggunakan kebaya maron berlengan panjang, dengan riasan minimalis tampak begitu anggun. Hanif tak henti-hentinya mencuri pandang wajah calon istrinya yang sedari tadi tak henti tersenyum. tampak sekali diwajahnya, jika saat ini Ia sedang berbahagia.
Rena mencubit lengan Toni. Rena juga tak henti mencuri pandang pada Hanif yang menjadi calon suaminya.
saat mata mereka beradu, debaran-debaran dihati begitu syahdu, layaknya seorang ABG yang sedang jatuh cinta pada cinta pertama. apalagi mereka sudah sebulan tak bertemu. rasa rindu yang menggebu menggeroti kalbu mereka..
Hanif yang menggunakan pakaian formal, terlihat sangat tampan dan gagah. lalu acara serah terima hantaran dilakukan. Rena duduk bersanding dengan Hanif untuk penyerahan cincin sebagai bukti janji ikatan cinta mereka.
sebuah cincin bermata berlian, tersemat dijemari manis milik Rena.
mereka yang kini duduk satu sisi, seperti orang yang baru bertemu. merasa kikuk satu sama lain. namun merasakan kebahagiaan yang tak yerhingga. Munah sang ibu, tak mampu menahan rasa harunya. Ia tak menyangka jika puterinya dilamar secara baik-baik oleh pria yang tepat.
Hanan yang juga berada disana, membayangkan jika saja saat itu Rena tidak segera diobati, mungkin adiknya akan terjerat pada pria yang salah.
Ia teringat saat Ia datang kerumah mbah Joyo, Ia melakukan tindakan yang salah, namun tidak sampai fatal. Ia hanya ingin memberikan pelajaran kepada pria sialan yang sudah menggangu kehidupan adiknya.
__ADS_1
semua keluarga menyepakati jika pernikahan dilakukan dua bulan lagi sebagai persiapan. waktu yang sangat singkat itu dilakukan karena atas permintaan Hanif sendiri, yang sudah dibicarakan kepada orangtuanya.
itu semua dilakukan agar tidak terlalu lama dalam pertunangan. karena godaan dalam menjelang hari pernikahan itu sangat sulit. jika kedua insan yang sudah bertunangan tidak dapat lulus dari ujian pertunangan, maka bisa dipastikan pertunangan itu akan gagal kejenjang pernikahan.
dimana ujian pertunangan itu biasanya seperti adanya godaan dari pihak lain yang datang menawarkan cinta. rasa jemu, pertengkaran dan sebagainya.
semua keluarga memberikan nasehat kepada keduanya. agar saling menjaga amanah. dimana mereka bertunangan, namun harus mampu menjaga ego masing-masing, apalagi kondisi mereka yang tak dapat bersama karena jarak yang memisahkan.
keluarga Hanif juga memberitahu, jika setelah menikah, Rena akan mereka boyong ke pekan Baru.
sebenarnya keluarga Rena sangat berat hati melepaskan Rena jika harus diboyong ke Pekan Baru, namun karena setelah menikah Rena menjadi hak nya Hanif, maka keluarga harus merelakannya. Orangbyang paking bersedih adalah Munah, karena dipastikan Ia akan sulit bertemu puteri satu-satunya, karena jarak yang memisahkan.
saat tiba makan siang, keluarga Hanif disambut dengan hidangan masakan khas daerah sumut. yaitu Arsik ikan Mas sebagai bentuk penghormatan untuk tamu yang datang dari jauh.
serta berbagai hidangan lainnya yang tentunya memanjakan lidah.
Hanif ikut serta bersama keluarganya. karena suatu pekerjaan. berat bagi Rena jika harus kembali berpisah dengan sang pujaan hati.
baru saja mereka bertemu, kini harus berpisah lagi, dan akan bertemu dihari pernikahan mereka dengan rentang waktu dua bulan lagi.
****
Rena memandangi semua bingkisan hantaran yang dibawa oleh keluarga Hanif. semua tampak mewah dan mahal. bingkisan hantaran belanja itu bertumpuk diatas ranjangnya.
Ia tidak pernah membayangkan hidupnya jika seberuntung ini. Ia tak sabar menantikan hari indah ith tiba. wajah Hanif hadir dipelupuk matanya. sinar mata teduh yang menenangkan hatinya.
[kriiiing..] handphonenya berdering.. membuyarkan lamunannya. Ia buru-buru mengangkat telefonnya. "kak Hanif?" hayinya terlonjak gembira. "hallo kak.." ucap Rena sembari tersenyum-senyum sendiri.
__ADS_1
"hallo sayang..maafin kakak karena tidak bisa menemanimu untuk waktu ini. ada urusan yang harus kakak selesaikan. kakak berharap kamu bersabar untuk menanti kedatangan kakak, hingga hari bahagia itu tiba." ucap Hanif dari seberang telefon dengan begitu lembutnya.
rasa bahagia juga rasa sedih bercampur menjadi satu. "Rena akan sabar menanti kakak datang membawa janji dan cinta untuk Rena. jangan hampakan harapan Rena.. I Love U my heart secret.." ucap Rena dengan lirih.
"I Love U to pencuri hatiku..jaga dirimu disaat jauh dariku." jawab Hanif, lalu mengakhiri sambungan telefonnya.
Rena kembali dengan lamunannya. rasa rindu kini kembali hadir dihatinya. "aku akan selalu mendoakanmu hai Rahasia hatiku.." Ia berguman sendiri.
[tok...tok..tok..] suara ketukan pintu kamar Rena.
"masuk" ucap Rena.
terdengar suara pintu dibuka. tampak Munah berdiri diambang pintu dan memasuki kamar.
Ia mengecup kening Rrna dengan penuh cinta kasih. "hati ibu sangat bahagia, tidak mampu terlukiskan oleh kata-kata, melihat puteri ibu dilamar oleh seorang dengan cara yang baik." ucap Munah dengan lelehan bulir bening yang jatuh dipipinya.
Rena memluk ibunya. membalas kecupan ibunya dipipi kanan.
"apakah kamu tahu kebahagian seorang ibu hai anakku..? kebahagiaannya ialah ketika melepas puterinya menikah dengan lamaran yang baik oleh seorang calon menantunya. " ucap Munah dengan senyum yang mengembang.
bagi seorang gadis yang tinggal disebuah perkampungan, lamaran adalah hal sangat sakral dan merupakan suatu kehormatan. apalagi dengan hantaran yang mewah dari pihak calon suami.
karena jika sampai ada seorang gadis yang tudak dilamar dan tiba-tiba menikah, akan menjadi gunjingan didaerah itu. karena dipastikan sigadis sudah tidak memiliki kesucian hingga tanpa lamaran dan menikah secara terburu-buru.
acara lamaran untuk Rena yang membawa hantaran begitu banyak dan mewah, merupakan suatu kebanggan bagi keluarga Rena. karena Munah berhasil mendidk puterinya hingga menjadi gadis terhormat yang menjaga kehormatannya.
warga yang melihat iringan mobil pembawa hantaran lamaran untuk Rena merasakan ikut berbahagia juga. mereka berharap suatu saat anak gadis mereka seberuntung Rena, mendapatkan calon suami yang tampan, baik, serta tajir.
__ADS_1
mereka menganggap jika Rena adalah gadis paling beruntung didunia. karena untuk mendapatkan calon suami seperti Hanif, layaknya seperti mencari jarum yang terjatuh didalam tumpukan jerami.