Possesif CEO

Possesif CEO
Cemburu Membawa Bencana


__ADS_3

Sena kini sedang berada diluar kantor nya, tenggorokan nya terasa kering jadi lah ia keluar dari gedung kantor nya sebentar untuk membeli minuman dingin


"Neng ini minuman nya!"


"Oh iya ini uang nya, kembalian nya ambil aja pak." Sena memberikan uang berwarna biru


"Terima kasih neng"


"Sama-sama pak." jawab Sena


Setelah membayar minuman nya Sena segera kembali, tapi saat akan menyembrang sebuah mobil sedan dari sisi kiri Sena terlihat sangat kencang


"Awas!" tubuh Sena seperti melayang, dapat ia rasakan detak jantung dan nafas nya yang memburu, Sena membuka kelopak mata nya yang berhadapan langsung dengan dada bidang seseorang, Sena mendongak melihat wajah orang yang telah menyelamatkan nya


"Mbak tidak papa?" tanya pemuda itu, seolah sadar ia sedang berada di pelukan seseorang lalu dengan cepat Sena menjauh kan tubuh nya


"Aku tidak papa, terima kasih sudah menolong ku"


"Sama-sama mbak, lain kali hati-hati." jawab orang itu, Sena tersenyum kepada pemuda yang telah menolong nya.


"Cantik." batin pemuda tersebut


"Kalau begitu saya duluan" pamit Sena


"Ah iya mbak" jawab pemuda itu


Sena segera pergi dari sana dan memasuki gedung pencakar langit itu kembali.


****


"Sial." umpat Dave, yang sedari tadi menyaksikan semua nya, sedari Sena menunggu pesanan nya


Dave sempat kaget saat melihat mobil sedan dengan kencang nya dan hampir menabrak Sena, tapi untung saja ada pemuda itu tapi sial nya pemuda itu malah memeluk wanita nya


Dave kembali ke meja kerja nya dan memeriksa berkas-berkas yang belum sempat ia selesai kan tadi, tapi bukan nya fokus malah ia kepikiran kepada kejadian tadi


"Damn it." Dave melempar berkas yang berada ditangan nya keatas meja, ia memutar-mutar kursi kebesaran nya sambil memainkan bolpoin agar bisa mengalihkan perhatian nya


"Ah Sena, kau membuat ku gila." Dave mengacak rambut nya prustasi


Tangan nya terulur mengambil telepon seluler yang berada diatas meja dan memencet beberapa tombol yang bisa dibilang itu terhubung langsung dengan sekertaris


"Kamu dimana?"


"Saya diruangan saya pak, ada apa ya?"


"Cepat ke ruangan ku, aku tunggu satu menit dari sekarang."


Tut!


Dave langsung mematikan telepon nya tanpa menunggu jawaban dari sebrang, tak lama Dave mendengar ketukan dari luar

__ADS_1


Tok! tok! tok!


"Masuk" Sena membuka pintu ruangan itu, dapat ia lihat Dave yang sedang menyenderkan bokong nya diatas meja kerja dengan kedua tangan berada didalam saku celana, dan sial nya itu malah membuat Dave semakin keren


"Ada apa bapak memanggil saya?" tanya Sena, setelah menutup pintu


Dave menatap kearah Sena tajam, membuat Sena yang sedang berdiri di dekat pintu menelan saliva nya kasar


"Dari mana saja kamu?" tanya Dave datar


"Aku tidak dari mana-mana"


"Tidak dari mana-mana tapi berpelukan dengan laki-laki lain ditengah jalan" sekali lagi Sena menelan saliva nya dengan susah payah


"Itu aku, tadi, emm itu___," jawab Sena gugup


"Bicara macam apa itu? bicara yang benar aku tidak mengerti jika kamu berbicara seperti itu."


"Aku tadi haus sekali, jadi aku membeli minuman dingin didepan kantor" jawab Sena pelan


"Siapa yang mengijinkan mu keluar di jam kerja?" tanya Dave


"Maaf." lirih Sena


"Kamu harus diberi hukuman karna telah membuat ku cemburu."


"Hukuman?" ulang Sena, yang tak mengerti maksud ucapan Dave


"Mau aku tambah hukuman nya? hmm."


"Ehh tidak-tidak." dengan cepat Sena berjalan kearah Dave


"Maju!" perintah Dave, saat Sena sedikit memberi jarak


Dave segera menarik lengan Sena dan kini tubuh Sena berada ditengah-tengah kaki Dave


"Aku ingin membersihkan jejak lelaki itu yang telah berani-berani nya memeluk tubuh wanita ku." setelah mengatakan itu Dave segera memeluk tubuh Sena dengan erat


"Dave, kamu gila aku sesak nafas" Sena berusaha melepaskan pelukan Dave


"Mulut ini, mulut ini juga perlu diberi hukuman agar tak kebiasaan."


"Maksud mu ap hmphhhtt," Bibir Sena lebih dahulu dibekap menggunakan bibir Dave


Dave menyesap bibir bawah Sena yang terasa manis, sedangkan Sena dengan sekuat tenaga mendorong bahu Dave agar melepaskan ciuman nya, tapi apalah daya tenaga yang tak sebanding


Setelah cukup lama memainkan bibir Sena, akhirnya Dave melepaskan nya, mengusap saliva yang tersisa dibibir Sena, Sena terengah-engah berusaha menghirup udara sebanyak-banyak nya


"Manis." ucap Dave tersenyum kearah Sena


Plak!

__ADS_1


Tamparan keras Sena berikan kepada Dave, sampai-sampai wajah Dave menoleh kesamping oleh keras nya tamparan yang diberikan Sena


Sena berusaha melepaskan tangan Dave yang sedang memeluk pinggang nya erat


"Lepaskan tangan mu!" seru Sena dengan wajah datar


"Tidak akan." jawab Dave


"Kamu lepas kan sekarang juga, atau kamu menyesal nanti nya" ancam Sena


"Memang nya siapa yang bisa membuat seorang Dave menyesal?" Dave menatap Sena dengan tatapan sinis, membuat Sena semakin kesal


"Lupakan soal pernikahan, aku tidak mau memiliki suami yang kurang ajar seperti mu. Dan besok aku akan segera mengajukan surat pengunduran diri, sudah cukup aku bersabar menghadapi sifat mu yang selalu seenak nya saja begini." rahang Dave mengeras mendengar semua yang dikatakan Sena


"Cepat singkirkan tangan mu!" Sena melepaskan tangan Dave dengan kasar dan berlari keluar ruangan itu setelah pelukan Dave terlepas


Sena kembali ke ruangan nya dan dengan cepat menyambar tas dan handphone yang berada diatas meja. Setelah semua nya sudah berada diatas tangan Sena berlari menuju lift dan segera turun kebawah.


****


Berbeda dengan Sena, kini Dave sedang menatap kosong kearah pintu dia belum mengerti apa yang Sena bicara kan tadi


"Lupakan soal pernikahan, aku tidak mau memiliki suami yang kurang ajar seperti mu. Dan besok aku akan segera mengajukan surat pengunduran diri, sudah cukup aku bersabar menghadapi sifat mu yang selalu seenak nya saja begini." kata-kata Sena terngiang-ngiang ditelinga nya


"Shit, Sena kamu tidak boleh lepas dari ku, kamu hanya milikku dan akan tetap begitu" Dave segera keluar dari ruangan itu, menuju ruangan Sena


"Dimana dia?"


Dave mengambil handphone nya didalam saku jas, dan memencet nomor telpon Sena


"Kamu mau bermain-main dengan ku" ucap Dave kesal karna Sena tak mengangkat nya


Dave segera berlari kearah lift dan terburu-buru memencet tombol nya agar terbuka, saat lift sudah terbuka Dave langsung masuk


Setiba nya dilantai satu Dave langsung menuju parkiran mobil nya, dan tujuan utama nya adalah apartemen Sena.


Setelah Dave pikir-pikir Sena memarahi nya karna dia sudah lancang mencium bibir gadis itu sehingga membuat nya marah dan membatalkan pernikahan secara sepihak.


"Bodoh, bodoh, bodoh." rutuk Dave dalam hati


_


_


_


_


Hai para readers, terima kasih sudah mengikuti aku dari pertama sampai detik ini.disini aku mau minta tolong sama kalian semua, tolong bantu aku dengan tinggalkan jejak cara nya gampang kok kalian tinggal vote, like dan komen.


Terima kasih.

__ADS_1


salam hangat dari aku.


__ADS_2